Saturday, January 4, 2014

SEKOLAH INKLUSI (PART 1)

Apa itu inklusi?
Pendidikan Inklusi  merupakan model Penyelenggaraan Program Pendidikan bagi anak berkebutuhan khusus (ABK) dimana penyelenggaraannya dipadukan bersama anak normal dan tempatnya di sekolah umum dengan menggunakan kurikulum yang berlaku di lembaga bersangkutan. 

Pendidikan inklusi adalah pendidikan yang memberikan kesempatan pada ABK untuk mengikuti pendidikan dalam persekolahan regular dengan memperhatikan dan menyesuaikan kebutuhan individual anak. Pendidikan inklusi ini ditampung dalam sebuah sekolah khusus yaitu sekolah inklusi. Sekolah inklusi memiliki pengertian sekolah yang menampung semua  murid (education for all). Sekolah ini menyediakan program layanan pendidikan yang layak dan menantang tetapi disesuaikan dengan kemampuan dan kebutuhan setiap murid untuk menggali potensi yang ada. (Program Layanan Pendidikan Inklusi, Diknas Gresik).

Falsafah pendidikan inklusi:
ü  Pendidikan untuk semua
Setiap anak berhak untuk mengakses dan mendapatkan fasilitas pendidikan yang layak.
ü  Belajar hidup bersama dan bersosialisasi
Setiap anak berhak mendapatkan perhatian yang sama sebagai peserta didik.
ü  Integrasi pada lingkungan
Setiap anak berhak menyatu dengan lingkungannya dan menjalin kehidupan sosial yang harmonis.
ü  Penerimaan terhadap perbedaan
Setiap anak berhak dipandang sama dan tidak mendapatkan diskriminasi dalam pendidikan.

Mengapa inklusi?
Hasil survey menunjukkan bahwa dalam setiap 150 kelahiran salah satu diantaranya menyandang autis, down syndrome dan kelainan anak yang lainnya. Pada saat ini jumlah merekapun terus bertambah, dengan berbagai penyebab, baik semasa dalam kandungan ataupun masa keemasan dalam perkembangan. Bagi orang tua yang menyadari sejak dini mereka akan memberikan penanganan sedini mungkin.
Pada saat mereka (anak berkebutuhan khusus) memasuki usia sekolah, kemana mereka akan menimba ilmu? Maka sekolah luar biasa menjadi tempat alternatif bagi orang tua untuk menyekolahkan anak mereka dengan berkebutuhan khusus, mereka berada dalam satu lingkungan dan bergaul dengan teman-teman senasib. Berbagai penelitian telah menunjukkan bahwa anak berkebutuhan khusus berhak berada di lingkungan pergaulan yang lebih riil. Hal ini karena berkaitan dengan dunia kerja yang akan mereka jalani, mereka tidak hanya berkumpul dengan orang-orang berkebutuhan khusus. Hal lain adalah mereka terbukti jauh lebih mampu mengembangkan potensi, jika mereka bergaul dengan anak-anak “normal’ (anak tanpa berkebutuhan khusus). Saat ini para orang tua yang memiliki anak dengan berkebutuhan khusus memperoleh angin segar dengan sistem sekolah baru. Sekolah inklusi, menjadi sebuah sekolah harapan untuk menumbuh kembangkan anak secara optimal, baik bagi anak dengan maupun tanpa berkebutuhan khusus.

Siapa saja yang menjadi target sebagai siswa dalam pendidikan inklusi di Indonesia?

Ada 6 profil siswa antara lain:
ü  siswa yang mengalami kesulitan belajar
ü  siswa yang memiliki gangguan fisik dan motorik
ü  siswa autism
ü  siswa yang mengalami lambat belajar
ü  siswa yang memiliki gangguan perkembangan
ü  siswa CI – BI (cerdas istimewa dan berbakat istimewa).

(Program Layanan Pendidikan Inklusi, Diknas Gresik).

2 comments:

  1. terakhir tahun 2011-2012 saya ngajar di sekolah inklusi,2013 disekolah inklusi juga tapi di hide...menyenangkan sekali,meskiun saya guru BK tapi dekatnya ya gara2 setiap kali mereka ada masalah,mulai bulliying sampai beberapa kali adegan melempar batu hehe....yah begitullah,penglaman yg sangat menyenangkan^^

    ReplyDelete
    Replies
    1. iya Bund, menyenangkan ngajar mereka sekaligus menantang. saya dulu jg sempat magang di SLB hoho lucu2 berhadapan dgn anak2 ABK dgn beragam permasalahan...

      Delete

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini.