Sunday, June 16, 2013

FAKTA TENTANG MEDITASI

Pada suatu kesempatan, saya pernah menyarankan pada mahasiswa-mahasiswa saya di kelas. Bila memiliki masalah dan merasa tidak sanggup untuk memecahkannya, daripada kantong bolong karena berkali-kali mendatangi psikolog, lebih baik lakukan pertolongan pertama pada diri sendiri. Caranya, dengan meditasi, begitu kata saya.
Mendengar kata meditas, bagi sebagian orang ternyata masih banyak yang berpikir bahwa meditasi adalah suatu kegiatan yang bersifat mistis dan hanya boleh dilakukan pada orang-orang tertentu dan dalam waktu yang tertentu pula. 

Bagi sebagian orang, mereka masih beranggapan bahwa meditasi lebih kepada penyembuhan yang bersifat spiritual dan mistis. Lebih dari itu, masih banyak pula yang beranggapan bahwa praktik meditasi biasanya dilakukan oleh para 'dukun'. Padahal, sebenarnya tidak demikian. Justru, selain memberikan efek penyembuhan spiritual, meditasi pun bermanfaat secara psikologis maupun fisik. Tidak dimungkiri, memang masih banyak kalangan masyarakat/khalayak yang belum mengetahui ada banyak fakta mengenai meditasi. 

Berikut ini, Adjie Silarus akan memaparkan beberapa fakta tentang meditasi.
  1. Meditasi tidak terikat oleh waktu. Sebagian besar orang masih saja mengira bahwa praktik meditasi akan menyita waktu yang sangat lama, bahkan berjam-jam. Namun, Adjie Silarus membantah pemikiran ini. Saat ini, meditasi sudah bisa dilakukan hanya dalam waktu satu menit. Apa yang bisa dilakukan seseorang dalam waktu satu menit? Adjie menuturkan melalui teknik meditasi sejenak hening yang dirancangnya. Waktu luang yang amat singkat bisa dimanfaatkan untuk mencoba teknik sejenak hening ini. Semisal Anda sedang istirahat di kantor, luangkanlah waktu sejenak dan ajaklah diri Anda untuk berdiam diri, berkonsentrasi pada diri sendiri selama satu menit tersebut. Anda pun bisa melakukan teknik bernapas. Dengan teknik ini, Anda berkonsentrasi pada pernapasan. Anda sadari ketika menghirup dan mengembuskan napas. “Saat bernapas secara sadar, kita memulihkan diri sepenuhnya dan merasakan hidup di masa sekarang, saat ini, bukan masa lalu maupun masa depan,” ungkap Adjie, salah satu klien Personal Branding Agency di Indscript Creative ini.
  2. Meditasi dapat dilakukan di mana saja. Zaman dulu, bila kita lihat, seseorang pasti akan mencari-cari tempat yang hening, sunyi, senyap sampai tempat yang gelap dan jauh dari pusat keramaian hanya untuk bermeditasi. Tapi, siapa bilang kalau meditasi seterusnya hanya dapat dijalankan di tempat-tempat seperti itu? Meditasi itu bisa dilakukan  di mana pun. Ya, di mana pun, mau itu di kamar tidur, kamar mandi, depan mall, di taman kota, di kantor, sekolah, kampus dan lainnya. Misalnya saja, pada sebuah kesempatan, Anda sedang berada di bandara dan jadwal penerbangan ternyata ditunda. Daripada mendumel, Anda bisa memanfaatkan situasi ini dengan bermeditasi menenangkan pikiran. Caranya, Anda bisa duduk di kursi dengan posisi tegak dan kedua tangan di atas paha sedangkan kaki menginjak lantai, atau Anda pun dapat mengambil posisi bersila di lantai. Konsentrasi pada pernapasan Anda selama satu menit. Sejenak kembali “pulang” pada diri sendiri dengan berlatih menyadari napas dan berlatih tersenyum. Mudah, kan?  
  3. Meditasi dapat dilakukan kapan saja. Misalnya saja ketika di kantor, Anda mengalami kejenuhan dalam bekerja. Anda dapat meluangkan waktu satu menit untuk melakukan meditasi sejenak hening. Menurut meditator yang mempunyai akun twitter @AdjieSilarus ini, “Meditasi dapat menjadi alternatif untuk mengurangi stres, bahkan hal ini terbukti dari penelitian Dr. Benson, seorang profesor dari Sekolah Kedokteran Harvard di Amerika dalam bukunya yang berjudul Relaxation Response. Dalam bukunya dikatakan bahwa dengan bermeditasi, melemaskan/mengistirahatkan tubuh dan fokus pada pernapasan. Dengan melakukannya kontinyu setiap hari, maka hal ini dapat membantu untuk mengurangi stres dan darah tinggi.”
  4. Meditasi terbukti dapat menurunkan tekanan darah tinggi. Pada tahun 2008, Dr. Randy Zusman, seorang dokter di Rumah Sakit Umum Massachusetts, meminta pasien yang menderita tekanan darah tingi untuk mencoba program relaksasi berbasis meditasi selama tiga bulan. Ini adalah pasien tekanan darah sebelum dikontrol dengan obat-obatan. Setelah bermeditasi secara teratur selama tiga bulan, 40 dari 60 pasien menunjukkan penurunan signifikan dalam tingkat tekanan darah dan mampu mengurangi beberapa pengobatan mereka. Ternyata relaksasi menghasilkan pembentukan oksida nitrat yang membuka pembuluh darah Anda.
  5. Meditasi dapat melatih kesadaran karena berkaitan dengan pikiran. Seperti kita ketahui semua, meditasi berkaitan dengan pikiran. “Jon Kabat-Zinn, seorang profesor dari Universitas Massachusetts yang juga pakar meditasi membuktikan bahwa meditasi dapat melatih kesadaran. Dalam bukunya yang berjudul Wherever You Go, There You Are dikemukakan bahwa meditasi memberikan perhatian pada saat ini, dan menjadi sadar akan perasaan kita, dan yang terjadi di sekitar kita,” tambah Adjie.
  6. Meditasi dapat membantu penderita insomnia. Bagi Anda yang mengalami kesulitan untuk tidur di malam hari, tak ada salahnya untuk melakukan meditasi. Karena meditasi dapat membantu Anda untuk tidur nyenyak. “Setelah Anda belajar bermeditasi dan melakukan meditasi setiap hari, Anda akan tahu bagaimana untuk bersantai, bagaimana melakukan pernapasan dan memfokuskan pikiran Anda yang membawa Anda untuk bersantai dalam hitungan detik. Gunakan teknik meditasi ini ketika Anda akan tidur,” saran Adjie.
  7. Meditasi dapat memperlambat progres HIV. Apakah bisa? Menurut berita di huffingtonpost.com memberitakan tentang sebuah studi tahun 2008 tentang pasien HIV-positif menemukan bahwa setelah kursus meditasi delapan minggu, pasien yang akan bermeditasi tidak menunjukkan penurunan limfosit dibandingkan dengan non-meditator yang menunjukkan penurunan yang signifikan dalam limfosit. Limfosit atau sel darah putih adalah “otak” dari sistem kekebalan tubuh dan sangat penting untuk orang HIV positif. Studi ini juga menemukan bahwa tingkat limfosit benar-benar meningkat dengan setiap sesi meditasi. Namun, karena ukuran sampel yang kecil, hanya 48 relawan, masih sulit untuk menarik kesimpulan yang pasti.
  8. Meditasi dapat memperbaiki daya ingat bagi yang memiliki penyakit pikun. Untuk yang mempunyai penyakit lupa, jangan sungkan untuk melakukan meditasi karena bermeditasi bisa memperbaiki daya ingat Anda.” Seperti yang diberitakan di huffingtonpost.com bahwa sebuah studi tahun 2005 tentang pria dan wanita Amerika yang bermeditasi hanya 40 menit sehari menunjukkan bahwa mereka memiliki dinding cortical lebih tebal daripada non-meditator. Ini berarti bahwa otak mereka akan mengalami penuaan lebih lambat. Ketebalan cortical juga berhubungan dengan pembuatan keputusan, perhatian, dan memori.
Nah, itulah delapan fakta yang telah diungkapkan Adjie Silarus mengenai meditasi. Jadi, tidak perlu bingung lagi akan mitos-mitos jadul yang berkembang seputar meditasi. Yang pastinya, meditasi itu praktiknya sederhana namun mendatangkan berbagai manfaat yang luar biasa. Tertarik untuk mencoba meditasi?

Personal Branding AgencyIndscript Creative
Manajemen Adjie Silarus, 268ED6C1


No comments:

Post a Comment

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini.