Wednesday, August 8, 2012

Majelis Kajian Keislaman... We Miss You so bad

Begitu banyak perbedaan yang membuat kami merasa rindu

Dulu ketika masih tinggal di Malang (kuliah), kami bahkan baru kali itu bisa merasakan nikmat yang luar biasa. Salah satunya yakni dimudahkan oleh Allah untuk menghadiri berbagai majelis ilmu non formal dan kajian-kajian umum keislaman, mengadakan halaqoh (Liqo') dengan para murobbiah dan sebagainya.

Kami selalu rindu untuk menanti moment tersebut. Kami pernah kehujanan bahkan kecelakaan di jalan raya bersama teman kami demi untuk menuju tempat-tempat yang Allah cintai guna men-charge ruhiyah kami.

Ketika kami dirundung kesibukan yang begitu padat hingga lalai dan malas untuk menghadirinya, rasanya bagai sayur tanpa rasa.

Dari situ, kami bisa bertemu dengan berbagai orang-orang hebat nan shalih seperti Ustadz Salim A.Fillah, ustadz Abdullah Shaleh Hadromi dan lainnya.

Bukan hanya perasaan bahagia yang kami peroleh tetapi juga kedamaian dan kekayaan ruhiyah yang luar biasa.

Namun, itu semua sangat kami rindukan setelah kami pulang ke rumah asal kami.

Di sini, sangat sulit bahkan bisa dibilang hampir tidak ada majelis ilmu yang seperti demikian.

Di sini begitu banyak ahli agama, pemuda-pemudi yang hanif dan berprestasi dalam bidang keislaman namun sayangnya yang masih menjadi pertanyaan, mengapa mereka tidak tergerak untuk menebarkan ilmu yang dimiliki secara bersama-sama seperti halnya yang bisa kami nikmati di kota Malang.

Mereka hanya berfungsi total menebarkan ilmu di bulan ramadhan saja. Itupun, tema-tema yang diangkat monoton, selalu sama setiap tahunnya.

Di luar bulan ramadhan, tidak ada yang bisa menjamin ilmu-ilmu tersebut akan awet dan terus bertambah di setiap orang.

Walhasil, kami men-charge ruhiyah ini dengan belajar melalui buku, zona internet, streaming dan saling mengingatkan satu sama lain melalui pesan singkat(SMS), social media ataupun ketika kami tidak sengaja bertemu kemudian berdiskusi satu sama lain.

Yaa walaupun masih dalam koridor yang sangat kecil dan sangat sulit yang mau menerima, tapi setidaknya apa yang sedikit itu insyaAllah akan lebih tertancap maknanya daripada tidak sama sekali.

Ilmu Allah begitu luas bahkan lebih luas dari apa yang kita peroleh selama hidup ini.

Memang sih, tidak hanya bisa diperoleh dalam majelis ilmu atau kajian umum saja melainkan ada banyak hal, banyak tempat, banyak sumber yang bisa diakses untuk selalu memperbarui ruhiyah ini. Dan, lebih penting lagi, dengan adanya majelis kajian umum itu, kita bisa membangun ukhuwah dengan orang-orang lama ataupun baru di sekitar kita.

Hmm.. Ilmu itu akan membusuk ketika hanya disimpan sendiri dan tidak dibagi kepada yang lain apalagi jika tidak diamalkan.

Majelis ilmu non formal selain TPA/TPQ itu juga penting bagi mereka yang haus akan ilmu Allah.

Majelis ilmu non formal itu manis sebab di dalamnya juga terselip jalinan ukhuwah dalam menggapai ketaqwaan pada-Nya.

Kalau bukan kita, siapa lagi yang akan tergerak untuk saling berbagi ilmu, saling menebar kebaikan dan saling mengingatkan satu sama lain.

--Murobbiah kami selalu berpesan,"jangan pernah tinggalkan liqo'." --
--Bagi kamu-kamu yang selalu mudah mengakses kajian ilmu di manapun itu, bersyukurlah karena diberikan waktu yang banyak untuk berkumpul dengan orang-orang shalih--




No comments:

Post a Comment

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini.