Saturday, July 12, 2014

KAPAN MENULIS BUKU LAGI?

Bismillahirrahmanirrahim...
Terhitung sejak pindah rumah ke Malang Januari lalu, saya seolah vakum nulis naskah buku. Waktu sampai ke Malang, sebenarnya saya masih melanjutkan draft buku ke-4 itu ceritanya jadi masih menulis. Nah, memasuki Maret awal setelah draft ke-4 tuntas, niatnya mau ngelanjutin revisian novel ke-2 yang sempat ditolak dulu. Namun, di tengah jalan, saya mengalami bentrok dengan outline. Karena pengen revisi total disebabkan banyak bagian yang memang harus dirombak total, akhirnya otomatis juga harus benahin outline. Bukannya stuck atau ngalamin writer's block, tapi karena sejak bulan ini di rumah lagi rempong dan banyak ngurusin hal-hal lain yang menurut saya lebih penting, jadi menulis draft beserta revisian novel tersebut saya tunda.


Aslinya, saya orang yang gak suka menunda apalagi kalo udah bilang, "Ini penting banget!" Ya bukan berarti novel itu tidak penting bagi saya :D namun memang ada hal lain yang lebih mendesak untuk segera diperlakukan.

Tapi, setidaknya, saya bukan menunda untuk hal yang gak penting, kan? *pembelaan diri :D.

In sya Allah, Agustus besok, editor Quanta Elexmedia baru akan "mengedit" naskah/draft ke-4 saya itu. Karena si Mbaknya belum tahu materi apa yang akan diberikan sebagai tambahan untuk draft-nya, jadinya saya harus menunggu sampai ada notification di bulan Agustus besok deh baru bisa menulis. Semoga tidak molor, kami berdua berharap demikian sih, aamiin.

Alhamdulillah... 2014 ini banjir ide dan banjir rezeki jadinya beberapa naskah yang tahun lalu sempat tertolak, in sya Allah bisa terbit tahun ini juga semuanya. Syukurlah, Allah semakin memudahkan jalan menuju penerbit manapun, hehehe.

Untuk kelanjutan revisian novel ke-2, in sya Allah semoga bisa dieksekusi setelah selesai pengeditan draft bullying dengan Quanta. Tapi, itu tandanya, bentar lagi September dong ya, waktunya perkuliahan semester ganjil dimulai. Naaahh... semakin sibuk saja. Paling tidak sehari, semoga bisa nyuri waktu, dicicil minimal dua halaman (dikurangi lebih sedikit dari target minimal biasanya). Kalo saya paksa diri memenuhi target minimal biasa dengan kesibukan yang beragam, saya gak berani... nanti bisa-bisa saya drop (yaah ini karena sudah paham betul teori tubuh saya sendiri, gak boleh terlalu over ngerjain sesuatu, kecuali kalo bener-bener free total gak masalah).

Kalo memang nggak sempat, mungkin paling lambat akan saya over ke tahun 2015 nyari waktu yang really free biar sekalian tancap gas revisi hingga tuntas. Saya juga berpikir, 2014 ini naskah saya pada numpuk mau diterbitin semua. Jadi, mungkin untuk naskah baru di-skip sementara untuk tahun berikutnya agar nanti tahun-tahun depannya kebagian jatah gitu. Katanya sih kurang baik juga kalau pada numpuk banyak di tahun ini tapi tahun berikutnya kosong.

Poin penting yang ingin saya share ke temen-temen penulis pemula sih cuman 1: jangan kebanyakan menunda untuk hal yang gak lebih penting daripada naskah bukumu itu! Kalo misalnya kalian baru garap 1 naskah, belum pernah ditawarin ke penerbit, naah jangan sekali-kali deh bermain-main dengan kata TUNDA. Waktu harus dikejar. Kalau kebanyakan nunda, yakin akan berbuah MALAS nantinya. So, naskahmu gak bakal selesai, ngatung di tengah jalan, nggak pernah ditawarin dan nggak pernah terbit. Alhasil mewek sendiri.

Saya jadi inget postingan Mbak Dyah Rinni, bahwa penulis itu ada piramidanya. Satu: orang yang mau jadi penulis tapi nggak pernah menulis. Dua, orang yang menulis tapi nggak pernah selesai. Tiga, orang yang menulis tapi tidak pernah menerbitkan tulisannya. Empat, orang yang mengirimkan naskah namun sering ditolak. Lima, orang yang menulis, menawarkan ke penerbit lalu berhasil menerbitkan karyanya.

Nah, kalo mau jadi penulis, tunggu apa lagi? Nggak usah kebanyakan kata TAPI dan TUNDA. Segera menulis, latihan, istiqamah dan jangan pernah takut untuk menawarkan ke penerbit. Oke?

2 comments:

  1. Whuaa berasa ditabok sama bagian akhirnya >_<

    ReplyDelete
  2. benar nih kak.. aku nunda karena tak pede.. bahasa tulisanku kaku kak..bahasanya ngga berkembang selalu mengharap sempurna. jadi, prokrastinasinya parah banget...

    ReplyDelete

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini.