Monday, December 22, 2014

MENDAPATKAN TEMAN ITU SANGAT MUDAH, TAPI TIDAK BAGINYA

Sepanjang jalan menuju proses peng-integrasian hasil laporan praktikum alat tes ini, saya jadi kepikiran sama si testee. Sudah lama kenal tapi baru saat ini saya benar-benar memahami apa yang tersembunyi di balik wajah cantik dan polosnya.

Dia sebenarnya cukup cerdas namun dari hasil beberapa tes yang diberikan, ternyata orangnya inferior atau bahasa mudahnya nggak pedean, merasa rendah diri dan cenderung malas action.

Saya baru sadar kalau dia sebenarnya punya banyak sekali unfinished business. Saya juga baru tahu kalau ternyata dia tidak suka diatur. Alhasil, susah juga untuk membuat janji bertemu dengannya. Otomatis, saya yang harus ngalah karena dia sendiri tidak ingin diatur dengan jadwal pertemuan yang saya tentukan. Permasalahannya itu ibarat benang kusut yang udah terulur ke sana kemari namun nggak pernah jelas gimana cara mengembalikannya secara rapi seperti semula. Mulai dari keluarga, akademik hingga persoalan teman pun bermasalah.

Ambil salah satu yaitu persoalan teman. Kalau diamati, dia punya banyak teman. Saya pun juga tergolong temannya karena kami juga satu fakultas (meskipun beda angkatan) dan pernah satu atap dalam organisasi rohis. Namun, dia masih saja merasa kesepian. Ketika ditanya apa arti sahabat, dia sendiri tidak mampu mendefinisikan dan merasa tidak memiliki sahabat atau teman yang benar-benar khusus dan dekat dengannya. Selama ini, dia hanya memendam sendiri masalahnya. Kalaupun cerita, pasti ke orangtua, terutama ibu, itupun juga tidak semua ia tumpahkan.

Seandainya saya ada di posisi benar-benar tidak mengenalnya selama memberikan tes, mungkin saya harus mengerahkan tenaga yang lebih ekstra agar mendapat simpati darinya. Mungkin ini yang saya tarik sebagai salah satu faktor mengapa ia tidak punya banyak teman, sulit menyesuaikan diri dengan lingkungan dan merasa tidak punya sahabat. 

Kira-kira apa sih cara yang bisa kita lakukan, paling tidak agar orang lain tertarik untuk berteman dengan kita? Ya, tersenyum. Itu adalah cara paling mudah. Ketika kita menampakkan/memberikan senyum tulus pada orang lain, maka itu akan menjadi kesan pertama yang baik untuk menjalin hubungan interpersonal selanjutnya. Dengan tersenyum, orang lain pun akan menilai bahwa kita menerima kehadirannya. Inilah yang tidak saya temukan dalam diri si testee. Itu juga keluar dari hasil interpretasi tes maupun hasil dari alloanamnesa. Banyak orang yang menilai dia sombong padahal orangnya baik looh. Bagi yang mengenalnya, kalau dia tersenyum dikiiiit aja, subhanallah cantik dan manis banget. Cuman, dia memang tipe orang yang memiliki wajah cenderung apatis. Jadi, kesan pertama yang muncul ketika kita baru pertama melihatnya pasti akan mengira dia adalah orang yang sombong, tidak ramah atau sejenisnya. Padahal tidak. Ekspresi natural dari wajahnya memang sudah seperti itu dan itu juga diakui oleh orangtuanya.

Saturday, December 20, 2014

COMING SOON: MY 1st NOVEL CANDY RENDY

Credit: Paresma

Coming soon!!
Setelah nunggu setahun, akhirnya dapat jatah editor. Baru dua minggu apa seminggu yang lalu gitu dikabarin soal cover. How do you think about that cover? Hmm.. sincerely, saya kurang puas dengan desainnya. Semacam ada yang kurang gitu. Tapi berhubung editor bilang, "Ini sampel cover fix pilihan kami." Ya udah deh, daripada nunggu lama-lama direvisi lagi, molor lagi, akhirnya saya setuju. 

Ini novel debut saya. Nggak tahu deh gimana komentar pembaca nanti. Tapi, saya berharap, dari novel ini bisa dapat banyak masukan dari pembaca biar saya bisa terdorong untuk lebih kreatif lagi dalam menulis novel. Karena ini debut, jadi materi novelnya juga nggak berat. Temanya sih tentang how to move on? Euuung... kisah cinta dewasa awal gitu hahah. Tapi, sesuai dengan selera saya, jadi di dalamnya nggak ada yang namanya pacar-pacaran. 

Karena masih belajar, jadi di novel ini saya pakai tokoh-tokoh yang dekat atau saya kenal. Ada 3 sahabat S1 saya yang jadi tokoh Oki, Diva dan Nadia. Trus, ada teman saya yang jadi tokoh Rendy (karakternya dia itu co-ass, sesuailah dengan profesi aslinya, itu sih dia ceritanya masih co-ass tapi sekarang udah mau UKDI *denger dari temannya yang cewe, dulu satu kelompok KKN sama saya juga). Trus, ada tokoh Erlangga, nah itu memang kakak tingkat saya pas S1, karakternya yaa kira-kira seperti yang ada di novel. Euuum, sama satu lagi tokoh tamu. Kenapa saya sebut tokoh tamu, soalnya minta izinnya khusus sendiri, awalnya bingung mau cari tokoh siapa buat tambahan. Mau mengimajinasikan sendiri tapi nggak bisa bener-bener menghayati jadi saya hapus lagi tokoh sebelumnya. Finally, saya beranikan diri buat izin dulu sama orangnya. Alhamdulillah, responnya ramah banget, boleh-boleh aja. hehehe... Gomawo. Tokoh tamu itu adalah dr. Bram Irfanda. Di novel tadinya saya mau pakai nama samaran, cuman keburu pas dikirim itu saya lupa ganti dan udah disetujui oleh penerbit. Yaaaaa pake nama asli deh dr. Bramastha Aditya (nama belakang nggak saya ikutkan jadi nggak spesifik banget kan) tapi karakternya saya nggak tahu sih karena belum pernah ketemu jadi cuman saya gambarkan sesuai dengan imajinasi saya (hehe ngapunten ya mas dok kalau ada yang nggak sesuai).

Eh..eh..tunggu.. trus tokoh utamanya siapa? Aliyanda Vigra, panggilannya Vigra. Itu siapa? Dari tokoh nyata juga atau pure fiction? Euuung... saya bingung jawabnya. Sebenarnya itu fiktif tapi pas nulis, secara nggak sengaja saya juga nyisipin dikit yang nyerempet diri saya. Jadi, pasti yang baca nanti bakal bilang, "Iiiihh, kamu curcol yaa?" Hehehe... sebagian kecil aja sih saya ambil dari cerita pribadi kira-kira 20% aja. 80%nya fiktif, nggak nyata. Jadi, jangan terburu-buru menyimpulkan, baca dulu yaa dan bagi yang udah kenal saya, yaaah tahulah batas "cerita nyata"-nya sampai bagian mana.

Kisahnya itu ada mellow-nya. Tapi, setidaknya masih ada pelajaran yang bisa dipetik dari situ. Kisahnya itu tentang.... *ah bagian ini cut aja hehehe. Yang penasaran, tungguin aja wes novelnya rilis dan baca sendiri ya :D.
Oke deh. 
Sisa nungguin, kapan tuh novel kelar dicetak. Aslinya rencana terbit tahun 2014 di SPP-nya. Namun, kayaknya Januari baru beredar di tokbuk. Kita tunggu aja lah ya.

Bagi yang udah baca novel ini nanti, saya  mohooon banget kritik, saran, masukan atau apapun itu yang bisa bikin saya push-up belajar lebih banyak lagi buat nulis novel. 

Untuk tahun depan, saya nggak ngeluarin buku dulu soalnya semester dua tahun depan itu ada schedule PKPP (Praktek Kerja Profesi Psikologi) di RSJ. So, waktu bakal tersitaaaa banget buat mantengin pasien di RSJ tiap hari plus bikin laporan praktikum alat tes ke pasien nanti. Insya Allah,semester 3 atau 4 gitu, saya akan menulis lagi sembari nyiapin beberapa schedule lain yang menurut saya udah harus dieksekusi *aiiih bahasanya,, hanya Allah dan saya yang tahu hehehe.

Oke deh, cukup sekian dari saya. ^^

Thursday, December 11, 2014

PENGUMUMAN PEMBAGIAN BUKU UNTUK GA PARESMA

Karena ketiga peserta dapat masing-masing jatah 1 buku. Jadi, saya putuskan untuk mengundinya dengan sistem kocok dan dimulai dari peserta terakhir yaitu Siska, selanjutnya ArghaLitha dan terakhir Intan.

Ini hasil foto undiannya sesuai urutan nama di atas ya. Cara lihatnya dari gambar kertas sebelah kiri lalu ke kanan.



Jadi, Siska dan ArghaLitha dapat buku Syabab. Intan dapat buku Secangkir Kopi Bully.

Selamat...selamat... hehe... Mohon maaf banget hadiahnya cuman satu tapi semoga bisa ngasih manfaat aamiin.

Pengirimannya nyusul nyari waktu free ya.

Monday, December 8, 2014

PENGUMUMAN HASIL AKHIR GA PARESMA

Setelah menimbang-nimbang enak dan baiknya bagaimana. Karena saya juga pengen sekalian belajar adil, jadi saya putuskan untuk tidak membagi hasil akhir dari GA Paresma ini ke dalam kategori pemenang I dan II. Maksudnya, karena yang daftar hanya 3 peserta, jadi saya ingin agar semua bisa merasakan buah dari usaha mereka. Jadi, intinya ketiga peserta dapat masing-masing 1 buku. Untuk bukunya saya acak tapi yang jelas ada 2 orang yang dapat buku Syabab dan 1 buku Sencangkir Kopi Bully soalnya stok SKB di saya emang dikit dan saya lagi gak ada waktu buat mampir ke tokbuk buat beli SKB.

Sunday, December 7, 2014

GA PARESMA DITUTUP YA

GA Paresma resmi ditutup ya malam ini. Terima kasih buat yang udah ikutan. Eh..eh.. prestasi banget ya, tumbeeeen gitu untuk giveaway kali ini yang ikut hanya 3 orang. Mungkin karena deadlinenya yang kurang panjang kali ya. Tapi, kalo kelamaan saya yang nggak bisa (pada akhirnya semua kembali ke subjektivitas pemegang tampuk GA hehehe). Mungkin juga karena hadiahnya yang terlalu sedikit. Ya saya maklum karena untuk GA kali ini nggak bisa ngasih banyak bukan karena pelit tapi nggak sempet nyari hadiah buat tambahannya (lagi-lagi pakai alasan sibuk kuliah,, yaa tapi itulah apa adanya).

Makasih buat 3 orang yang udah daftar. Karena pesertanya dikit, otomatis, saya jadi mudah dan cepat dalam mengambil keputusan. Malam ini sih saya udah menentukan siapa pemenang I dan II tapi nanti dulu deh postingnya, besok atau lusa aja ya biar penasaran.

Selamat menebar garam jampi-jampi keberuntungan dan keberkahan deh ya buat 3 peserta. Selamat bersabar untuk menunggu pengumuman.

Sekadar info nih, saya berencana untuk mengubah pemenangnya. Niat awalnya, karena cuman ada 3 peserta, saya pengen ngebagi rata hadiahnya masing-masing 1 buku ke 3 peserta. Kasihan juga sih yaa kalau 3 orang, yang satu--yang tereliminasi di antara 2 tuuh berasa kayak dicuekiin gitu nah hehehe :D. Namun, nanti lah ya saya pikirkan lagi mau ngubah sama rata atau tetap seperti semula cuman 2 pemenang.

GIVEAWAY PARESMA



(sticky posting)

Naah kaan.. hehe akhirnya saya buka GA juga. Tadinya sih lagi gak pengen karena buku Secangkir Kopi Bully-nya cuman dapat jatah dikit dari penerbit. Tapi, berkat kehadiran paket buku Syabab, setidaknya cukup membantu untuk kelangsungan GA ini. Tadinya juga mau ngadain GA dengan syarat peserta haru belanja di Griya Qafisha (Olshop saya) namun batal... Sibuuuuukkkk! 

Friday, December 5, 2014

DIBENTAK OFFICE GIRL

Dua hari yang lalu, pagi sekitar hampir pukul delapan pagi, saya dan seorang teman pergi ke toilet. Saya sih yang punya tujuan: benahin jilbab yang berantakan. Karena toilet di bawah gedung pasca kurang kondusif menurut kami, jadi kami pergi ke toilet di GKB 1 yang lebih bersih dan ada koridornya buat ngaca. 

Sesampainya di toilet, ada 2 office girl yang baru saja selesai membersihkan. Saya hendak masuk, tapi kata salah seorang OG bilang, "Tunggu dulu." Baiklah, kami pun menunggu. Setelah OG tersebut hendak keluar dari pintu seberang, saya pun masuk sambil jinjit sepatu melalui pintu sebelah. Yaaa bermaksud menghargai meskipun kenyataannya sepatu saya tidaklah kotor sama sekali. 

Wednesday, November 26, 2014

GHIBAH MEMUTUS SILATURAHMI

Senin kemarin di kelas profesi sedang heboh membahas argumen terkait figur yang menjadi buah bibir.

Ketika heboh terdengar omongan miring mengenai seseorang, teman-teman lain yang awalnya tidak paham, akhirnya harus mendengar.

Jujur, saya beruntung memiliki teman-teman (yang biasanya kami duduk dalam barisan kursi yang sama dan yang paling sering diajakin bertukar pikiran) baik dan bijaksana. Terus terang, kami sebenarnya risih ketika di sekeliling kami terdengar beragam ghibah mulai A sampai Z. Akhirnya, selasa kemarin, mbak yang biasa kami panggil "ibu" (soalnya usianya lebih tua dan udah punya dua anak serta lebih dewasa daripada semua) serta "tante" (mbak yang udah punya anak satu tapi masih agak muda usianya) memberikan nasehat kepada kami.

Benar juga. Apa sih yang kami ketahui? Padahal, tidak begitu dekat dengan orang tersebut meski memang orang tersebut pernah berbuat salah.

Beberapa dari kami yang kontra dengan omongan miring tersebut sungguh sangat kecewa. Kecewa karena ghibah tersebut ternyata disebarkan oleh teman baik dari orang yang menjadi buah bibir. Seperti kisah dalam sinetron Jilbab I'm in Love yang sering kami nonton tiap maghrib. Kok ada ya yang udah lama berteman bahkan bersahabat, tapi sering su'udzan bahkan tega membuka aib temannya sendiri kepada teman/orang lain yang sama sekali belum mengenalnya.

Menurut kami, jika memang apa yang dibincangkan tentang orang tersebut adalah benar, tidak seharusnya diberitahukan pada orang lain. Saya juga hampir saja termakan oleh ghibah itu kalau saja tidak ada teman-teman baik dan bijak seperti si ibu dan si tante yang menguraikan nasehat mengenai hal tersebut kemarin. Saya pun berpikir ulang, memang betul bahwa kita tidak boleh seenaknya men-judge seseorang hanya karena salah satu sikapnya yang kurang baik.

Seharusnya, kita saling mengingatkan
Bukan dengan menusuk dari belakang
Seharusnya, kita saling mengajak untuk berbenah diri bersama
Bukan dengan menyudutkan satu atau beberapa pihak yang tersalah
Seharusnya, kita bisa melihat orang yang memiliki salah tersebut dari sudut pandang lain
Memang, sikapnya tak mengenakkan hati
Namun, bukankah lebih baik jika tidak diadakan ghibah disertai kebencian yang mendalam sampai ingin menjauhinya
Jika sudah menjauh, bisakah kita bayangkan bila berada di posisinya

Saya pernah merasakan hal itu
Mengalami saat berada di posisi terpuruk, menjadi buah bibir ketika masih sekolah
Dijauhi teman-teman hanya karena satu oknum yang menyebarkan berita salah tentang saya
Rasanya sakit? Tapi, saya berusaha untuk terus memaafkan bahkan berani meminta maaf pada orang yang sudah memfitnah saya. Mungkin, saya kurang mengoreksi diri sehingga terjadilah fitnah itu atau mungkin waktu sekolah dulu, saya pernah menyakiti hati yang memfitnah. Semua bisa saja diselidiki makna di baliknya asalkan mau tekun mengoreksi diri.

Tak habis pikir...
Mengapa belakangan ini banyak terjadi ghibah?

Dari uraian ini, saya bisa menyimpulkan agar kita lebih selektif dalam mencari teman.
Bukan berarti kita memblokir diri dari semua teman.
Kita tetap harus menghormati teman atau siapapun yang ada di sekitar kita
Namun, untuk bersahabat, sebaiknya pilihlah teman yang benar-benar sholeh, bukan sekadar baik
Sebab, teman adalah cerminan tentang siapa diri kita
Kita bisa dinilai dari siapa teman kita, dengan siapa kita bergaul dan berbincang setiap harinya
Jadi, jangan asal pilih teman dekat deh ya

Kita juga harus berhati-hati ketika mempunyai teman (biasa) yang hobinya menceritakan aib orang lain. Sebab, tidak dimungkiri, suatu hari, nama kita bisa saja akan menjadi salah satu bagian dari ghibahnya. Ini ada kok dalam hadits (hehe saya lupa bunyinya).

Semoga kita bisa menjaga lisan kita ya
Sungguh, manusia itu tempatnya khilaf dan salah
Saya pun manusia jadi sangat mungkin untuk berbuat salah dan khilaf
Yang terpenting adalah, ketika berbuat salah, kita berani menyelami diri, mengakui, mengoreksi dan berbenah (berubah).

Monday, November 24, 2014

EDISI RINDU

Tak terasa sudah 11 bulan menetap di Malang, meninggalkan tanah kelahiran, kota Parepare. Kerinduan itu makin membuncah ketika beberapa waktu lalu melihat ada begitu banyak perubahan di tempat saya mengajar dulu, STAIN Parepare.

Mahasiswa/i yang pernah belajar bersama kelas saya mengalami banyak perubahan baik yang sangat signifikan. Semenjak saya resign, salah satu mahasiswa di kelas Kesehatan Mental saya dulu ada yang berhasil tembus ke program Dai Muda Indonesia di MNC TV. Walaupun tidak berhasil jadi juara, namun antusiasme dari masyarakat Parepare, Makassar dan Sulawesi sangat tergambar jelas ketika Fajar (nama mahasiswa tersebut) pulang pasca tereliminasi dari Dai Muda. Meskipun tidak maju sebagai pemenang, berkat ketenaran Fajar sebagai salah satu Dai Muda di Parepare, alhamdulillah preman-preman pasar dan sekelompok "penjahat" yang dulu beraksi di Parepare mau berguru dan belajar bersama Fajar di masjid tiap usai shalat subuh. Subhanallah.. barakallah.. Saya sendiri takjub melihat perubahan positif tersebut.

Saturday, November 22, 2014

CURHAT ANAK MAPRO DI KELAS FILSAFAT

Pagi tadi kami kuliah filsafat ilmu tambahan.
Nah si ibu dosen tuh sambil menerangkan materi terakhir, beliau bercerita banyak.
Nama dosen kami Bu Ida. Anak Bu Ida kan punya PR tapi kasihan banget karena pulang sekolahnya udah maghrib jadi ga bisa ngerjain PR sekolah karena udah capeeek dan ngantuk berat. Padahal PR itu dikumpul hari ini. Jadi Bu Ida berbaik hati bantu ngerjain tugas puteranya.
Tugasnya tuh susaaah, disuruh wawancarain orang yang pernah hidup dalam masa penjajahan sebelum kemerdekaan. Beruntung Mamanya Bu Ida masih hidup dan beliau dulu masih ingat apa aja yang terjadi di zaman penjajahan meski masih kanak-kanak.

Dari cerita ortu Bu Ida, kami jadi bener-bener ngerasain betapaaa kasihan banget dan dibodohi oleh penjajah.

Tuesday, November 11, 2014

RALAT INFO GIVEAWAY PARESMA

Euum.. temen-temen, sekadar info, buku Syabab sudah tersebar di TB Togamas (di Gramedia sementara proses distribusi). Buku Secangkir Kopi Bully dan Catatan Kriuk adanya di Gramedia. 

Bagi yang mau ikut giveaway ini, silakan aja. Syaratnya juga cukup mudah, hanya dengan foto bersama minimal 2 buku saya (silakan pilih judul apa saja). Jadi, nggak harus punya bukunya ya. Fotonya pun bisa langsung di toko bukunya.

Wednesday, November 5, 2014

CURHAT ANAK MAPRO: HIDDEN WAR?

Menjelang siang, baru satu jam ngerjain tugas take home UTS kualitatif, baru satu nomor dan itu jawabannya puanjaaaang semuaaaa (ibu dosen emang niat banget gitu yaa nyuruh kita menulis). Biar gak suntuk, saya mau sharing bentar sekalian update blog.

Isinya lagi-lagi curhat sih. 

Ini bermula dari presentasi kami di kelas. Kemarin pagi, saya sama seorang teman kebagian jatah presentasi metpen bagian pengumpulan data. Nah, pas giliran saya yang ngejelasin, emang saya niatkan tuh dari awal, jelasin panjang lebar, lebih detail dan lebih lengkap biar semua bisa paham jadi gak banyak yang nanya. Eeeeeh.... nggak tahunya, di sesi diskusi, kami berdua diborong oleh banyaaak pertanyaan dari banyak orang.

Sunday, October 12, 2014

MY #2 OWN'S BOOK: SECANGKIR KOPI BULLY

Mohon maaf bila baru sempat posting di blog. Alhamdulillaaah "anak" kedua saya udah lahir, normal pula ya *salah fokus. Bukan anak sebenarnya, melainkan denotasi untuk kata ganti "buku/karya". 

Postingan ini sih saya copast dari penerbitnya langsung. Nah silakan deh dibaca hehe..

Jangan lupa ya hunting bukunya. Jarang looh ada buku tentang bullying sekarang hihi. Saya aja nyari buku bullying ketar-ketir kehabisan di toko buku untuk referensi. Alhasil, terbetiklah niat untuk nulis buku about bullying.

Tuesday, September 30, 2014

CURHAT ANAK MAPRO PSIKOLOGI: PERSELISIHAN

Pertarungan ini baru saja dimulai. Namun, nggak tahunya udah ada selisih paham yabg terjadi di kelas.

Beberapa hari belakangan ada yang nyeletuk di kalangan dua teman laki2 di kelas. Mereka bilang kok temen-temen yang cewek tuh pada nge-gank atau gap2an masing-masing sih? Kalo saya pribadi, untuk apa juga sih pake clique atau gank2an segala. Toh kita ini udah magister looh bukan strata satu lagi. Mungkin ini juga karena angkatan mapro tahun ini lebih didominasi oleh lulusan S1 tahun 2013 dan 2014 dalam artian masih dalam proses beralih menjadi dewasa sesungguhnya. Selebihnya yang hanya segelintir terdiri dari angkatan S1 yang sama dengan saya atau di atas saya beberapa tahun serta yang udah berkeluarga.

Dari beberapa teman rupanya ada di antara mereka yang menaruh kejengkelan akibat sikap teman lain yang mana memang karakter orangnya kayak gitu.

Pada intinya, saya hanya berpendapat bahwa nggak semua orang yang kita temui itu baik semua atau buruk semua. Kita tentu akan berhadapan dengan beragam personality. Bagi yang kemarin mungkin tanpa sengaja menunjukkan sikap atau kata2 kurang baik, seharusnya bisa kembali mengoreksi dalam dirinya juga, apakah ada sesuatu yang salah? Dengan demikian, dia bisa menyadari perbuatannya sehingga tidak ada lagi negativisme dari lingkungan yang diarahkan terhadapnya.

Kalau saja semua orang bersikap semaunya tanpa mau mendengarkan masukan orang lain yang sebenarnya itu baik, tentu dia tidak akan bisa selamanya diterima oleh lingkungan. Egosentris. Terdengar sepele tapi dampaknya akan sangat buruk jika itu mendominasi dalam pergaulan sehari2.

Saya pribadi tidak begitu ambil pusing. Bagi saya, lakum diinukum waanliyadiin. Kalau memang orangnya punya karakter kayak gitu, saya tentu tak bisa mengubah sifat orang agar bisa setara dengan apa yang diinginkan orang lain. Terkadang, sikap cuek itu sedikit perlu agar kita tidak terlalu sibuk mengurusi urusan orang lain. Bukan berarti nggak mau ngasih nasehat. Yaa lihat timing dan tempat yang tepat juga sih.

Saya juga nggak ingin menyalahkan siapapun atau membela siapapun. Come on, lihat diri kita sendiri dulu deh, udah bener apa belum. Saya sendiri, jika berbuat salah, saya mulai bisa menyadari apa yang salah dalam diri saya dan setelah itu semua akan normal lagi seperti semula alias tidak menaruh dendam. Yang namanya manusia kan tempatnya khilaf. Tapi juga jangan malah menjadikan kalimat itu sebagai pembela ketika kita keseringan berbuat nggak baik.

Kita nggak bisa menuntut agar lingkungan dapat menerima kita, melainkan kita lah yang harus belajar menyesuaikan diri dengan lingkungan yang kita hadapi itu.

*hidupmu indah bila kau tahu jalan mana yang benar.....
Hidup terlalu indah jika hanya diisi dengan permusuhan.

Sunday, September 28, 2014

CURHAT ANAK MAPRO PSIKOLOGI: HANDBOOK

Sunday is the placebo holiday for me. Walau tanggal merah tapi bukan hari libur sebenarnya. Tapi bersyukur karena praktikum belum dimulai jadi setidaknya Sabtu dan Minggu masih ada sedikit waktu longgar untuk melakukan hal-hal lain. Jadi, untuk saat ini, Sabtu dan Minggu digunakan untuk mengerjakan tugas-tugas.

Sejak hari pertama kuliah di kelas pasca 2 minggu psikodiagnostik non-stop, kami sudah kebanjiran tugas. Dan, kau tahu apa yang ada di otak kami semua? Yup, soal handbook alias buku wajib. Kenapa? Ada masalah? Kalau masalah besarnya biaya yang harus dikeluarkan untuk beli buku itu bukan hal asing. Sejak Psikodiagnostik pun, kami udah menggelontorkan banyak uang hanya untuk buku. Kendala yang terasa itu adalah persoalan Bahasa. Mayoritas buku-buku Psikologi yang benar-benar asli adalah berbahasa asing alias English. Bukan hampir, melainkan semua handbook untuk perkuliahan magister profesi ini menggunakan bahasa Inggris.

Sunday, September 21, 2014

CURHAT ANAK MAPRO PSIKOLOGI: JURNAL DAN TESIS

Setelah subuh hingga jam segini, fujitsu masih setia menanti saya (tentunya dalam keadaan lepas baterai). Minggu lalu, kami mendapatkan banyak tugas, salah satunya diminta untuk segera mencari tema penelitian untuk tugas karya ilmiah dan tesis. Makanya, dari subuh tadi, saya pantengan internet buat download jurnal yang sesuai dengan minat saya.

Kemarin, secara dadakan, kami sudah ngumpulin tema penelitian kepada dosen pengampu matkul Asesmen Psikologi 1. Waktu itu, saya sebutin aja beberapa yang saya minati, di antaranya; anak yatim, perceraian dan masokisme.

Pertimbangannya, dari ketiga tema tersebut, saya cukup tertarik dengan dunia psikologi anak. Saya juga punya saudara yang tetangganya itu punya anak yang suaminya udah meninggal. Semenjak ayahnya meninggal, anak ini memilih untuk putus sekolah dan sosialisasinya terhadap teman-teman sebaya berkurang. Dia punya adik dan adiknya itu modelling juga ke kakaknya ini. 

Sunday, September 14, 2014

CURHAT ANAK MAPRO: LIBUR SEHARI

Hari ini saya libuuuur pemirsaaaah. Happy banget rasanya. Aslinya sih.. aslinya pagi tadi tuh masih ada 1 matrikulasi tapi badan saya dari kemaren pegel-pegel tak keruan dan saya putuskan untuk tidak masuk saja. Lagipula baru sekali ini doaaang saya nggak masuk, berarti masih bisa jadi syarat ikutan ujian dooong pas semester akhir nanti.

Libur. Sejujurnya kalau di dunia kerja, saya nggak suka kalau harus bolos apalagi libur begini kecuali tanggal merah. Libur itu menyebabkan saya jenuh. Mahasiswa saya dulu pun ngatain saya ini terlalu rajin, nggak mau alpa-in diri satu kali pun. Tapi... saya juga manusia hehehe. Ketika saya jadi mahasiswa lagi, libur itu adalah hal yang sangat berharga terlebih untuk yang mapro gini. Libur sehari itu udah bagai dapat harta karun.

Sunday, September 7, 2014

GADGET BARU SEMANGAT BARU

Mau curhat aja...

Sempat galau antara jadi beli atau tidak. Tapi, jumat lalu udah memutuskan untuk beli aja. Alhamdulillaah punya gadget android baru sekarang. Saya jatuh cintanya sama Galaxy Grand 2 dan masih saya rahasiakan dari ortu kalau saya beli itu pake uang saya sendiri. Hihihi...ussst... Kenapa saya rahasiakan dulu? Soalnya, rencana awal saya juga pengen beliin hape baru buat Mama tapi uangnya ternyata cuman pas buat beli Grand 2 karena selebihnya udah saya pake buat modal jualan, sebagian kecil buat bayar kuliah dan lain-lain. Jadi, surprisenya ditunda sampai saya punya gaji lagi dari hasil penjualan buku.

CURHATAN ANAK PROFESI PSIKOLOGI (1)

Pagi tadi adalah jadwal matrikulasi hari kedua. Ketemu sama dosen-dosen lama dan mantan dosen wali ketika awal-awal semester S1 dulu.

Banyak pesan yang kami peroleh tadi yaaa walaupun menjelang siang (mau akhir) gitu udah mulai ngantuk.

Kami sekarang kan udah dikenai kurikulum baru. Jadi dengan beban SKS yang buanyaaak yaitu 82 SKS khusus anak profesi jadi mau tidak mau kami harus ekstra fokus buat mulai mikirin tesis. Tesis itu aja beban SKS-nya 20. Kebayaaaang nggak tuuuuh.... harus ngerjain tesis yang setara dengan nilai 20 SKS bukan pekerjaan yang mudah tapi juga sebenarnya gak sulit-sulit amat.

Thursday, September 4, 2014

MABUK TES RORSCACH

Saya nggak akan membahas mengenai tes Ro secara gamblang yaa. Tapi pengen share pengalaman selama dua hari belajar tes Ro, mulai rabu pagi sampai kamis sore tadi. Amazing, kan? Belajarnya to be continued kayak sinetron gitu :D.

Yang ngajar itu Pak Zainul. Lucu sih orangnya jadi gak begitu ngantuk lah di kelas karena ada guyonannya juga.

Rabu kemarin, kami belajar konsep dan penyajian/administrasi Tes Ro. Terus diberi tugas untuk skoring kuantitatif. Ya Allah.... mabuk sudah kami semua. Karena kemarin masih berhalangan shalat jadi sorenya langsung ke kos teman untuk ngerjain kelompokan. Cuman berdua emang masing-masing kelompoknya. Syukurnya, di kos temen kelas ini tuh ada temen saya zaman S1 yang baru aja lulus S2 (mau yudisium besok nih). Temen zaman S1 saya si Uun itu cinta banget sama tes Ro jadi kami ada guru besar deh buat belajar memahami. Alhamdulillaaaah.... dua halaman penuh dari separuh tugas skoring selesai juga pukul setengah sembilan malam. Akhirnya saya dipaksa untuk nginep aja daripada pulang jauuuuh ke Sawojajar. Mata pun udah ngantuk.

Tuesday, September 2, 2014

PSIKODIAGNOSTIK MAGISTER PROFESI PSIKOLOGI

Assalamu'alaikum

Saya kangeeeen setengah mampus dah sama blog ini dan teman-teman blogger semua. Mohon maaf bila blog ini terkhusus tema-tema psikologinya bakalan jarang update. Ternyata sesuai dengan prediksi awal. Sejak 31 Agustus kemarin, saya udah mulai orientasi kuliah. Minggu ini hingga minggu berikutnya full dari senin sampai minggu saya kuliah psikodiagnostik disertai matrkulasi pada sabtu dan minggu selama dua pekan. Jadwalnya mulai jam 8 pagi hingga maksimal jam 5 sore. Dengan jarak tempuh rumah-kampus kurang lebih 30 menit, bisa terbayang ritme hidup saya tiap hari.

Saturday, August 30, 2014

SECANGKIR KOPI BULLY-COMING SOON

Dua hari yang lalu, SMS-an sama Mbak Luky (editor dari Quanta). Katanya, draft saya yang berjudul Secangkir Kopi Bully akan terbit paling lambat November dan paling cepat Oktober tahun ini.

Cepet banget yaaa! Emang sih dari awal Mbak Luky bilang ngeditnya Agustus awal kemaren. Udah selesai sih. Tapi, kupikir tuh prosesnya masih panjang, ternyata udah masuk proof 1 sekarang sisa bikin cover dan matengin tata letak bukunya trus dikirim ke percetakan berarti. Kereen deeeh Mbak Luky. Dapat editor yang kinerjanya cekatan, detil, cepat tapi tegas itu surga banget buat saya yang memang sangat cocok dengan cara kerja cepat tapi detil. 

Wednesday, August 20, 2014

APA KAMU MENYELIDIKIKU?

Kira-kira bulan lalu, ada salah satu adek tingkat zaman S1 yang curhat seputar jodoh. Lalu, di tengah-tengah perbincangan, dia juga menanggapi "nasib" single yang masih melekat pada diri saya.

Katanya begini, "Mbak, mungkin aja niih mungkin ajaaa, ternyata di luar sana ada ikhwan yang diam-diam memperhatikan gerak-gerik Mbak. Entah itu dia ngamatin Mbak di sosmed atau gimana. Karena sekarang Mbak mutusin untuk kuliah lagi, akhirnya si ikhwan yang entah siapa itu malah jadi ragu untuk maju ngelamar Mbak. Mungkin aja loh ya."

Sunday, August 17, 2014

MINTA LEGALISASI EUTHANASIA?

Beberapa waktu lalu tersiar berita seorang lulusan magister UI bernama R meminta Mahkamah Konstitusi untuk melegalkan bunuh diri dengan cara euthanasia. 

Euthanasia itu apa sih? Gampangnya biasa disebut dengan suntik mati. Kalau dalam dunia medis, euthanasia ini bertujuan untuk memperingan penderitaan atau rasa sakit pasien yang sudah tak punya harapan hidup atau mempercepat kematian seorang pasien. 

Adapun negara yang melegalkan euthanasia adalah Belanda, Swiss, Belgia dan beberapa negara bagian di Amerika seperti Oregon. Indonesia sendiri termasuk dalam beberapa negara yang melarang adanya euthanasia karena tidak sejalan dengan konsep ideologi negara, Pancasila.

Saturday, August 16, 2014

FIKSI: SADARLAH

Pagi-pagi sekali, kau sudah duduk di depan kolam sambil menyeruput es jeruk nipismu. 
Tak biasanya kau memilih es jeruk nipis.
Biasanya, kau akan menyeduh kopi luwak yang kau bilang itu sangat mahal.
Mengapa?

Oh, aku mengerti.
Hatimu sedang kecut, bukan?
Iya, kecut karena kau sedang memikirkan seseorang yang ternyata tidak mencintaimu.

Dulu, kalian adalah teman baik.
Dibilang pacaran juga tidak, dibilang adik dan kakak juga bukan.
Tapi, beribu pasang mata selalu memanahkan busur cemburu jika melihat kalian berbincang.

Thursday, August 14, 2014

PRIA TAMPAN

Pria tampan, cewek cantik. Siapa sih yang nggak suka? Siapa sih yang nggak bakal klepek-klepek? Menyoal pria tampan, saya pernah menyukai beberapa pria tampan. Itupun saya juga nggak paham kenapa saya jadi suka sama dia. Mungkin karena saya kena batunya kali ya. Yang tadinya saya cuek-cuek aja, lama-lama teman-teman pake nympahin suatu saat bakalan suka sama pria tampan yang mereka maksud.

Kesempurnaan fisik itu adalah anugerah dari Pencipta. Tapi, zaman sekarang banyak disalahgunakan. Jadi, buat yang punya wajah "sempurna" gitu, kudu hati-hati majang foto di sosmed, bisa-bisa dimanfaatkan oleh oknum (orang yang tak bertanggung jawab).

Wednesday, August 13, 2014

CURHAT AJA

Boleh kan kalau saya curhat lagi?

Menulis itu memang bisa menjadi salah satu terapi. Satu hal yang saya ingat malam ini, novel. Iya draft novel yang sebentar lagi akan terbit itu sebenarnya adalah hasil dari terapi yang dulu saya lakukan. Yaaa meski memang hanya sebagian kecil cerita nyatanya, tetap saja dulu sempat bikin saya nyesek sendiri.

Selama menulisnya, teman dan sahabat di sekeliling pada sering nanyain, gimana kabarnya dengan tokoh utama laki-laki yang saya tulis dalam novel tersebut? Atau, pertanyaan sejenis yang mengarah pada maksud apakah saya masih berharap akan terjadi sesuatu atau saya justru telah benar-benar membuang "tokoh" itu jauh-jauh.

Monday, August 11, 2014

JUST HAPPY

Aku tak lagi mencari-cari
Tak lagi bertanya-tanya
pada rumput yang bergoyang
pada angin yang kempis kembang

Sekarang, hatiku bahagia
Meski kekasih halal belum ada
Meski pribadi ini sederhana saja
Tak banyak gaya
Tak banyak kata

Di luar sana
Aku menerawani dunia
Tak ada artinya dunia jika tanpa ridha-Nya
Allah, peluklah aku dengan cinta
Allah, Engkaulah yang membuatku damai sentosa

Meski tak pernah ada seorang pujangga yang menyematkan namanya di dada
Meski tak pernah ada mantan yang membuat tangisku makin dahaga
Meski tak pernah kukecup kenikmatan semu yang kata orang itu sempurna
Bukan... bukan itu yang kupinta
Aku tahu, aku merindunya
merindu dia yang entah siapa
tapi, aku tahu Allah kan pertemukan kita
suatu ketika
dan, bersemilah cinta

Aku tak lagi merana
dengan bayang-bayang ilusi cinta
Aku bahagia
dengan begini, aku bahagia
Apa adanya
Karena Allah senantiasa menyerta
dalam doa
dalam bait-bait cinta-Nya kuhaturkan asa


Sunday, August 10, 2014

UCAPAN SELAMAT BUAT SAHABAT

Alhamdulillah wasyukurilah...

Satu per satu teman-teman sudah pada nikah, terutama yang cewek-cewek. Sahabat kental saya Nawira, akan menyusul lagi teman SMA juga si Imha, lalu kemarin Ria Hidayah si temen blogger dan masih banyak lagi.

Alhamdulillah... terima kasih Allah, Engkau telah mempertemukan mereka dengan pasangan hidup masing-masing. Saya pribadi mengucapkan congratulation buat mereka semua. Semoga bisa menjadi keluarga Sakinah, Mawaddah dan Warahmah. Mudah-mudahan rumah tangga mereka senantiasa diberikan keberkahan dan ketentraman, aamiin aamiin.

Bahagia rasanya meski secara fisik emang kagak bisa nongol langsung ke acara nikahan mereka tapi doa ini in sya Allah akan selalu menyertai mereka.

Hayo, siapa lagi niiih sahabat yang akan menyusul? Semoga diberi kelancaran yaa sama prosesnya aamiin.

Saya? Kalian nanya, saya kapan? Hehehe... saya lagi-lagi cuman bisa jawab in sya Allah kalau Allah sudah berkehendak. Bukan berarti saya kuliah lagi lalu nunda nikah, nggak. Cuman untuk tahun ini emang mungkin saja, waktunya bleum tepat karena urusan kuliah yang baru akan dimulai. Jadi, saya pasrahkan saja sama Allah. 
^__^

Tuesday, August 5, 2014

SEJUMPUT KISAH KELUARGA BESARKU

Tiga malam ini, salah satu bulek saya yang dari Madiun ikut kami ke Malang bersama anak bungsunya si kurcacil Deska. Tadi sore pas saya mandi beliau udah dijemput suaminya bulek saya yang juga adik Mama (bulek saya yang tinggal di kota Batu) buat nginep ke sana sekalian besok barengan balik ke Madiun mereka dari Batu.

Sebut saja namanya Thi. Bulek Thi itu orangnya suka ngajak ngobrol. Saya yang notabene pendiam gini suka banget diajak ngobrol atau ditanya-tanyain gitu. Yaaa emang sih, saya kadang nggak begitu suka dikepoin, tapi kalo keluarga sendiri sih nggak papa lah yaa hehehe.

JANGAN KESERINGAN MENJUDGE DIRI SENDIRI

TERPURUK. UNDERDOG. GUILTY. ANGRY. SADNESS. Pasti semua orang pernah merasakannya. Dan, kata-kata negatif ini menginspirasi saya untuk menulis blog saat ini.

Barusan saya nonton infotainment. Berita tentang perceraian seorang artis muda yang pernah terlibat masalah "kejiwaan". Kalau nggak salah, dia juga anak psikologi. Tapi... dia juga manusia biasa sama seperti lainnya. Dia pernah mengalami gangguan pada jiwanya. Saya yakin, kalian pasti paham siapa yang dimaksud.

Sunday, August 3, 2014

CERITA LEBARANKU

hehe ini kostumku pada saat lebaran hari pertama di Malang
Bergonya kegedeaan tapi gak papa lah ya yang penting masih syar'i hihi
Hampir seminggu off dari sosmed berhubung kemarin lebaran dan sekalian bertandang ke Madiun. Bukan Madiun kotanya sih tapi lebih tepatnya Desa Setren, Maospati, yang masuk ke kompleks Kopaskas itu looh (ada yang tau nggak ya? hihi).

Lebaran pertama, kami full seharian di Malang. Keluarga besar termasuk Mbah-Mbah pada berkunjung ke rumah. Yaa maklum laah ya rumah baru dan perabotnya juga udah penuh jadi itung-itung biar mereka juga tahu kami tinggalnya di sebelah mana (nggak jauh juga sih dari rumah Mbah di Sawojajar Gang 7).


Wednesday, July 23, 2014

KASUS ADE SARA: CINTA BERUJUNG MAUT

credit: makassarbisnis.com
Masih ingat dengan kasus pembunuhan Mahasiswi 19 tahun bernama Ade Sara? Yang ngikutin perkembangan beritanya, pasti masih hapal. Dulu pas kasus ini lagi hangat, saya nggak begitu ngikutin karena waktu itu jaraaaang nonton TV. Tahunya cuman pas di acara Hitam Putih dan TV One, itupun telat hehehe.

Saya sempat nonton juga di Youtube. Beberapa psikolog yang diwawancarai mengenai kasus tersebut, ada di antara mereka yang menyatakan bahwa kedua tersangka pembunuh Ade Sara itu mempunyai indikasi Psikopat. 

Sebenarnya saya pribadi kurang setuju dengan pernyataan psikolog tersebut karena kesannya langsung men-judge. Kecuali kalo psikolog tersebut memang orang yang menangani kasus itu, tentu tidak akan gamblang bicara demikian.

Friday, July 18, 2014

APA PARFUM FAVORITMU?

Kalau ditanya soal parfum, saya sih bukan orang yang gila minyak wangi. Bukan hanya lantaran ada hadits yang melarang wanita menggunakan wewangian ketika keluar rumah, tapi memang dasar saya yang sedikit alergi dengan wangi parfum.

Waktu masih sekolah, Bapak sering belanja parfum di toko langganannya. Parfum yang dibeli adaaa aja merk-nya. Saya biasanya juga dikasih satu botol. Tapi, karena Bapak juga alergi dengan wewangian, makanya yang dibeli itu pasti parfum dengan wangi yang soft, tidak terlalu tercium dan cepat hilang.

Parfum-parfum yang pernah saya pakai itu antara lain sebagai berikut:

Ini dulu parfum yang suka saya pakai waktu sekolah
enak banget wanginya soft, gak menyengat dan gampang hilang
jadi gak berasa kayak pakai parfum gitu

MEMBENAHI RESOLUSI

credit by kompasiana
Saya paling suka menulis. Jadi, kalo ada schedule atau impian yang ingin dicapai, akan saya beberkan dalam buku agenda pribadi. Tahun ini, alhamdulillah beberapa resolusi telah Allah kabulkan. Awal-awal 2014, saya sempat menuliskan resolusi di antaranya, akan ada minimal 3 buku yang bisa terbit tahun ini dan bisa lanjut S2. Alhamdulillah keduanya tercapai walau sedang dalam proses penyempurnaan. Saya juga sempat menulis semoga dapat tawaran bedah buku. Eh, alhamdulillah terkabul juga. Allah emang Mahabaik ya :).

Thursday, July 17, 2014

ALHAMDULILLAH S2 PROFESI UMM

Alhamdulillaaah akhirnya pengumuman mengatakan bahwa saya masuk menjadi salah satu mahasiswi Magister Profesi Psikologi di Universitas Muhammadiyah Malang.

UMM lagi ya? Pengen sih awalnya nyoba di tempat lain. Tapi, saya lebih mempertimbangkan soal biaya. Uang simpanan saya juga tidak begitu banyak jadi ngirit untuk nge-kos karena udah tinggal di rumah sendiri sekarang (yaaa walaupun jauuh dari kampus).

Tuesday, July 15, 2014

KAPAN ANAK SIAP BERSOSIALISASI?

Bismillahirrahmanirrahim...
Ngapunten banget buat yang udah request. Langsung aja, sekarang saya akan coba uraikan hasil request-an Bunda Tri Wahyu Handayani.

Berikut ini adalah pertanyaan beliau:
by halocities.com
"Saya punya side job sebagai guru les musik (piano). Akhir2 ini ada trend, ibu2 muda me-les-kan putra-putrinya msh sangat muda, 2 sampai 4 tahun. Mereka agak 'maksa' me-les-kan anak2nya tsb, alasannya spy ada kesibukan. Nah, beberapa anak tsb memang tidak siap, ada yg nangis tiap les. Ada yg tenang2 udh les, tapi Bundanya diam2 keluar ruangan, pergi kemana. Minggu berikutnya anak tsb ga mau ditinggal oleh Bundanya, nangis berkepanjangan dan tantrum. Ini terjadi bukan pada satu anak saja.
Sebagai guru suka bingung menghadapi anak yg tantrum dan Bunda yg memaksakan kehendak.
Memang ada sih anak2 yg siap belajar musik di usia yg sangat muda. Tetapi tidak semua anak siap bukan?
Bahkan ada anak2 yg diam saja, tidak siap menerima arahan, nunduk terus, tidak bicara apapun.
Sebagai guru sering merasakan seorang anak ada masalah atau tidak karena perbandingan dengan anak2 yg lain, tetapi tidak tahu masalahnya apa. Mungkin karena bukan psikolog.

Pertanyaan saya, usia berapa anak siap menerima arahan dan bersosialisasi? Bagaimana menjelaskan ke Bunda2 tersebut bahwa anaknya ada masalah dan sebaiknya dikonsultasikan ke ahlinya."

CATATAN KRIUK UNTUK SI SINGLE


Monday, July 14, 2014

APA KELEBIHAN DAN KEKURANGANMU?

Bismillahirrahmanirrahim...

Hari ke-16 Ramadhan, kalian ngapain aja? Pasti pada puasa kan semuanya? Kalau saya masih sedang "lampu merah". Sejak 8 Juli lalu sampai hari ini, saya nggak puasa. Sedih sekaligus senang. Sedih karena baru dapat seminggu puasa. Senang karena di rumah banyak makanaaaan jadi bisa ngemil untuk program nambah berat badan yaaa -__- meskipun kenyataannya badanku sulit untuk gemuk.

Kemarin adalah masa-masa stressful bagi saya. Ikutan tes seleksi mapro seharian bikin fisik+mental lelah. Alhamdulillah bangun tadi, kepala sudah nggak pusing lagi. Jadi, hari ini hingga tanggal 16 Juli mendatang, saya pengen istirahat total. In sya Allah sih besok udah puasa lagi (semoga) jadi bisa nyempatin diri buat curhat sama Allah, memohon agar diberikan kelulusan masuk maproooo... aamiin....! Yeaaah, tandanya sebentar lagi saya harus menuntut ilmu (lagi). 

Aaah cukup sekian intermezzo-nya.

Lanjut pada tema postingan kali ini. Mungkin ini udah pernah saya posting kali ya, tapi lupa kapan. Kalau ditanya, apa kelebihanmu?

Sunday, July 13, 2014

PASCA TES S2 PROFESI PSIKOLOGI

Alhamdulillah, masih dikasih kekuatan juga untuk nulis blog. Sekadar bercerita aja sih, padahal aslinya kepala ini sudah pusing. 

Pagi hingga sore tadi, saya ikutan tes masuk S2 Profesi di Aula Kampus I UMM. Yang daftar profesi ternyata membludak. DUA RATUUUUS ORAAAANG MEEEN! Dan, kalian tahu berapa yang disaring?? Kursi profesi itu hanya membutuhkan 20 orang. Yang 9 orang sudah terduduki kata dosen (ini sih operan dari yang Februari lalu gelombang akhir daftar tapi belum masuk kelas) jadi otomatis tinggal mencari siapa "pemenang" 11 kursi.

Saturday, July 12, 2014

KAPAN MENULIS BUKU LAGI?

Bismillahirrahmanirrahim...
Terhitung sejak pindah rumah ke Malang Januari lalu, saya seolah vakum nulis naskah buku. Waktu sampai ke Malang, sebenarnya saya masih melanjutkan draft buku ke-4 itu ceritanya jadi masih menulis. Nah, memasuki Maret awal setelah draft ke-4 tuntas, niatnya mau ngelanjutin revisian novel ke-2 yang sempat ditolak dulu. Namun, di tengah jalan, saya mengalami bentrok dengan outline. Karena pengen revisi total disebabkan banyak bagian yang memang harus dirombak total, akhirnya otomatis juga harus benahin outline. Bukannya stuck atau ngalamin writer's block, tapi karena sejak bulan ini di rumah lagi rempong dan banyak ngurusin hal-hal lain yang menurut saya lebih penting, jadi menulis draft beserta revisian novel tersebut saya tunda.

Wednesday, July 9, 2014

BEDAH BUKU BERSAMA TIM JSIT DI SURABAYA

Ini ceritanya lagi nungguin travel :D
Alhamdulillah, 7 Juli kemarin, saya berangkat ke Surabaya, naik travel soalnya panitia gak bisa jemput. Acaranya di Asrama Haji. Karena saya dapat sesi pas ngabuburit, akhirnya mutusin untuk nginep semalam di AHS. Berangkatnya sih pagi biar bisa istirahat bentar sebelum bedah bukunya.

Pengennya sih bisa ikutan nimbrung anak-anak yang lagi ikut pesantren Ramadhan di sana tapi feeling saya menyuruh untuk gak berlama-lama. Ternyata, pulang-pulang, bener saja, saya kelelahan hingga akhirnya tamu bulanan datang lebih cepat 3 hari. Hohoho.. mokel sudah, makan, minum terus tidur lagi. Hedeuuuh untung lah tidak 'dapet' di tengah jalan, bisa berbahaya bagi saya. Saya, kalo lagi dapat tamu bulanan di luar kota/di pinggir jalan atau di tempat lain kecuali di rumah, biasanya rada panik. Sindrom yang udah biasa buat saya.