Tuesday, February 26, 2013

MEDITASI UNTUK OPTIMASI FUNGSI KOGNITIF

“Kita dapat belajar untuk menyadari kehadiran kemarahan yang datang sebagai tamu tak diundang dengan menyambutnya melalui jamuan positif” (Adjie Silarus)

Meditasi yang identik dengan aktivitas pengaturan nafas, memejamkan mata dan duduk bersila bukan diklaim sebagai ritual agama atau tradisi tertentu. Semua orang dari golongan, ras, agama dan daerah/negara manapun dapat melakukan aktivitas tersebut. Aktivitas ini juga bukanlah suatu hal yang sia-sia, melainkan justru mampu memberikan dampak positif yang luar biasa dalam kehidupan.

Pada dasarnya serangkaian aktivitas dalam meditasi sejatinya sangat bermanfaat untuk melatih fungsi kognitif seseorang menjadi lebih baik. Berbagai pendekatan/pola yang ada dalam meditasi, seluruhnya dapat membantu seseorang dalam menyembuhkan “penyakit/gangguan” mental maupun fisik yang diderita.

Proses perenungan yang terjadi pada saat meditasi, membawa seseorang untuk fokus pada DIRINYA SENDIRI. Mengenal segala kelebihan dan keterbatasan diri pribadi beserta kehidupan yang menaungi, pencapaian/prestasi, kegagalan dan segala bentuk penilaian baik buruknya diri kita akan terbuka dengan sangat jelas saat melakukan proses meditasi. Oleh karena itu, dalam prakteknya diharapkan, meditasi dapat mengantarkan diri kita untuk mencapai satu simpul (benang merah) yang menjadi titik fokus meditasi yaitu “take the best and throw out the worst”.

Selain itu, meditasi akan membantu mengendalikan ke mana dan di mana arus pikiran kita mengalir. Sehingga, masalah yang tadinya terasa sangat menyiksa ataupun masalah sepele tidak akan bertumbuh semakin besar dan rumit.

Masih ingat kan poin penting yang harus ditanamkan pada seseorang saat bermeditasi? Yap, fokus pada masa “sekarang”. Sekali lagi, fokus pada apa dan bagaimana bentuk kehidupan yang saat ini sedang kita jalani. Bukan menempatkan diri hanya sebagai cerminan “masa lalu” ataupun memposisikan diri sebagai apa dan bagaimana akan dikenal di “masa depan”. Kedua masa itu jelas sangat sulit dilepaskan dari pribadi seseorang, sebab begitulah fase atau siklus hidup yang dialami. Namun, dengan lebih memfokuskan diri pada apa dan bagaimana “masa kini” diri kita, itu akan lebih membantu kita untuk lebih menggali potensi diri dan mengusahakan yang terbaik untuk kehidupan kita saat ini. Tidak menutup kemungkinan, masa depan kita pun akan lebih bersinar seindah bintang.

Lalu, apa ada buktinya kalau meditasi itu benar-benar memberikan dampak positif? Iya. Salah satu orang yang telah merasakan manfaatnya adalah Adjie Silarus. Beliau adalah pakar meditasi (meditator) yang telah merasakan hasilnya selama bertahun-tahun. Adjie, yang pernah memiliki riwayat gangguan penyakit akibat adanya tekanan mental, beliau memulihkan dirinya bukan dengan obat-obatan. Beliau justru menggunakan teknik meditasi sebagai alternatif terbaik untuk memulihkan kondisi fisik maupun psikisnya pada saat itu. Hasilnya? AMAZING…! Hingga saat ini, beliau merutinkan meditasi dan lebih dari itu, menjadikan meditasi sebagai salah satu lifestyle positif yang saat ini dipilihnya. Implikasinya tentu saja tidak hanya menularkan sisi positif untuk dirinya sendiri, tetapi juga untuk orang-orang di sekitarnya, kliennya dan siapapun yang ingin belajar meditasi dengan beliau.

Oh ya, kalau ada yang bertanya, apakah fungsi meditasi hanya dipusatkan pada fungsi kognitif saja? Jawabannya tidak! Meditasi jelas memiliki banyak manfaat. Meditasi juga mengajak seseorang untuk lebih menumbuhkan kepercayaan dirinya, melatih kesabaran dan kerendahan hati, memudahkan seseorang untuk lebih rajin dan banyak bersyukur, memunculkan sifat penerimaan yang positif atas segala keadaan diri, menyembuhkan berbagai penyakit dan lebih mengenal serta memahami alam sekitar juga Sang Penciptanya.

Meditasi juga sudah banyak diaplikasikan bagi para praktisioner seperti psikiater, psikolog maupun konselor dalam hal konseling atau terapi. Terapi atau proses konseling yang diselipkan metode meditasi akan memberikan efek layaknya "mencium” aromaterapi. Seseorang akan merasakan ketenangan/kedamaian yang luar biasa.

Metode ini juga dapat mengendalikan kecemasan-kecemasan pada suatu objek yang tadinya menimbulkan ketakutan bagi dirinya, seperti pada penderita phobia terhadap hal/objek tertentu. Jadi, meditasi dapat disisipkan sebagai salah satu sesi dalam terapi CBT (Cognitive-Behavioral Therapy) agar dapat membantu klien/pasien meregangkan otot-otot yang kaku, mengurangi tingkat kecemasan serta mengendalikan perilaku “buruk” yang tadinya sering dimunculkan secara sadar atau tidak.

So, untuk memperoleh keseimbangan dampak positifnya, seseorang tentu saja harus melakukan meditasi ini secara rutin dan konsisten. Adjie Silarus akan membantu Anda untuk menciptakan hari-hari yang cerah berbinar dan bahagia dengan meditasi. Anda juga bisa memperoleh berbagai pelatihan yang pastinya akan Anda rasakan sendiri manfaatnya dari proses meditasi bersama Bung Adjie Silarus ini. Jadi, mulailah untuk meniti pola dan gaya hidup yang sehat luar-dalam, jasmani-rohani agar kebahagiaan senantiasa terpancar dalam diri Anda, diri kita masing-masing.

“Pikiran yang jernih dan penerimaan positif akan membuka segala jalan mencapai pertolongan-Nya.” (Adjie Silarus)

Personal Branding Agency, Indscript Creative

Manajemen Adjie Silarus, 268ED6C1

No comments:

Post a Comment

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini. Bila ingin share tulisan ini, tolong sertakan link ya. Yuk sama-sama belajar untuk gak plagiasi.