Monday, October 31, 2011

Dilema Maag

      Hari ini mau nulis apa ya? Hmm, ni jadi sesi curhat saja deh. Pantangan makanan. Kata dokter ini, dokter itu, dokter yang itu dan dokter lainnya. Sama-sama menyarankan untuk tidak boleh makan pedas, asam dan kecut. Ya, sudah bisa ditebak. Aku punya riwayat maag atau bahasa kerennya biasa disebut gastritis atau dispepsia. Hmm. Setelah googling rupanya semua sepemikiran mengenai cara diet yang baik dan sehat bagi penderita maag dan tata cara makan untuk mereka yang menderita maag. Ambil pulpen dan blocknote, kucatatlah apa-apa saja yang menjadi pantangan dan apa saja yang baik untuk dikonsumsi. Heuw, yang tidak tega itu ketika melihat makanan yang selama ini dikonsumsi ataupun disukai rupanya mengandung zat yang dapat memicu peningkatan asam lambung. Well, seperti yang kudapat dari berbagai sumber, adapun makanan pantangan bagi penderita maag antara lain:

  1. Lemak, sawi, kol, nangka, pisang ambon, kedondong, minuman bersoda, buah yang dikeringkan
  2. Kue tart, keju
  3. Cuka, pedas, merica, bumbu yang merangsang
  4. Coklat, gorengan
  5. Beras ketan, mie, bihun, bulgur, jagung, singkong, talas dan dodol
So, alternatif pola makan yang disarankan ialah makan 5-6 kali dalam waktu 3-4 jam sekali dengan jumlah/takaran yang sedikit, sekiranya 1/4 atau 3/4 dari porsi biasanya. Kalo makan snack sih katanya boleh tapi cukup 2-3 kali aja. Makanan yang disarankan itu antara lain oatmeal, nasi merah, roti gandum, dada ayam, ikan, telur, tahu, tempe, kacang-kacangan.

Sunday, October 30, 2011

SEBUTAN ANA, ANTI, ANTUM, AKHI DAN UKHTI

    Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas rasa penasaran terhadap sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh seseorang beberapa bulan yang lalu. 

Tidak perlu kusebutkan siapa orang tersebut. Dia memberikan pertanyaan seperti ini,"kenapa sih harus ada sebutan ana, antum, anti, akhi, ukhti?" dan "Kenapa sebutan tersebut hanya diperuntukkan bagi mereka yang punya pemahaman agama?"

Sungguh menggelitik. Tumben beliau bertanya demikian. Dengan terkantuk-kantuk, saya pun akhirnya memberikan  jawaban sebagaimana yang pernah saya dapatkan dari seorang kakak tingkat yang memang tahu banyak tentang agama. Meskipun telah saya jawab, dia tetap saja belum puas dan justru menyarankan untuk menanyakan hal itu kepada ustadzah dan yang lain lagi. 

Saturday, October 29, 2011

Muslimah nan Shalihah yang didamba

Apa yang terbersit dalam benakmu ketika kamu mendengar kata wanita "muslimah" dan "shalihah" ? 
Aku ingin membahasnya sekali lagi setelah menulis "Shalihah, Hati dan Suami" beberapa waktu yang lalu. Nggak tahu ya tapi belakangan ini, aku sering mendengarkan perbincangan atau sepintas obrolan kawan seputar pernikahan, muslim/muslimah dan lain sebagainya. Jadi, tergelitiklah untuk membahasnya lagi. Perempuan yang cantik rupawan, kaya, baik, keturunan darah "biru" memang banyak kita jumpai di sekitar kehidupan. Namun, wanita yang muslimah nan shalihah justru seperti 1: 9 jumlahnya. Eumm wanita muslimah bisa jadi dia belum tentu shalihah tetapi wanita shalihah sudah pasti seorang muslimah. Maaf nih, tapi belum ada sejarahnya aku mendengar julukan "shalihah" bagi yang beragama lain. Rasulullah SAW pernah bersabda,"Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang shalehah," (HR Muslim). Subhanallah, afwan, bukannya aku ingin pamer, riya' atau sebagainya tetapi setiap hari setiap detik aku selalu mendambakan dapat menjadi seperti "dia" yang muslimah nan shalihah. Wanita muslimah tidak harus mutlak cantik dan sempurna fisiknya, yang bagus keturuanannya atau yang punya harta berlimpah. THAT'S NOT TRUE. Wanita muslimah dan shalihah itu adalah seseornag yang kecantikannya terpancar dari dalam dirinya, lipstiknya adalah untaian dzikrullah, bedaknya adalah rasa malu dan make-up nya adalah amalan ibadah yang senantiasa dia lakukan demi mengharap ridha Allah. Hmm, kalau dikaitkan dengan teori nih, pasti akan ada yang beranggapan,"Uaah, cewek muslimah dan shalihah itu normatif banget dunk. Nggak mau sedikitpun terlihat salah di mata orang." Hmm, pandangan yang kayak gini  nih yang gampang merusak tauhid dan akidah kita sebagai seorang muslim sejati. Pada dasarnya, segala aturan yang telah ditetapkan oleh Allah swt yang diturunkan melalui wahyu kepada Nabi Muhammad SAW bukan suatu hal yang memberatkan (hehehe...ini tadi subuh habis bawain kultum ttg risalah Nabi jadi alhamdulillah masih hapal dan ditularkan aja). Well,  Islam itu adalah penyempurna agama-agama sebelumnya dan risalah yang dibawa oleh Nabi saw adalah risalah yang rahmatan lil'alamin. So, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mematuhi perintahNya. Yaa, manusia itu memang tempatnya salah, khilaf dan segala kekurangan tetapi bukan berarti terus-menerus melakukan keburukan namun tidak ada niat dan usaha untuk merubah serta membenahinya menjadi lebih baik. Hmm, lantas apa dunk ciri-ciri wanita muslimah dan shalihah itu sendiri ? Oke fine, mari kita bahas. 
Untuk poin ini, saya melihat dari berbagai sumber dan mungkin akan sayan ubah ke dalam bahasa saya aja biar saya mengerti dan paham dengan apa yang saya tulis sebelum yang lain membacanya.
Nabi saw., memberikan keterangan sebagai berikut:
“Maukah aku beritahukan kepadamu tentang sebaik-baik harta pusaka seseorang? Yaitu wanita shalehah yang menyenangkan jika dipandang, yang taat padanya jika disuruh, yang bisa menjaganya jika ditinggal pergi.” (HR. Abu Daud dan al-Hakim dari Umar ra.)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّذِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِيمَا يَكْرَهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهِ
Dari [Abu Hurairah]; Rasulullah: "Wanita yang bagaimana yang paling baik?" Beliau menjawab: "Jika ia dipandang selalu menyenangkan, jika diperintah taat, dan tidak menyelisihinya terhadap perkara yang ia benci bila terjadi pada dirinya (istri) atau hartanya (suami)."
Gimana, ukhti ? Subhanallah sekali ya. Allah dan Nabi sungguh memuliakan wanita. Nah, dari hadits di atas, terdapat minimal tiga ciri-ciri wanita muslimah dan shalihah di antaranya :
  1. Jika dipandang, terlihat meneduhkan dan menyenangkan. Nah, seperti yang kukatakan tadi, muslimah nan shalihah itu tidak mesti cantik, kaya ataupun keturunan ningrat Akan tetapi, tanpa kecantikan fisik pun, siapapun yang melihatnya pasti akan merasa bahwa dia adalah pribadi yang menyenangkan. Tidak hanya itu. Dia pun tahu bagaimana cara untuk menjaga hati, lisan dan tindak tanduknya sebagai wujud pengabdiannya kepada Allah azza wa jalla. Selain itu, dengan benteng-benteng itu, dia tahu bahwa Allah akan selalu menjaganya sehingga hatinya senantiasa memancarkan sifat huznudzan terhadap apapun dan siapapun, ia pun senantiasa memancarkan aura kasih sayang dan orang lain tidak akan pernah terbersit untuk berniat buruk terhadapnya (waw, saking inner beauty banget ya). hehehe. Bahkan, tanpa pakai bedak atau berdandan pun dia sudah terlihat cantik apalagi kalau berdandan ya?! ^^
  2. Taat jika disuruh. Nah kalau poin yang ini ada kaitannya dengan pernikahan (khususnya suami). Sejatinya, seorang suami yang bijak itu tidak memperlakukan istrinya seperti seorang pembantu yang mengecap bahwa seorang perempuan/ istri adalah ibu DPR alias dapur. Hoho, tidak begitu. Juatru seorang suami itu mustinya paham benar ketaatan yang seperti apakah yang dimaksudkan sebagai seorang istri kepada suaminya? Ketaatan di sini adalah yang bersifat proporsional. Suami tidak pantas menyuruh istrinya terus menerus mengerjakan pekerjaan rumah apalagi memperlakukannya secara kasar dan lebih sadis lagi apabila suami hanya ingin menang sendiri, maunya menuntut kewajiban istrinya tetapi tidak diimbangi dengan pemberian perhatian, kasih sayang dan hak yang sepatutnya istri dapat. Yang pastinya, tidak hanya untuk suami tetapi istri pun berhak dan berkewajiban untuk saling mengingatkan, saling mendukung, saling memberi dan mengisi, saling menegur dan menyeru dalam fastabiqul khairat. Seseorang yang dari awal dia memang mudah taat pada kedua orang tuanya akan lebih mudah pula taat pada suaminya.
  3. Menjaga amanah rumah tangganya saat ditinggal pergi. Sebagai seorang istri pun juga semestinya dapat menjaga dirinya ketika suami tidak berada di rumah, menjaga harta suaminya, anak-anaknya dan menjaga pandangannya dari laki-laki lain (kedengarannya memang sekejap terasa rumit dan agak sulit tetapi apabila diniatkan lillahi ta'ala insyaallah akan dimudahkan dalam menjalankan syariatNya, kok). Ini juga tidak dilakukan sendiri tetapi suami pun harus saling support.
Bercermin dari hal di atas, wanita muslimah nan shalihah itu mustahil suddenly langsung muncul. NO but nothing's impossible. Maksudku, seorang wanita muslimah dan shalihah pun pasti punya background tentang kehidupannya di masa lampau, entah itu baik atau buruk. Membuat sebuah pesawat yang bagus pun tidak langsung ujug ujug "jadilah pesawat" kayak sulap aja. Itu semua butuh proses, ukhti. Tidak ada hal yang instan di dunia meskipun kata orang-orang indomie itu makanan instan, ATM itu alat pengambilan uang juga instan. Tidak. Buktinya, itu semua awalnya dibuat melalui proses yang panjang terlebih dahulu barulah jadi produk sedemikian rupa. Nah, begitu pula dengan wanita muslimah. Apabila ingin menjadi seorang muslimah yang shalihah maka sudah pasti akan melewati berbagai tahap-tahap tertentu dengan segala rintangan mulai dari yang ringan hingga yang terberat. Whatever, caranya tentu saja dengan meningkatkan ikhtiar kepada sang Khalik dan tidak hanya itu. Antara hablumminallah dan hablumminannas harus seimbang. Berdoa saja tidak cukup jika tidak disertai dengan usaha dan begitu pula sebaliknya. Bukan begitu ukhti??! 
Wah, masyaallah ya. Dibahas satu hari pun tidak akan cukup hanya dengan di blog ini saja. Nah, tugas kita adalah mencari ilmu sebanyak dan sebermanfaat mungkin di luar lingkup formal kita. Mulai dari zaman sekolah hingga perguruan tinggi, materi tentang keagamaan itu hanya diadakan dalam satu dua jam saja bahkan di mata kuliah pun hanya 1 sks saja. Coba bayangin, betapa sempitnya kita apabila nggak berusaha untuk memperkaya dan mempetajamnya dengan hal-hal yang lain di luar sana. Nah, yang paling mendukung juga nih adalah bagaimana dengan lingkungan tempat kita berada. Pernah kan mendengar pepatah, kalo temenan dengan pandai besi pasti bakal bau asap dan kalo temenan dengan si penjual parfum pasti ikutan wangi juga kan (tapi bukan berarti terus2an ngebuntutin penjual parfumnya) hehehe^^.
Kata si Opick nih,"berkumpullah dengan orang shaleh...."

So far, kenali diri kita, pribadi kita dulu. Kudu paham apa yang kita inginkan (yang baik-baik pastinya), bagaimana caranya agar membuat diri kita bermanfaat bagi orang lain, dan bagaimana mengusungkan langkah-langkah terbaik untuk mencapai setiap ridhaNya. DON'T BE GIVE UP. Hidup itu adalah belajar. Tidak ada kata terlambat untuk belajar, membenahi diri mulai sekarang. Ayo ukhti...tunjukkan cantikmu dengan "gaun muslimahmu" yakni hatimu. Subhanallah semoga kita senantiasa berada dalam naunganNya dan senantiasa diingatkan ke arah kebaikan. Amiin amin ya rabbal alamin.

^_^




Monday, October 24, 2011

Sweet Spirit

Every street that spread out behind my eyes as through as a sweet garden.
 Try to listen deeply to get an understanding of you. 
There was an obstacle built on the frame of  cage.
 People are mumble and say something  that has not a meaning. 
 Neither pain nor smile.
 Just a vapid situation I see at all. 
Well, I stand in front of the light and reach a day to face on the wall
Pop out a sound
Make a loud...very loud....loud and be in a nice place what I've not ever see before
I'm happy
Really happy
Pursuing a good side to be a truly part of me and for me
Whenever I get back to the empty place
I'm sure that I won't sit desperately in long 
A groove of story never get a loose from happiness side and sadness side













Saturday, October 22, 2011

Mahabbah...^^

    Malam ini rencananya sih pengen syuro' bergembira gitu dengan teman-teman kontrakan. E..e..eh, g taunya kejebak dengan waktu parkir yang hanya sampai jam tujuh malam. Hahaa..walhasil, syuro'di-pending dan kita shalat isya berjamaah sejenak di masjid AR Fachruddin, UMM. Sebenarnya bukan tentang syuro'nya yang ingin ana ceritakan tetapi tentang lantunan merdu suara imam masjidnya. Subhanallah, betapa indahnya ciptaan Allah yang dikemas dalam bentuk suara yang dapat melagukan syair-syair cintaNya.

Hmm, kalo aku pribadi, ngaji masih bisa mengatur suara agar terdengar indah (niatnya sembari mengharap ridha Allah juga pengen diterangi oleh malaikat) hehee. Yaah, meskipun itu tak seindah suara-suara "ajaib" yang Allah berikan hanya kepada orang-orang tertentu saja. Hmmm..mendengar lantunan ayat-ayat cintaNya dalam shalat bagai diguyur oleh tetesan permata yang sejuk nan kemilau. Nah, bayangin sendiri aja tuh ^^.
Ya Rabb. Aku sangat berterima kasih karena Engkau telah memberikanku tempat di mana aku mendapatkan pengalaman berharga yang lebih dari yang kukira. 
Di hunian Siti Hajar (nama baru dari Al-Khanza). Belum lama aku tinggal di rumah sederhana itu. Kira-kira sudah setahun semenjak aku memutuskan untuk lepas dari rumah tante yang selama ini sudah baik mau memberikanku tempat tinggal yang layak.Di Siti Hajar,  aku menemukan wajah-wajah teduh dari saudari-saudariku yang seiman bahkan mungkin yang lebih baik daripada aku. Kita tidak hanya sekadar mengontrak serumah melainkan sudah seperti saudara dan keluarga sendiri. Ya Rabb, seperti yang pernah kukatakan sebelumnya. Aku selalu mengagumi para akhwat yang bisa istiqomah dengan memelihara keimanan dan ketakwaannya di hadapanMu. Ya Allah, aku sangat bersyukur tetapi di satu sisi pun aku ingin minta maaf sebab mungkin banyak kesalahan yang selama ini telah kuperbuat terhadap saudari-saudariku. Wahai saudari-saudariku,,, afwan jiddan bila ana pernah melukai hati anti, afwan bila ada sikap-sikap ana yang tidak berkenan di hati anti semua. Ana sangat mencintai kalian semua dan itu tidak sanggup ana tunjukkan secara langsung sebab eheheehee...nanti takut banjir air mata, ukhti. Heehehe... Ukhti semua adalah salah satu harta yang ana miliki. Ana uhibbukifillah ya ukhti^^

Shalihah, Hati dan Suami

Aku memang bukan wanita yang shalihaaaah banged tetapi selama hidup, aku ingin mencapainya. Istiqomah itu tidaklah semudah memindahkan pasir-pasir dari bak truk. Ya, Rabb...kemarin-kemarin mungkin aku mengalami kemunduran. Alasannya bukan lagi-lagi dengan mengatakan bahwa aku hanyalah manusia biasa. Iman pasti akan naik turun. Ya Rabb, semoga Engkau memberikan ketangguhan untukku tetap berada di jalanMu.




Dalam relung hatiku, aku selalu mendambakan seseorang yang kelak bisa menjadi imam yang shalih bagi keluargaku. Karena aku memang gak pernah mau pacaran, jadi itulah yang menjadi salah satu tugas besar bagiku. Meskipun aku mencintai seseorang namun tak ada sedikitpun keberanian untuk mengutarakan kepada orang tersebut. Lebay ? Nggak kok. Ini bukan sesuatu yang lebay tetapi inim murni dari hati dan jiwaku. je ileuhh. Ya, begitulah. Aku cuma bisa berdoa, semoga kelak aku bisa mendapatkan seorang suami yang shalih tanpa pacaran dan bila perlu yang kekuatan dan keteguhan imannya melebihi dari yang ada pada diriku. Amin amin ya rabbal alamin..


Suami yang shalih itu adalah kekasih bagi istrinya.Laki-laki (Suami) itu pelindung bagi perempuan (Istri),karena Allah telah melebihkan sebagian mereka(laki-laki) atas sebagian yang lain(perempuan) ,dan karena mereka (laki-laki) telah memberikan nafkah dar hartanya. Maka perempuan yang shalihah ialah yang taat kepada Allah lagi memelihara diri ketika suaminya tidak ada oleh karena Allah telah memelihara mereka” (Al- Quran, Surat An Nisa:34)
Suami yang shalih hanya untuk istri yang shalih. Suami memiliki peranan yang penting untuk membantu istrinya menjadi perempuan yang shalihah bagi keluarganya. Ia senantiasa menjaga dan memelihara hatinya hanya semata-mata untuk mencinta karena Allah Swt, senantiasa membangun pribadi yang lemah lembut kepada istrinya, mengajarkan banyak hal ke arah kebaikan, menjaga dzikrullahnya pada rabbnya.

Hmm, aku nggak mendambakan tipe yang muluk-muluk yang musti kayak ustadz yang berjanggut dan mengenakan celana cekak seperti ikhwan-ikhwan kebanyakan karena bagiku, "keikhwanan" dia lebih besar maknanya jika bersumber dari hati. Kalau untuk urusan penampilan, gak tau kenapa, aku lebih suka seseorang yang tidak berjanggut lebat yaa meskipun itu adalah sunnah sih. Hmm ada riwayat nih dari Ibnu Abbas ra., Ibnu ‘Abbas ra yang menjadi referensi para ahli tafsir pernah mencukur janggutnya sedemikian, sehingga membuat beberapa sahabatnya bertanya-tanya tentang perbuatannya itu, karena dianggap tidak lazim bagi seorang fakih seperti dirinya. Ternyata Ibnu ‘Abbas melakukan hal ini sebagai upaya berhias bagi istrinya, seraya menyitir sebuah ayat Quran,” Dan para wanita mempunyai hak yang seimbang dengan kewajibannya menurut cara yang ma’ruf.” (QS 2:228). Tentulah Ibnu ‘Abbas mengingat salah satu arahan gurunya tercinta, Nabi Muhammad saw, agar para sahabatnya senantiasa berpakaian rapi dan juga merapikan rambut mereka. Beliau saw saat itu mengungkapkan salah satu fenomena sosial, yaitu banyaknya kaum perempuan Yahudi yang berselingkuh, karena kaum lelakinya yang tidak memelihara penampilan yang baik. 
Nah, jadi gak masalah kan kalo gak harus memelihara janggut. Ketika kita telah menikah, kita pun berkewajiban untuk memahami keinginan satu sama lain salah satunya dalam hal penampilan. Senantiasa menjaga penampilan tetap bugar dan segar di mata suami/istri itupun adalah suatu sedekah yang diutamakan dalam rumah tangga.


Hahaha..jika ada yang bertanya, lantas kapan aku akan menikah? Hmm..baru aja skripsi, belum lagi kerja. Kalo S2 mungkin ga masalah ngambilnya pas udah nikah.hehehe..Ya, Allah pasti akan mengirimkan jodoh di waktu yang tepat. Mungkin bukan sekarang. Aku juga belum mau. Hehee.. Yaa, tahun kemarin ada seorang kenalan yang tiba-tiba berniat ingin melamarku tetapi aku menolak bukan untuk menyakiti beliau tetapi masih banyak tanggung jawab dan kewajiban yang harus kupenuhi untuk orang tuaku. 

Meskipun ada seseorang yang saat ini kucintai diam-diam tapi bukan berarti aku pun sangat mengharapkan dia yang menjadi imamku. Tidak. Aku memang mencintai dia tetapi aku pun berharap kelak cinta ini akan surut menjadi rasa persahabatan saja ketika aku telah benar-benar menemukan seseorang yang sah di mata Allah untukku. hehehe..aseeek.

Teruslah berjuang menjadi wanita shalihah..Wanita shalihah itu bagaikan mutiara dalam lautan, jarang diperebutkan karena butuh perjuangan dan kegigihan untuk mendapatkannya. Begitu pula dengan lelaki shalih.





Loving You






I’m thinking about you when you’re not thinking about me
Loving you when you never look my eyes  
Loving you on illusion world that we ever met
Loving  you in my quiet…
Loving you when the tree shout to the ground
and send message to the wind…
Loving you when sun rises, when sunset comes, when rain’s fall….      Loving you when the flower blossoms in my garden
Loving you is hard things…
Yet to know all bout you….all about your life…

If in once time,,,,
I won’t be your heart choice…..
Just take it flow naturally

What can I do ??
How can I say ??
However, I can’t show it…
Embedded….on my tongue…
Embracing my lung….make it warm….

If I can,
I’ll save it….till the end….

Thursday, October 20, 2011

Experiences...^^

Guratan angin yang menggoyahkan dedaunan hijau, berdengung sembari membacakan syair-syair nadi kehidupan yang tiada pernah terhenti alurnya hingga cahaya putih menjemput di akhir baris. Heuw...tahun belum berganti namun semua hal yang tidak absolut di dunia ini berpindah dan bergilir mengikuti arus. Apa yang sudah kulakukan untuk hidupku hingga saat ini? Prestasi ? Ibarat masa sejarah, itu hanya booming ketika aku duduk di bangku SD hingga SMA and now ? heheheee...kayaknya belum ada lagi. Mencoba untuk menembus dunia pena tetapi sudah berkali-kali gagal. Bukan berarti patah arang dan pesimis untuk tidak lagi mengikuti berbagai kompetisi, akan tetapi kualihkan saja untuk yang lain. 

Dingin..Musim hujan pun menghampiri kota yang sudah hampir 3 tahun ini kutinggali demi mereguk setetes ilmu. Aku masih ingat ketika aku bertandang ke sebuah kajian keislaman dan keilmuan, pada waktu itu aku ditanya oleh pematerinya,"apa tujuan mbak kuliah ?" Spontan aku menjawab bahwa tujuanku kuliah untuk mencari ilmu, menambah pertemanan dan menggapai cita-citaku. OK FINE. Kemudian dengan santai pemateri yang juga merupakan kakak tingkat di fakultasku itu memberio tanggapan bahwa apabila masih ada di antara kita yang datang dan kuliah di sini dengan tujuan seperti itu (contohnya seperti jawaban yang kulontarkan) itu bukanlah jawaban yang terlalu dangkal. Aku menunduk sembari membaca buku yang kubawa di tanganku, berpura-pura tidak memperhatikan si pemateri. Jujur saja, aku tersinggung dengan sanggahannya di hadapan teman-teman (utamanya adik-adik tingkat) yang hadir pada waktu itu. Ya..sebenarnya tidak hanya aku yang dilontarkan pertanyaan itu melainkan kepada semua peserta yang hadir pada waktu itu yang jumlahnya masih bisa dihitung jari. Heumm..memang benar sih, kita kuliah dengan berorientasi ke nilai, titel atau hal-hal artifisial lainnya itu hanyalah tujuan yang "dangkal". Trus, jawaban yang benar apa donk?? Memang gak ada jawaban yang absolut dan pasti sih. Dengan santai, beliau hanya mengatakan,"Seharusnya kita itu mengatakan kita melakukan segala sesuatu dengan tujuan untuk menggapai ridha Allah." Titel, nilai, IPK dan lain-lain itu tidak ada artinya, toh itu semua tidak akan dibawa sampai mati kan?! Hmm..ya, ya.. Astaghfirulah..maafkan hamba yang sejenak melupakanMu ya Allah.

Hmm..ya itulah mungkin salah satu hal yang mengingatkanku kembali. Itu adalah teguran.

Oiya..gak apa-apa ya, kalo temanya bervariasi di tulisan kali ini sebab banyak hal yang ingin kubagi dan kuulas.
Hmm...minggu kemarin ketika mengikuti liqo'/khalaqoh. Hmm ngerti gak artinya? hehehe..aku juga gaptek kalo maslaah bahasa arab. Artinya mungkin berkumpul sembari berdiskusi/mengakji hal-hal yang berbau keislaman dan lain-lain. Masih nyambung dengan kata "RIDHA" tadi sih. Kata mbak yang ngasih taujih waktu itu, Ridha itu lebih tinggi tingkatannya di atas sabar. Ada sebuah hadits yang mengatakan bahwa orang yang ridha itu sudah pasti sabar tetapi orang yang sabar itu belum tentu ridha. Hmm..coba deh dicerna. Menurutku, itu benar. Ketika orang yang pada dasarnya memiliki watak sabar dalam segala hal namun, tidak akan ada orang yang tahu apakah di balik kesabarannya (misalnya ketika dia ditimpa musibah) dia bisa ridha (berlapang dada) menerima dengan ikhlas musibah tersebut. Bisa jadi, orang tersebut sabar tetapi di belakang, dia masih merengut dan menyesali apa yang terjadi padanya. Wallahu'alam bisshowab.

Eumm..dapat satu ilmu lagi. Hmm...^^

Uhuk..uhukk...ada lagi ni hal yang membuatku speechless tapi speechless yang berada di ambang kebimbangan. Nah, ini nih. Tepatnya hari minggu, 16 oktober 2011 kemarin, awalnya aku cukup antusias meluangkan waktu bersama tiga kawanku untuk mengunjungi bazar jilbab yang diselenggarakan di salah satu mall di kota ini. Setiba di sana, dengan mata terbelalak dan wajah yang "sumringah"nya tidak jelas dan tidak beraturan, kami berempat terkesima melihat penampilan salah satu aktris ternama yang kebetulan jadi tamu pada waktu itu. Namun, beberapa saat kemudian,kekagumanku terkacaukan oleh pamandangan sejumlah perempuan yang mengenakan hijab (jilbab) model masa kini yang sedang trend itu. Temanku yang satu sontak langsung mundur dari deretan para pengunjung sekaligus penonton pada waktu itu yang dominan cewek-cewek. Upss..staghfirullah. Aku tak ada maksud untuk melecehkan mereka melainkan aku sedikit kecewa. Why? aku mungkin telah mengalami degradasi pada semester lalu yang mana pada beberapa waktu aku mencoba untuk lebih memanjangkan jilbabku hingga terlihat seperti akhwat-akhwat yang selama ini selalu membuat hatiku bangga melihat mereka. Namun, karena satu hal yakni aku belum bisa memasuki tahap penerimaan diri jika saja aku ketahuan mengenakan jilbab yang lebih panjang dari sebelumnya. Ya, Rabb 3 F itu memang benar lambat laun akan mengikis moral dan kultur alamiah bangsa apabila tidak ada filter yang baik dan jelas. Hmm..3 F itu tau kan? Food, Fashion and Fun. Hmm karena hidup di zaman modern, bukan berarti aku benar-benar up to date ingin mengamati setiap perkembangan aspek-aspek kehidupan dan menjadi pengikut yang setia. Bukan. Bukan seperti itu yang kumau.
Hufft..dari topik bazar tadi akan kualihkan sebagai alat introspeksi. Tidak mudah menjadi seorang wanita shalehah itu. Berbagai rintangan sana sini mencoba merasuki seseorang, tidak pandang dia itu memiliki iman yang kuat atau lemah. Aku. Mendengar teman-teman KKN lalu sering memanggilku dengan sebutan "ustadzah" ya Rabb, telinga dan hati ini rasanya bagai diaduk dengan semen dan air. Hingga lama kelamaan menjadi beku. Rasanya sebutan itu kurang pantas untukku. Apa karena aku memikirkan aku mengalami degradasi tadi? Hmm..entahlah. tapi..hufft..yaa, mungkin aku harus melewati tahap demi tahap yang memang tidak mudah untuk kulalui. Dengan ini saya menyatakan bahwa saya ingiiiiinn sekali membenahi diri saya.


Tarik napas dalam-dalam....teringat lagi dengan seseorang yang belum lama kukenal, tiba-tiba dia memberiku nasehat agar belajar lebih banyak ke ustadzah. Hmm..lupakan sejenak bahwa aku agak membenci sikapnya yang kadang jahil. Heuw >,< ...!!!


Jiaaahh, kenapa aku jadi speechless beneran??? Jari jemari sok ngetik gini padahal ini pengen nyari luang untuk mikir..hehehee^^


Hmmmph...


What??? Masalah yang satu itu. Masalah status-status yang kutulis d FB yang up to date "menghapus jejakmu"....
heuw...jangan...jangan dibahas lagi. Koridornya berbeda..coz itu ada di bahasan ruang (Love in Quiet)
Hmmpphh tak ada hal yang perlu dibahas lagi tentang dia..Mungkin nanti atau mungkin tidak untuk selamanya.


Inilah beberapa pengalaman yang tidak terlupakan.


kamsahamnida....


^_^


Jumpa lagi di episode selanjutnya....



Sunday, October 2, 2011

BestWishes4Ever
Inilah wajah-wajah cerdas yang menemani perjalananku menempuh lika-liku kisah di bangku kuliah.Fakultas Psikologi, Universitas Muhammadiyah Malang angkatan 2008, begitulah identitas kami. Ha..ha..di awal perkuliahan kami sering terlihat berempat hingga akhirnya salah seorang kawan yang lain nyeletuk..."hey para teletubbies". Hmm..kami memang tak pernah mengikrarkan diri "wajib" berempat sebagai tanda terbentuknya sebuah "clique" atau kumpulan persahabatan. Kami memang sering terlihat bersama tetapi itu hanya spontanitas saja. Karena udah ngerasa klop satu sama lain dan udah saling terbuka akhirnya yaa seperti itu.

Oiya////.perkenalkan dulu deh...yang pake baju hijau itu namanya Setiya Chori Fudriyah (Puput) asli dari kota Batu, Malang, yang baju item itu Ratri Febryana Royani (Ratri, biasa dipanggil nona juga) dari Lawang, yang rada tomboy itu yaa diriku sendiri(tuhh kebetulan pengen bergaya tomboy aja waktu itu), dan terakhit yang berkerudung coklat namanya Riszky Adhini Rachmi (Dhini) dari banjarbaru, kalsel.

(to be continued..)