Sunday, January 5, 2014

SEKOLAH INKLUSI (PART 2)

   TUJUAN DAN MANFAAT SEKOLAH INKLUSI

Untuk memudahkan layanan pendidikan anak berkebutuhan khusus (ABK) yang keberadaannya menyebar di berbagai daerah pedesaaan atau pelosok yang tidak berkesempatan sekolah di SLB. Memberi kesempatan kepada ABK untuk berintegrasi dengan anak normal baik  dalam mengikuti pendidikan maupun adaptasi dengan lingkungannya sangat diperlukan.

Meski sampai saat ini sekolah inklusi masih terus melakukan perbaikan dalam berbagai aspek, namun dilihat dari sisi idealnya sekolah inklusi merupakan sekolah yang ideal baik bagi anak dengan dan tanpa berkebutuhan khusus. Lingkungan yang tercipta sangat mendukung terhadap anak dengan berkebutuhan khusus, mereka dapat belajar dari interaksi spontan teman-teman sebayanya terutama dari aspek sosial dan emosional. Sedangkan bagi anak yang tidak berkebutuhan khusus memberi peluang kepada mereka untuk belajar berempati, bersikap membantu dan memiliki kepedulian. Disamping itu bukti lain yang ada mereka yang tanpa berkebutuhan khusus memiliki prestasi yang baik tanpa merasa terganggu sedikitpun.

Sekolah inklusi  tidak menemukan permasalahan signifikan yang dihadapi, justru kecerdasan emosi dan sosial anak-anak yang normal terasah dengan baik. Mereka menerima dan mau bermain dengan anak yang berkebutuhan khusus, mau memahami terhadap perilaku tidak wajar yang kadang dilakukan oleh mereka (anak berkebutuhan khusus), bahkan kepedulian mereka sangatlah tinggi terhadap teman yang berkebutuhan khusus. Lingkungan terpadu seperti ini dapat memenuhi tujuan-tujuan pendidikan kurikulum tradisional (regular) serta memberikan manfaat bagi anak berkebutuhan khusus baik secara fisik terlebih sosial dan emosional.

Selain itu para guru juga memperoleh manfaat dengan bertambahnya wawasan mereka mengenal karakter siswa. Hal tersebut dapat diaplikasikan dengan mengenali peta kekuatan dan kelemahan siswa. Kompetensi guru yang mengajar di sekolah inklusi pun akan meningkat dengan bertambahnya keterampilan serta kreatifitas mereka dalam mengajar dan mendidik.

Ditambah lagi orangtua dari anak berkebutuhan khusus merasa senang karena anak mereka dapat bersosialisasi dengan baik tanpa ada diskriminasi. Begitu orangtua mengenali persoalan anak mereka dan bisa mengakui bagaimana perasaan mereka, orangtua bisa mengangkat banyak sekali kecemasan anak dengan cara mengajaknya bicara sejujur mungkin. Dengan menerima dan mendukung, anak mereka bisa menghadapi dengan lebih baik apa yang sering tampak sebagai dunia yang kejam dan mencemooh. Anak bisa percaya bahwa masalahnya tidak akan terlalu mengerikan jika bisa didiskusikan, dan anak tidak akan cenderung menemukan alasan mengerikan untuk kelemahannya. Seluruh keluarga bahkan akan mendapatkan manfaat dari hal tersebut.


Sedangkan orangtua yang anaknya tidak memiliki kebutuhan khusus juga merasa senang sebab anaknya memiliki keterampilan sosial yang baik.

No comments:

Post a Comment

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini.