Wednesday, June 5, 2013

CATATAN HATI DOSEN JUNIOR (11)

Gold Morning guys!!! ^_^
Sebenarnya mau posting kemarin, tapi karena sibuk ngatur file UAS dan update plot novel jadi baru bisa pagi menjelang siang ini nulisnya.

To the point aja....
Kemarin adalah hari UAS mata kuliah TEORI BK, tepatnya pukul 09.15 WITA (iya WITA, karena saya ada di wilayah kota Parepare, Sul-Sel. ^^

UAS kemarin, saya membagi mahasiswa menjadi dua bagian: genap dan ganjil. Jadi, mahasiswa yang akhiran angka NIM-nya genap masuk lebih dulu. Sebenarnya, saya sedikit kecewa kemarin. Kenapa? Sebab, sebagaimana peraturan yang sudah kami sepakati, bahwa mahasiswa boleh mengikuti UAS asalkan bisa mengumpulkan tugas take HOME video UAS pada hari itu juga. Tugas take home video itu sudah saya berikan jauh di pertemuan awal-awal dan kemarin hanya ada satu kelompok yang mengumpulkan paling awal, sementara dua kelompok sisanya belum menyelesaikan. Jadi, sebelum UAS dimulai, kami berunding sejenak. Saya tanya kepada teman-teman, apakah mereka mau ikut UAS atau tidak? JELAS JAWABNYA MAU LAH YA, hehehe...


Tapi, saya bilang, bagi yang tidak mengumpulkan tugas take home tidak diperkenankan mengikuti UAS. Hmmm... cukup membuat mereka sedih dan saya semakin kecewa. Namun, akhirnya, saya menawarkan kebijakan terakhir untuk mereka. Saya tawarkan bahwa mereka boleh mengikuti ujian asal untuk take home video matkul teori BK bisa dikumpulkan hari ini juga dengan DL tidak lebih dari jam 4 sore, karena di atas jam itu saya pergi menjemput mama saya. Lalu, sebagian dari mereka ada yang awalnya merasa ciut dan tidak sanggup. Lalu, saya tegaskan kembali, kalau sanggup silahkan ikut ujian dan setelah ini selesaikan sesegera mungkin take homenya tapi kalau tidak sanggup, apa boleh buat, saya tidak bisa melanggar peraturan yang saya buat. Dengan kepala yang mungkin sudah panas dingin ditambah ada hawa pesimis yang mereka tunjukkan, untung saja, finally, mereka bersedia.

Lalu, setelah kesepakatan terjalin, kami pun mengikuti UAS. Seperti kuis-kuis yang biasa saya berikan, saya juga menyelipkan satu bagian coretan di lembar ujian agar mereka bisa dengan jujur menuliskan kondisi mereka pada saat itu juga. Ternyata, ada teman yang menulis sedang ada masalah, banyak masalah, baik-baik saja, lapar, ngantuk, pusing bahkan ada pula yang dengan jujurnya menuliskan bahwa hari ini dia sedang benar-benar merasa bodoh dan tidak bisa/tahu apa-apa. Selain menuliskan kondisi, saya pun memberikan stimulus berupa cek ricek mengenai keyakinan mereka, apakah mereka bisa lulus dalam ujian dengan hasil baik atau tidak. Sebagian kecil dari mereka ada yang melingkari tanda "TIDAK YAKIN LULUS". Ketika saya tanya, ada apa kok dia pesimis begitu, apakah karena tugas take homenya kebetulan belum selesai sehingga di awal tadi takut kalau saja tidak bisa ikut UAS? Lalu, dia menjawab bahwa dia memang seperi itu, lucunya dia bilang lebih baik pesimis di awal agar pikiran dan ekspektansi tidak berlebihan. Hmmm... paradigma melankolik. Teman saya itu memang begitu adanya.

Sebenarnya, kalau dilihat dan ditelaah, mereka termasuk teman yang suka pesimis itu adalah mahasiswa/i yang tergolong rata-rata cerdas. Tapi, keyakinan yang dibentuk di awal terkadang membuat mereka benar-benar terperosok. Hal ini kejadian pada beberapa kuis. Lagi-lagi teman yang tadi cukup pesimis tidak akan dapat nilai baik untuk kuis tersebut. Ternyata benar, keyakinan dan rasa pesimis yang dibangun sejak awal malah membuat kondisi mood-nya tidak baik, mengeluh, gelisah dan tidak punya harapan baik. Tapi, anehnya juga, di kuis lain dia justru meningkat dan memperoleh hasil yang baik dari sebelumnya. Hmm... saya menangkap bahwa dia memang rada moody-an.  Ya, semoga dia seterusnya tidak seperti itu lagi dan tetap semangat.

Next....
Ketika, di akhir waktu ujian kemarin, baik kelompok genap maupun ganjil, ada yang bener-bener gelisah. Kondisi awal dia menuliskan bahwa dia sangat senang namun ketika menjawab soal-soal tersebut wajahnya tampak cemberut. Saat saya mengawasi lalu sesekali melempari senyum ke arahnya, jelas terbaca bahwa dia sedang bingung. Ada pula yang sedari tadi bengong tidak tahu menulis apa, saat disodori senyum semangat, dia malah menutup wajahnya lalu menertawakan dirinya sendiri. Hmm... teman-teman kalau lagi ujian selalu memunculkan sikap dan perilaku yang aneh-aneh memang. Bukan cuman mereka, saya pun dulu demikian. Hehehe...

Overall, saat membaca sekilas jawaban UAS mereka, untuk soal analisis kasus, saya menemukan jawaban yang unik. Ya, unik seperti orang dan pribadinya. Seperti yang saya ceritakan dulu bahwa saya punya teman mahasiswa (laki-laki) yang cukup introvert dan susah ngomong, yaaa,,, tiap ikut kuis, ujian atau menulis apapun, jawabannya unik-unik dan panjang lebar. Saya sangat memahami karakter dirinya, sebab saya juga termasuk pribadi yang rada introvert. Kalau ngomong di kelas bukanlah prioritas bagi saya, tapi kalau sudah menulis materi, ikut ujian hampir seluruh kertas dipenuhi oleh uraian jawaban yang mungkin bagi sebagian orang yang tidak mengenal saya pasti bilang terlalu detil, terlalu lebar atau mungkin.... Hehe, silahkan komentar sendiri. Hmm. meskipun demikian, saya tetap menghargai setiap jawaban essai yang mereka berikan untuk kasus tersebut.
Karena itulah cara pandang mereka. Dari jawaban-jawaban itu, saya bisa mengenal, mana orang yang detil, mana yang berbelit-belit tapi tidak nyambung, mana yang panjang lebar tapi fokus dan konsisten, dan mana yang singkat tapi menohok. Semua karakter mereka terbaca lewat tulisan maupun perilaku mereka, dan cukup membuat saya surprise. :D

Oh iya, kemarin pun ada surprise yang saya peroleh. Masih ingat kan kalau saya pernah cerita bahwa saya punya teman yang awalnya eneg banget kalau ketemu saya dan pas kajian GC pun dia hanya datang dua kali. Yap, dia seorang laki-laki, bertubuh mungil dan sebenarnya cukup murah senyum plus agak pendiam.
Di awal, dia pernah menuliskan bahwa dia sangat bosan dengan mata kuliah yang saya bawakan. Sewaktu ikut kajian guidance club tahun lalu pun, dia benar-benar terlihat tidak begitu minat dan tiap memandang saya, wajahnya cemberut, sinis dan mungkin eneg kali ya.
Tapi, lambat laun, di evaluasi terakhir kuliah, dia menuliskan bahwa dia sudah menerima mata kuliah itu dan cukup senang mempelejarinya. Setiap tahap perubahannya benar-benar membuat saya surprise. Terang saja, dia yang awalnya eneg, eeh... malah murah senyum di hadapan saya. Tiap di kelas, dia selalu melempar senyum baik ke teman maupun membalas senyum saya. Dan, kemarin saya lebih dikejutkan lagi. Kenapa? Pada saat saya pamit pulang ke mereka, dia berdiri di depan saya, bersandar di tembok selasar kelas sambil memegang kertas. Saat saya lewat dan berlalu pamit sama mereka sambil mengucap salam, saya baru saja melangkah satu meter dari tempat dia berdiri, eh, dia teriak, "Hati-hati ya Kak!" lalu tersenyum sangat manis, hahaha bahasa alaynya unyu-unyu. Hmm... Ya Allah, saya mimpi apa yaaa, bisa diberikan perhatian sama dia yang tadinya mungkin tidak suka dengan kehadiran saya.
Yaa... tapi, mendengarnya mengatakan itu kemarin, saya cuma berbalik sekilas lalu dalam hati saya jawab iya, tenang saja. Loh, tapi memang tidak ada yang perlu dikhawatirkan karena saya bisa menjaga diri dengan baik, insyaAllah. Sebenarnya juga sih, yang kerap memberikan perhatian dan mengatakan itu adalah mahasiswi2, tapi tumben ya, hmm... yaaa, itu sih saya anggap sebagai bentuk perhatian sesama teman saja. Lagipula saya juga tidak lagi mengajar di kampus itu semester berikutnya, jadi wajarlah kalau perubahan itu terjadi pada dirinya.
Etts... tapi, serius, saya tidak pernah kepikiran juga kalau sampe terjadi merah jambu dalam kelas itu hahaha :D. Lagian bukan cuman dia saja, tapi mahasiswa yang introvert itu juga sering memberikan perhatian, seperti mendorongkan kursi ke arah saya (mungkin dia yang capek melihat saya berdiri terus), atau bentuk perhatian sesama manusia lainnya. Sangat wajar :)

Dari cerita UAS ini, saya sangat berharap, nilai teman-teman bisa baik semua, tidak ada yang error dan di akhir perpisahan kami, saya bisa mempersembahkan yang terbaik untuk mereka. Meski ini belum seberapa dan mungkin tidak berarti apa-apa, tapi semoga apa yang sudah kami lewati bersama bisa terus terpatri dalam hati, bisa keep contact, mereka juga bisa belajar lebih baik dan lebih luas lagi dalam berpikir dan hal-hal baik lainnya. aamiin... wallahu'alam bisshowab^^

No comments:

Post a Comment

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini.