Wednesday, November 16, 2011

Poem "Kisah Trotoar"




Kuncup anggrek mengayuh angin berhembus
Berputar suasana tapi tak mencerahkan apa yang tertinggal
Detik lima berlalu…
Masih bertahan menunggu dayung udara

Sayap-sayap dedaunan gugur
Senja tertutup kening malam
Detak itu tetap tak ingin pergi
Bersemayam di sampan hati
Apakah yang ia cari ?
Duduk ditemani wajah lusuh
Mengayunkan teratai hidup
Mendendangkan gitar-gitar nasib dari titik ke titik
Masihkah mereka mencari ?
Apa ?
Hidup…

Mencari kepastian hidup di tanah yang tiada tanda-tanda wujud kasih sayang ibu bapaknya…
Sendiri…
Ingin lari tapi ke mana lagi…

Membangun satu balok kerdus
Melepaskan lelah beralaskan Koran usang
Wajah dan air mata tak menyatu lagi
Habis sudah hanya sia-sia

Andai dapat kembali dan pulang
Akan mereka tuju
Namun, debu kota apalah daya telah merasuki mimpi bocah-bocah itu
Bukanlah petualangan mencari harta karun
Bukanlah sayembara…
Tetapi,…. Berkuat dalam harapan yang kurang dari cukup
Demi menyambung hidup yang hampir tak lagi berarti…………

19

No comments:

Post a Comment

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini. Bila ingin share tulisan ini, tolong sertakan link ya. Yuk sama-sama belajar untuk gak plagiasi.