Friday, June 14, 2013

KULIAH DI PSIKOLOGI: SEMESTER SATU

Karena minggu lalu mendapat email dari follower di twitterku @Kuliah_Psikologi, makanya aku akan menuliskan pengalamanku selama kuliah di Psikologi.

Mungkin, akan terasa perbedaannya bila kuliah di kampus negeri atau swasta. Sebelum bercerita, saya terlebih dulu akan memperkenalkan bahwa saya adalah alumni dari kampus swasta Universitas Muhammadiyah Malang. Sehingga, cerita pengalaman ini tentunya akan berjalan sebagaimana suasana kampus saya tersebut. Bila ada yang kebetulan ingin masuk ke fakultas psikologi UMM, maka cerita ini akan pas banget buat mereka.


Pertama masuk Psikologi, pilihan atau tersesat? Itu pertanyaan paling mendasar bagi siapapun yang masuk dalam fakultas manapun. Kalau saya, terus terang menjadi pilihan terakhir, sebab pilihan utama saya untuk masuk FK tertepis. Teman-teman SMA saya juga sebelumnya menyarankan agar saya mengambil jurusan psikologi karena mereka menganggap amat cocok dengan karakter saya yang suka "menjadi pendengar curhatan para awak smansha IA 1 dahulu" heehehe... Finally, saya pun mantap saat diumumkan bahwa saya lolos SPMB UMM sekitar tahun 2008 lalu.

Oh ya, untuk biayanya waktu zaman saya tahun 2008, DPP-nya sekitar 6.250.000 dicicil 4 kali tiap ujian. SPP 1,2jt dan biaya lain di luar itu seperti praktikum dll. Kalau sekarang mungkin sudah naik dua kali lipat.
---
Saya tidak perlu menceritakan masa PESMABA dkk-nya yaa... Kita langsung cut ke semester pertama.
Dulu, teman saya bilang, kuliah itu = santai. Kuliah itu kalau perlu tidak usah bawa tas. Siapa bilang? Itu sih kalau di sinetron-sinetron. Sementara kehidupan nyata, yang namanya kuliah itu jelas kesibukannya lebih padat lagi dibanding sekolah.

Semester pertama. Saya tidak canggung dan tidak pula merasa "kuper". Sebab di masa proximity day I and II juga PESMABA dan P2KK, saya sudah memiliki banyak teman dan dua sahabat karib sefakultas. Di semester itu, setelah pengumuman hasil ujian TOEFL tahap I dibacakan. Maka, tinggallah beberapa nama disebutkan oleh bagian program fakultas psikologi untuk mengikuti tes wawancara. Nama saya termasuk salah satu yang disebutkan. Salah satu nama sahabat saya, Mun, juga disebut hanya saja dia tidak berminat mengikuti tes wawancara itu. Tes wawancara itu dimaksudkan untuk penjaringan mahasiswa yang berminat masuk di kelas F Psychology--kelas dengan sistem bilingual.

Saat itu saya sebenarnya sudah terjaring sebagai warga kelas A bersama dua sahabat saya Oka dan Mun. Akan tetapi, saya mencoba mengikuti tes wawancara tersebut. Rupanya tes itu berlangsung dengan sistem english conversation. Dan, orang yang mewawancarai saya waktu itu adalah Pak Zack.

Lama kami menunggu hasilnya di hari itu juga, akhirnya terjaring sekitar 30 mahasiswa yang masuk ke dalam kelas F psikologi, kelas bilingual yang akan membawa kita menikmati suasana percakapan dengan dua bahasa--indonesia dan inggris. Ya, dan setelah pamit pada seluruh teman kelas A, saya pun menetapkan hati masuk ke kelas F.

Pertama masuk kelas F, saya benar-benar kuper. Tidak tahu harus berbicara dengan siapa. Yang ada di amatan saya waktu itu, personil kelas F rata-rata didominasi oleh orang-orang cerdas, berbakat, fasih berbahasa inggris dan dari keluarga dengan tingkat ekonomi menengah ke atas. Sementara saya, hanya merasa biasa-biasa saja dibanding mereka, ya walaupun tidak semuanya seperti ciri-ciri yang saya sebut barusan.

Di mata kuliah pertama, akhirnya saya mendapatkan teman baik, dua orang dan bertambah 1 orang lagi sehingga sangat pas bila kita ini dijuluki sebagai "teletubbies" persis dengan yang teman-teman kelas kami bilang. Hehehe...

---
Untuk tiap semester kira-kira akan menempuh sebanyak 21 hingga 24 sks. Tidak begitu berat sih, kelihatannya.

Nah, mata kuliah di semester pertama ini antara lain:
Bahasa Indonesia 2 sks : dosennya waktu itu adalah Bpk. Arif Wurianto (maaf lupa titelnya hehe). Mata kuliahnya meskipun bahasa indonesia tapi tetap saja di kelas menggunakan slide dan literatur dosen dengan teks bahasa inggris. Mata kuliah ini terbilang mudah tapi tidak semudah yang dibayangkan. Belajar bahasa dan sastra indonesia itu jauh lebih riweuh loh ketimbang sastra luar negeri. Untuk tugas-tugasnya yaaah... biasanya bikin poster, paper atau sejenisnya.
Filsafat 2 sks : Kalau ini, karena kita kuliah di UMM, sehingga seluruh mata kuliah, sekalipun Barat, tapi tetap disuntikkan sisi keislamannya. Dosen filsafat kami waktu itu pun adalah seorang professor muda yang dilandasi pemikiran filsafat islami. Belajar filsafat sungguh terasa menyenangkan. Presentasi dan diskusi kelompok setiap minggunya, membuat mapping terkait sejarah mulai zaman Renaissance hingga zaman modern itu cukup menguji nyali bagi kaum psikologi yang tidak tau menggambar kayak saya, hehehe...
Psikologi Umum I 3 sks : matkul psikologi umum ini memang cukup banyak sehingga terbagi menjadi PU I dan PU II dengan dosen yang berbeda. Kalau di PU I ini dosennya adalah wali kelas kita sendiri. Waktu itu wali kelas kami masih Pak Tulus Winarsunu, yang mana beliau juga menjabat sebagai Dekan. Our Great Father. Meski rambutnya dipenuhi uban, namun auranya masih seperti orang yang berusia 3o tahunan. Smart, tampaaaan sekali, putih bersih, supppppperr baik, welcome, dan sama sekali sedikit pun tidak pernah mengundang negative thinking bagi barang siapa yang berjumpa dengan beliau. ^_^ Di PU I ini mempelajari seputar sejarah Psikologi, pengantar psikologi perkembangan masa prenatal-lansia, psikologi kognitif, dan lain sebagainya. Menyenangkan deh (itu tergantung dosen sih). Cuma kalau sekarang, Pak Tulus sudah tidak mengajar lagi di UMM karena beliau tengah menempuh pendidikan S 3.
Psikologi Perkembangan I 3 sks : Kalau di PK I ini kita mempelajari tentang fase perkembangan prenatal hingga remaja. Berbagai su matkulnya sih sudah bisa ditebak ya apa aja yang dipelajari. Lagi-lagi literaturnya english text dan diskusi serta presentasi kelompok juga sedikit wajib pake bahasa inggris kalau nggak gitu nyampur lah, yang penting rileks aja.
Psikologi Sosial I  3 sks : Di matkul ini kita juga dibina oleh profesor muda yang rada nyentrik dan pemikirannya amat jenius. Saking jeniusnya, kadang kita harus pasang antena tinggi-tinggi baru bisa memahami pemikiran si Bapak itu. Yang dipelajari di PS I standar aja, sejarah (sama kayak yang lain) dan beberapa sub matkul lain yang masih berhubungan dengan fenomena sosial di keseharian kita.
Psikologi Umum II 3 sks: Kalau di PU II ini kami dibimbing oleh Pak Zack. PU II mempelajari pengantar psikologi yang berkaitan dengan panca indera, sekilas anatomi, sistem syaraf, sensasi-persepsi, motivasi dan lainnya. Yang pastinya kalau di matkul PU I ataupun II bakal kenyang melahap literatur bahasa inggris (kalo di kelas A sampe E sih enak, boleh pake literatur indonesia).
Psikologi Kepribadian I 3 sks : Dosennya perempuan, sedikit galak, perfeksionis dan sangat memperhitungkan keterlambatan mahasiswa. Namun, kalau sekarang mah udah pada ganti dosennya jadi tenang saja, belum tentu kalian bakal ketemu sama si ibu ini lagi, hehehe. But, di matkul kepribadian ini adalah bagian paling seru, seolah belajar mengenal seluk-beluk diri sendiri, saling menebak siapa diri kita, siapa dan bagaimana lingkungan kita dan semua komponen kehidupan yang membentuk diri kita. Tugas-tugasnya yang pasti presentasi kelompok, paper lengkap, yaa itu.
AIK I (Al Islam dan Kemuhammadiyahan) 1 sks : satu sks bukan berarti amat sangat mudah. Matkul AIK ini semacam matkul pendidikan Agama. Yang pasti Islam. Baik yang muslim atau non-muslim tentu saja wajib mengikuti matkul ini. Matkul ini sedikit rileks karea diadakan di masjid kampus AR FACHRUDDIN, lantai III dan IV di belakang saf shalat. Ibarat kayak di pesantren, belajarnya lesehan dengan bangku panjang yang bisa diisi 3 orang. Metodenya sama saja, materi, ceramah, diskusi dan presentasi. Tapi, ada pelengkapnya. Untuk matkul AIK I hingga IV, setiap hari minggu jam 7 pagi wajib mengikuti kuliah ahad. Kul ahad itu sebagai tambahan di AIK. Di kuliah ahad, seluruh mahasiswa dari penjuru fakultas datang beramai-ramai memenuhi satu masjid kampus, mendengarkan ceramah agama dari pemateri/ustadz, kemudian materi itu wajib ditulis di selembar folio yang sudah distempel cap (stempelnya dikasih saat datang ke masjid, ngantri loh, kalau telat bisa gak dapat dan rugi karena bisa jadi gak bakal dinilai, makanya kudu pagi-pagi datangnya). Nah, keseluruhan lembar resume ceramah itu nanti nilainya akan diakumulasikan ke dalam matkul AIK. Begitu seterusnya hingga AIK IV.
ESP I 2 sks : Lagi lagi bahasa inggris. Kalau ESP I biasanya terbagi tiga reading, listening dan writing. Dan, dosen yang mengajar tiap masing-masing kompetensi tersebut tentu berbeda. Biasanya dosen muda. Metodenya sama aja kayak yang lain, menulis, mengarang, membaca, presentasi, diskusi, ya gitu deh.

Intinya semester satu itu penuh dengan diskusi dan presentasi. Jadi, rajin-rajin mencatat saja kalau di kelas atau rajin membaca di perpus, atau foto copy literatur milik dosen saja. Soalnya, khusus untuk literatur psikologi yang berbahas inggris biasanya tidak diperdagangkan dan jarang ditemukan di perpus sehingga harus konsultasi ke dosen masing-masing.

Kalau untuk ujiannya, yang pasti banyak membaca literatur dan rajin mendengar perkataan dosen saja karena rata-rata yang masuk dalam ujian itu berasal dari kedua sumber tersebut.

Saya yakin, di semester satu, kalian pasti akan lebih mudah memperoleh IP tinggi, bahkan mungkin 4,00. Eh tapi tunggu dulu, jangan senang dulu. IP mu di semester ini adalah acuan untuk perkembanganmu di semester2 berikutnya.

Mau tahu lagi semester kedua gimana saja, nanti ya, nyusul.

Bagi yang masuk psikologi, siapkan mental saja. Jangan terlalu santai di awal karena perjuangan yang sesungguhnya muncul di semester2 pertengahan. Good Luck guys! ^_^


10 comments:

  1. Wahaha, Aya juga mau ah bikin yang Pendidikan Biologi, ngiiiik ngiiik :p

    ReplyDelete
  2. Aduh kalau gitu mah aku takut untuk kuliah Mbk.

    Takut sama biyaya nya lo.

    Heheeeee

    Tetapi baca postingan ini cukup membuatku senang kok.

    ReplyDelete
    Replies
    1. kenapa takut? :) yg penting yakin dgn pilihannya insyaallah semua kendala pasti bisa teratasi lagipula skrg kan ada beasiswa jd Mas bisa tuh ikut yg program beasiswa ^^

      Delete
  3. Kuliah bilingual itu apa nggak terasa malah menghambat ya? Kok kayakx aku tertarik, tapi kalo dosenx menjelaskan kuliah dgn bhs Inggris apa yakin ngerti semua materix? Apa masih boleh bicara bhs Indonesia di kelas?

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehe alhamdulillah nggak ada hambatan dan alhamdulillah kami semua sekelas bisa memahami apa yg disampaikan dosen.. (nggak semua kampus dan jurusan ada kelas bilingualnya) soalnya dari awal memang dipilih siapa aja yg mau masuk kelas ini dan emang dipilih yg setidaknya bisa ngerti. buku2 kami juga mayoritas mmg bahasa inggris, ada beberapa terjemahan sih tp cuma dikit.
      boleh2 aja :D kan bahsa nasional hehe..kdg dosennya nyampur aduk inggris-indonesia, kalo kita ditanya pake bhs inggris, klo gak bisa lancar ya gpp belajar dikit2 nyampur inggris indo

      Delete
  4. mbak yang di tanyakan saat wawancara itu apa saja ?
    wawancaranya berapa kali ?
    wawancara bahasa inggris dan bahasa indonesia nya beda ?

    ReplyDelete
    Replies
    1. mbak Najah memang mau ikut tes di universitas mana? di UMM kah?
      kalo wawancara sih santai aja, gak ada pakemnya bakal dikasih pertanyaan ini itu.
      hehehe bhs indonesia lah. klo mba kuliah di luar negeri ya pasti pake bahasa inggris kan

      Delete
  5. Psikologi di UMM harus dari jurusan ipa atau ips?

    ReplyDelete
  6. artikel kuliah psikologi semester 2nya ada?

    ReplyDelete

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini.