Saturday, October 29, 2011

Muslimah nan Shalihah yang didamba

Apa yang terbersit dalam benakmu ketika kamu mendengar kata wanita "muslimah" dan "shalihah" ? 
Aku ingin membahasnya sekali lagi setelah menulis "Shalihah, Hati dan Suami" beberapa waktu yang lalu. Nggak tahu ya tapi belakangan ini, aku sering mendengarkan perbincangan atau sepintas obrolan kawan seputar pernikahan, muslim/muslimah dan lain sebagainya. Jadi, tergelitiklah untuk membahasnya lagi. Perempuan yang cantik rupawan, kaya, baik, keturunan darah "biru" memang banyak kita jumpai di sekitar kehidupan. Namun, wanita yang muslimah nan shalihah justru seperti 1: 9 jumlahnya. Eumm wanita muslimah bisa jadi dia belum tentu shalihah tetapi wanita shalihah sudah pasti seorang muslimah. Maaf nih, tapi belum ada sejarahnya aku mendengar julukan "shalihah" bagi yang beragama lain. Rasulullah SAW pernah bersabda,"Dunia adalah perhiasan dan sebaik-baik perhiasan adalah wanita yang shalehah," (HR Muslim). Subhanallah, afwan, bukannya aku ingin pamer, riya' atau sebagainya tetapi setiap hari setiap detik aku selalu mendambakan dapat menjadi seperti "dia" yang muslimah nan shalihah. Wanita muslimah tidak harus mutlak cantik dan sempurna fisiknya, yang bagus keturuanannya atau yang punya harta berlimpah. THAT'S NOT TRUE. Wanita muslimah dan shalihah itu adalah seseornag yang kecantikannya terpancar dari dalam dirinya, lipstiknya adalah untaian dzikrullah, bedaknya adalah rasa malu dan make-up nya adalah amalan ibadah yang senantiasa dia lakukan demi mengharap ridha Allah. Hmm, kalau dikaitkan dengan teori nih, pasti akan ada yang beranggapan,"Uaah, cewek muslimah dan shalihah itu normatif banget dunk. Nggak mau sedikitpun terlihat salah di mata orang." Hmm, pandangan yang kayak gini  nih yang gampang merusak tauhid dan akidah kita sebagai seorang muslim sejati. Pada dasarnya, segala aturan yang telah ditetapkan oleh Allah swt yang diturunkan melalui wahyu kepada Nabi Muhammad SAW bukan suatu hal yang memberatkan (hehehe...ini tadi subuh habis bawain kultum ttg risalah Nabi jadi alhamdulillah masih hapal dan ditularkan aja). Well,  Islam itu adalah penyempurna agama-agama sebelumnya dan risalah yang dibawa oleh Nabi saw adalah risalah yang rahmatan lil'alamin. So, tidak ada alasan bagi kita untuk tidak mematuhi perintahNya. Yaa, manusia itu memang tempatnya salah, khilaf dan segala kekurangan tetapi bukan berarti terus-menerus melakukan keburukan namun tidak ada niat dan usaha untuk merubah serta membenahinya menjadi lebih baik. Hmm, lantas apa dunk ciri-ciri wanita muslimah dan shalihah itu sendiri ? Oke fine, mari kita bahas. 
Untuk poin ini, saya melihat dari berbagai sumber dan mungkin akan sayan ubah ke dalam bahasa saya aja biar saya mengerti dan paham dengan apa yang saya tulis sebelum yang lain membacanya.
Nabi saw., memberikan keterangan sebagai berikut:
“Maukah aku beritahukan kepadamu tentang sebaik-baik harta pusaka seseorang? Yaitu wanita shalehah yang menyenangkan jika dipandang, yang taat padanya jika disuruh, yang bisa menjaganya jika ditinggal pergi.” (HR. Abu Daud dan al-Hakim dari Umar ra.)
عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ سُئِلَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ أَيُّ النِّسَاءِ خَيْرٌ قَالَ الَّذِي تَسُرُّهُ إِذَا نَظَرَ وَتُطِيعُهُ إِذَا أَمَرَ وَلَا تُخَالِفُهُ فِيمَا يَكْرَهُ فِي نَفْسِهَا وَمَالِهِ
Dari [Abu Hurairah]; Rasulullah: "Wanita yang bagaimana yang paling baik?" Beliau menjawab: "Jika ia dipandang selalu menyenangkan, jika diperintah taat, dan tidak menyelisihinya terhadap perkara yang ia benci bila terjadi pada dirinya (istri) atau hartanya (suami)."
Gimana, ukhti ? Subhanallah sekali ya. Allah dan Nabi sungguh memuliakan wanita. Nah, dari hadits di atas, terdapat minimal tiga ciri-ciri wanita muslimah dan shalihah di antaranya :
  1. Jika dipandang, terlihat meneduhkan dan menyenangkan. Nah, seperti yang kukatakan tadi, muslimah nan shalihah itu tidak mesti cantik, kaya ataupun keturunan ningrat Akan tetapi, tanpa kecantikan fisik pun, siapapun yang melihatnya pasti akan merasa bahwa dia adalah pribadi yang menyenangkan. Tidak hanya itu. Dia pun tahu bagaimana cara untuk menjaga hati, lisan dan tindak tanduknya sebagai wujud pengabdiannya kepada Allah azza wa jalla. Selain itu, dengan benteng-benteng itu, dia tahu bahwa Allah akan selalu menjaganya sehingga hatinya senantiasa memancarkan sifat huznudzan terhadap apapun dan siapapun, ia pun senantiasa memancarkan aura kasih sayang dan orang lain tidak akan pernah terbersit untuk berniat buruk terhadapnya (waw, saking inner beauty banget ya). hehehe. Bahkan, tanpa pakai bedak atau berdandan pun dia sudah terlihat cantik apalagi kalau berdandan ya?! ^^
  2. Taat jika disuruh. Nah kalau poin yang ini ada kaitannya dengan pernikahan (khususnya suami). Sejatinya, seorang suami yang bijak itu tidak memperlakukan istrinya seperti seorang pembantu yang mengecap bahwa seorang perempuan/ istri adalah ibu DPR alias dapur. Hoho, tidak begitu. Juatru seorang suami itu mustinya paham benar ketaatan yang seperti apakah yang dimaksudkan sebagai seorang istri kepada suaminya? Ketaatan di sini adalah yang bersifat proporsional. Suami tidak pantas menyuruh istrinya terus menerus mengerjakan pekerjaan rumah apalagi memperlakukannya secara kasar dan lebih sadis lagi apabila suami hanya ingin menang sendiri, maunya menuntut kewajiban istrinya tetapi tidak diimbangi dengan pemberian perhatian, kasih sayang dan hak yang sepatutnya istri dapat. Yang pastinya, tidak hanya untuk suami tetapi istri pun berhak dan berkewajiban untuk saling mengingatkan, saling mendukung, saling memberi dan mengisi, saling menegur dan menyeru dalam fastabiqul khairat. Seseorang yang dari awal dia memang mudah taat pada kedua orang tuanya akan lebih mudah pula taat pada suaminya.
  3. Menjaga amanah rumah tangganya saat ditinggal pergi. Sebagai seorang istri pun juga semestinya dapat menjaga dirinya ketika suami tidak berada di rumah, menjaga harta suaminya, anak-anaknya dan menjaga pandangannya dari laki-laki lain (kedengarannya memang sekejap terasa rumit dan agak sulit tetapi apabila diniatkan lillahi ta'ala insyaallah akan dimudahkan dalam menjalankan syariatNya, kok). Ini juga tidak dilakukan sendiri tetapi suami pun harus saling support.
Bercermin dari hal di atas, wanita muslimah nan shalihah itu mustahil suddenly langsung muncul. NO but nothing's impossible. Maksudku, seorang wanita muslimah dan shalihah pun pasti punya background tentang kehidupannya di masa lampau, entah itu baik atau buruk. Membuat sebuah pesawat yang bagus pun tidak langsung ujug ujug "jadilah pesawat" kayak sulap aja. Itu semua butuh proses, ukhti. Tidak ada hal yang instan di dunia meskipun kata orang-orang indomie itu makanan instan, ATM itu alat pengambilan uang juga instan. Tidak. Buktinya, itu semua awalnya dibuat melalui proses yang panjang terlebih dahulu barulah jadi produk sedemikian rupa. Nah, begitu pula dengan wanita muslimah. Apabila ingin menjadi seorang muslimah yang shalihah maka sudah pasti akan melewati berbagai tahap-tahap tertentu dengan segala rintangan mulai dari yang ringan hingga yang terberat. Whatever, caranya tentu saja dengan meningkatkan ikhtiar kepada sang Khalik dan tidak hanya itu. Antara hablumminallah dan hablumminannas harus seimbang. Berdoa saja tidak cukup jika tidak disertai dengan usaha dan begitu pula sebaliknya. Bukan begitu ukhti??! 
Wah, masyaallah ya. Dibahas satu hari pun tidak akan cukup hanya dengan di blog ini saja. Nah, tugas kita adalah mencari ilmu sebanyak dan sebermanfaat mungkin di luar lingkup formal kita. Mulai dari zaman sekolah hingga perguruan tinggi, materi tentang keagamaan itu hanya diadakan dalam satu dua jam saja bahkan di mata kuliah pun hanya 1 sks saja. Coba bayangin, betapa sempitnya kita apabila nggak berusaha untuk memperkaya dan mempetajamnya dengan hal-hal yang lain di luar sana. Nah, yang paling mendukung juga nih adalah bagaimana dengan lingkungan tempat kita berada. Pernah kan mendengar pepatah, kalo temenan dengan pandai besi pasti bakal bau asap dan kalo temenan dengan si penjual parfum pasti ikutan wangi juga kan (tapi bukan berarti terus2an ngebuntutin penjual parfumnya) hehehe^^.
Kata si Opick nih,"berkumpullah dengan orang shaleh...."

So far, kenali diri kita, pribadi kita dulu. Kudu paham apa yang kita inginkan (yang baik-baik pastinya), bagaimana caranya agar membuat diri kita bermanfaat bagi orang lain, dan bagaimana mengusungkan langkah-langkah terbaik untuk mencapai setiap ridhaNya. DON'T BE GIVE UP. Hidup itu adalah belajar. Tidak ada kata terlambat untuk belajar, membenahi diri mulai sekarang. Ayo ukhti...tunjukkan cantikmu dengan "gaun muslimahmu" yakni hatimu. Subhanallah semoga kita senantiasa berada dalam naunganNya dan senantiasa diingatkan ke arah kebaikan. Amiin amin ya rabbal alamin.

^_^




2 comments:

  1. subhanallah..... buat ana termotivasi ukhty, :)

    ReplyDelete
  2. alhamdulillah terima kasih..harap mencantumkan NAMA aetiap posting komentar yaa..biar sy tau

    ReplyDelete

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini.