Sunday, March 24, 2013

TRUK DJ: BUANG SAMPAH JADI MENYENANGKAN

Zaman dulu, buang sampah itu adalah ritual yang paling kubenci. Kebetulan, aku yang selalu disuruh setiap sore pulang dari ngaji untuk buang sampah ke sebuah bak besar penampungan terakhir di bagian belakang kompleks BTN.

Namun, setelah memasuki tahun 2000-an, pemerintah dan dinas pemerhati lingkungan di kota Parepare mulai "bangun" melihat kondisi bak sampah di beberapa titik area yang sungguh memprihatinkan. Sama, termasuk juga bak sampah di kompleks ini yang benar-benar sangat tidak sehat, sampah yang terbuang bisa jadi tercecer hingga ke jalanan kompleks karena terbawa oleh anjing, ayam dan kucing dan baunya itu loh bikin mau muntah tiap kali habis buang sampah ke sono.

Semenjak itu, mulailah pemerintah mengoperasikan truk pengangkut sampah ke penjuru area kota mungil ini. Areal bak penampungan sampah tadi sudah tersulap menjadi sebuah masjid yang teduh dan lapangan bola di sebelahnya pun mulai dibangunkan beberapa tambahan rumah untuk para penduduk/pendatang dari luar kota/pulau. Semua tertata apik dan tidak ada lagi tuh masalah-masalah yang tadi aku sebutin di atas. Anjing, ayam dan kucing pun nggak lagi berprofesi sebagai perusak lingkungan hehe.

Tiap pagi akan datang truk hijau pengangkut sampah di kompleks BTN dan di seluruh penjuru kota Parepare ini. Tapi, truk pengangkut sampah ini sangat beda dari yang lain atau yang biasa kutemukan sewaktu kuliah di Malang atau berkunjung ke kota besar lainnya.


Biasanya truk-truk sampah kebanyakan ukurannya lebih mini, mirip seperti mobil kap. Di Parepare ini sangat unik. Truk pengangkut sampahnya lebih besar dan warnanya benar-benar go green (hehe sesuai juga tuh sama warna favoritku hihi). Nggak hanya itu. Yang lebih menarik lagi adalah, truk pengangkut sampah adalah angkutan terheboh di antara mobil atau angkutan lain, paling beken sepanjang masa insyaallah. Apa yang membuatnya sebeken itu? Itu karena truk pengangkut sampah sering memutar berbagai lagu jadul hingga up to date dengan berbagai genre, itu tiap kali lewat, diputar kenceng-kenceng hingga dari radius 200 meter cukup terdengar. Hahah, Dahsyat atau Inbox aja kalah dengan truk pengangkut sampah. Aku menyebut truk itu sebagai truk DJ, saking hebohnya.




Jadi, ritual buang sampah para penduduk di kota ini menjadi hal yang sangat menyenangkan. Meskipun petugasnya memakai baju kumal dan terkesan kayak ninja hatori, tapi musik/lagu dan kehebohan yang diberikan mereka sudah mampu memberikan efek positif untuk menciptakan manusia yang peduli terhadap lingkungan, manusia yang disiplin dalam hal "membuang sampah".

Jadi, kalo mau tahu kapan (jam berapa) dan di mana truk sampah itu datang, tinggal dengerin aja musiknya. Kalo dari jarak jauh udah terdengar dentuman musik yang heboh bin kencang entah itu di pagi buta atau di saat pagi sedang hujan deras, itu sudah pasti truk pengangkut sampah.

Ya. Truk ini nggak hanya beroperasi di pagi yang cerah berbinar saja. Di kala hujan derasnya minta ampun pun, truk ini akan datang. Yang jelas di pagi hari. Tapi kalau hari Minggu, biasanya lebih pagi lagi. Jadi, orang-orang yang masih mendekam di pulau kapuk pasti akan langsung bangun dan buru-buru menyiapkan sampah mereka ke depan rumah. Kalo nggak dikeluarin dari rumah, bisa-bisa bakal ketinggalan moment nyetor sampahnya.

Aku pikir, dinas kebersihan kota Parepare sudah lebih maju dan kinerjanya sudah lebih baik dibandingkan kota lainnya bahkan dibandingkan dengan kota-kota besar. Hal ini terbukti dengan sudah seringnya kota kecil pesisir ini menyabet penghargaan Adipura sejak tahun 2004. Hingga tahun 2012 kemarin, sudah 8 kali Parepare memperoleh Adipura dalam kategori kota sedang. Bahkan, yang lebih besar lagi ada monumen Adipura yang tertancap di Pantai Senggol loh, hehe.

Senang bila melihat para penduduk juga kita bisa disiplin dalam membuang sampah. Dengan adanya truk DJ ini, semoga bisa menjadi inspirasi bagi kota-kota kecil hingga besar lainnya. Tapi, tentunya tiap daerah/kota pasti pemerintahnya punya rancangan dan trik tersendiri untuk menggerakkan ritual buang sampah yang menyenenangkan.

Ini semua juga berkat jerih payah seluruh lapisan masyarakat di kota ini. Dengan demikian, hingga sekarang, pemerintah kota Parepare masih konsen dan istiqamah untuk memerhatikan lingkungan sekitar agar lebih asri dan hijau lagi.

Nah, ini ceritaku

Bagaimana dengan cerita Anda? Silahkan dibagi

No comments:

Post a Comment

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini.