Sunday, October 30, 2011

SEBUTAN ANA, ANTI, ANTUM, AKHI DAN UKHTI

    Pada kesempatan kali ini, saya akan membahas rasa penasaran terhadap sejumlah pertanyaan yang diajukan oleh seseorang beberapa bulan yang lalu. 

Tidak perlu kusebutkan siapa orang tersebut. Dia memberikan pertanyaan seperti ini,"kenapa sih harus ada sebutan ana, antum, anti, akhi, ukhti?" dan "Kenapa sebutan tersebut hanya diperuntukkan bagi mereka yang punya pemahaman agama?"

Sungguh menggelitik. Tumben beliau bertanya demikian. Dengan terkantuk-kantuk, saya pun akhirnya memberikan  jawaban sebagaimana yang pernah saya dapatkan dari seorang kakak tingkat yang memang tahu banyak tentang agama. Meskipun telah saya jawab, dia tetap saja belum puas dan justru menyarankan untuk menanyakan hal itu kepada ustadzah dan yang lain lagi. 

Astaghfirullah. Entah mengapa keesokan harinya, saya mencium hal-hal yang kurang beres. So, saya balik bertanya apakah tujuan dia bertanya seperti itu. Apakah ingin menguji atau lainnya. Ternyata benar, dia   sedang menguji saya waktu itu. Astaghfirullah, ingin rasanya saya marah padanya namun lebih baik diredam saja. 

Dan inilah mengapa saya ingin membahas lagi pertanyaan darinya tersebut.

Seringkali kita temui seseorang atau beberapa orang yang saling memanggil dengan sebutan anti, antum, ana, akhi dan sebagainya. Biasanya, itu terjadi di kalangan para aktivis dakwah (ikhwan dan akhwat). Apalagi di lingkup organisasi dakwah kampus, misalnya. 


Hmm, menurutku sih, yang pertama, itu adalah masalah bahasa. Kata-kata tersebut secara etimologi kan berasal dari bahasa Arab. Anti yang berarti sebutan untuk kamu (perempuan), antum/anta untuk sebutan kamu (laki-laki) kemudian ukhti (saudara perempuan) dan akhi (saudara laki-laki) dan sebagainya. 

Namun, seiring perkembangannya, kini telah mulai mengalami pergeseran makna. Tidak hanya mengartikannya secara harfiah saja tetapi juga lebih mendalam. Seperti yang pernah dikatakan oleh seorang ikhwan yang mana beliau adalah alumni kakak tingkat saya dan sekaligus ustadz bahwa lebih dari sekedar arti harfiahnya itu, sebutan anti, antum, akhi dan ukhti tersebut kebanyakan digunakan untuk meraka yang memang memiliki ilmu dan pemahaman agama yang baik dan mendalam. Nah, lho? seperti pertanyaan kedua dari orang yang tadi saya bilang, lalu apakah hal itu tidak menjadi sebuah diskriminasi ketika dikatakan hanya untuk mereka yang paham agama ataupun mereka yang bergelut dalam aktivitas dakwah ? Itu tidak benar. 

Hmm, mungkin jawaban kedua adalah sebagai ungkapan untuk memperkuat jalinan ukhuwah antar saudara sesama muslim. Ya, eumm sebenarnya tanpa harus saklek menggunakan kata-kata Arab itupun rupanya masih banyak mereka di luar sana yang menjalin ukhuwah islamiyah dengan sangat erat. Okay fine. Itu hanyalah sebuah SIMBOL semata.

Jadi, meskipun secara kontekstual ucapannya berbeda tetapi artinya tetap sama dan satu. Mau kita memanggil dengan sebutan mas, mbak, sampeyan atau akhi, ukhti bla..bla... itu ya sama saja. Toh kita tetap menunjuk untuk memanggil orang yang kita maksud. Mungkin bagi mereka yang menyenangi dan membiasakan diri memanggil atau menyebut saudara-saudarinya dengan kata-kata Arab tersebut bertujuan karena ingin belajar lebih jauh lagi tentang Islam (agamanya) dan mengamalkan apa yang ada dalam Al-Qur'an itu sendiri. Semua itu adalah sama, menyerukan dalam kebaikan dan semata-mata lillahi ta'ala.

21 comments:

  1. SetahuQ bhs Al-Qur'an bukanlah keseluruhannya adalah bhs Arab, tp mmg terkadang ditemukan bhs2 yg tdk sesuai dgn aturan tata bhs arab... :)

    ReplyDelete
  2. iya sih memang. skrg aj kata temenku yg kul d yaman, udh bnyk bahasa arab yg ditambah2in k dlm bhasa arabyg gaul..yah tgl kita2 aj pinter memfilternya...bgitu..^^


    terima kasih atas koment2nya, mohon mencantumkan nama ya biar tahu ni cowokap cewek heheh

    ReplyDelete
  3. Replies
    1. syukron ukhty udh ngunjungin blog ane :D have a "kriuk" reading yaak :)

      Delete
  4. gmana kl yg make kata akhi dan ukhti tu ad di obrolan antara boy n girl di fb bt saling muji. Kan garing jg bacany.

    ReplyDelete
  5. ???? hahah "sangat garing" klo tujuannya saling memuji, klo utk urusan urgent dan syar'i sih gpp..

    ReplyDelete
  6. Assalamu'alaikum ukhti,, maaf ana nyari2 arti kata digiring kemari oleh dik google, makasih sharingnya :)

    ReplyDelete
  7. Assalamu'alaikum
    Maaf, mau bertanya, apakah memanggil dan berbicara untuk sehari2 menggunakan menghunakan bahasa arab, seperti menghanti maaf dengan afwan merupakan suatu sunnah, dan adakah dalilnya

    ReplyDelete
    Replies
    1. waalaikumussalam
      sebenarnya nggak ada aturan dan gak ada hukum sunnah ato wajibnya
      terserah kita mau menggunakan bahasa apa yg penting orang lain bs memahami maksud dari ucapan kita

      Delete
  8. subhanallah,semoga kalian selaluberada di lindungan allah amin

    ReplyDelete
  9. islam bukan agama untuk arab doang, karena agama rahmat lil alamin, jadi kalau ada Alien dari planet lain pun seharusnya dia memeluk islam karena ini jalan kebenaran. sjadi pake antum, anti, akhi, ukhti, afwan, ikhwan bla-bla bla.. itu semua bukan sunah rasul. sunah rasul itu bertakwa dan berakhlaq baik kepada sesama makhluk Allah. berkata-kata yang baik dan mengikuti ibadah sunah dari rasul semisal puasa senin-kamis, sholat dhuha dsb

    ReplyDelete
  10. terimakasih Uhkti sudah berbagi
    ayo buat lagi tautannya yang lebih menarik untuk di bahas
    see you......

    ReplyDelete
  11. antum memang artinya kamu, tapi antum itu jamak. klo tunggalnya anta. setauku

    ReplyDelete

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini.