Monday, April 8, 2013

MANFAAT KESALAHAN

Pagi ini, saya ingin berbagi tentang sebuah kata: "SALAH". Baru saja saya mendownload sebuah ebook yang diterbitkan oleh DAR! Mizan. Sebelum masuk ke inti, saya mau cerita dikit. Kalo ingat ebook, dikit galau juga sih, karena kemaren ditawarin buat jadi penulis ebook tapi gara-gara saya nggak punya tablet android ataupun apple buat bukanya, alhasil naskah saya tarik lagi untuk sementara waktu, selain itu karena nggak punya tablet ntar jadi bingung prmosiinnya gimana. Sekarang saya sedang melakukan beberapa rencana. Karena saya pengen banget bisa kembali mendaftarkan diri di ebook publishing itu, jadi saya pengen bisa ngelakuin sesuatu agar nantinya bisa membeli tablet android. Sebisa mungkin saya pengen tetep konsisten ngikutin lomba blog sebagai harapan bahwa salah satu pintu rezeki buat beli tablet itu berasal dari lomba itu. Hehehehe... But, it's the way I wanna push myself to write more and more.



Nah, kembali lagi tentang download-an ebook tadi. Alhamdulillah kebetulan ebook yang kudownload itu gratis jadi udah diconvert ke PDF biasa sehingga nggak butuh android ato apple buat bukanya.

Hari ini saya mendownload sebuah ebook berjudul "BOLEH DOGN SALAH" karya Irfan Amalee.

Belum semua dibaca sih, tapi saya sudah bisa menarik gambaran isi buku ini dari daftar isinya. Dalam ebook ini, kita diajarkan sebuah paradigma baru sama seperti slogan RINSO yang berbunyi Berani Kotor Itu Baik. Cuman, kalo di ebook ini, kita diajarkan bahwa keberhasilan itu nggak terlepas dari yang namanya "KESALAHAN"


Sekilas baca bagian awalnya, ternyata ada yang namanya ilmu KELIRUMOLOGI. Seorang bernama Jaya Suprana menghimpun kesalahan-kesalahan dalam kehidupan kita ini lalu meramunya menjadi sebuah disiplin imu yang ia sebut sebagai "kelirumologi". Hahaha... kedengarannya rada absurd, nyeleneh dan ganjil banget, kan? Tapi menurut saya, bukankah orang kreatif itu selalu identik dengan keganjilan, nyeleneh dan absurd?

Jadi dari Kelirumologi, Jaya Suprana bertujuan untuk menelanjangi sisi superioritas manusia. Seorang manusia yang mengaku sangat hebat terkadang mereka nggak sadar bahwa sehebat apapun dia, toh pasti dia juga akan melakukan kesalahan, baik disadari ataupun tidak. Jadi, dari kelirumologi inilah, kita diajak untuk mempelajari kekeliruan demi mencari sebuah kebenaran. Inilah yang kemudian menjadi paradigma baru dalam peradaban hidup kita.

Kadang, kita tanpa sadar menginginkan sesuatu tapi malah keliru dalam berpikir dan bertindak. Dalam buku inipun mengatakan bahwa skenario awal kehidupan manusia pun tidak luput dari kesalahan.

Adapun kesalahan-kesalahan itu antara lain:
-Nabi Adam dan Hawa ang merupakan manusia pertama juga melakukan kesalahan. Atas bujukan iblis, mereka memakan buah khuldi. Padahal jelas-jelas mendekati pohonnya saja sudah menjadi satu kesalahan fatal. Nah, ujung-ujungnya, mereka memakan buah itu hingga tampaklah aurat mereka, lalu atas kesalahannya itulah mereka dihukum dan diturunkan ke bumi. Dari skenario awal inilah, Allah ingin menunjukkan pada kita semua bahwa manusia itu adalah tempatnya berbuat salah dan lupa. Allah juga mengingatkan kita bahwa setiap waktu kita bisa saja terjebak oleh perangkap kesalahan yang disebar oleh para penyebar kesalahan (iblis/setan, red).
-Kisah pembunuhan pertama yang dilakukan oleh Qabil terhadap saudaranya Habil. Ini juga mengajarkan kita bahwa manusia itu memiliki peluang untuk melakukan kesalahan, sekecil ato sebesar apapun itu.
-Nabi pun juga manusia. Dari Nabi Yunus a.s. juga pernah berbuat salah, lari dari tugasnya dan meninggalkan negerinya, Ninawa. Dan ketika dia harus terjun ke laut sampai tertelan oleh ikan paus. Di dalam perut ikan itulah, Nabi Yunus a.s. menyadari kesalahannya dan mengintrospeksi diri serta meminta ampun pada Allah. Dan, masih banyak lagi kisah Nabi lainnya.
-Zaman dulu, juga terjadi kesalahan dalam pembuatan kalender masehi di zaman Julius Caesar. Dulu, ada loh orang yang sampe punya tanggal lahir 50 FEBRUARI. WAW!!! Kebayang nggak tuh banyak banget jumlah hari dalam bulannya, ditambah lagi bulan November zaman Roma dulu sampe 97 HARI. Perhitungannya kalender Julius pun selalu meleset satu hari setiap 128 tahun. Akhirnya kesalahan itu numpuk dan nggak ada yang mau memperbaikinya. Alhasil, kesalahan ini berpengaruh pada perayaan hari besar keagamaan. Sampe akhirnya pada pemerintahan Paus Gregorius XIII, memutuskan untuk memperbaiki kalender tersebut yang kemudian dikenal dengan kalender gregorian. Tapi anehnya, ternyata masih banyak orang yang malah milih pake kalender Julius ketimbang Gregorius kayak sebagian orang Rusia. Kalender yang kacau dah intinya dan jelas berselisih beberapa hari dengan kalender masehi yang umum.

Well, masih buanyaaaaaak kesalahan-kesalahan lainnya yang pernah terjadi.

Tapi pada intinya, dari kesalahan-kesalahan kita bisa belajar banyak hal. Dari kesalahan, kita bisa menjemput sebuah kebenaran bahkan kesuksesan. Dan dari kesalahan kita juga diajarkan tentang kata "MAAF". Kita diajarkan bahwa Allah itu Maha Pemaaf bagi siapapun yang telah melakukan kesalahan dan telah mengakui kesalahannya kemudian nggak ingin ngulangin lagi (tobat, red).

Overall, ebook ini pasti bakalan kubaca sampe tuntas. Ebook ini cukup berkualitas dan menggugah pemikiran kita agar nggak pernah takut bila berbuat salah, mau mengakui kesalahan dan mau memaafkan kesalahan yang dilakukan.

FINISH ^___^

2 comments:

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini.