Wednesday, December 5, 2012

Bagaimana Dakwah & Hak-ku?

Bukan merasa sempit tetapi masih ada hak-hak yang belum dibayarkan setelah menyelesaikan kewajiban sebagaimana mestinya.

Saat ini, sungkan bila ingin meminta modal ke Mama, paling nggak buat beli kertas untuk ngirim tulisan ke Bali aja. Dompet benar-benar kosong. Uang recehan di celengan ternyata sudah tidak laku nilainya di kota Parepare ini. Walhasil, sedekah pun mulai renggang--tidak rutin atau sesering dulu.

MasyaAllah. Namun, aku masih meyakini bahwa ada modal terbesar yang kupunya. DOA, DHUHA dan TAHAJJUD. Ya, aku masih punya tiga hal itu, masih mampu untuk menjalaninya.

Setelah berkali-kali menyakskan ceramah ustdz. Yusuf Mansyur di televisi tentang ketiga hal tersebut, akan terus kucoba merutinkan ketiga hal yang aku bisa itu. Meskipun masih saja ada hambatan dan ujian untuk melaksanakan salah satu dari ketiganya, aku yakin Allah mulai menampakkan pertolongan-Nya.

Sekilas, mungkin sulit dipahami. Bagaimana bisa hanya dengan melakukan ketiga hal itu bisa memperoleh apa yang aku inginkan tanpa ada wujud yang nyata berupa "uang". Namun, aku percaya berkali-kali lipat. Sudah jelas janji Allah dalam kitab-Nya. 

Astaghfirullah. Di lain sisi, aku jelas-jelas merasa sesak. Sebenarnya aku butuh hak-ku dari tempat yang mempekerjakanku. Namun, sudah memasuki bulan Desember dan aku pun telah menunaikan kewajibanku pada instansi tersebut tetapi belum jua ada tanda-tanda akan membayar apa yang menjadi hak-ku semestinya. Aku tahu dan sadar--berkali-kali--bahwa materi bukanlah segalanya tetapi untuk melanjutkan dakwah di tempat itu, aku juga butuh beberapa lembar. Bukan hanya ilmu yang selama ini kubagikan. Aku juga butuh beberapa lembar, paling tidak untuk membeli sendiri berbagai keperluan untuk mencetak laporan materi, tinta printer, pulpen dan keperluan lainnya yang bisa kugunakan berdakwah di tempatku mengajar.
Aku pun butuh beberapa lembar untuk menunaikan kewajibanku berbagi kepada yang saling membutuhkan. Bukan hanya berupa senyuman, tenaga, waktu atau pikiran.

Alhamdulillah, entah mengapa, di sisi lain, aku masih terlihat tenang dan dadaku merasa tentram. Sesekali tidak membayangkan atau memikirkan hal-hal yang menjadi masalah bagiku saat ini. Aku harus bersabar dan lebih banyak bersyukur lagi.

Walaupun kata orang tidak baik untuk curhat di kolom blog seperti ini, aku tahu dan aku pun berdoa dalam sujudku. Namun, ini juga adalah rumahku. Blog ini adalah tempatku berteduh dan berbagi suasana hati pada dinding-dindingnya. Tak peduli apakah akan ada makhluk hidup yang menerawangi atau mengintip semua yang kutulis di sini atau tidak. Aku hanya merasa menulis membuatku nyaman. Dengan menuliskan apa yang kurasakan (tetapi tidak semua dalam elemen hidupku harus kubagi) lalu membacanya kembali dan diiringi dengan bait-bait sujud serta doa, aku merasa lega. Meskipun masalah aslinya belum tuntas, aku tetap lega telah menumpahkannya melalui rangkaian literasi di dinding-dinding ini.

Hmm, insyaAllah, sebentar lagi aku pasti akan memperoleh hak-ku. Kalaupun tidak juga dibayarkan dari tempatku bekerja, aku yakin bisa memperolehnya dengan jalan lain--menulis.

Sebentar lagi akan ada beberapa pengumuman kompetisi. Semoga saja aku bisa memenangkan beberapa di antara puluhan yang kuikuti. Hasilnya bukan hanya untuk kunikmati sendiri atau kugunakan untuk melanjutkan dakwah ini. Sesungguhnya aku pun ingin memberikan jerih payahku demi membantu/meringankan sedikit hutang Mama atau Bapak yang belum lunas karena suatu kepentingan di luar sana. Ya, mungkin itulah keinginan yang paling terdalam di antara semuanya. 

InsyaAllah jika Allah meridhoi.....:)

No comments:

Post a Comment

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini.