Saturday, March 30, 2013

LIFE ISN''T EASY BUT WE CAN LIVE IT



Tadi pagi menjelang siang ada sepasang suami isteri dengan seorang anaknya berkunjung ke rumah, dianter oleh tetangga. Mereka ternyata sedang mencari rumah di BTN. Sangat kebetulan, rumah ini akan segera terjual dan kami segera pindah dari sini.

Haruskah kukatakan lagi? Ini sungguh berat. Aku masih ingin di sini sampai masa kontrakku selesai: akhir Juni. Aku bahkan memohon pada-Nya agar rumah ini ditangguhkan hingga awal Juli.

Bukan hanya ihwal rumah dan percepatan kepindahan, serentetan masalah juga mengetuk. Kemarin, naskahyang kutitipkan dua bulan di agensi, tak kunjung mendapat penerbit. Sempat berpikir, mungkinkah naskahku terlalu buruk. Segera kutepis pikiran itu dan kembali optimis. Bila Allah menghendaki, aku yakin, naskahku akan terbit tapi mungkin di penerbit lain. Akhirnya, kutawarkan ke list penerbit selanjutnya.

Lain dari itu, aku jenuh. Bapak menawariku lowongan BUMN dan menyuruhku untuk mendaftarkan diri. Aku belum juga menyelesaikan pekerjaanku yang sekarang, palng tidak hingga masa kontrak berakhir. Bukan berarti aku tidak suka tantangan dan tidak mau mencoba hal baru. Aku merasa sangat tidak adil bila harus meninggalkan amanahku ini di tengah keinginan Bapak. Aku sudah cukup jenuh. Aku bukan robot yang bisa disetel dan diperintah melakukan hal yang kurang kusukai, kendati pun itu masalah pekerjaan.

I have my own way,

I believe, I can grow with my passion

Sulitkah untuk memahaminya?

Saat ini aku tengah berjalan pulang, kembali ke dalam lingkaran passion yang selama ini Allah kirimkan untuk kusentuh kembali. Aku sudah setengah jalan, menggarap proyek meski kegagalan tengah mengancam. Amanah satu pekerjaan juga tengah kujalani meski begitu banyak cobaan, menghadapi segelintir mahasiswa yang sangat spesial.

Ya, memang. Life is not easy. Selalu saja ada godaan yang mendera, bahkan dari orang terdekat. Aku tidak bermaksud membantah. Aku hanya terdiam karena jenuh sudah memuncakkan didih di kepala.

Aku ingin fokus pada apa yang telah membuatku hidup. Aku tak ingin dipaksa untuk hal lain. Aku ingin berjalan di jalur yang kupilih. Aku yakin, aku mampu. Uggh, paling tidak, aku bisa mempertimbangkannya pasca kontrak mengajarku kelar, tolonglah, aku hanya ingin bersabar menyelesaikan satu per satu amanah ini sampai tuntas.

Aku percaya pada quote di atas, aku sudah sangat yakin dengan apa yang kupilih nggak akan kusia-siakan.

No comments:

Post a Comment

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini.