Wednesday, April 10, 2013

FORMULA KEBERUNTUNGAN

Dulu, aku sering mendengar pepatah yang berbunyi "Orang pintar kalah sama orang cerdas, orang cerdas kalah sama orang beruntung".

Dulu, banyak temanku yang mengatakan kalo orang beruntung itu selalu bisa mendapatkan apa yang diharapkan dan diinginkannya... sekalipun tanpa usaha. Dulu, aku juga pernah diberi label sebagai orang yang paling beruntung di antara teman-teman. Mereka selalu memuji tapi aku sama sekali tidak menggubris. Bukan berarti sombong namun, definisi keberuntungan menurutku sangat jauh berbeda dari apa yang dikatakan oleh teman-teman.

Suatu ketika, aku sempat terpengaruh oleh omongan teman-teman yang berkata bahwa keberuntungan itu gak perlu capek-capek usaha. Maka, aku iseng mencobanya. Ngikut kuis berhadiah beberapa kali tanpa usaha yang maksimal. Hasilnya, jelas saja aku gagal. Tapi, waktu itu pikiranku begitu dangkal. Aku bilang bahwa aku gagal karena "belum beruntung". Bah, fanatik sekali.


Lama-kelamaan aku sadar, aku mulai mengamati beberapa orang yang sangat getol mengikuti beragam kuis dan lomba. Aku juga mencoba mengingat flashback beberapa pengalamanku kala SD dan SMP dulu. Lalu, aku mulai membandingkan omongan teman-teman dengan fakta yang ada. Dari situ, aku kemudian bertanya-tanya, "Kalo dulu aku nggak usaha bikin naskah pidato sendiri secara maksimal, nggak berusaha belajar pidato yang baik, nggak berusaha belajar public speaking meski aku terbilang masih sangat pendiam..., mana mungkin aku bisa juara?"

Aku juga berpikir, "Kalo aku nggak belajar dan berdoa mana mungkin aku bisa konsisten menduduki peringkat di sekolah?"

Aku juga berpikir, "Kalo saja orang-orang yang menang kuis itu gak ngikuti peraturan dan cuman diem aja, mana mungkin mereka bisa menang?"

Dari sinilah, aku mulai sadar bahwa pemikiran kuno itu tidak terbukti. Keberuntungan itu punya mata tapi tidak punya kaki. Dia hanya akan menghampiri apabila ada sesuatu atau seseorang yang menggerakkannya, bukan ujug-ujug lompat sendiri.

Kenapa orang-orang bisa memperoleh keberuntungan, kenapa orang-orang bisa bernasib baik, coba lihat dalam Al-Quran Ar-Ra'd:11

".....Sesungguhnya Allah tidak mengubah nasib suatu kaum sehingga mereka mengubah keadaan yang ada pada diri mereka sendiri. Dan apabila Allah menghendaki keburukan terhadap suatu kaum, maka tak ada yang dapat menolaknya; sekali-kali tak ada pelindung bagi mereka selain Dia."

Jelas bahwa keberuntungan itu bukan sesuatu yang "mistik" atau "ajaib". Kita beruntung karena formula yang kita lakukan demi menggapai keberuntungan itu. Formula keberuntungan itu antara lain: Usaha, Keyakinan/Optimis, Semangat Tinggi, Bersyukur dan Doa. Kalau ini versi aku. Barangkali ada formula lain yang Anda yakini untuk menggapai keberuntungan.

Orang pintar dan cerdas bukan berarti kalah dengan orang beruntung. Hanya saja, kita tidak pernah menyadari bahwa ada beberapa hal yang membuat orang beruntung itu bisa mengalahkan orang cerdas dan pintar. Dan, apa saja yang mereka lakukan untuk menggapai sebuah "nasib baik" itu berkat formula yang mereka lakukan, bukan karena hal-hal mistik, bukan hanya dengan berdiam diri sambil menengadahkan tangan tanpa berbuat apapun.

Keberuntungan itu akan selalu jadi milik kita. Keberuntungan itu akan menghampiri kita. Tentunya dengan kadar yang berbeda-beda yang sudah ditetapkan oleh Sang Pemberi keberuntungan itu sendiri, sesuai dengan usaha terbaik kita pula.

Merasa kurang beruntung? Jangan galau deh! Coba koreksi lagi, barangkali ada formula yang kurang sehingga menyebabkan kita gagal.

Semulia dan seterkenal apapun orang yang beruntung itu, tapi yang lebih beruntung adalah orang-orang yang senantiasa bersyukur. ^___^ Semakin rutin bersyukur, maka nikmat baik pun akan berlipat ganda. 

Salam hangat, by Paresma Elvigro


No comments:

Post a Comment

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini.