Saturday, November 22, 2014

CURHAT ANAK MAPRO DI KELAS FILSAFAT

Pagi tadi kami kuliah filsafat ilmu tambahan.
Nah si ibu dosen tuh sambil menerangkan materi terakhir, beliau bercerita banyak.
Nama dosen kami Bu Ida. Anak Bu Ida kan punya PR tapi kasihan banget karena pulang sekolahnya udah maghrib jadi ga bisa ngerjain PR sekolah karena udah capeeek dan ngantuk berat. Padahal PR itu dikumpul hari ini. Jadi Bu Ida berbaik hati bantu ngerjain tugas puteranya.
Tugasnya tuh susaaah, disuruh wawancarain orang yang pernah hidup dalam masa penjajahan sebelum kemerdekaan. Beruntung Mamanya Bu Ida masih hidup dan beliau dulu masih ingat apa aja yang terjadi di zaman penjajahan meski masih kanak-kanak.

Dari cerita ortu Bu Ida, kami jadi bener-bener ngerasain betapaaa kasihan banget dan dibodohi oleh penjajah.

Jadi, zaman dulu itu yang namanya orang bersekolah itu cuman bisa dihitung jari. Para penjajah memblokir akses pendidikan bagi orang pribumi. Alhasil, masyarakat Indonesia dulu hampir gak ada yang cerdas.
Salah satu pembodohan yang dilakukan penjajah dulu padahal cuman hal sepele yang berdampak besar. Jadi, ketika penduduk mendengar suara pesawat melintas, mereka disuruh untuk keluar dari rumah dan bersembunyi ke tempat yang jauh. Alasannya agar aman dari bahaya yang mungkin saja datang. Seketika pesawat/helikopter penjajah melintas, masyarakat manut-manut aja gitu. Mereka berbondong keluar dari rumah menuju tempat persembunyian. Ketika sudab gak terdengar suara pesawat, mereka baru diperbolehkan pulang. Namun, apa yang terjadi? Mereka mendapati lumbung padi dan hasil panen lainnya ludes. Meski demikian, lucunya mereka tidak mengeluh, melainkan pasrah. Akhirnya, mereka pun harus bersusah payah menanam dari awal lagi. Kejadian inj terjadi setiap mereka telah selesai panen. Jadinya mereka tuh gak pernah bener-bener ngerasain hasil panen sendiri dan malah makan ares. Ares? Dimakan? Itu doaang?? Ngenes banget gak sih?
Ckckck... selama kurang lebih 350 tahun kita dijajah. Selama 5 turunan itu pula, bangsa kita menderita. Bangsa Eropa dan Amerika semakin bebas memeras sumber daya alam Indonesia. Contohnya saja Eropa yang hanya merasakan 1 kali musim panas hanya dalam 3 bulan tiap tahunnya. Dengan udara dingin seperti itu, mereka tentu membutuhkan penghangat. Salah satunya adalah minuman aja. Minuman jahe. Lahan di Eropa kan gak bisa ditanami rempah kayak jahe. Sehingga untum memenuhi kebutuhan itu, cara termudah adalah dengan memanfaatkan negara tropis: Indonesia.
Iya ya. Kita ini aslinya kaya raya loh. Segala macam bisa tumbuh di tanah air kita. Kita punya banyak pantai, pegunungan, lahan yang subur. Tapi sayangnya gak diimbangi dengan sumber daya manusia yang memadai.
Oleh karena itu, sebagai seorang ilmuwan atau orang berpendidikan kayak kita-kita ini, harusnya tidak menyia-nyiakan potensi yang kita miliki. Manfaatkanlah itu untum memajukan bangsa kita. Gampangnya, dimuai dari diri kita dulu dan dimulai dari hal paling kecil.
Hendaknya, ilmu yang kita miliki mampu membantu pembangunan sistem peradaban bangsa kita. Selain itu, sebagai generasi muda, kita juga harus selalu mawas diri terhadap pengaruh brainstorming dari budaya Barat yang sama sekali gak selaras dengan falsafah hidup kita yang merupakan orang beradat ketimuran dan beragama.
Yuk kita bareng-bareng memajukan bangsa ini dengan potensi yang kita punya. Sebagai penulis, yuk kita sebarkan ilmu yang bermanfat melalui jari jemari kita. Ilmu yang positif akan memberikan perubahan hidup dan cara pandang yang juga positif.

6 comments:

  1. Ya Allah... semoga flashback sejarah kita ini memberikan semangat kita anak muda untuk terus berkarya:.

    Oh iya. Maaf dan maaf sebelumnya minta maaf. Ngomong ngomong katanya kakak udah baru tunangan ya! Cie..... selamat ya... hemz...

    ReplyDelete
  2. Haaa tunangaaan?? Waduuuh siapa yg nyebarin gosiip siih agha? haha absurd..tunangan itu ga ada dlm islam..aku ga tunangan agha..ga bener itu..
    lg ikhtiar n istikharah nyari clon imam ini tp blm nemu. Hehe mohon doanya ya

    ReplyDelete
    Replies
    1. Lah... kiranya udah dikhitbah oleh seorang rajul. Hehehe..
      Amin.... iya, saling doakan juga ya. Insyaallah, yakinku kakak itu ga lama kok, pasti cepet ketemu. Tinggal nunggu moment yg hanya Allah yg Tahu..

      Delete
    2. Hehe nggak agha.. blm ketemu sama sang jodoh.
      insyaAllah dikabari kok kalo aku mau nikah.

      Aamiin barangkali agha yg duluan nah kabar2i lah jg ya.

      Delete
    3. hah!! apa saya duluan, oh tidak...... aku kan ga mau nikah kak...ingin jomblo aja....

      Delete
    4. Agha jgn blg gt. Nikah kan sunnah nabi. Mksud agha utk skrg ni blm mau nikah kan? Ya doanya utk ke depan agha. Sapa tau rezekiny agha dtg lbih cpt aamiin.

      Oiya rajul itu bahasa arabnya laki2 kan? Hehe kirain nama org td

      Delete

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini.