Sunday, December 8, 2013

COMING SOON-CATATAN KRIUK UNTUK SI SINGLE

Bismillahirrahmanirrahim

Alhamdulillah, finally, buku ini saya persembahkan bagi kamu-kamu (siapapun itu) yang ada di luar sana. Semoga dapat memberikan manfaat khususnya bagi para muda-mudi muslim yang tengah galau dan dahaga karena status single-nya. Semoga buku ini dapat memberikan kekuatan bagi para single fighter yang masih berjuang mencari dan menanti jodoh idaman, aamiin yaa rabbal'alamiin

----------




-------------------
Keterangan Buku
-------------------

Judul: Catatan Kriuk Untuk Si Single
Penyunting: Mursyidah
Desain Cover: Helen Lie
Tata Letak: Amanda Maria Tresierra Castilani
Penerbit: Qibla (imprint PT Bhuana Ilmu Populer)
Jumlah halaman: 296 hlm
Ukuran: 14 x 21 cm
ISBN 10: 10-602-249-488-5
ISBN 13: 978-602-249-488-1
Terbit: Desember, 2013
Harga: Rp 48.000,-

----------------
Sinopsis
----------------

Being single? Why not?! Sebenarnya single (tidak pacaran sebelum halal0 itu adalah status yang "kriuk". Seorang single sangat terjaga "kerenyahannya" (baca: kehormatan dan kesuciannya). Seseuatu yang "kriuk" itu tentu saja terasa nikmat. Ibarat kerupuk, mana mungkin terasa enak bila dalam keadaan ayem atau melempem. Untuk menjaga "kerenyahannya", butuh "toples" (baca:cara) yang tepat, agar kualitasnya dapat bertahan lama.

Dan buku ini menjabarkan cara-cara untuk menjaga kualitas tersebut serta beragam suguhan kisah renyah yang disajikan dari pengalaman pribadi sang penulis. Di setiap selipan kisah tersebut, terdapat tip inspiratif yang tidak lain merupakan hasil evaluasi yang dialami , dirasakan, didengar ataupun diamati oleh penulis.

Jadi, untuk para bujang, baik baik laki-laki maupun wanita, ikhwan maupun akhwat, janganlah engkau bersedih lantaran masih berstatus single. Percayalah, janji Allah akan datang tepat pada waktunya.


------------------
How To Get It
-----------------

1. Sebentar lagi akan tersedia di Gramedia, Togamas dan Toko Buku terdekat lainnya di seluruh Indonesia (Silakan langsung Beli di Toko Buku wilayahmu ya!) sabar yah, saat ini masih sedang proses distribusi

2.. Bisa juga diperoleh di gramediaonline.com, cari di kategori buku-agama-islam. Ada disc 15%.


--------------------------
Sekilas Review Per Bab
--------------------------

BAB 1 The Reason


Bab ini menguraikan secara rinci asal muasal kata “Pacaran” yang kemudian ditelaah dari pandangan Alquran yang memandang perasaan cinta pada manusia sebagai sebuah fitrah dari Allah SWT. 



Selain itu, bab ini juga menguraikan secara gamblang bagaimana pandangan kajian Psikologi dari segi aspek need atau kebutuhan dasar manusia, terhadap praktek pacaran yang terbalut dalam fenomena free sex, sekilas contoh kasus yang dapat ditemui di sekitar kita disertai dampak positif dan negatif bagi pelakunya.



BAB 2 Kriuk Stories & Inspirative Tips



Bab ini menyajikan secara khusus kisah pengalaman ringan yang dialami, diamati, dirasakan oleh penulis. Dalam setiap kisahnya, diselipkan sejumlah tip-tip ringan yang merupakan hasil evaluasi dari kisah yang dialami penulis maupun yang diperoleh dari orang-orang terdekatnya. Tip-tip ini dapat menjadi panduan bagi para single, remaja maupun dewasa, khususnya yang belum mampu menikah, agar mereka dapat menjaga dan mengembangkan kualitas diri sesuai tuntunan Islam. Penulis pun menyajikan tip-tip tersebut dengan selipan hadits serta ayat-ayat Alquran sebagai landasan utamanya.



BAB 3 Let You Know



Bab ini ibarat terusan dari bab satu dan dua sebelumnya. Di sini dijelaskan secara rinci tentang praktek pacaran: Pacaran Ala Barat dan Pacaran Berkedok Islami. Penulis menuliskan ini untuk membuka mata para pembaca bahwa tidak jarang para single di luar sana tertipu oleh status “Pacaran” itu sendiri. Bahkan, zaman sekarang pun masih banyak yang menjalani praktek pacaran dengan memberi label Islami sebagai dalih untuk melindungi diri dari kecaman masyarakat dan perzinahan. Padahal, mereka tak tahu bahwa praktek “Pacaran Islami” adalah salah satu cara budaya Barat untuk menjatuhkan martabat para muslim/muslimah agar terjerumus ke dalam lembah kenistaan.



BAB 4 Make Your Choice Right Now!



Kita sudah sering mendengar bahwa berbicara soal hidup itu berarti tidak lepas dari yang namanya pilihan. Seperti kata salah satu teman, “Mati itu pasti, hidup itu pilihan.” Begitu pula dengan dengan single atau pacaran. Kedua hal itu adalah pilihan. Namun, untuk memilihnya jelas tidak gratis sebab harus ada yang dibayarkan.



Being single fighter ini juga lebih tidak mudah dan tentu saja harus mengeluarkan “bayaran” yang lebih tinggi dibandingkan sekadar memilih untuk berpacaran. Lalu, apa saja sih “bayaran” atau pengorbanan yang ditunaikan? Apa dan bagaimana cara yang dapat menjadikan single ini lebih mulia (seperti pertanyaan pada bab sebelumnya)? Jawabannya yaitu “Memperbaiki Diri”.



Pada bab terakhir ini, penulis menyajikan sejumlah panduan perbaikan diri berdasarkan tuntunan Islam bagi para single sembari menanti jodoh, di antaranya:



1. Meluruskan niat



2. Bertaubat



3. Menjaga lisan



4. Menjaga pandangan



5. Memelihara rasa malu



6. Menutup aurat (bagi muslimah)



7. Menata akhlak



8. Menyibukkan diri dalam kegiatan dan ilmu bermanfaat



9. Menghindari khalwat dengan lawan jenis yang bukan mahram



10. Menjaga hari agar senantiasa mengingat Allah



11. Menikah (bagi para single yang telah siap dan mampu) atau Berpuasa (bagi para single yang belum siap dan belum mampu)



The last but not least

Being a single is a choice, but being a good single is an elegant choice. Being single, why not?!



Bab tambahan


Berisi sejumlah original quotes dari berbagai teman-teman, baik ikhwan maupun akhwat di Indonesia, khususnya mereka yang memilih untuk menjadi single fighter yang mulia (menjaga diri demi menanti jodoh terbaik dariNya) di tengah godaan nafsu duniawi yang terus menggentayangi. Quotes tersebut dapat dijadikan sebagai penguat atau motivasi mini bagi para single agar tak berkecil hati dan tetap istiqomah menjalankan perintah dan menjauhi laranganNya.


--------------------
Behind The Scene
-------------------

Pertama menulis ini November 2012 lalu. Saat itu, saya mulai berhenti hunting lomba menulis melalui grup penulis indie dan fokus untuk menggarap naskah ini. Awalnya memang rada tersendat. Alhamdulillah, Desember-Januari 2012 mulai bisa full mengerjakannya setiap hari. Ya, saya fokuskan diri untuk menaati deadline yang saya canangkan sendiri. 

Tema buku ini terinspirasi oleh pengalaman saya pribadi. Pasca wisuda, begitu banyak orang, baik teman, keluarga, saudara yang bertanya, "Kapan kamu menikah?", "Sudah punya pacar, belum?" Pertanyaan tersebut membuat saya bosan. Saya bosan saat harus menjawab dengan hal serupa yaitu, saya punya prinsip tidak ingin pacaran sebelum saya menikah. 

Saya jenuh mendengar stereotipe yang masyarakat buat dan koar-koarkan seputar "pacaran". Kenapa sih kok ya remaja zaman sekarang diidentikkan dengan label, "Kalau udah puber, pasti bentar lagi pacaran/punya pacar." Ah! Saya nggak setuju! Buktinya, saya dan segelintir sahabat saya ada yang tetap bertahan untuk single sekalipun tidak dipercayai.

Ya, saya pun mengalaminya. Sebagian besar orang di luar sana pernah menghujani saya dengan prasangkaan. Mereka tidak percaya kalau saya tidak pernah pacaran, mereka mengejek saya tidak laku-laku cuma gegara prinsip saya itu (maaf ya, bukan pamer, tapi jujur, saya juga sempat punya secret admirer, silakan baca sendiri ya di bab 2, hehehe). Semua itu saya terima dengan lapang dada. Nggak perlulah saya berkoar-koar, "Oey, I'm single, ciyuusss ini!". Terserah jika ada yang mencap saya kuper, culun atau merasa bahwa diri saya ini ngenes atau lainnya. Toh, saya santai dan bahagia-bahagia saja. 

Jujur, dulu saya sempat memikirkan kritikan orang-orang tersebut hingga sempat stres ringan (suka galau kalau lihat ada temen yang bawa pacar saat reunian atau ada yang asyik pacaran ketika kita pergi bareng..... dan saya dicuekin!!! -___-). Tapi, lambat-laun, setelah saya menemukan sebuah dunia baru, teman-teman shaleh/shaleha dan mulai mengenal Allah (saat remaja, saya pernah mengalami kekacauan identitas hingga akhirnya barulah saat kuliah, saya berasa kayak baru mengenal siapa Allah). Alhamdulillah, akhirnya saya sudah kebal, malah senyum-senyum saja kalau ada orang yang bertanya atau meledek saya. Semut mendengkur, kafilah berlalu, hehehe :D

Tanpa sadar, prinsip yang saya bangun sejak remaja itulah yang menggerakkan alam bawah sadar saya ketika menyukai atau mengagumi lawan jenis atau sebaliknya saat ada yang mengagumi saya. Dan, berbagai kisah sejak saya remaja hingga kuliah terpapar jelas di bab 2 yaitu pada bagian Kriuk Stories-nya. Sebagian besar adalah pengalaman pribadi, namun ada juga pengalaman sahabat yang saya tulis dengan kacamata dan bahasa saya sendiri selaku pengamat.

Ketika draft naskah ini selesai, untuk pertama kalinya, saya coba tawarkan ke salah satu agensi penerbit. Tak ada tanggapan dan ingin diusulkan untuk dibikin e-book saja. Namun, saya menolak dan menarik kembali. Lalu, saya endapkan lagi naskahnya dan mencoba melipur diri sambil belajar bikin novel sampai bulan Mei. Bulan itu, saya lihat lagi dan tawarkan lagi ke salah satu penerbit buku Islami (pengennya bisa bersanding dengan buku Ust. Salim A. Fillah di penerbit tersebut). Tapi, belum cukup 2 minggu ada konfirmasi...... penolakan. Yaa.... akhirnya, saya sempat ciut dan saya endapkan lagi. Tapi, berkat support dan dukungan dari teman-teman penulis, akhirnya saya bangkit lagi. Selang beberapa bulan, saya coba lagi belajar bikin novel kedua meski novelnya masih jauuuuuuuuh banget dari novel yang layak untuk ditawarkan (menurut saya).

Saya akui dan rasakan, memang benar, mencari penerbit itu ibarat mencari jodoh. Ketika itu, September 2013 lalu, entah apa yang menggerakkan saya untuk membuka sebuah grup kepenulisan (saya lupa grup mana). Di situ, saya temukan sebuah peluang. Sebuah penerbit tengah mencari "jodoh" (baca: naskah islami inspiratif). AHA! PAS BANGET! ^___^ Tapi, kembali lagi, nyali saya sebenarnya sudah tak begitu besar. Ambisi untuk bisa tembus penerbit mayor tak sebesar saat pertama menawarkannya. Saat itu, saya mencoba menawarkannya ke penerbit tersebut dengan modal...... nekad dan pasrah pada Allah. Saya pikir, apapun hasilnya, mau ditolak lagi atau ada keajaiban diterima, saya tawakkal saja. Optimis ya optimis tapi ambisi itu sudah berkurang setengah. Selain itu, saya juga bilang, "Nggak masalah kalau belum bisa lolos, saya sudah bahagia sudah bisa menulis naskah ini setelah sekian lama diterpa kesibukan yang panjang."

Well, saya buka kembali naskah ini, editing lagi dan sinopsisnya saya perbarui lagi. Setelah fix, cukup beberapa jam saja saya revisi lalu saya kirimkan pada hari itu juga. Setelah beberapa minggu sengaja nggak OL, saya dapatkan konfirmasinya. Saya sempat takut membaca email dari Mbak Dewi Widyastuti itu. Tapi, saya kembali tawakkal saja apapun hasilnya.

Email yang singkat dan padat itu membuat saya speechless. KALIMAT "Kami tertarik untuk menerbitkan naskah Anda" Oh my God, oh my wow! Ini beneran nggak sih? Sampai saya hectic kayak pemain sinetron yang sok nyubit-nyubit dan mukul pipi (meyakinkan diri bahwa ini bukan mimpi). BUKAAAN MIMPI!

Alhamdulillah, saya bersyukur sekali. Dan, orang pertama yang saya beritahu adalah Bapak dan Mama (waktu itu Bapak baru pulang dari ibadah hajinya). Alhamdulillah, berkah dan Bapak memberi support luar biasa.

------------------
Why "KRIUK"?
------------------

Kenapa sih harus ada kata kiasan kriuk? Hehehe... ini terinspirasi dari iklan Mie Sedap yang ada kriuk-kriuknya :D. Selain itu, saya juga suka ngemil yang kriuk-kriuk, jadi apa salahnya, saya terapkan lah itu ke dalam naskah ini. Di awal, memang saya rasa agak "memaksa". Sok unik padahal nggak bisa dibilang unik. Itu karena saya bikin sinopsis dan konsepnya masih gampang broken. Akhirnya, karena saya juga sudah mengganti jargon blog dengan kata kriuk, saya pun mulai memantapkan konsepnya. Alhamdulillah, saya ketemu ide yang pas dan akhirnya bisa disisipkan dalam tema buku ini. KLOP! ^__^ *menurut saya dan penerbit sih, nggak tahu lagi kalau kalian.

-------------------------------
Special Thanks
------------------------------

Saya sungguh terlambat dan lupa memberikan ucapan terima kasih untuk buku ini. Akhirnya, dengan mengambil halaman belakang sisanya, ucapan terima kasihnya pun bisa diselipkan, cuma gak bisa panjang-panjang.

But, saya berterima kasih kepada seluruh teman blogger di milis KRIUK saya ini (buat kamu-kamu siapapun yang merasa teman atau sahabat saya), juga buat seluruh sahabat dan teman di dunia nyata dan dunia maya. Dan, saya juga menyelipkan rasa terima kasih pada kenalan-kenalan saya yang sangat baik hati meski belum pernah bertemu, antara lain:
  • Bunda Ida Fauziah, penulis buku Puzzle Jodoh. Beliau ini adalah orang pertama yang memberi support saat saya hendak menggarap naskah #CKUS ini.
  • dr.Bramastha A.Irfanda, CEO Coklat P.co dan dokter di Surabaya. Beliau pernah memberi semangat lewat kalimatnya, "Semoga  selaris JK Rowling!"
  • Kenalan di blog Kumpulan Emak2 Blogger dan blog komunitas Be A Writer. Saya senang sekali bisa berkenalan dengan para penulis senior seperti Bunda Leyla Hana, Aida M.A dan semua yang tak bisa disebutkan satu-satu.


The last dari saya
"Saat kamu galau, patah hati atau sedih, sadarilah bahwa kamu punya Allah. Dia bahkan memberi kita dua bodyguard (baca: malaikat atid dan raqib) yang senantiasa menjaga dan mengawasi kita. Jangan pernah risau jika kamu masih single dan memilih untuk tidak pacaran, karena Allah tak akan pernah membiarkanmu sendirian."

19 comments:

  1. wiih makin penasaran aku..
    cocok jg bukunya kayaknya buat aku :D

    ReplyDelete
  2. ayo Ade beli ya kalo udah ada di gramed. tapi kalo mau ngarepin menang GA nanti juga gpp sih :D hehe

    ReplyDelete
    Replies
    1. Iya ka liat GA nya dulu. Kalo memungkinkan untuk ikut/menang hehe tapi kalo ga, insya Allah aku beli :)
      covernya itu menggoda banget :D

      Delete
  3. keren bukunyaaa,,
    ditunggu GAnya yaaa *ngarep gratisan hehe

    ReplyDelete
  4. vey baru baca ini. -_-
    selamaaaat ya mbakkkkk
    :)
    seneng deh, jadi terpacu pingin punya buku juga :)

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Vey, udah ada di tokbuk kok.

      aamiin, ayooo lekas bikin buku yaa yg cetar membahana ^^

      Delete
  5. baca dari sinopsisnya kayaknya isinya kereen mbak ^^
    ngebuka hati aku juga yg lagi galau krn godaan temen" yg doyan pacaran -_-
    aaa,, jadi pengen cepet" punya bukunya,, ^_^

    ReplyDelete
    Replies
    1. hehehe silakan dibaca aja ya, semoga bermanfaat ^__^
      bukunya udah ada di toko kok mulai awal Januari kemarin

      Delete
  6. Sudah baca bukunya.. Bagus banget... Temen yg udh punya pcr malah jd pengen mutusin pacarnya... :D

    ReplyDelete
  7. makasih ya udah baca :) oh ya hehe, alhamdulillah kalo gitu hihi :D

    ReplyDelete
  8. Selamat ya, Emma. semoga bukunya bermanfaat dan semakin banyak lagi menelurkan karya-karya positif semacam ini :-)

    ReplyDelete
  9. selamat, mba. barakallah, moga bukunya laris ya ;)

    ReplyDelete
  10. aamiin sama sama Bunda Leyla dan mba Ila :D doa yang sama tercurah utk kalian juga

    ReplyDelete
  11. Bagus buku nya.. semangat kaka buat nulisnya.. tebar inspirasi

    ReplyDelete

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini.