Monday, April 21, 2014

MAAFKAN SAYA, TEMAN PEMBACA

Jujur saja, empat hari ini saya berada di ambang kecemasan. Saya takut nge-blog. Saya takut akan ada yang memata-matai saya lagi. Saya takut akan ada yang menyelidiki siapa saya. Saya takut akan ada yang perih hatinya.

Masalah ini, biarlah saya dan pihak-pihak tersembunyi--yang saya juga tak tahu dan tak pernah menatap siapa mereka--itu saja yang tahu detilnya.

Mungkin ini terdengar lebai bagi yang membaca, tapi saya tak sedang mendramatisir tulisan. Sungguh, hati saya sedang mencoba melawan semua kecemasan itu.


Bagaimana rasanya ketika kamu dicurigai?
Bagaimana rasanya ketika ada seseorang yang diam-diam mengintai dan menyelidiki?
Bagaimana rasanya ketika ada seseorang yang tiba-tiba datang mengetuk blog ini lantas menumpahkan rasa sakit hati?

Beberapa waktu lalu, saya juga sempat menangis dalam diam. Berharap rasa cemas dan perih itu bisa luntur sedikit demi sedikit. Masalah ini, semoga Allah segera memberi petunjuk dan penyelesaian. Saya butuh ketenangan. Saya tak mau dicurigai diam-diam. Bisakah Anda mengabulkannya?

Maaf.. bila secara tak langsung, ada postingan dalam blog ini yang tanpa sengaja dan secara tak sadar sudah menyakiti Anda.

Maaf, maaf.. hanya kata itu.

Saya sudah mencoba menghapus banyak postingan dalam blog ini. Saya juga meminta tolong kepada rekan-rekan blogger lain untuk menghapus komentar-komentar saya dalam blog mereka. Kecemasan saya lah yang membuat saya demikian.

Ya... saya cuma manusia biasa. Background psikologi tak akan pernah menjauhkan saya dari merasakan tekanan, masalah dan rasa cemas. Harus bagaimana lagi saya?

Tidak mungkin bagi saya mengganti blog ini dengan yang lain lalu mem-privasinya untuk tak dibaca semua orang. Karena tujuan saya nge-blog adalah untuk berbagi pengetahuan kepada orang lain. Blog ini juga merupakan nyawa saya, satu-satunya diari berjalan yang saya miliki. Tak mungkin dan tak rela saya memusnahkannya.

Teman-teman, maafkan saya... Sungguh saya minta maaf pada kalian. Tak peduli kalian merasa saya tak punya salah. Saya tetap meminta maaf.

Untuk Anda, yang pernah memata-matai saya, mohon maafkan saya. Mohon hentikanlah kecurigaan kalian. Mohon hapuslah prasangka itu. Saya sedikit pun tak pernah tahu Anda dan tak ingin menyakiti Anda, apalagi sampai ingin merebut apa yang ingin Anda miliki atau yang Anda cintai. Tak ada maksud begitu.

Apa... saya harus istirahat dari dunia blog dulu sampai hati saya pulih kembali?
Saya kalut, tapi berusaha menyembunyikannya.
Saya takut.
Jadi, mohon jangan pernah menyelidiki saya lagi.
Saya hanya manusia biasa.
Saya bukan buronan siapapun.

Semoga dia dan mereka yang mematai-mataiku membaca postingan ini.

1 comment:

  1. wah,ngeri juga kl dicurigai....semoga mbk baik2 ya

    ReplyDelete

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini.