Friday, November 15, 2013

CATATAN HATI DOSEN JUNIOR (13)

Ini sebenarnya seri ke-14 tapi, karena salah tulis jadi ya udahlah ini biar seri ke 13 saja. 

kabar24.com
Oh ya, kemarin, saat mengajar di semester satu, ada mahasiswa yang nahan saya saat pulang. Karena di semester satu saya ngajar matkul Bimbingan Konseling, jadi apa lagi niat mereka nahan saya kalau bukan untuk "curhat". 

Sebelumnya juga ada beberapa mahasiswa, baik itu semester satu ataupun semester tiga yang sering konsultasi sama saya. Tapi, masalah mereka standar-standar saja. Dan, kemarin sore, usai kelas dibubarkan, saya dan dua orang mahasiswa (1 cewek 1 cowok) ngetem di koridor depan kelas buat dengerin mereka curhat. Yang cowok cuma nanya saja terkait satu masalah yang belum jelas benang merahnya. Jadi, soal itu gak ada masalah, hanya perlu konfirmasi ke orangnya saja. Lalu, yang cewek ini, ceritanya cukup menyeramkan.
Sebelum masuk ke inti dari cerita, saya sudah menduga dari awal. Lihat dia menangis tapi berusaha senyum dan tertawa sebagai bentuk defense-nya, dari gayanya bertutur kata, dari verbalnya yang menunduk terus di dekat saya, saya bisa nebak jalan cerita selanjutnya. Dan, ketika masuk di pertengahan cerita, dugaan saya tepat. Apa yang saya pikirkan, itulah yang dipaparkan sama dia. 

Pantas saja, raut wajahnya minggu lalu ketika membahas tentang topik kuliah sebelumnya rada gimanaa gitu. Lagi-lagi ketawa dan senyum tapi raut senyumnya itu tidak seperti orang yang tersenyum selayaknya. Dan, kata mahasiswa cowok tadi yang juga tahu cerita dia bilang, minggu lalu saat dia izin keluar, rupanya dia menangis. Ya Allah, pilu banget dengerin ceritanya.

Karena tak boleh membocorkan identitas dia yang juga jadi klien saya, jadinya saya di sini cuma ingin sharing saja terkait masalah yang dialaminya. Bukan hanya dia saja yang punya cerita atau yang pernah curhat tentang ini, tapi ada beberapa teman dan sahabat masa lalu yang juga punya cerita serupa.

Sebagai seorang perempuan, sebisa mungkin, kalo mau bepergian ke manapun, hendaknya bawa muhrim. Bisa bawa ortu, saudara kandung atau sejenisnya. Ini pun sudah jelas aturannya dari Allah dan Rasulullah SAW.  Ini hadits-nya:

“Tidak halal bagi seorang wanita yang beriman kepada Allah dan hari akhir melakukan safar (bepergian) selama satu hari satu malam yang tidak disertai mahramnya.”
(HR. Bukhari, Muslim, Abu Dawud, At Tirmidzi, Ibnu Majah, dan Ahmad)

Kenapa harus begitu? Sebab perempuan adalah "perhiasan". Perempuan sangat rentang mengalami peristiwa yang kurang mengenakkan. Dan, apa yang dialami oleh si cewek tadi seperti apa maksud dari awal cerita ini. Saya pikir, kalian sudah bisa menebak apa itu.

Saya tak habis pikir, dia dijerumuskan oleh temannya sendiri. Tapi untungnya tak ada dampak buruk yang teramat mengenaskan terjadi padanya. Dia beruntung tak sampai dibunuh, dicekik dan yang paling penting adalah "kehormatan"nya masih utuh. Padahal, saat itu, dia benar-benar tak berdaya saat dipaksa terus-menerus hingga akhirnya pingsan sebentar lalu berontak lagi. Dan, situasi awal sebelum kejadian itu memang sudah sangat tak kondusif. Siapa sih yang mau keluar rumah di tengah malam, terpaksa harus menemani saudara, dibujuk untuk naik kendaraan seorang teman? Ditambah lagi, jauh dari orangtua, dan pengawasan dari saudara tempat ia tinggal pun saya pikir masih longgar.

Kasus pelecehan ini nggak hanya terjadi di sini saja. Banyak bahkan yang lebih parah dari dia. Saat itu, dia menangis sambil tersenyum dan menunduk. Saya bilang, kamu tak perlu melupakannya, sebab melupakan bukan jalan terbaik, malah akan bikin kamu terbayang-bayang terus. Satu solusi terbaik adalah belajar memaafkan dan mengikhlaskan agar traumanya berkurang. Tiap konseling, saya selalu bilang, apapun solusi yang mereka minta pada saya ataupun yang mereka rencanakan sendiri, hanya ada dua efek sampingnya: tercapai atau gagal. Dan, saat gagal, bukan berarti menyerah, tapi mencari solusi terbaik lainnya. Tentu, untuk memaafkan dan mengikhlaskan ini memang masih terdengar amaaaat klise ya, juga tak mudah melakukannya. Tapi, saya bilang baik-baik padanya, butuh proses yang tak singkat untuk meminimalisir trauma yang seringkali muncul, apalagi dia pun pernah kepergok beberapa kali hampir bunuh diri dengan posisi tak ada siapapun yang bersama dengannya di rumah. Tampaknya, dia memang sangat depresi saat itu hingga ingin bunuh diri.

Untungnya juga, sekarang kasusnya masih menjadi daftar tunggu di Polda Makassar. Saya sarankan bagi teman-teman yang tinggal di daerah Parepare, Makassar dan sekitarnya agar tidak keluar bepergian jauh lewat dari jam 8 malam. Sebab, kita tak pernah tahu, apa yang akan terjadi di perjalanan. Dan, sebisa mungkin, kalaupun ada sesuatu yang mendesak untuk pergi malam-malam, bawalah anggota keluarga dan bawa kendaraan sendiri. Tidak semua kendaraan travel atau angkutan umum yang masih beroperasi di malam hari itu terbilang aman. Tidak! Jadi, kalau harus memakai jasa travel, sebaiknya cari travel yang memang sudah jelas asal-usulnya. Dan satu lagi, kalau bisa, jangan pilih travel yang dikemudikan oleh sopir anak muda apalagi sopir bapak-bapak yang terkesan "aneh". Kenapa? Karena ini sering kejadian, kecelakaan akibat ulah sopir anak muda yang suka ugal-ugalan dan peristiwa pelecehan seksual hingga pencurian para penumpang yang kemudian diseret ke "tempat mesum atau asrama mereka". 

Mudah-mudahan, kasus ini bisa segera terselesaikan. Pelakunya bisa segera tertangkap dan diberi hukuman sejera-jeranya. Dan, sebagai perempuan, pandai-pandailah menjaga diri, berdoa sebelum keluar dari rumah, selalu bawa benda yang dapat dijadikan sebagai alat pembela diri (seperti gunting kecil atau peniti bros juga bisa digunakan saat keadaan mendesak) dan menutup aurat sesuai syariat.


No comments:

Post a Comment

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini.