Monday, December 31, 2012

MUSIK DAPAT MEMPENGARUHI KEJIWAAN

Siapa sih yang tidak suka mendengarkan musik?


Mungkin bagi sebagian orang, musik hanya menjadi hiburan atau penyemangat kala suntuk namun ada pula yang menjadikan musik sebagai kebutuhan. Ya, itu tergantung bagaimana pandangan tiap individu terhadap pentingnya musik itu sendiri.

Tapi, tahukah Anda? Musik juga bisa mempengaruhi kondisi serta fungsi kejiwaan seseorang loh.

Sunday, December 30, 2012

QUOTES BY ME

NOW, A CLOUDY SKY APPROACHES ME EXTREMELY BUT I'M SURE ALLAH NEVER LEAVE ME ALONE......
NO MATTER IF IT WAS DESPOTIC ME
NO MATTER IF MY RIGHT NOT FILLED AND THEY COULDN'T MAKE A FAIRNESS
STILL MANY THINGS TO BE THANKFUL THAN JUST PULLING OUT THE TEARS


Banting stir, insyaAllah selalu ada jalan untuk semua masalah. Mungkin, ini saatnya untuk solitude. Start to pa attention to my project. Wish the miracle comes true tomorrow aamiin  ^_^

Friday, December 28, 2012

KENALKAN PSIKOLOGI PADA ANAK MULAI SEKARANG

Barusan aku baca-baca beberapa artikel psikologi populer dan aku tertarik untuk mengulasnya juga di sini (tetapi dengan gaya bahasaku sendiri ya :D).

Eherrm, kok judulnya rada-rada "nyuruh" gitu ya? Sebenarnya gak ada maksud untuk memerintah loh ya. Ini sekadar ulasan balik dari artikel pdf yang kubaca sekaligus sebagai peringatan kembali.

Judul ini sedikit banyaknya sangat berkorelasi tinggi dengan apa yang kutemui selama mengajar di Guidance Club mahasiswa yang mayoritas adalah remaja.

Oke, baiklah. Lanjut ke pembahasan. Kenapa sih harus mengenalkan psikologi sedini mungkin kepada anak? Seberapa penting sih peran psikologi itu?

Thursday, December 27, 2012

AWARD-ANTOLOGI RINDU MAHABBAH

Alhamdulillah with this one (again). Sertifikat (penghargaan) lagi....^^



Bukan bahagia dengan sertifikatnya, melainkan bahagia karena karyaku bisa diapresiasi menjadi bagian dari salah satu antologi ini.

Semangat berkarya, semangat menulis, semangat berjuang, semangat berbagi^^

Wednesday, December 26, 2012

GIMANA NGATASI ANAK BERONTAK (NAKAL)

Udah beberapa hari ini, aku sering banget dengerin "tangisan anak-anak tetangga" di kompleks perumahanku.

Ada bocah cowok--anak tetangga sebelah kiri yang tiap nangis pasti teriak pake broadcast nama Ayahnya atau kalo nggak gitu teriak "Ayaaaaaaah...... Ayaaaaaaaaaaaaaah" aja. 

Ada juga bocah perempuan--anak tetangga sebelah kanan yang tiap nangis tuuuh yaaa grrrrrrrr SUPER DUPER EKSTRIM sampe lempar ato 'nabokin sesuatu disertai suara SPEAKER ngalah-ngalahin suaranya NICKY ASTRIA kalo lagi nge-rock.


NANGIS BERKEPANJANGAN

Pernah juga waktu minggu lalu, ada anak tetangga yang nangisnya PARAAAAAH BGT. Bocah itu nangis tiap SATU JAM SEKALI.

#3 ANTOLOGI-RINDU MAHABBAH


TELAH TERBIT:
Judul Buku: Rindu Mahabbah
Penulis: Gemintang Halimatussa'diah, Yanuarty Paresma W., dkk
Editor: Gemintang Halimatussa'diah
Setting dan Layout: Goresan Pena Publishing
Desain Sampul: Zaid Abdurrahman
ISBN: 978-927-0803-36-8

Monday, December 24, 2012

JALAN-JALAN SORE

Sore ini aku, Mama, Bapak dan Lek Senen berkunjung ke makam mbah Sini dan almarhum suaminya mbah Lamin. Sudah berapa bulan ya? Kayaknya udah ada lima bulan tidak mengunjungi makam mbah Sini (mbah yang paling mencintaiku dan kucintai, mbah yang sudah seperti ibu sendiri, mbah yang inspiratif).

Kebetulan Bapak juga pulang ke Parepare dan hari ini, sebelum beliau balik ke Malang lagi untuk bekerja, jadi sekalian janjian ziarah ke makam.

Aku kurang tahu nama jalannya apa, tapi yang jelas, kami tadi mengendarai motor (karena mobil Bapak ada di Malang) berempat (boncengan dua-dua) menuju daerah Lapadde tapi masih ke atasnya lagi. Udara dataran tinggi yang di kiri kanannya masih cukup perawan itu memberikan suasana sejuk ketika menyusuri jalan demi jalannya. 

Makam mbah Sini dan mbah Lamin sayangnya berjauhan, beda tempat. Jadi, tujuan pertama yang dikunjungi adalah yang paling jauh dulu yaitu makam mbah Sini. Pas nyampe areal makam, sunyi banget, hanya ada beberapa orang saja yang ziarah. Udara di sekitar pun masih sangat sejuk dan bebas polusi meski motor diperbolehkan masuk menyusuri jalan setapak yang sangat sempit (memang cuma bisa dilalui oleh dua motor). Heum, berbeda dengan ziarah sebelumnya saat aku baru pulang ke Parepare, tadi itu areal menuju makam mbah Sini tiba-tiba dibatasi dengan pagar kawat berduri. Di situ memang terdapat perkebunan milik warga. Kebunnya gak begitu luas, tapi kami kecewa kenapa pake dipagari kawat segala. Padahal makam mbah Sini ada di daerah paling bawah yang bisa disusuri melalui jalan pintas pinggir kebun itu. Terpaksa deh kami muter, harus ngelewatin jalan yang lebih panjang. Sampai di makam mbah, hmm memang cuma ada sekitar 4-5 makam saja di daerah paling bawah dan itu tuh kayaknya jauh dari kata 'terawat' dibandingkan daerah makam lainnya yang ada di atas. 

Jadi, tadi kami membersihkan makamnya terlebih dahulu sebelum menyiraminya dengan kembang dan air.

Kalo pada ziarah pertama aku merasakan seolah kepalaku dielus-elus oleh mbah, kali ini aku merasakan seperti sedang berbicara di hadapan mbah saat memejamkan mata dan mendoakannya. 

Usai menyirami makam mbah Sini, kami langsung menuju pemakaman mbah Lamin (almh suami mbah Sini). Kalo di daerah pemakaman ini memang ramai dikunjungi masyarakat. Selain itu juga ada beberapa orang (ibu-ibu dan anak-anak) yang bersedia untuk membersihkan pemakaman jika dibutuhkan, berbeda dengan pemakaman mbah Sini.

Nah, setelah selesai berziarah, kami diajak oleh Mama untuk mengujungi ruko usaha salah satu teman baik keluarga. Ha, kemarin aku dan Lek Senen dapet makan mie ayam gratis, hi hi hi. Lumayan, kata si Om dan Tante Sutadi (si pemilik ruko) sih tahap uji coba dulu, enak apa nggak-nya. Wah setelah dimakan, terasa beda aja dengan mie ayam lainnya. Kuahnya itu seperti gulai, kental banget dan rasanya nendang abis, T O P MARKOTOP deh :D.

Heum, itulah cerita perjalanan silaturahmi kemarin. Emang enak ya silaturahmi itu, bisa dapat ilmu baru dapat rezeki pula hehe :D. ^^

Gimana Mengendalikan Sensitivitas Diri?


Ehm, mulai formal lagi ya? :D Udah lama juga nggak posting about Psychology.

Sesuai tajuk blog-nya juga sih ya hehe, "Kriuk For Iman and Psyche". :D

Ehm, ini ceritanya kayak interaktif gitu yaa, hehe. Barusan ada temen yang nanya, "Gimana sih caranya tetep bijak saat kadar sensitif berada di titik klimaks?"

Jangan sampe kayak orang yang ada di gambar yaa!! Hehehe.

#Postcardfiction - For My Beloved Velve



Dear Velve,
Malam ini, kuletakkan sebuah kertas Polaroid bergambar di sisi bantal berwarna hijau. Dengan tubuh telungkup, kubawa kepala ini berayun ke kiri dan kanan, menyusuri jejak-jejak lirik yang menggaung lirih di kamar tua ini. Mata dan senyumku pun hanya tertuju pada kertas Polaroid ini.
If you’re not the one, then why does my soul feel glad today?
If you’re not the one, then why does my hand fit yours this way?
Kamu pasti juga senang menikmati lagu ini, favorit kita. Oh, aku masih ingat, saat di festival musik itu kamu manis sekali, menyanyikan lagu ini sambil memetik senar harpamu. Kamu juga pasti masih ingat ‘kan? Aku duduk di kursi VVIP yang khusus kamu siapkan untukku seorang. Saat jemarimu mulai mengalunkan nada, semua mata tertuju padamu, termasuk diriku. Ah, banyak hal yang tidak cukup untuk ku-nostalgia-kan lagi malam ini.

Sunday, December 23, 2012

Award Event Hikmah Berjilbab

Alhamdulillah..... ^_^


Berkali-kali kukisahkan, sudah lama aku vakum dari dunia kepenulisan. Kuliah dulu pernah mencoba ikut event tapi gagal terus dan akhirnya patah arang. Terima kasih untuk temen-temen yang pernah ngomporin aku buat kembali semangat nulis lagi.

TRIAL-ERROR (AGAIN)

Alhamdulillah ^__^ kemarin udah lihat pengumuman pemenang kompetisi Menulis Nusantara. Memang baru juara 1, 2 dan 3 aja sih yang diumumkan dan saya tidak masuk di dua kategori juara yang saya ikuti. Hehehe, loh, kok alhamdulillah? Iyya, alhamdulillah, karena udah diberi kesempatan untuk bisa berpartisipasi di kompetisi besar tersebut.

Saturday, December 22, 2012

Welcome, Dad!

Two weeks has ended without Dad. Dulu, saat kuliah terbiasa mandiri tanpa orangtua. Lebih sering komunikasi lewat telepon or sms.

Semenjak Dad dimutasi kerja ke Malang, suasana rumah jadi aneh. Memang sih, Bapak itu urusannya banyaaaaak banged, selain kerja juga bisnis sana-sini dan sering keluar kota. Tapi, bedanya sekarang, Bapak malah keluar pulau.

Yaaah, akhirnya Bapak berencana pulang ke sini (ke rumah/ Parepare) karena libur akhir tahun yang panjang. He he he bilang aja kangen, Pak hehe :D.

THANKFUL

Suddenly, I met one nice quotes and that's make me touched to be more thankful for all Allah give for me


DON'T THINK OF THE THINGS YOU DIDN'T GET AFTER PRAYING, THINK OF COUNTLESS BLESSING ALLAH GAVE WITHOUT ASKING

^____^

Thursday, December 20, 2012

AYO KUDU RAPI

Masih inget postingan tentang 10 Kriteria Pribadi Muslim???

Nah ini nih salah satunya: Muslim/Muslimah itu urusannya kudu rapi.

E eh ini terlepas dari "otak kanan-kiri" lho ya, biasanya orang otak kanan itu langsung ACTION dan orang yang dominan otak kiri itu biasanya TER-SCHEDULE. Nah, baiknya kudu BALANCE. "Kanan-kiri" kudu seimbang.

Kenapa urusan seorang muslim/muslimah kudu rapi??

MY #1 ANTOLOGY BOOK-POEM

Memang baru 3 bulan ini mulai bangkit nulis lagi setelah lama vakum (lamaaaa banget). Alhamdulillah, akan ada lebih 10 buku yang saat ini sedang dalam proses terbit.

Sampel yang ini, ini yang pertama terbit. Antologi puisi bareng sama penulis-penulis indie lainnya.


Selayang Mimpi with mbak Ariny NH dkk Judul: Selayang Mimpi
Kategori: Sastra
ISBN: -
Penulis: Ariny NH and Puisi Lovers
Penerbit: Diandracreative
Tanggal Terbit: 2012-12-19
Jumlah Halaman: 196
Berat Buku: 200 gr
Kertas: HVS; 70 gram
Harga: Rp. 35.000,00 Dah masuk discon tapi belum ongkir, kalo mau pesen inbox ke FB Ariny NH

ini link FB nya Pecinta Puisi with mbak Ariny NH

Wednesday, December 19, 2012

#postcardfiction - Talk to Me, Please!



Mengapa hatinya masih tumpul kerap berhadapan denganku? Dia bahkan tidak pernah mengangsurkan ucapan menyenangkan meski hanya sepatah kata. Selalu saja membenamkan luka bertabur duka. Tidak pernah sedikitpun peduli dengan kalbu yang berada di balik tubuhku yang tinggal separuh ini.
“Ibu mau dengar ceritaku saat di sekolah tadi siang, nggak?” tanyaku dengan degup jantung bergenderang hebat.

#postcardfiction - Hari Spesial Berbalut Duka


Kutatap wajahnya yang letih karena bekerja seharian. Angin yang bertiup dari langit Shati ini seolah turut menampar keringat yang luruh membasahi kerah bajunya. Aku mencoba mendekat lalu mengelap peluhnya ketika dia tengah sibuk menggulung selang panjang yang menjulur dari tanki berisi air minum.
“Mm, Abi. Apa Abi ingat sesuatu tentang hari ini?” tanyaku sambil mengernyitkan dahi, berharap dia dapat menebak apa maksud dari pertanyaanku.
“Sama saja, Ummi. Ini hari Senin dan setiap hari aku harus bekerja. Sudahlah, Ummi temani anak-anak saja ya! Abi mau pergi dulu.”

REVIEW IMPIAN

Nice morning! ^___^

Habis masak nasi dan goreng telur, duduk lagi deh di depan lappy I dan lappy II (si Zyrex sama si Fujitsu, berasa dikawal bodyguard made in Indonesia and Jepang hi hi hi :p) sambil menyelam minum susu--sambil nge-blog sambil breakfast nasi+telor dadar+sayur lodeh nangka muda, hi hi hi. :D

Hari ini schedule-nya seperti biasa, jadi supervisor 'mantauin si Bibi sampe pulang, BW-an, mau ngirim naskah ke salah satu event, ibadah udah pasti nggak ketinggalan (number one) daaaaan lanjut 'nulis my Solo books.

Aduhai, impianku sungguh 'nakutin saking kegedean! Tapi, insyaAllah dengan keyakinan yang kuat bahwa tidak sesuatu yang mustahil, Kun Fayakun, hati ini terasa lebih bergerak, lebih hidup untuk mengejar impian itu. Sudah hampir memasuki bulan Januari (my born's day) dan itu tandanya sebentar lagi usiaku semakin berkurang dan pertanyaan-pertanyaan kehidupan juga semakin berkelebat, menari-nari sampe bikin makin jatuh hati untuk menjawabnya semampuku.

Tuesday, December 18, 2012

STAGE IN COVERING AURAH


By watch this picture above, what stage are you???

Masya Allah, Alhamdulillah, semua tahap telah kulalui tapi kayaknya gak pernah deh se-ekstrim nomor 1. Sejak kuliah alhamdulillah, tibalah di tangga ke-8. InsyaAllah, semoga ke depan bisa lebih istiqomah dalam menutup aurat. Aamiin. Ayo kawan-kawan muslimah!

^__^ what about you?

Monday, December 17, 2012

AYO BERSIH-BERSIH

AYOOOO bersih-bersiiiiiih biar rumah (lingkungan tempat tinggal kita nyaman dan bebas kumaaan) ^__^

Kebersihan itu adalah bagian dari iman

Nah sering denger kata-kata ini kan?? Kalo ngaku beriman, ayoo dong angkat sapu, pel, lap dan alat-alat lainnya untuk bersih-bersih.

Syarat sah shalat juga salah satunya adalah bersih pakaian dan tempat. Nah, kalo tempatnya kotor mana bisa tenang shalatnya . :D

Ayooo bersih-bersih!!!!

Sunday, December 16, 2012

PERJALANAN GC HARI INI

Kawan, kumohon, mari bersama-sama berpikir luas "OUT OF THE BOX". Tampilkanlah kemampuan kalian ketika aku memberikan tugas tersebut.

Once again, aku tidak ingin berdiri sebagai "dosen". Aku ingin berada di tengah-tengah kalian, mengajak kalian untuk menunjukkan bahwa kalian adalah manusia-manusia hebat yang Allah kirimkan padaku.

Tidakkah kalian pikir bahwa ketika--kerap kali--kalian berkata hal-hal negatif yang cenderung merendahkan diri kalian itu sama saja kalian mematikan kemampuan hebat/luar biasa yang sebenarnya ada dalam diri kalian.

STOP NGELUH, GO SYUKUR




Kalo ada yang denger atau kalian sendiri yang ngucapin ini:

"Ya Allah, kayaknya aku nggak sanggup lagi deh, hiks,"



Coba perhatikan atau kasihin ini ya:

"Allah tidak membebani seseorang melainkan sesuai dengan kesanggupannya." (QS 2:286)

(sumber: komikmuslimah[dot]blogspot[dot]com)

Saturday, December 15, 2012

10 CIRI PRIBADI MUSLIM

Ini materi halaqoh yang kami berikan ke teman-teman akhwat dua minggu yang lalu. Yang masih lupa-lupa ingat, mending baca lagi. Sebelumnya makasih banyak buat komikmuslimah yang bikin komik ini (pas lagi nyari beruntung dapet).

Silahkan disimak aja yaaaa gambarnya dan semoga kamu, kita, kalian dan mereka termasuk ke dalamnya. Aamiin :))

(klik gambar untuk memperbesar)

Award FF Kisah Inspiratif

Alhamdulillah, dapet ini juga dari Grup Sahabat Musafir Pena. Thanks for CEO Group--Pak Langga Gustanto dan juri yang udah milih naskah judul "Gara-gara Ceramah" saya ^__^ #keep writing


Award Here After Savings-2

Alhamdulillah..... ^___^ baru nyadar kalo dapat sertifikat dari event kemarin. Thanks for bunda @Nenny Makmun yang udah ngasih kesempatan untuk bergabung di dalam antologi event HAS ini.


Friday, December 14, 2012

Cerita Mini - Rindu Bilal



(sumber gambar: google, hehe maaf ya copast picture, abis gak ada yg mau jadi model cerita ini sih :D)

Renyai hujan mengulur kebersamaan antara kita. Antara kita yang memenggal pupus setelah terpisah oleh samudera rindu yang luas dan dalam. Binar-binar matamu terasa menyejukkan. Napasmu sewangi lili putih, berhembus pelan melalui lubang hidung bangirmu, membuatku semakin terpesona ketika berhadapan tepat sejengkal di hadapanmu. Lembut tanganmu membelai punggungku yang berhari-hari haus akan kehadiranmu. Perlahan, kau menyunggingkan lengkungan manis di sudut bibir dan lesung pipimu semakin tegas tergores. Ibu jarimu kau sentuhkan pada daguku yang kian tersipu malu.

Hujan terlepas semakin deras, langit rata memutih. Kau masih saja enggan melepas pelukanmu terhadapku, berharap atmosfer dingin tak mampu melayukan nuansa hangat antara kau dan aku yang sedang berbalas rindu. Matamu terpejam dalam pembaringan di bahu kananku. Sayup-sayup nada indah terlontar dari bibir ranummu, "Sebentar lagi. Izinkan aku memelukmu sebentar lagi, Sayang." Aku hanya mengangguk pelan dan kembali mengeratkan lingkaran kedua tanganku ke punggungmu. Ya Allah, sungguh aku tak ingin moment ini lenyap begitu saja barang sekejap mata. Tak masalah sekalipun hujan ini semakin membekukan tubuhku asal aku dapat terus mendekap lelakiku ini lebih erat dan lebih erat lagi.

Angin tiba-tiba berhembus kencang sejalan dengan rintihan suara hujan yang kian memekikkan telinga. Kubuka mata perlahan lalu aku terkejut setengah waras. Kupandangi sekelilingku. Mataku mencari-cari sosok lelakiku yang seketika musnah bersama tiupan angin. "Bilal, kamu di mana?" pekikku di bawah rintikan hujan. Sekujur tubuhku kuyup. Air mata pun tak mampu terbendung. Kakiku terasa lunglai hingga membuatku terjatuh ke dasar aspal yang turut beku bersama hujan.

Aku rindu Bilal. Aku rindu lesung pipinya. Aku rindu pada setiap kehangatan yang ia berikan. Ternyata benar, moment indah itu telah tercabut habis dari akar kehidupanku. Tak ada lagi Bilal yang selalu mendekapku kala hujan turun. Musim hujan kulalui dengan suram tanpa Bilal, suamiku.

Parepare, 14 Desember 2012
Di bawah atap yang bermandikan hujan senja

--Cermin (Cerita mini) ini kudedikasikan buat mbak-mbak, mas-mas, temen-temen yang udah pada punya pasangan atau yang sebentar lagi bakal nikah, kecuali aku (penulisnya) yang masih single heheh. selamat menikmati hidangan ini. ^___^

Antara Rezeki dan Hati

(gambar komik ini buatanku ndiri, hehe ga ada corel jadi cuma pake paint, amatir tapi tetep unyu :D)




Pinjem kalimat dari ustadz,

"kualitas Rezeki berbanding lurus dengan hati. kualitas ibadah juga berbanding lurus dengan hati dan kualitas ibadah pun masuk rezeki"

 Alhamdulillaaaah, puji syukur ke hadirat Allah yang telah memberikan kami semua kualitas dan kuantitas ibadah yang lebih baik dari sebelumnya.

Lagi-lagi, rezeki itu nggak cuma dalam bentuk U-A-N-G yaaa :D

Alhamdulillah, semoga kami semua yang memperoleh rezeki tersebut dapat terus istiqomah. :) aamiin ya rabbal'aalamiin. :))


Sudahkah membersihkan hati hari ini???

Thursday, December 13, 2012

Yuk OPTIMIS



Udah, gak usah GALAU apalagi SAKAW :D

Udah, jangan mewek apalagi lembek :D

Udah, jangan lemes apalagi maleeees :D

Udah, yang pasti-pasti aja, OPTIMIS

Udah, yang hebat-hebat aja, OPTIMIS

Udah, yang sah-sah aja, OPTIMIS

Udah ah, buang PESIMIS

Gak usah melankolis, ayoo coba jadi sanguinis


Yuk OPTIMIS

Allah itu gak pernah tidur, boys-gals

Allah itu selalu ada bagi yang suka dan sering menyebut-Nya

Allah itu mendengar yang kita butuhkan


Kalo ada apa-apa

Kalo ada masalah

Kalo ada petaka

Kalo ada celaka

Kalo adaaaaa apa yaaa

Minta sama Allah dan husnudzan, OPTIMIS



Hidup di-keren-in dooong, OPTIMIS

Gak gaul kalo gak OPTIMIS :D hehe

Gak puitis kalo cuma PESIMIS


Yuk OPTIMIS

Wednesday, December 12, 2012

YUK DZIKIR


Subhanallah walhamdulillah walaa ilaaha illallahu allahu akbar

Astaghfirullahaladzim..... :)

Yok yok dzikir-dzikir, pake lisan? boleh, pake hati? juga boleh, asal jangan pake otot yaa ntar malah ngamuk nggak dzikir :D

Yok yok dzikir-dzikir, yang ngaku cinta Allah, cinta Sang Pencipta, cinta kekasihnya, pasti akan nyebut-nyebut namanya terus 'kaaaan? Kayak suami sering nyebut nama istri begitu juga istri nyebut2 suaminya dalam doa, kayak ibu nyebut anak2nya terus dan laennya sebagai bentuk cinta mereka.

Yok yok dzikir biar barokah, biar rezeki dipermudah+diperluas, biarhidup tenang, negara tentram, biar tambah disayang orang-orang yang tersayang, biar disayang Allah, biar hidup lancar daaah.

Yok yok dzikir, katanya ngaku cinta? Mana dzikir-mu ??? :D

Yook yook daripada nyebut-nyebut nama orang yang belum tentu mencintaimu, udaaaah nyebut nama Allah aja, dijamin Dia bakal noleh gak pake lama, gak pake milih-milih, gak pake ngutang :D 

Yok yok dzikir-dzikir, semoga wajahmu, akalmu, jiwamu, hatimu, hidupmu bercahaya aamiin :D

Yook yook dzikir

STOP! YUK DHUHA DULU

(sumber gambar2 kartun komik yang ada di beberapa posting diambil dari komikmuslimah[dot]blogspot[dot]com)
"Bagi masing-masing ruas dari anggota tubuh di antara kalian pada pagi hari harus dikeluarkan sedekahnya. Setiap tasbih adalah sedekah, setiap tahmid adalah sedekah, setiap tahlil adalah sedekah, setiap takbir adalah sedekah, menyuruh kebaikan adalah sedekah, dan semua itu dapat diganti dengan mengerjakan shalat dhuha dua raka'at," (HR Muslim dari Abu Dzar ra.)

Alhamdulillah ada yang masih sekolah, tapi bisa rutin dhuha walau cuma 2 raka'at

Alhamdulillah, ada yang kerjanya padat (jadi pengacara/dokter/bidan/perawat/psikiater/psikolog/polisi dll plus jadi ibu+bapak rumah tangga plus pengusaha+ plus plusan) tapi bisa rutin nyolong-nyolong waktu untuk dhuha

Alhamdulillah ada yang semenjak kuliah biasanya cuma bisa shalat dhuha 2 raka'at itupun kalau sempat atau kalau nggak ada jadwal padat kayak = jam 6 syuro', jam 7 kuliah sampe siang eh keburu sore eh keburu malem.

Alhamdulillah ada yang pas lagi skripsi, udah bisa rutin dhuha dan shalat sunnah lainnya... :D

Alhamdulillah ada yang setelah lulus kuliah, dhuha udah seperti makanan pokok yang wajib disantap. :)

Alhamdulillah ya Allah :))


Ayooo yang punya banyak waktu, sisihkan sejenak untuk Allah karena Allah pun butuh waktu kita bukan kita saja yang butuh Allah :)

Sisihkan waktu sejenak untuk mengingat Allah agar Allah juga mau menyisihkan waktu untuk mengingat kita

Jangan hanya asyik BBM-an, SMS-an, FB-an, TWITTER-an, SOCMED-an, CALL WEK'-an (hihihi)

Dhuha itu WOW lho, bukan PHP :D

Ini CIYUUUUS BEUD lho  :D (hehe)


Dhuha itu juga salah satu bentuk sedekah, kepada Allah tentunya.

Yang banyak waktu, jangan cuma DUA, apa KATA DUNIA, ibadah nanggung, hello, rezekimu juga pasti bakal dikasih tanggung kali

Yang bisa empat, ya empat, sekali-kali enam dan semoga bisa istiqomah. Yang enam sekali-kali delapan, sedikit-sedikit dua belas, dapat properti emas deh di akhirat :D

Sempetin dhuha, insyaAllah rezeki lancar, usaha/bisnis/pekerjaan sukses dan dipermudah, masalah beres dan semua tuntas ^__^

Ayo ayo tiap pagi, gegas-gegas, jangan malas :p apalagi masih tidur pulas..... :D

Dhuha-dhuha biar rezeki datang lekas dan bisa beli beras (apa hubungannya? hehe--ada kok, cari 'ndiri) :D

Sudahkah kawan-kawan Dhuha???

Tuesday, December 11, 2012

Karena Allah dan Untuk Allah

Bismillahirrahmanirrahim. Alhamdulillah, puji syukur karena Allah telah memberiku titik terang dari apa yang selama ini kuupayakan.

Wednesday, December 5, 2012

Pelangi Penghibur


Hmmmmm (sambil menghela nafas dalam-dalam)

Selalu ada pelangi di kala hujan reda walaupun kenyataannya jarang sih muncul pelangi. Hehehe

Selalu ada kemudahan di setiap kesulitan.

Biarkan masalah itu mengganggu, aku punya Allah yang selalu setia di sini, insyaAllah.

:D Semua ujian dan hambatan juga keluha seolah terlunasi saat menulis sebuah tulisan baru yang judulnya benar-benar unik dan khas kota sini.

Haaaaaah, I'm happy because Allah.

Masih harus menaklukkan paling tidak 5 lembar lagi untuk menumpahkan unek-unek fiksi tentang kota ini.

Optimis kembali muncul, udah distel dan siap untuk menghadapi berbagai rintangan. Yang penting 'kan ikhtiar dulu. Semoga berbuah manis. Amiiiiinn :)

Hmm selalu ada pelangi yang menjadi pelipur duka dan keluh

Pelangi yang tak pernah berpindah dan sirna walaupun kemarau panjang dan tak ada hujan

Pelangi itu adalah usapan-Nya yang Maha Kuasa dan Maha Halus, pelangi penghiburku.

Bagaimana Dakwah & Hak-ku?

Bukan merasa sempit tetapi masih ada hak-hak yang belum dibayarkan setelah menyelesaikan kewajiban sebagaimana mestinya.

Saat ini, sungkan bila ingin meminta modal ke Mama, paling nggak buat beli kertas untuk ngirim tulisan ke Bali aja. Dompet benar-benar kosong. Uang recehan di celengan ternyata sudah tidak laku nilainya di kota Parepare ini. Walhasil, sedekah pun mulai renggang--tidak rutin atau sesering dulu.

MasyaAllah. Namun, aku masih meyakini bahwa ada modal terbesar yang kupunya. DOA, DHUHA dan TAHAJJUD. Ya, aku masih punya tiga hal itu, masih mampu untuk menjalaninya.

Setelah berkali-kali menyakskan ceramah ustdz. Yusuf Mansyur di televisi tentang

Saturday, December 1, 2012

Bagaimana Nasib Ikon Pariwisata Indonesia?

Dua hari yang lalu, aku chatting seorang kawan kuliah (cewek) yang tinggal di kota Malang. Sekilas, kami memang hanya sharing tentang visi dan misi ke depan, hal-hal yang berkaitan dengan PSIKOLOGI--fakultas plus mata kuliah kami dulu. Namun, lama-kelamaan, kami juga ngobrol tentang satu hal yang bikin ortu temen kami itu ngomel2.

Tadinya kupikir, mungkin temenku bakal curhat lagi eh ternyata dia memberikan informasi yang belum pernah kuketahui. And that's about Bali. Ya, kota Bali. Ada apa dengan Bali???

Sunday, November 25, 2012

Inpirative Sunday

Nice Sunday :)

Hari ini adalah hari paling berbeda dari sebelumnya. Biasanya ngajar di kajian Guidance Club mahasiswa/i di kelas terus, hari ini kami belajar di taman kampus STAIN.

Desahan semilir angin pagi menyatu dengan rimbunnya pepohonan ketapang. Oksigen yang merasuk ke paru-paru seolah mampu menembus relung jiwa yang awalnya termakan rayap--letih, lemas dan tak bersemangat.

Dari minggu ke minggu, masih saja ada mahasiswa/i yang ngaret, tidak minat untuk hadir atau lainnya. Dan, masih sama seperti biasanya, saya harus menunggu kedatangan satu per satu raga mereka untuk mengikuti kajian tersebut. Hari ini aku justru menunggu lebih lama dari minggu-minggu sebelumnya. Hampir satu jam menunggu, itu adalah waktu paling lama dari biasanya yang hanya 15 menit atau 20 menit.

Alhamdulillah, sekalipun telat, mereka masih mempercayai aku dan bersedia hadir di tengah-tengah kami semua--itu yang selama ini aku amati.

Kenapa belajarnya pake acara lesehan di taman segala. Sebenarnya, spontan saja. Kalo aku ngajar, terkadang aku tidak perlu harus menyiapkan setumpuk buku sebagai materi. Minggu ini, aku ingin sharing dengan mereka sehingga kami rehat setelah tiga minggu ke belakang sering membahas materi Psikologi yang sarat akan teori dan analisis segala macam. 

Dari awal memang udah niat pengen ngajak mereka belajar di tempat terbuka. Jadi ya direalisasikan saja daripada suntuk di kelas melulu. Kebetulan, ada juga yang bawa makanan dan minuman ringan, eh sekalian lah jadi acara rekreasi kecil-kecilan.

Mm, tadi kami saling diskusi. Aku meminta ke temen-temen mahasiswa/i buat menuliskan impian-impian mereka di selembar kertas beserta proses apa saja yang harus dilalui dan hambatan yang mungkin dihadapi.

Setelah selesai menuliskannya, ternyata dugaanku benar. Masih ada beberapa dari mereka yang menyembunyikan sesuatu dalam diri dan itu telah mereka keluarkan semua tadi. Bahkan ada beberapa yang sampai 'menangis'. Ya, nangis. Tadinya, apa yang mereka tulis sebagai impian itu tanpa sadar membawa mereka untuk mencurahkan unek-unek terdalam dari hati mereka. Ada yang menuliskan tentang masalah yang dihadapi dan itu tidak pernah sama sekali diketahui oleh teman-teman lain. Ada pula yang tanpa sadar menuliskan apa yang selama ini dia sembunyikan dari perilaku dan sikap yang sangat kontras yang biasa mereka tunjukkan di dunia nyata (tadinya orang berpikir dan melihat bahwa mereka adalah tipe orang yang punya semangat tinggi, murah senyum, ceria tetapi ternyata ada sesuatu yang direpres selama hidupnya yang kemudian keluar bersama tulisan-tulisan mereka terkait 'impian').

Aku tidak mengharapkan akan terjadi sad moment tetapi mereka sendirilah yang menciptakannya tanpa sadar.

Banyak sekali cerita-cerita/pengalaman inspiratif dan mengharu-biru yang kudapatkan dari rekan mehasiswa/i serta dari rekan dosen yang biasanya hadir memantau kami. 

Di balik sikap mereka, berbagai background beserta konfliknya mencuat seketika. Sangat kontras dari apa yang biasanya terlihat sehari-hari.

Pengalaman-pengalaman tersebut semakin menggugah semua yang hadir di kajian ini. Ada yang perjalanan hidupnya sangat memprihatinkan, korban broken home, ada yang sangat ingin bersekolah setinggi mungkin namun kondisi ekonomi dan konflik keluarga kemudian mengharuskan mereka bertaruh sendiri untuk dapat mengenyam pendidikan yang layak, dan sampai hal terkecil pun seperti malu untuk menyapa juga malas belajar, itu kami peroleh semua dari forum tadi.

Memang benar, pengalaman adalah guru terbaik bagi setiap jiwa. Tidak harus menunggu diri sendiri yang mengalami, melainkan bisa bercermin dari pengalaman orang lain. Dan, itu  nilainya tidak terhingga.

Selain itu, dari pengalaman-pengalaman yang kami sharing-kan tadi, kami pun menganggap bahwa modal untuk mewujudkan segala impian bukanlah terletak pada "uang". Salah satu modal terbaik selain "ikhtiar" adalah DOA. Ya, doa adalah modal terbesar yang mampu menguatkan langkah menuju apa yang menjadi impian kita. Doa pun mampu menggetarkan bumi beserta isinya. Doa memang merupakan senjata manusia--orang-orang beriman--yang paling kuat. Sudah tahu semua kan, Allah sendiri mengajak agar kita terus berdoa meminta kepada-Nya. Siapa yang enggan berdoa, dia termasuk orang-orang yang sombong.

Mm, sebenarnya masih sangat banyak yang kami bahas selama kurang lebih 2,5 jam tadi dan itu tidak akan cukup bila hanya dijelaskan di kolom blog ini.

Alhamdulillah, hari ini pun aku mendapat kabar bahwa kehadiranku saat mengajar 'dadakan' bulan lalu di salah satu kelas, mereka yang ada di kelas tersebut sangat mengapresiasi kesediaanku. Bahkan mereka masih pengen agar aku sesekali mengajar lagi di kelas mereka. Syukurlah bila kehadiranku bisa diterima dengan baik :).

Mm, melihat, mendengar dan merasakan semua ini, aku jadi berat hati bila nantinya akan pergi meninggalkan mereka--tidak lama lagi--untuk waktu yang sangat lama bahkan mungkin tidak akan kembali.

Sebisa mungkin, aku pengen memberikan yang terbaik bagi mereka di sisa waktu ini. Aku pun cuma bisa berdoa, jikalau Allah berkehendak maka aku ingin kelak--kalaupun tidak lagi bisa tinggal di tanah ini--aku bisa berdiri dan berbicara di depan mereka lagi (meski hanya satu kali atau satu jam) dengan membawa pengalaman yang lebih banyak dan bisa menginspirasi mereka semua.

                                                            ***

Ketika teman-teman kuliahku saat ini banyak yang sudah bekerja di perusahaan dengan segudang rutinitas dan schedule yang padat dan ada pula yang melanjutkan S2 Profesi, aku pun bersyukur dengan apa yang ada di hadapanku saat ini. Sekalipun aku tidak bekerja di perusahaan, aku justru senang bisa diberi kesempatan bekerja dan berbicara di depan rekan mahasiswa/i di sini melalui Guidance Club. Bukan hanya mengajak mereka dalam pembinaan diri yang lebih baik, melainkan aku pun secara tidak langsung juga belajar untuk menempa diri bersama mereka.

Ketika nanti aku akan pergi mengejar impianku dan tidak lagi bertatap muka dengan mereka, aku akan selalu mengenang semua yang kami lakukan di sini. Aku bangga dengan pekerjaanku ini yang tidak semua orang bisa sepertiku--menjadi layaknya dosen motivator di sini untuk mereka meskipun hanya honor.

Huumm, ke depannya, aku memang ingin melanjutkan S2 Profesi. Aku sadar bahwa bayaranku sangat tidak cukup untuk mengantarkanku membiayai sendiri kuliahku. Namun, aku punya Allah. Dia-lah yang akan mencukupkanku. Karena persyaratan S2 profesi tidak bisa sembari kerja, aku masih bisa memanfaatkan sekaligus mengembangkan hobiku sebagai profesi. Ya, menulis. Semoga profesi menulis ini mengantarkanku untuk dapat menyisihkan biaya S2. Aku pun kepikiran untuk berwirausaha. Sekalipun banyak saingan, apa salahnya dicoba dulu. Aku pun sebenarnya sangat ingin membantu mama dan bapak untuk menebus beberapa biaya yang jumlahnya sangat besar bagiku--ratusan juta rupiah--dalam waktu yang sangat singkat. Wallahu'alam gimana caranya, aku akan tetap berusaha dan tetap berdoa. Tidak ada yang sulit bagi Allah walaupun itu mustahil bagi manusia. Semoga Allah akan melunasi semua biaya-biaya ini. Untuk hasil yang akan diperoleh, kurang atau justru lebih dari yang diharapkan nantinya, aku tetap optimis, semua akan berjalan dengan baik.

                                                              ***

:) Nice Sunday.

Semakin bersemangat untuk menjauhi keputusasaan. Hanyalah mereka yang kafir yang putus asa dari rahmat Allah. :)

Plooong rasanya, seperti temen-temen tadi rasakan :).




Friday, November 16, 2012

Impian di Bawah Hujan dan Senja

by Yanuarty Paresma Wahyuningsih



Atmosfer langit beralaskan mendung kini tumpah menjadi bulir-bulir air meneduhkan

Masih terkenang kala bias-bias senja yang lalu

Kutengadahkan kedua jemari yang merapat membentuk persegi, menadahi setiap air yang jatuh

Gersangnya padang ilalang kini ditumbuhi berjuta kelopak yang mega nan sedap di mata

Aduhai Allah, betapa kafirnya aku jika menyalahi anugerah ini

Aku bahagia...




Di bawah cakrawala yang tertutup pelangi, kulihat pantulan wajah itu di sana

Wajah yang enggan untuk menampilkan rahangnya

Wajah yang aku tak tahu di mana ia berada dan mengapa tergores begitu indah di langit-Mu

Wajah yang mungkin saja akan menjadi takdirku dari-Mu

Aku hanya tertegun sembari memandangi torehan prisma warna yang gegap gempita

Lalu berdoa dalam gemericik hujan yang gemulai

Ya Allah, mudahkanlah langkahnya dan langkahku untuk bertemu di kemudian hari

Bila kesulitan itu dariku, maka berilah petunjuk agar aku tidak mempersulit niatnya

Niat suci yang mungkin kini terangkum bula-bulat di sudut hatinya sekalipun aku belum tahu ia siapa


Seperti mimpi, ingin kuulang kembali

Dari belakang, kedua tangan melingkar di bahuku

Ia mengecup pipiku lalu mengangsurkan senyum yang sangat indah padaku

Ya, ia adalah pendamping hidup yang digariskan Allah, yang dibawa oleh Allah dengan kereta kencana dan kuda-kuda penggiring di hari bahagia sebelumnya

Tidak biasanya batang hidungnya berdiri kokoh di bawah atap kami sesore itu

Aku membalikkan wajahku lalu menatap wajahnya

Tampak garis-garis letih yang terbungkus di selaput pipinya yang merona

Aku tahu, betapa lelahnya ia menggali nafkah untukku

Ia memelukku dalam-dalam dan kami persis seperti sedang bermain drama Korea, sangat romantis


Ah, sayang, nyatanya ketika aku benar-benar berbalik tak kudapati wajah itu di sisiku

Mimpi di hari senja yang penuh taburan aroma roman yang memikat ikatan halal

Semoga itu bukanlah mimpi esoknya

Ya, kini kukembali ke peraduanku

Ke atas sajadah yang sedang menanti munajatku pada-Nya

Aku rindu wajah itu

Wajah yang kutak tahu bagaimana pahatannya

Namun, aku yakin itu akan menjadi kado dari Sang Maestro Seni ter-Hebat yang kelak akan menemukanku di manapun aku

Thursday, November 15, 2012

MUSLIM JUGA TAHUN BARU-AN


Siapa bilang kalau tahun baruan hanya diperingati pada 31 DESEMBER hingga larut malam ?

Siapa bilang kalau muslim tidak punya "tahun baru" di kalendernya ?

Di kalender Hijriah, ada hari yang disebut 1 MUHARRAM. Ya, dan kebetulan hari ini bertepatan dengan TAHUN BARU HIJRIAH (15 November 2012).

                                                                            ***

Sunday, November 11, 2012

MENULIS HINGGA MATI


Alhamdulillah dua tiga gunung terlampaui.

#sesi curhat

Aku pernah seantusias ini, sama seperti waktu SD. Guru-guru selalu memotivasi untuk ikut berbagai kompetisi dan alhamdulillah menang.

Saat ini aku seperti kembali lagi menjadi "EMMA ZAMAN SD". Aku merasakan antusiasme yang begitu tinggi sama seperti dulu. Aku seperti menemukan diriku kembali.

Setelah kembali berniat untuk memijaki tangga menuju impianku menjadi writerpreneur, aku seperti kerasukan sebuah kekuatan. Lebih kuat daripada sekadar motivasi.

Yang dulu biasa-biasa aja, nulis asal nulis, kurang optimis dan keburukan2 lainnya, sekarang aku berlari seperti sambaran kilat.

Hari ini aku baru menyadari, hampir dua bulan ini aku telah mengikuti hampir 20 kompetisi penulis baik yang indie maupun yang besar,

Alhamdulillah, beberapa di antara kompetisi tersebut yang udah deadline, aku menangkan.

Hmm, ini selangkah menuju impian.

Tidak hanya itu, setelah banyak membaca beberapa karya sastra dari para penulis muda maupun seniman tersohor, rupanya aku harus banyak berlatih.

Ya, masih banyak poin-poin penting yang harus aku taklukkan.

Latihan dan banyak latihan lagi. Semoga nggak cuma 2 bulan ini aja tetapi juga ke depan bisa tetap istiqomah.

Oiya hampir lupa, aku juga kudu hidupin lagi nih semangat untuk melanjutkan proyek novel. Sayang sekali beberapa novel yang baru seperempat jalan, terlantar saking banyaknya aktivitas semasa kuliah dulu.

Aku juga berkaca dari kesalahanku dulu. Dulu waktu SMP aku sempat nulis draft novel teenlit tapi pas udah selesai tuh draft, eeeeeeeh lappy jadulku malah terserang penyakit ayan akibat virus dan file itu ludes, hampa.
Kasihan. Seharusnya saat ini aku sedang menyuntingnya lagi dan menawarkannya ke penerbit namun kenyataannya harus berbeda.

#sabar

Yap, yuuk mari menulis lagi. Menulis inspiratif yang bermanfaat untuk orang lain agar bisa dikenang hingga akhir zaman walaupun raga ini sudah kembali ke pangkuan-Nya.

"SETIAP PENULIS AKAN MATI. HANYA KARYANYA LAH YANG ABADI. MAKA TULISLAH SESUATU YANG MEMBAHAGIAKAN DIRIMU DI AKHIRAT NANTI." (ALI BIN ABI THALIB) :)

Thursday, November 8, 2012

BIDADARI BUMI


Subhanallah, MasyaAllah....

Belum lama kami saling berkenalan dengan para adik muslimah itu tetapi mereka sudah seperti sahabatku.

Bahkan mereka pun sering menanyakan kabarku baik saat aku ada pulsa atau tidak, mereka tetap senang dan terus sms aku

Ada pula yang pernah mengatakan,"mbak biarpun belum mandi pas olahraga, tetap bersinar kok wajahnya. Sinarnya lebih cerah dari matahari. aku serius lho.." (hehe ada ada saja mereka)

Aku sendiri terkejut, ketika ada di antara mereka yang seolah takjub kepadaku lalu mengataiku "bidadari bumi", masyaAllah, tapi itu aku tidak sedang bermimpi. Entah itu hanya bagian dari gurauannya ataukah ungkapan yang tulus. Mereka mengatakan itu sembari berujar bahwa mereka selalu merindukan kehadiranku. Seperti tanah yang gersang, bagi mereka aku ibarat hujan yang membasahinya dari kemarau panjang.

Begitu nikmat ketika mempunyai teman atau sahabat yang tidak hanya menjadi lawan bicara melainkan juga seperti seorang saudara yang menjalin ukhuwah dilandasi dengan iman dan taqwa.


Eum, semoga itu menjadi doa bagiku dan mereka.

Tidak mudah untuk menjadi "bidadari" di bumi apalagi di surga.

Namun, setiap jejak kaki ini aku ingin menempa diri menjadi lebih baik meskipun pada kenyataannya tidak memiliki sayap dan secantik rupa seperti "bidadari".

Tidak hanya aku, aku pun ingin mereka (kawan-kawan muslimah di Guidance Club) dan semuaanya bisa menjadi "bidadari" seperti yang mereka katakan itu.

"Dunia ini adalah perhiasan dan sebaik-baiknya perhiasan adalah wanita shalihah," (HR Muslim)

Teringat lagi dengan hadits ini.

Mungkin masih jauh dari apa yang disebut "shalihah". Meski tak ada yang sempurna selain-Nya, aku ingin bisa--paling tidak meneladani para shahabiyah. Namun, tetap saja, mereka adalah wanita-wanita tangguh dan shalihah penghuni surga yang mungkin saja tidak ada yang akan menyamai mereka 100%.

Semoga kita senantiasa ditunjukkan jalan menuju jannah-Nya dan kelak dapat bertemu dan saling berpelukan dalam dekap arsy-Nya.

Ana uhibbukum fillah ya, ukhty^_^

Wednesday, November 7, 2012

I'AM A WINNER

ALHAMDULILLAH

it's a great, ya Allah terima kasih atas anugerah tambahan-Mu padaku.

Alhamdulillah akhirnya setela lama menanti pengumuman dari berbagai lomba menulis, aku keluar sebagai "THE WINNER".

Apa yang menjadi kunci keberhasilan di balik semua ini?

Paling pertama adalah, NIAT plus memperbanyak ACTION.

Kedua, SABAR. Untuk poin ini, aku jadi inget sama sepotong hadits berbunyi,
"Kemenangan (keberhasilan) hanya dapat dicapai dengan kesabaran." (HR At Tirmidzi)

Yap, sabar dalam segala hal termasuk ketika kita berikhtiar. Sabar dalam berupaya semaksimal mungkin. Sabar ketika hambatan dan ujian menghadang.

Tidak sangka. Dulu, tulisanku sudah mengalami beberapa kali penolakan yang mungkin jika dihitung hampir mencapai puluhan.

Berkat niat dan dorongan dari dalam diri untuk kembali menghidupkan apa yang menjadi passion dan impianku, alhamdulillah Allah meridhoi dan memudahkan segala urusan ini.
"Fainnama'al 'usri yusron, inna ma'al'usri yusron" (Al-Insyirah)
Di balik kesulitan pasti ada jalan.
Ya, sekalipun aku masih terbilang amatir sebab sudah lama tidak terjun kembali mengasah passion ini namun ternyata setelah dinyalakan kembali dengan penuh kesabatan, aku bisa meraihnya.

Oiya, yang paling penting lagi nih adalah OPTIMIS dan PRACTICE.
Saat niat itu udah tumbuh, barengilah dengan sikap OPTIMIS di sela-sela ACTION atau PRACTICE-mu.. Jangan pikirkan menang atau kalah dulu. Upayakan dulu semaksimal mungkin sembari terus menanamkan keyakinan terhadap kemampuan diri sendiri bahwa "Kamu bisa, You Can do it best..."
OPTIMIS juga akan meningkatkan rasa percaya diri sehingga ketika udah dihadapkan dengan final atau hasilnya, kita tidak akan dirundung kekecewaan karena di awal sudah yakin bahwa kita telah melakukan yang terbaik.

Ya, kegagalan demi kegagalan adalah sebuah proses menuju keberhasilan.

Ini baru satu-dua langkah, aku masih harus terus berlatih untuk beberapa event lomba lainnya.
Dan, di antara itu ada satu BIG EVENT berskala nasional dan internasional yang mana hanya akan terpilih 15 penulis yang akan diundang mengikuti undangan kepenulisan di Bali (Bali, aku belum pernah ke sana, hehehe). Itu tuh yang ikut nggak cuma orang Indonesia melainkan juga mancanegara dan para penulis yang udah berkiprah lebih lama dan memiliki jam terbang tinggi. MasyaAllah. Ya, insyaAllah.

Ini masih persiapan untuk mengerjakan 20 karya sisanya untuk menggenapkan 30 karya "puisi" sebagai syaratnya.

Jika memang Allah meridhoi, insyaAllah akan masuk dan bergabung dengan ke-14 pernulis terpilih. Namun jika tidak, semoga ini menjadi satu sepak terjang bagiku agar semakin "melek" dan FIGHT lagi.

Yap, jangan berputus asa dari rahmat Allah karena yang demikian hanyalah orang-orang yang kafir.

#Bismillah #KEEPFIGHT ^_^

Saturday, November 3, 2012

GARA-GARA 'BITING'

Siapa yang nggak kenal dengan jajan praktis satu itu. "MIE BITING", begitulah ia dipanggil. 

(aneka mie biting)


Kalo lagi break ato tiba-tiba laper di kampus, biasanya aku sama temen-temen yang lain membeli aneka jajan di kantin lantai 3,5 kampus tercinta.

Friday, November 2, 2012

Bapakku Sayang

Aku bukanlah anak kemarin sore yang baru menjerit sadar akan sosoknya yang selama 22 tahun ini membesarkanku.

Kamu tahu, sejujurnya aku tak ingin menorehkan seonggok kisah ini. Namun, agar kau dan aku tahu betapa berharganya memiliki Bapak atau Ayah dalam hidup ini.

***

(Fotoku waktu masih bayi bersama Bapak)

Bapak, bukanlah seorang pejabat tinggi daerah apalagi negara.

UNDANGAN BERPARTISIPASI DALAM UWRF (UBUD WRITERS&READING FESTIVAL) 2013


Teman-teman, ini kiriman email dari kawan Kadek Purnami mengenai UWRF 2013. Harapannya, publikasi ini disebar dan teman-teman dapat mengikuti seleksi ini. Salam.

Ubud Writers & Readers Festival kembali membuka seleksi karya untuk festival 2-6 Oktober  2013.

UWRF akan memilih 15 penulis emerging Indonesia yang kehadiran serta partisipasinya di festival akan didanai oleh UWRF dan lembaga funding mitra Hivos. Pemilihan akan didasari pada sejumlah kriteria, termasuk kualitas karya, prestasi dan konsistensi dalam berkarya, serta dedikasi pada pengembangan kesusastraan Indonesia. Seleksi dilakukan oleh Dewan Kurator yang beranggotakan penulis-penulis senior Indonesia.

Kegiatan festival meliputi: Panel Diskusi, pembacaan karya, lokakarya, peluncuran buku, pementasan seni, serta beberapa acara satellite yang diadakan di beberapa kota di Indonesia.

Bila Anda adalah penulis Indonesia, atau mengenal penulis yang Anda anggap layak, layangkan pendaftaran sesuai syarat dan ketentuan di bawah ini:
  • Penulis adalah warga negara Indonesia ( menyertakan fotokopi KTP)
  • Menulis karya sastra, baik berupa puisi, prosa ( cerpen, novel atau novelet), naskah drama maupun karya non- fiksi.
  • Karya dapat berupa buku, kumpulan naskah yang belum ataupun sudah pernah diterbitkan di media massa.
  • Penulis yang sudah menerbitkan buku silahkan mengirimkan beberapa buku karyanya.
  • Bagi penulis yang belum menerbitkan buku dipersilahkan mengirimkan 30 karya puisi terbaik atau 8 karya cerpen terbaik, atau 5 karya essai, atau 3 naskah drama dengan dijilid.
  • Karya dapat juga dikirimkan melalui email dan panitia akan meminta hardcopy jika diperlukan.
  • Sertakan biodata diri, nomor kontak / HP dan alamat email dengan jelas. Silahkan melampirkan tentang aktivitas sastra dan keterlibatan dalam komunitas yang diikuti. Apabila anda menggunakan nama pena, mohon sertakan juga nama lengkap yang asli.
  • Koresponden dan pengumuman seleski akan dilakukan melalui Email.

Kirim ke sekretariat panitia UWRF paling lambat tanggal 30 Januari 2013  (cap pos).
Pengumuman 15 penulis yang terpilih akan di umumkan pada akhir Mei 2013.

Pengiriman Aplikasi ditujukan kepada :
Kadek Purnami- Ubud Writers & Readers Festival
Jl. Raya Sanggingan Ubud - Indus Restaurant. PO Box 181, Ubud Bali 80571. Telp : 0361-7808932

Email : mailto:kadek.purnami@ubudwritersfestival.com          

*Bagi penulis dari luar Bali yang terpilih, Panitia akan menanggung biaya  transportasi (penerbangan) dan akomodasi selama berlangsungnya acara dari tanggal 1-7 Oktober 2013.

Tuesday, October 30, 2012

Ridho Sepasang Bidadari


Pasti pernah denger kan rumus bang Ippho "RIGHT" Santosa yang salah satunya adalah "Sepasang Bidadari"????

Hari ini aku mengalaminya.

Kisah berawal ketika aku memasukkan lamaran ke salah satu lembaga swasta dan pagi tadi dipanggil untuk tes wawancara. Setelah ngobrol dengan pemiliknya, alhamdulillah aku diterima.

Namun, rencana Allah justru lebih indah. Ketika sore hari bapak dan mama telah pulang dari bekerja, beliau berkunjung ke kamarku. Kami pun bercengkrama.

Monday, October 29, 2012

REZEKI DARI SILATURAHIM

         Silaturahim mampu mendatangkan rezeki?


         That's RIGHT! Siapa sangka. Ini diperkuat dengan Al-Qur'an dan hadits shahih berikut ini.
"Dan bertaqwalah kepada Allah yang dengan (mempergunakan) namaNya kamu saling meminta satu sama lain, dan (peliharalah) hubungan silaturahim, sesungguhnya Allah menjaga dan mengawasi kamu,"QS. An-Nisaa':1)

"Anas r.a berkata bahwa Rasulullah saw bersabda,'Barangsiapa yang suka dilapangkan rezekinya dan dilamakan bekas telapak kakinya (dipanjangkan umurnya), hendaknya ia menyambung tali silaturahmi."(Muttafaq'alaih)

        Sama seperti kebanyakan muslim yang lain, secara sadar atau tidak, disengaja ataupun tidak, aku pun pernah membuktikannya sendiri.

        Dulu semasa kuliah, kami memang punya agenda yang biasa disebut dengan halaqoh atau liqo' dan agenda organisasi lainnya yang mewajibkan kami untuk bertemu dan bertatap muka satu sama lain. Nah, salah satu fungsi dari agenda ini yaa untuk menyambung silaturahim. Acap kali bepergian bersama kawan-kawan sejawat mengunjungi satu sama lain, entah itu untuk menghadiri majelis ilmu, jenguk yang lagi sakit atau sekadar menyambung silaturahim karena lama nggak ketemu, alhamdulillah, kami memperoleh rezeki yang bisa dibilang nilainya tidak bisa diakumulasikan hanya dalam bentuk uang. Yang tadinya aku pribadi sering sakit karena kecapekan akibat rutinitas yang bejibun, setelah rutin bersilaturahim, keluhan sakit itu semakin berkurang dan nggak sesering di zaman SMA ke bawah dulu. Di samping itu, kalau ada lagi punya hajat, malah cepet banged tertunaikan, dan masih banyak lagi. Tentunya itu semua atas seizin Allah.

       Selain itu, waktu skripsi, aku diwajibkan untuk mencari subjek penelitian "orang yang udah bercerai" nah itu tuh gampang2 susah. Tapi, setelah dipikir lagi, iya yaa, ada enaknya juga kalau skripsian. Enaknya apa? Lagi-lagi bersilaturahim. Meskipun silaturahimnya sama orang yang baru dikenal saat skripsi itu juga, tetapi di balik itu, ada keajaiban rezeki yang diperoleh. Aku bisa memperoleh banyak ilmu terkait fenomena perceraian dan bagaimana dinamika psikologisnya secara "nyata" di lapangan. Ketika dompetku "menipis" habis dipake buat beli kepentingan skripsi, bensin dan segala macem, eeh nggak tahunya aku juga sering dapat "makan gratis" atau snack buah tangan dari si subjekku itu padahal baru kenalan. Lebih fantastisnya lagi, bisa dapat doa dari mereka. MasyaAllah! Semua itu tuh nggak akan cukup kalau diceritakan hanya di lembaran e-diaryku ini sebab begitu banyak nikmat yang kudapatkan dari silaturahim itu sendiri.

       Luar biasa!

       Hari Minggu kemarin ini aja, yang tadinya aku sama seorang sahabat karibku pengen cari alamat aja. Eh gak tahunya pas udah dapet karena cuma sebentar dan entah mau ngapain lagi, akhirnya kami putuskan secara dadakan untuk berkunjung ke salah satu rumah teman SMA kami yang dekat dengan "alamat" yang tadi udah kami cari dan temukan.

       Emang dasarnya dadakan, gak terencana tapi lagi-lagi karena silaturahim itulah, kami dapet banyak rezeki. Mulai dari nyicip snack ringan, sharing ilmu yang bermanfaat, evaluasi dari cerita kenangan semasa SMA, tukar ilmu terkait orang-orang di sekitar kita yang ternyata lebih cepat sukses daripada yang diduga, hingga "makan gratis" :D hehehe. Wah subhanallah sekali. Bahkan dari silaturahim kemarin, yang tadinya aku kurang bersemangat karena cuaca yang tidak menentu, gerah bukan main dan hujan yang tiba-tiba mengguyur, itu semua terobati otomatis dengan silaturahim itu sendiri. Sederhana kan tapi sangat berarti.

       Aku rasa, semua orang pun memikirkan hal yang sama dengan apa yang kutulis ini meskipun kisahnya berbeda-beda tiap orang.

       Jadi, yang jelas, kalau mau rezekinya dilapangkan, perbanyak silaturahim lah salah satu cara jitunya.
Gimana dengan kisah silaturahim kamu kawan???