Sunday, April 14, 2013

BANGUNLAH CINTA, JANGAN JATUH CINTA

Apakah kamu merasa sedih, merasa tidak pantas untuk dicintai siapapun? 

Tahukah kamu? Energi terbesar yang membuat alam semesta beserta isinya saling dapat saling berhubungan, tarik-menarik, itu adalah cinta. Cinta adalah gravitasi terbesar yang membuat planet dan orbitnya saling berputar, hujan dan matahari saling bergantian memberi kenikmatan, kebaikan dan kejahatan saling bersinggungan, kekuatan yang mampu membuat kita keluar dari "tenda" kita sendiri, hingga yang paling sering kita jumpai: pria dan wanita saling tertarik.

Bahkan, sebuah penelitian bertaraf internasional dari seorang psikolog bernama David Buss, menanyakan 10.000 orang dari 37 budaya berbeda, kualitas apa yang paling mereka inginkan pada pasangan hidup. Hasil penelitian itu menunjukkan, hampir semua bangsa bahkan laki-laki maupun perempuan menjawab dengan satu kualitas yang selalu berada di urutan teratas yaitu ketertarikan satu sama lain dan cinta.

Menyebut atau menuliskan lafal C I N T A saja sudah menjadi hal yang menyenangkan. Kalau demikian, semestinya cinta itu adalah energi positif yang membahagiakan. Namun, seringkali kita temui di keseharian, beberapa kasus getir yang berkaitan atas nama cinta. Ada yang mengalami masalah pengkhianatan cinta atau ada pula yang tidak bisa mencintai dirinya sendiri karena merasa terlalu banyak kekurangan.

Kalau dicermati, memang salah bila kita mengatakan kalimat "JATUH CINTA", apalagi menyanyikan Jatuh cinta berjuta rasanya. Kenapa? Jatuh cinta, cinta yang disandingkan dengan kata jatuh akan memberikan makna yang menyedihkan. Mungkin kita tidak sadar, ketika menyematkan kata "jatuh" saat mencintai seseorang atau sesuatu maka kalimat itu tanpa sadar juga akan membawa kita pada proses yang menyakitkan. Seseorang yang jatuh cinta akan cenderung mudah terjatuh, rapuh, lemah, pesimis, melankolik, merasa tidak berdaya tanpa cinta itu, pikirannya tidak stabil, bahkan bisa jadi tidak akan cukup kuat untuk mempertahankan cinta yang tadinya dijalin. Cinta yang disertai kata jatuh secara tidak langsung juga akan menyisipkan napas-napas nafsu dan dampak emosional yang tidak terkendali.

Heum, cinta selalu saja menguarkan tanda tanya, sulit ditebak akan merambat pada apa, siapa, mengapa, kapan, di mana dan bagaimana.

Saat pertama kali aku mendengar seseorang menyebut cinta dengan kalimat yang berkebalikan dari JATUH CINTA, aku merasakan hal yang berbeda. Bangun Cinta. Itu dia kalimat yang kusuka. Entah siapa, aku lupa dari mana aku mendengarnya. Memang betul juga, bukankah sebaiknya dan seharusnya cinta itu ditanam, disemai, disiram dan dipupuk agar dapat tumbuh menjadi energi yang semulanya membahagiakan? Membangun cinta adalah hal yang sangat menggairahkan dan tentunya akan memberikan limpahan efek positif pada si pembangunnya. Cinta yang tadinya rapuh, bila ditanam ulang dengan pupuk yang berkualitas dan dipelihara dengan segenap jiwa dan hati, tentu saja akan tumbuh dengan subur dan suatu hari akan menjadi pohon yang menawan, buahnya pun manis. Sekalipun hama menggerogoti sesekali atau berulang kali, si penanam tidak akan mudah untuk putus asa merawatnya sebab dari niat awal yang berkata "bangunlah cinta", bukan "jatuh cinta".

Sederhana, namun terkadang sering terlupakan. Sudahkah kita membangun cinta hari ini?

"Cinta selalu saja menguarkan tanda tanya, sulit ditebak dan akan merambat pada apa, siapa, mengapa, kapan di mana dan bagaimana,. Cinta seharusnya menuaikan benih-benih kedamaian dan kebahagiaan. Sebab, cinta adalah potensi yang sudah ditanamkan Sang Maha Cinta dalam diri kita, maka kitalah yang harus membangunnya, bukan terjatuh karenanya." (Yanuarty Paresma Wahyuningsih) 

No comments:

Post a Comment

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini.