Tuesday, June 18, 2013

KULIAH PSIKOLOGI: SEMESTER TIGA

Kalau di semester satu dan dua yang sudah kuposting kemarin tampaknya masih tidak begitu kompleks. Maka di semester tiga ini, perjuangan untuk mempertahankan konsistensi nilai dan semangat telah dimulai.

Apa saja mata kuliah di semester tiga? Berikut ini 9 matkulnya:

  1. Psikologi Dalam Perspektif Islam I (PDPI I) 2 sks: matkul ini sama saja bila disebut sebagai Psikologi Islam. Kalau di matkul AIK kami diajari oleh dosen yang memang basicly sarjana/master agama, di PDPI ini tidak. Tetap dosen psikologi, tetapi yang memiliki dasar pengetahuan agama Islam sekaligus. Simple aja, presentasi, diskusi, tugasnya always paper kelompok. Sub-sub bahasannya antara lain motivasi dalam Islam, manfaat shalat, puasa, etos kerja dan lain sebagainya yang dikaitkan dengan kesehatan atau proses mental. Tentunya, kalian pernah mendengar penelitian tentang manfaat tahajjud terhadap penyembuhan penyakit psikologis atau semacamnya? Nah, seperti itulah yang kami pelajari. Smile
  2. Pend. Kewarganegaraan 2 sks: kesan pertama dapat matkul ini, haaaa???? PKN lagi… lagi dan lagi… Kupikir sudah cukup di bangku SMA dulu, ternyata ada lagi di universitas. Tentu bahasannya jauh lebih mbulet ketimbang masa sekolah. Tapi, kami cukup senang belajar PKN. Why? Pertama, dari dosennya. Dosennya cowok, masih terbilang muda, eumm… tidak tampan memang tapi unique. Suerr… kami tuh tersihir dengan penampilannya yang nyentrik meski terdapat ‘kekurangan’ secara fisik. But, di balik sosoknya yang unik, rupanya perjalanan hidupnya juga unik. Dia sudah berkeliling dunia dan sering berbagi cerita seputar travellingnya. Tentu, cerita tersebut ada kaitannya dengan studinya sebagai dosen PKN. Sub-sub bahasan yang dipelajari cukup banyak, yang jelas lebih mengenai negara lah… hehehe…
  3. Statistik Psikologi 3 sks: Uuuuggh… benar-benar geram ketika tahu ada matkul yang berhubungan dengan MATEMATIKA. Iya, aku gak suka sama pelajaran itu gegara pengalaman pernah ‘sengaja’ didaftarin guru matematika untuk ikut olimpiade math, dan apa yang terjadi? Saya seperti ‘orang bodoh’ di antara para kontestan lain, tidak tahu mau jawab apa, dipaksa ngisi lembar jawaban sama pengawas saat detik-detik terakhir, itu juga saya adalah peserta yang paling terakhir keluar. Ahh… lupakan saja! Yang tadinya kupikir matkul ini akan begitu menyeramkan, ternyata tidak juga. Bapak dosennya welcome banget, ramah, murah senyum dan beliau bilang, “Datang dan hanya duduk mendengarkan pun kalian akan saya kasih nilai B.” Yaaa… apalagi kalau kita fokus mengerjakan tugas-tugasnya, tentu dapat A. Yang dipelajari? Hehehe… yang namanya statistik psikologi, kita belajar tentang cara menghitung nilai dengan rumus mean, modus, median. Itu… itu aja kok. Yaah… sempat kagok juga karena udah lupa, tapi semua bisa teratasi berkat kebaikan hati sang dosen. Beliau tidak melihat benar salahnya kita dalam menghitung nilai atau menjawab lembar soal itu, melainkan kesungguhan kami untuk menerima dan memahami matkul bapaknya. Jadi…. kami semua…. dapat nilai A. Senangnya bukan maiiiiiin….. Matematikaku baru kali ini, seumur hidup dapat nilai bagus, ahahahaha…. Smile with tongue out
  4. Psikologi Abnormal 3 sks : Nah ini dia YANG KUTUNGGU-TUNGGU. Saya memang lebih minat ke bagian klinis, meskipun sekarang sudah tidak ada ketetapan pengkhususan program seperti dulu sih. Dosen matkul ini cewek, entah masih single atau udah nikah kurang tau juga ya tapi ibunya sih udah cukup berumur, cuma always make us happy selama belajar dengan beliau Smile. Di matkul ini, kami menelaah seputar gangguan-gangguan psikologis dan kitab wajib yang harus selalu dibawa adalah DSM atau PPDGJ III. Itu semua kitab diagnosis dan kriteria gangguan psikologis acuan para psikolog/ilmuwan psikologi. Heum, last but not least soal matkul ini, saya sedih banget. Kenapa? Di tengah-tengah semester saya terkena cacar air. Iya, cacar, gegara tertular oleh adik sepupu dan saat itu imun saya drop, saya punya masalah jadi jatuh sakit. Akibatnya, dua minggu/dua pertemuan matkul ini saya terpaksa tidak masuk, tidak mengerjakan tugasnya pula. Tapi, di minggu berikutnya, udah mendingan tapi lukanya belum sepenuhnya kering, kami ada praktikum kunjungan ke RSJ Lawang. Teman-teman saya waktu itu menggoda saya untuk ikut kunjungan. Sebenarnya memang wajib, mau ambil gelombang I atau gelombang berikutnya. Sampe salah seorang teman laki-laki kami memohon saya untuk ikut gelombang mereka, dia bilang ntar dia yang bayarin sumbangan ke sananya buat saya (hehehe… padahal gak seberapa juga sih ongkosnya). Akhirnya, dengan sisa-sisa luka cacar di wajah, saya pun bertekad pergi. Di RSJ kami mengerjakan tugas. Masing-masing harus menganalisis satu pasien. Untuk mahasiswi harus nyari di bangsal pasien perempuan. Waktu itu, saya masuk di bangsal Flamboyan dan menemukan satu pasien. Pasien yang saya wawancarai itu adalah schizophrenia tipe paranoid. Waktu wawancarai, dia sendiri sih yang mendekat duluan (ibu itu kayaknya naksir saya deh, hehehe). Dan, dia itu dominan banget gejala disorganisasi berbicaranya. Saya nanya apa, jawabnya apa. Tapi seru, di akhir kunjungan, kami semua malah ngumpul di aula sambil joged bareng pasien. Heheheh… rasanya mau ke sana lagi, enak di RSJ sejuk banget dan asri banget…. Oh ya, akibat saya tidak masuk dua kali dan tidak mengerjakan satu tugas, maka di matkul yang 3 sks ini saya peroleh nilai C+, ugggh nyebelin tapi mau gimana lagi, daripada menularkan penyakit lebih baik dikorbankan nilainya… hiks…
  5. Psikologi Industri dan Organisasi 3 sks: saya rada gak begitu suka dengan matkul ini. Soalnya ngebahas soal perusahaan. Saya awalnya benar-benar blank. Tapi, anehnya kalau ujian saya malah paham dengan materinya. Kalau berhadapan dengan matkul yang membosankan, andalan saya cuma satu: CATATAN. Ya, saya rajin mencatat apa saja yang disampaikan oleh dosen dan saya lebih paham dengan apa yang dibilang dosen daripada hanya belajar melalui buku teks. Bahasa inggris pula bukunya. Meski si bapaknya juga nerangin pake bahasa inggris, tapi grammar bapaknya lebih mudah dipahami daripada bahasa buku.
  6. Ilmu Sosial dan Budaya Dasar (ISBD) 2 sks: ini diajari sama dosen sosiologi kalo gak salah. Kuliahnya sering make-up class (bukan make-up berdandan, tapi sering terjadi pergantian jadwal). Kuliah ini kebetulan dapatnya sore jadi selesainya magrib. Tiap pulang dari kuliah ini, pasti selalu ditanyain, kok pulangnya malam… Mana tiap pulang waktu itu hujan terus di Malang, jadi sebelum masuk rumah, nyuci motor dulu sampe licin baru mandi ihihihi… Smilesaking cintanya dengan si Mio. Matkul ini belajar tentang kehidupan, tentang cinta, kasih sayang, keluarga, masyarakat dan sebagainya. Bikin ngantuk sih karena dosennya neranginnya lembuuuuut banget, jadi antisipasi tiap masuk kudu dapat kursi paling depan, always. Dan, matkul ini seringkai berbarengan dengan kelas senior. Maksudnya si senior yang dulu belum ambil matkul ini, ikut sama kelas kita gitu. Jadi agak rame, tapi jujur, rata-rata senior lebih pendiam daripada teman-temanku hehehe.
  7. Psikologi Pendidikan 3 sks: Kesan? Humourable, menyenangkan dan asyik. Dosennya kebetulan Bu Eva, keturunan Bugis dan kebetulan saya numpang lahir di tanah Bugis juga jadi rada lucu dengar logat beliau yang kental banget Smile. Matkulnya keren, metode belajarnya juga keren, nggak hanya presentasi or diskusi tapi juga tugas kemanusiaan yaitu praktikum ke sekolah-sekolah SLB, ketemu anak-anak inklusi dan berbakat istimewa. Kadang juga disuguhi film bergenre psikologi pendidikan kayak filmnya “Mama, I love U” dan lainnya. Tugas akhir, ada tiga macam, sangat berbobot (ini tergantung dosen sih), dan take home semua. Jadi, tugas UAS waktu itu karena cukup berat makanya dicicil tiap hari jauh sebelum UTS kalo perlu. Ujiannya disuruh bikin mapping matkul dari awal sampe akhir, pake karton gitu, jadi harus kreatif. Trus bikin paper yang isinya tentang SRL (Self regulated learning) dan paper yang lebih tepatnya kayak semacam klipping gitu, warna-warni. Ih seneng banget belajar ini. Belajarnya sambil bermain.
  8. Psikologi Klinis 3 sks: Ini dosennya sama dengan matkul Abnormal. Matkul ini lebih ngarah ke materi seputar sejarah psikologi klinis, dasar kepribadian, dasar-dasar terjadinya gangguan, tentang treatment psikoterapi dan sebagainya. Menyenangkan kok tapi ujiannya cukup sulit, analisis tapi… itulah yang kami butuhin, gak sekadar teori tapi bisa tahu cara mengaplikasikannya.
  9. Tes Inteligensi dan Bakat 3 sks: Dosennya nyenengin sih tapi dikit killer, cewek pastinya.  Di mana-mana dosen cewek itu memang kecenderungan perfeksionis (duh, tersinggung saya, saya emang berprofesi sebagai dosen tapi kayaknya gak perfeksionis amat kok). Matkul ini ada kegiatan BM (belajar mandiri) di laboratorium psikologi kampus. Belajar, melihat dan mempraktekkan cara penggunaan beragam jenis alat-alat tes psikologi yang bener-bener asli. Saking aslinya, gak boleh difotokopi atau sekadar dipinjam atau sampe dibawa lari keluar kampus. Alat-alat itu ada yang berupa buku manual administrasi tes, buku manual skoring, buku manual soal dan lembar jawaban. Tapi juga ada kok alat-alat tes yang pake alat peraga seperti Rorschah yang ink card itu, CAT yang pake gambar2 itu, WISC dan WAIS, pake sekoper alat-alat yang macam-macam deh. Cukup rumit juga belajar alat tes ini, jadi perlu tenaga ekstra dan tentunya jangan takut bertanya pada penjaga lab kalau ada yang nggak dimengerti langsung ditanyain daripada nyesel waktu presentasi atau ujian.

Hmm,,, di semester tiga ini, udah sakit dan segala macam, jadi IP maupun IPK saya jeblok di bawah standar, sekitar 3, 4 sekian gitu. Semester tiga memang mulai agak berat apalagi ada praktikum alat tes segala macam. Kalau sekarang sih kurikulumnya lebih ketat lagi karena sudah diubah. Jadi, akan lebih kompleks lagi dibanding waktu kurikulum zaman saya. But, belajar psikologi itu menyenangkan, seperti mempelajari kehidupan diri sendiri. ^_^

No comments:

Post a Comment

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini.