Saturday, December 7, 2013

CURHAT SI KRIUK DI MALAM MINGGU

Wait! What time is it?! Udah jam 9 malam waktu Indonesia tengah, tumben saya belum tidur. Iya, dari tadi buka lappy (lagi kangen sama si lappy Zy, udah lama teronggok berdebu). Meski butut dan udah komplikasi sana-sini, Zy tetap sahabatku, sahabat yang selama ini menemani, menjadi wadah torehan tinta elektronik saya.

Malam ini saya mau curhat. Ini bukanlah curhat seorang jomblo yang galau tiap malam minggu. Ini adalah curhat seorang perempuan yang sedari tadi mencari inspirasi untuk tambahan bahan buat nulis buku kedua. 


Alhamdulillah, saya bersyukur, akhirnya buku saya terbit setelah setahun menanti dan berjuang. Memang, tak ada karya yang sempurna, begitu juga dengan buku solo perdana saya itu. Selain itu, saya juga bersyukur, memiliki sahabat-sahabat yang berbaik hati, tanpa pamrih memberi support, bahkan tanpa saya minta.

Malam ini, banyak sekali cerita yang ingin saya tuangkan. Kali ini, izinkan saya untuk bercerita tentang kampus, tempat di mana saya bekerja.

Sudah lama sekali tak menulis CHDJ. Untuk minggu-minggu ini, saya sedang mengejar jadwal ngajar untuk semester lima yang mendapat jatah 3 sks di kelas saya dan masih tersisa 4 pertemuan. Selain itu, saya juga bersyukur, akhirnya kelas semester satu telah selesai dan tinggal menunggu UAS. Minggu-minggu ke depan ini akan menjadi waktu yang sibuk dan serba dikejar deadline. Membuat soal-soal UAS untuk dua kelas, menjadi penguji sekaligus pemeriksa total puluhan ujian dan segera menyelesaikan kelas semester lima yang menurut saya cukup lambat lantaran kemarin-kemarin banyak tanggal merah di jadwal kelas saya.

Rasa-rasa seperti ini sudah pernah saya alami ketika pertama mengajar di semester dua tahun lalu. Menjelang UAS, ada rasa sedih, haru bercampur bahagia. Saat itu, saya pikir nggak akan ketemu mereka lagi karena antara pengen segera berangkat ke Mlaang atau tidak. Namun, Allah berkehendak lain. Tahun ini, saya masih punya kontrak mengajar. Sehinggga, bisa berkenalan dan bertemu dengan mahasiswa baru dan mahasiswa lama 

Di tahun ajaran ini, begitu banyak hal unik yang saya temui di kampus. Lihat saja kelas semester lima yang hanya terdiri dari  8 orang mahasiswa (isinya mahasiswa/laki-laki semua). Kelas yang sempat membuat saya canggung lantaran harus mengajar para pejantan, kayak kelas karantina aja.

Lalu, di kelas semester satu yang jumlahnya sekitar 20-an mahasiswa. Ada banyak keunikan dari setiap pribadi yang saya temukan, begitu pula dengan antusiasme mereka. Bayangkan saja, acapkali diskusi antara dosen dan mahasiswa, saya selalu tercengang, melihat ada beberapa dari mereka yang sangat antusias bertanya. Apalagi, ada satu mahasiswa cowok yang sering menyodorkan pertanyaan beruntun kepada saya, mungkin saking semangatnya dengan materi konseling.

Ah! Terima kasih ya Allah! ^__^ kau mempertemukanku dengan banyak teman-teman baik di sini. meski mereka adalah mahasiswaku, tapi mereka sudah seperti sahabat.

Sisa menghitung minggu, saya pun fix bakal berangkat ke Malang, mengejar mimpi, menyusul Bapak dan adek cewek saya yang udah duluan di sana, kembali mencoba merasakan hidup dari nol. Ya, mungkin bisa dibilang begitu. Akhirnya, sebentar lagi saya kembali ke telatah Malang, kembali meraup ilmu-ilmu keislaman, mengejar seminar bermanfaat, mengejar ilmu kepenulisan yang selama ini tak pernah saya temukan di parepare.

Biarlah ini menjadi bingkai cerita yang akan menjadi kenangan terindah untuk saya dan teman-teman i sini. Saya pun sama seperti mereka, ingin mengejar mimpi lainnya. Dan, saya merasakan bahwa mimpi itu ada di tempat di mana saya pernah kuliah dulu, ya di kota itu.

Kawan, terima kasih untuk senyum, canda, tawa dan harunya. Semoga kita masih selalu kontak dan saling mengingatkan dalam kebaikan. Semoga persahabatan kita bisa terus terjalin hingga ajal menjemput. Terima kasih STAIN, kau sudah mengabulkan impian terpendamku dalam waktu yang sangat sangat cepat bahkan sebelum impian itu benar-benar saya butuhkan. Terima kasih GC, kau memberi saya wadah untuk merasakan impian itu untuk yang pertama kalinya sebagai dosen motivator. Terima kasih kelas prodi BKI, kau memberi saya tempat di hatimu, mengizinkan saya untuk menumpahkan ilmu-ilmu yang selama ini masih tersimpan dalam hardware otak saya. Terima kasih untuk semua, terima kasih..... ^___^

And the aim must go on, grow up.....

No comments:

Post a Comment

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini.