Monday, October 12, 2015

TIGA MINGGU PKPP DI SLB LAWANG

Alhamdulillah udah genap tiga minggu dan nyaris sebulan kami bertiga PKPP di Lawang. Pengalaman mulai dari yang nggak enak sampai yang uenaak adaa semua di dalam perjalanan praktek kami.

Nggak enaknya, harus berpanas-panasan tiap hari. Ngendarai motor di bawah terik panas matahari ditambah kondisi jalan di daerah Lawang tuh gersang, pohonnya nggak banyak jadi bisa dipastikan tangan saya gosong. Berasa nggak mempan gitu udah pakai sarung tangan, maskeran sama pakai lotion. Sebagai cewek wajarlah ya menggerutu. Nggak enak banget dilihatnya kalau warna kulit belang gini. Apalagi tangan saya. Duuuh...ampun.

Tuesday, September 22, 2015

SECOND DAY PKPP (PRAKTEK KERJA PROFESI PSIKOLOGI)

Foto di ruang asesmen a.k.a ruang yang dipinjamkan untuk kita tempati bila ada keperluan konseling
Bila ada yang protes dengan warna jasnya, loh kok putih? Kok kayak kedokteran? Nah ini kami hanya menjalankan perintah dari kampus yang turun-temurun memang warna putih jasnya. Di SLB pun kami sempat ditanyain baik oleh murid maupun guru, "Ini kedokteran atau psikologi?"
Hiaaaa
Yaah, apa boleh buat. Kami hanya menjalankan tugas dan yang pentingnya niatnya untuk membantu orang aja sudah. Perkara warna jas, itu mah urusan akhir, kagak usah dipusingin yak.

Sedih sih, psikologi belum mendapat tempat penuh di kalangan masyarakat dan belum ada UU resminya. Tapi, saya pribadi bangga menjadi bagian dari perkembangan psikologi sekaligus sebagai calon psikolog.
Doakan kami yaa... semoga lancar masa PKPP-nya di tiga tempat selama satu semester ini. Doakan juga kami yang sembari ngejar tesis. Semoga kami bisa lulus bareng-bareng dan sukses bareng-bareng. Aaamiiin....

FIRST DAY PKPP

Terhitung 21 September 2015, kami udah mulai terjun ke lapangan a.k.a internship alias Praktek Kerja Profesi Psikologi. Putaran pertama ini saya prakteknya di Malang dulu, tepatnya di SLB Lawang. Dulu zaman S1 Saya udah pernah magang di SLB ini. Nah, sekarang praktek di sini lagi. Enjoy aja sih soalnya lokasinya juga nyaman banget dan pihak SLB pun welcome.

Saya magang di SLB ini bersama dengan dua orang teman. Sebelumnya saya jelasin dulu. Kami itu dipecah menjadi dua kelompok besar. Dua belas orang praktek di RSJ Menur dan tujuh orang di Malang. Ketujuh orang termasuk saya ini dipecah lagi menjadi tiga kelompok dan ditempatkan di tiga tempat berbeda. Saya dan dua teman saya ditempatkan di SLB Lawang. Dua teman selanjutnya di YPAC dan dua lainnya lagi di SLB Dr. Idayu Pakis.

Friday, September 11, 2015

WANNA GO TO AUSTRIA

Jangan salah terka dulu. Impian ke Austria ini sudah lama terbendung dalam hati. 2013 lalu saat browsing di internet, saya sedang mencari setting untuk novel baru. Bingung, mau milih Prancis, sudah banyak. Apalagi Korea. Lalu, tergiringlah saya ke sebuah situs all about Austria. Menurut sejarah, Austria itu adalah tempatnya musik klasik. Banyak bangunan tua bersejarah di sana. Kotanya adem, nyaman dan di sana ada universitas yang cukup populer yaitu Sigmund Freud Universitat. 

KE RSJ MENUR-NYA DITUNDA

Dua hari lalu, Pak Zai (salah satu dosen kami) memberikan kabar bahwa saat ini RSJ Menur Surabaya belum bisa menerima mahasiswa praktek sekaligus dalam jumlah banyak. Karena kami sekelas berjumlah 19 orang, maka dipecah menjadi dua kelompok. 

Senin lalu, kami survey kos ke Surabaya. Kami berpencar dalam dua mobil. Mobil pertama itu diisi oleh aku,  Mba Qi, Ry, Zu, Mba Ni dan Mameto. Kami awalnya susah mendapatkan kos-kosan. Untuk sementara kami tertarik dengan apartment Gunawangsa karena itu satu-satunya tempat yang nggak terlalu jauh dari Menur. Sementara itu, mobil kedua diisi oleh delapan teman kami lainnya. Mereka ternyata sudah memberikan DP kos-kosan di daerah Unair sekitar Gubeng. Sedikit jauh memang. Karena mereka sudah terlanjut DP, akhirnya yang ke RSJ Menur lebih dulu adalah mereka ditambah dengan tiga teman double degree. Sementara Mameto dan satu teman laki-laki lainnya mungkin akan tetap stay di Malang bersama dengan kami.

Sunday, September 6, 2015

GOES TO SURABAYA TO INTERNSHIP

Insya Allah 21 September 2015 nanti, kelas magister psikologi profesi angkatan 2014 akan berbondong-bondong menuju kota pahlawan, Surabaya, tepatnya ke RSJ Menur. Tujuannya nggak lain adalah keperluan PKPP (Praktek Kerja Profesi Psikologi). Nama lainnya, kalau di dunia medis itu, internship.

Kenapa nggak di RSJ Lawang? Soalnya di sana lagi persiapan akreditasi sehingga belum bisa menerima praktek dari manapun. Akhirnya, para dosen pun survey ke Menur. Yeah... we got it. Buatku sih, sedih juga karena jauh. Jauh karena tiap minggu kita pun harus bolak-balik ke Malang untuk bimbingan kasus. Semua di luar dugaan. Aku pribadi memang belum tahu sistem Menur kayak gimana jadi belum ada gambaran. Kalau aja jadi di RSJ Lawang, udah banyaaaak persiapannya. Yaa, terima dan dijalani aja.

BERUJUNG MISTERIUS

Randi....
Dulu kita berteman
Meski beda jurusan
Aku psikologi, kamu kedokteran
Dulu kita saling menyapa
Dulu kita pernah bercanda
Pertama berkenal dari P2KK
Setelah itu, Tuhan pertemukan secara tak sengaja di kelompok KKN yang sama
Dulu dan sekarang
Sangatlah berbeda

Sunday, August 9, 2015

RUMAHKU (BUKAN) SURGAKU

Hasil gambar untuk RUMAHKU SURGAKU

Setiap postingan, selalu menggunakan kata saya. Izinkan kali ini berganti pakai aku ya.

Sejak pindah ke Malang, banyak masalah berhamburan, menyeruak, menggerutu tiada henti. Aku awalnya memang tidak pernah bilang setuju atau tidak setuju atas rencana kepindahan ini. Ini adalah ide bapak, kami hanya follower. Emang nggak enak ya jadi follower doang. 

Aku ngerasa bapak kurang bersyukur. Di Parepare, kami sudah punya rumah yang nyaman, telah berkali-kali renovasi hingga menghabiskan tabungan hidup. Aku dan adik-adik bisa punya kamar pribadi masing-masing. Aku juga punya spot di mana tiap sore, pasti aku duduk di meja belajar ruangan itu untuk menuntaskan tulisan-tulisanku. Kamarku sangat nyaman, ventilasinya sangat memadai dan cahaya matahari bisa masuk leluasa sebab langsung berhadapan dengan teras lantai dua. Selain itu, rezeki kami sangat melimpah ketika tinggal di sana. Walaupun tinggal jauh dari keluarga besar, tapi hampir tiap tahun kami mudik ke Jawa. 

Wednesday, June 10, 2015

LAGU BISA MENYESATKAN

Pernah dengar atau pernah tahu lagu Gloomy Sunday yang heboh di era 1940-an? Ya ya ya.... lagu yang pernah dipopulerkan oleh penyanyi jazz, Billy Holiday ini menuai kontroversi  karena di Inggris dan beberapa negara lain, banyak korban berjatuhan akibat bunuh diri setelah mendengarkan lagu ini. Ada yang bilang suara si penyanyinya seolah mampu menyihir dan menghasut untuk bunuh diri. Huaaah...tapi memang liriknya itu ngenes banget sih.

Bukan cuman lagu Gloomy Sunday, Nina Bobo juga ternyata menyimpan misteri. Beberapa minggu lalu, saya pernah membaca postingan seseorang di Facebook mengenai misteri lagu Nina Bobo ini. Hiii... menurut penjelasan dari artikel itu, kalau nyanyiin lagu Nina Bobo sama aja kayak manggil arwah si Nina. Hiiii sereem yaa.

Thursday, May 7, 2015

GADGET: MENDEKATKAN YANG JAUH, MEMBODOHI YANG DEKAT

Judul aslinya, mendekatkan yang jauh, menjauhkan yang dekat. Tapi, biar lebih ekstrim jadi saya ganti menjadi membodohi yang dekat.

Coba deh nonton video ini....

Gimana perasaan kalian? Apa yang kalian pikir?

Yap, zaman semakin bergerak maju, semakin canggih alat-alat komunikasi dan teknologi. Tapi, justru manusia semakin terbelakang karena dikuasai oleh gadget. 

Wednesday, May 6, 2015

JARANG SEKALI MEMUTAR MUSIK

Beberapa bulan lalu, saya sempat mengikuti seminar Islam oleh Ust. Budi Ashari, Lc di kampus UM (Universitas Negeri Malang). Seminar tersebut membahas tentan parenting Nabawiyah. Salah satu bahasannya adalah tentang musik dan Al-Qur'an. Ust. Budi Ashari mengemukakan bahwa musik dan Al-Qur'an itu sifatnya saling menjatuhkan. Ketika seseorang lebih sering mendengarkan/memutar musik, bahkan menjadikan itu sebagai sebuah kebutuhan, lama-kelamaan Al-Qur'an yang ia pelajari, yang ada dalam dadanya akan terkikis sedikit demi sedikit. 

Mengenai musik, Rasulullah SAW pernah bersabda, "Sungguh akan ada sebagian dari umatku yang menghalalkan zina, sutera, minuman keras dan alat-alat musik." (HR Bukhari).

Semenjak masuk S2, saya sudah jarang bahkan nyaris tidak pernah memutar musik mp3. Kalau mendengarkan musik dari tempat-tempat yang dikunjungi memang sering tapi itu juga bukan atas kehendak diri sendiri. Saya pribadi memang bukan tipe orang yang suka mendengarkan musik. Hape Asus saya yang jadul itu, di dalamnya memang masih ada daftar lagu. Itupun nyaris tidak pernah saya putar lagi dan daftar lagunya pun hanya sedikit, tidak pernah update, itu-itu saja. Selain itu, hape yang android, lebih-lebih lagi... tidak ada isi lagu di dalamnya. Cuma ada musik untuk ringtone dan itupun tidak pernah saya pakai karena kalau dibawa kuliah, harus di-silent atau di-getarkan saja nadanya. 

Monday, April 27, 2015

AGRESIVITAS, SELALU NEGATIFKAH?

Assalamu'alaikum
Sudah lama sekali tidak update blog ini.
Siang ini, saya masih kuliah. Rasanya bosan dan ngantuk. Saya cuma mau sharing saja. Tadi pagi kami kuliah Karya Ilmiah II dengan pengampu Pak La. Oya, saya juga baru menyadari bahwa sebagian besar tulisan dalam blog belakangan ini, inspirasinya berasa dari kelas Pak La. Ada...saja yang Bapak itu katakan. Sesuatu yang awalnya tak pernah terpikirkan, malah terceletuk di benak beliau. Unik, menarik dan sangat menginspirasi meskipun hanya hal sepele.

Saturday, April 18, 2015

EMPATI, SIMPATI DAN PARTISIPASI

Selalu. Kayaknya sebagian besar postingan berbau materi psikologi untuk belakangan ini sering bersumber dari cerita Pak La. Begitu pula pada postingan hari ini. Saya sebenarnya juga sudah share di FB mengenai materi perbedaan antara empati, simpati dan partisipasi.

Well, sebelumnya saya mo cerita dulu lah buat intermezzo. Jumat kemarin, kami kuliah Intervensi Komunitas. Pak La yang mengampunya. Full seharian bersama beliau mulai jam 8.00 am sampai 15.00 pm. Beliau itu memang disiplin, ketat banget. Makanya tiap hari, saya selalu berangkat satu jam sebelum perkuliahan dimulai. Beliau kalau masuk kelas, kalau belum tepat jam 8, beliau duduk-duduk sambil ngobrol bercanda sama kami. Tepat jam 8 barulah dimulai dengan ucapan Assalamu'alaikum. Itu tandanya materi dimulai. Kami kuliah dari jam 8 sampai 10 pagi. Jam 10 istirahat sekitar 10 menit. Lalu pukul 11.00, kami istirahat+shalat. Beliau dan dua orang teman laki-laki kami shalat Jumat di masjid kampus. Lucunya, waktu jam 11 itu, hape Pak La bergetar tanda alarm berbunyi. Di alarm tersebut tertulis, "Sudah selesai." Jadi nggak boleh bicara lagi haha, lucu banget bikin kami sampai ketawa-tawa. Masuk lagi tepat jam 1 siang.

Sunday, April 12, 2015

KONSULTASI: AWAM VS PSIKOLOGI

Kuliah intervensi komunitas kemarin, kami dapat ilmu baru dari Pak La. Kali ini, saya akan sharing tentang konsultasi?

The question is, pernahkah Anda melihat plang-plang konsultasi di pinggir jalan? Itu konteksnya gimana ya? Atau, pernahkah Anda melihat plang konsultasi psikologi?

Ternyata, konsultasi itu memiliki banyak sekali pengertian, tergantung konteksnya dan siapa yang melakukannya. Anyway, konsultasi dari kacamata awam dan konsultasi psikologi itu beda banget loh. Mungkin, kalian pernah gitu lihat atau ketemu sama lulusan dari jurusan mana saja. Kemudian, dia menawarkan jasa konsultasi sesuai dengan background pendidikannya. Lalu, apa bedanya sih sama konsultasi dalam bidang psikologi?

Saturday, March 14, 2015

CURHAT MAPRO PSIKOLOGI: ANAK ABK, AHLI SURGA?

Lagi dan lagi kami memperoleh pelajaran berharga di kelas Intervensi Komunitas yang diampu oleh Pak La. Pokoknya ya, yang namanya diajar sama Pak La itu, bukan cuman bakal menghasilkan produk berupa jurnal, booklet atau produk akademik lain, melainkan juga kami bakal selalu membawa pulang sebuah hikmah dari cerita-cerita yang beliau sampaikan.

Kemarin, kami kuliah dari pagi kemudian dilanjutkan sore hari, sehari penuh bersama Pak La. Pada jam siang menjelang sore, kami membahas tugas dadakan tentang kasus psikologis yang kami cari (beberapa jam lalu) melalui koran disertai upaya preventifnya. Satu kelompok sudah maju mempresentasikan tugas mereka. Salah satu kasus yang mereka temukan di koran adalah kasus ABK. Kelompok saya juga nemu sih satu kasus ABK. Nah, usai kelompok satu presentasi, Pak La ngasih feedback dan evaluasi panjang lebar. Kemudian, sampailah pada cerita beliau mengenai ABK.

Sunday, March 8, 2015

PSIKOLOG HARUS KUASAI PSIKOPATOLOGI

Sabtu kemarin, kami mengikuti kuliah tambahan untuk praktikum Cognitive-Behavior Therapy (CBT). Sebelum ibunya ngejelasin tentang dasar-dasar CBT, beliau terlebih dulu memberikan feedback setelah melakukan review terhadap tugas laporan asesmen kami di semester kemarin. Kebetulan memang laporan asesmen integrasi klien beliaulah yang memeriksa dan memberikan bimbingan. Tidak disangka, pola laporan yang kami buat satu kelas sama semua padahal itu beda-beda kasus dan memang nggak ada yang bisa dicontek.

Ya ampun, ternyata pe-er kami masih banyak. Saya pribadi juga menyadari bahwa laporan asesmen kemarin masih jauh dari kata bagus. Ya, laporan asesmen yang isinya meliputi penegakan diagnosis serta menulis dinamika keluhan klien sampai kepada prognosis dan saran intervensi itu memang sangat tidak mudah. Itu butuh keterampilan menulis tingkat tinggi. Kakak tingkat kami pun banyak yang mengeluhkan soal ini. Bisa dikatakan tidak ada yang benar-benar mendekati bagus.

Monday, March 2, 2015

PUSKESMAS BUTUH PSIKOLOG

pic by multiplesclerosis.net

Setiap kelas pak La, pasti kelas mapro '14 datang sebelum jam 8. Karena kalau udah lewat jam 8, bakal dikunciin pintu. Alhamdulillah, setidaknya temen-temen yang lain udah pada disiplin dengan jadwal. Terus hari ini, tadi, teman-teman yang tidak masuk minggu lalu, dapat tugas presentasi. Hehehe...rupanya apa yang mereka presentasikan tidak sesuai dengan tema mata kuliah. Bapaknya pun senyum-senyum nyindir gitu aja. 

Menarik sekali setiap masuk kelas Pak La. Beliau ngajar 2 kali seminggu. Satunya hari Senin, kelas Karya Ilmiah 2 dan satunya lagi kelas Intervensi Komunitas Jumat. Ada aja topik atau quotes menarik yang kami peroleh dari Bapaknya. Saya selalu nge-share di Facebook. Contohnya waktu ada kelas Intervensi Komunitas, begini deh kutipan omongan Bapaknya waktu itu yang udah saya tulis di FB pake kata-kata sendiri:

Wednesday, February 25, 2015

SURAT CINTA DARI-MU

Ya Rabbi
Pagi ini, aku telah mendapatkan surat cinta dari-Mu
Surat yang menggertakkan gerahamku
Surat yang membuat lisan dan hati tiada berhenti menyebut asma-Mu
Surat yang jujur saja... membuat air mataku berlomba jatuh satu per satu
Walau tak dapat membendungnya, tapi dalam hati aku bersyukur telah menyingkap tabir rahasia-Mu
Kuatkan aku ya Rabbi...

Sunday, February 22, 2015

BUKU KEEMPAT: CANDY RENDY


Judul: Candy Rendy (novel)
Penulis: Paresma Elvigro
Genre : Fiksi-Romance (Dewasa)
Penerbit: Sheila Fiksi (Imprint Andi Publisher)
Editor: Yasintha Vita Wahyuningsih
Setting: Elizabeth Pipit
Desain Cover: Yisar
Korektor: Venan
Jumlah halaman: ii + 302 hlm
Ukuran: 13 x 19 cm
Edisi: I, cetakan tahun 2015
ISBN: 978-979-29-5046-5
Harga normal: 55.000
-------------------------

Saturday, February 14, 2015

BAHAYA TIDAK DISIPLIN

Dictionary Definition of the Word Discipline Royalty Free Stock Photo
from IStockPhoto
Menjelang akhir Desember lalu, semakin lama, banyak mahasiswa datang terlambat. Setiap hari aktif kuliah, saya pikir justru sayalah yang akan datang terlambat sebab jarak rumah ke kampus cukup jauh. Butuh waktu 40 menit bagi saya untuk menempuhnya. Setiap hari, saya selalu mempersiapkan diri dan selalu berangkat satu jam sebelum jam kuliah. Itupun, saya selalu berjalan cepat ketika sudah sampai di parkiran karena jarak antara gedung pascasarjana dan parkiran cukup memakan waktu. 

Friday, February 13, 2015

PENGALAMAN MENJADI PENULIS PEMULA

Sayangnya, saya sangat terlambat untuk memulai karir sebagai penulis. Sebenarnya, saya sudah sering mengikuti perlombaan menulis (menulis novel dan puisi) waktu SMP dan SMA. Tapi, tidak ada satupun naskah yang lolos saat itu. Saat kuliah, saya juga pernah mengikuti lomba menulis untuk dikirimkan ke redaksi jurnalistik kampus. Tidak juga lulus.Sampai akhirnya saya benar-benar sibuk dengan kuliah. Saya tidak perlu menjelaskan betapa sibuknya menjadi mahasiswa psikologi yang penuh dengan praktek dan praktek.

Baru setelah lulus kuliah 2012 lalu, saya mulai mencoba menulis lagi. Waktu itu, saya masih bekerja sebagai motivator di kampus yang sama (belum diangkat sebagai dosen honorer). Saya hanya mengajar satu kali seminggu. Jadi, banyak waktu longgar. Karena saya sangat senang membaca apapun termasuk melalui situs internet, saya akhirnya memberanikan diri untuk mengikuti lomba menulis. Waktu itu, saya pertama kali berkenalan dengan banyak grup penulis indie dan Self-Publishing. Dari situ, pikiran saya terbuka lagi dan semakin banyak ilmu yang direguk mengenai kepenulisan. Saya ikut perlombaan yang mereka selenggarakan. Alhamdulillah, sudah banyak antologi indie yang saya hasilkan bersama mereka.

Tuesday, February 10, 2015

SUDAH WAKTUNYA BELAJAR INVESTASI

Gold Bars on the floor of a vault
by getty images

Setelah dipikir-pikir, memang sudah seharusnya mikirin masalah keuangan.

Jujur aja saya lemah dalam persoalan hitung-menghitung. Tapi, suatu saat saya akan menjadi seorang istri dan ibu. Nggak lucu kalau saya nggak pandai mengatur keuangan dan nafkah dari suami.

Menengok tahun lalu, ketika memperoleh royalti pertama yang lumayan besar. Saya sampai lupa menyisihkannya untuk check-up kesehatan dan juga...untuk disimpan. Di tahun tersebut, saya masuk kuliah. Jadi, beberapa bagian saya pakai untuk biaya kuliah termasuk biaya sehari-hari di kampus.

Menyesal? Sudah nggak ada gunanya menyesal.

Sekarang, saya harus pandai menyimpan uang.

Ini sebagai wujud usaha perbaikan diri lanjutan sebelum saya menikah.

Monday, February 9, 2015

IP SEMESTER 1

Alhamdulillah. finally setelah ujian berakhir.

18 SKS telah tertunaikan...

Sebentar lagi lanjut ke semester dua dengan beban SKS yang lebih banyak...

Pastinya akan menguras tenaga dan pikiran...

Tapi, saya yakin mampu melalui dan menghadapinya...

Friday, February 6, 2015

HUMANISME TAK SEINDAH DIBAYANGKAN

Subuh tadi, saya di-tag sebuah kajian oleh salah seorang sahabat. Nah, di sini saya akan meng-copast kajian tersebut ya. Saya copast agar kalian bisa paham dengan penjelasan ilmiah yang langsung diuraikan oleh ahli yang menyampaikan. Kalau pakai bahasa saya, nanti amburadul.

Oke, Sebelumnya, saya cuman mau bilang. Pesan ini khusus untuk para ilmuwan psikologi atau calon psikolog (muslim). Dalam kajian psikologi, kalian pasti akan menemukan beragam teori ini dan itu. Ada Freud dengan psikoanalisanya, Skinner dengan Behaviorismenya, Bandura dengan Social Learning-nya dan Maslow dengan humanistiknya. Selama belajar di psikologi, pasti sangat sedikit dari kita yang paham tentang asal-usul sebuah teori. Selama di bangku kuliah pun, penjelasan mengenai teori juga tidak terlalu mendalam karena lebih mementingkan praktiknya. Jadi sekarang, penting banget bagi para calon psikolog untuk nggak mengkiblatkan diri hanya pada satu teori.

Tuesday, February 3, 2015

SECANGKIR KOPI BULLY ADA DI PERPUS AUSTRALIA


Baru setengah jam lalu buka sosmed, especially Twitterland. Wooo... *shocked and also feeling thankful. There are 4 notifications: from my editor, publisher and also NLA Jakarta Office.

Alhamdulillah, terima kasih ya Allah. Terima kasih buat Elex Media Komputindo khususnya imprint Quanta-nya. Entah gimana kronologisnya, buku Secangkir Kopi Bully kini udah bisa diakses di National Library of Australia (NLA). 

Monday, February 2, 2015

KATA DOSEN, SAYA ADALAH....


Terkadang, kita memang perlu menutup telinga dari bisikan dan perkataan orang lain yang tidak tahu-menahu soal diri kita.
Terkadang, kita juga perlu menutup telinga dari apa yang diucapkan orang lain melalui ucapannya tentang kita. 
Terlebih bila itu sifatnya judgment, bad critics dan sejenisnya.
Apa yang dipikirkan orang lain soal kita, itu bukan urusan kita.
Jika kita terus berkaca pada orang lain, lalu kapan kita bisa memahami diri kita lebih mendalam?
Jika kita terus bertopang pada penilaian orang lain terhadap kita, kita mungkin akan menjadi boneka. Boneka yang akan terus melihat kesempurnaan sebuah penilaian dari kacamata orang lain.

Saturday, January 31, 2015

MISI BUKU UNTUK CALON PSIKOLOG

Tadi siang, saya sama salah satu sahabat lagi chat di BBM. Moon, begitu deh saya manggil dia. Saya nanya-nanya ke dia mengenai ide saya untuk buku kelima. Euumm memang udah lama banget saya simpan tapi belum nemu prolog untuk memulai.

Ketika saya menyampaikan ide ini pada Moon, eeh..nggak tahunya kemaren dia sempat kepikiran juga mengenai tema serupa. Waah tampaknya saya dan Moon sehati dan sepemikiran.

Jadi, saya itu pengeeeeeen banget bikin buku kayak konsepnya Bang Ferdiriva Hamzah. Bedanya, saya mau bikin untuk calon psikolog atau yang mau kuliah di psikologi. Ini juga udah lama terinspirasi dari banyaknya komentar yang saya peroleh di link cerita saya mengenai nasib para alumni psikologi. Belum lagi banyak juga anak-anak SMA yang pada ngirim email nanya tentang psikologi. Ada juga yang ngalamin nasib buruk di mana pilihannya untuk masuk psikologi justru dianggap remeh sama temennya.

Dalam proses penulisannya nanti, saya pastinya harus menyusun misi. Apakah misi yang akan saya lakukan? Saya akan coba mengontak beberapa teman yang murni kuliah di psikologi. Bukan cuman di 1 kampus, tapi di universitas lain. Saya berharap bisa ada perwakilan dari beberapa universitas di Indonesia. Ini semacam riset atau survey pendapat+pengalaman gitu kali ya. Saya juga mau survey ke temen-temen yang pure ngambil jurusan magister profesi psikologi dan yang bekerja di bidang psikologi. Untuk mereka yang basicly psikologi tapi justru nggak terjun dalam lapangan pekerjaan yang berkaitan murni dengan psikologi, itu saya skip, mungkin hanya saya pakai untuk pembeda aja, eumm semacam alasan mengapa mereka malah nyasar ke bidang kerja non psikologi pada akhirnya.

Friday, January 30, 2015

GURU BAGI BUAH HATI

Hari ini karena lagi halangan, udah beberes-beres trus bosan mau ngapain. Akhirnya baca-baca aja. Meskipun dalam bentuk ebook, tapi saya udah baca berkali-kali. Niatnya sih bisa memetik ilmu sekaligus mudah-mudahan ada yang nancep gitu di hati dan pikiran biar kelak bisa mengamalkan.

Buku yang saya baca adalah Parenting Nabawiyah karya Ust. Budi Ashari, Lc (Host Khilafah Trans7). Salah satu bagian penting yang membuat saya tertarik untuk menulisnya adalah poin mengenai anak. Ini bagian yang udah pernah saya baca tapi saya lupa, jadi saya baca lagi dan baru saya ngeh. Saya baru menyadari apa yang saya baca ini secara kebetulan sama dengan salah satu misi rahasia yang pernah saya tulis.

Apakah misi saya itu? Salah satu misi saya ketika berkeluarga nanti adalah ingin menciptakan generasi cinta Al-Qur'an. Ini pas banget sama kisah Umar bin Abdul Aziz yang saya baca itu. Gini ceritanya....

Thursday, January 29, 2015

SMS ISENG

Ya Rabb...
Belakangan ini banyak sekali ujian menerpa.
Ujian hati

Desember lalu, saya mengirimkan sebuah paket hadiah GA. Satu paket alhamdulillah sampai. Tapi, sesampainya paket tersebut, ada kisah kurang menyenangkan di baliknya.

Yang menerima paket itu ternyata bukan si empunya hadiah. Karena si pemenang maunya dikirim lewat kantor, jadi saya turutin saja. Saat sampai, yang menerima rupanya seorang yang tidak saya kenal. Nomor telepon saya tercantum di kertas alamat tersebut dan dia mengirimkan sms pada saya. Dari kalimatnya, saya pikir itu saudara dari si pemenang, tapi bukan. Orang tersebut mengaku laki-laki dan berterima kasih atas kiriman paket itu lalu....

Wednesday, January 28, 2015

SINYAL BAIK DARI LANGIT

Setelah sekian lama, akhirnya bisa ikut giveaway lagi. Alhamdulillah, tepat hari ini usia saya genap seperempat abad. Dua puluh lima tahun meeeen... tapi mencoba untuk nggak berasa tua hehe. Alhamdulillah sejak tadi pagi, banyak ucapan selamat diiringi doa dari sahabat-sahabat tercinta. 

Alhamdulillah, sebagian besar resolusi tahun lalu terwujud, salah satunya bisa nembusin naskah ke penerbit. Tahun ini, saya mempunyai beberapa impian sakral yang berharap dapat terwujud (se-ridhanya Allah mau kabulkan tahun ini atau tahun depan).

Impian pertama adalah menikah. Bukan karena alasan usia atau apapun. Tapi, insya Allah, saya ingin menikah lillahi ta'ala, ingin menggenapkan separuh agama saya dan beribadah lebih banyak lagi tentunya dengan sang suami. Kenapa ini menjadi list pertama? Sebab, ada cerita panjang, misterius dan masih menyisakan debaran hingga detik ini. 

Monday, January 26, 2015

SAYANG

Mengenalmu adalah suatu hal yang lebih dari sekadar menakjubkan bagiku. Apakah kau percaya akan hal itu? Oke. Aku pikir, kamu sudah sangat percaya.

Aku tidak sedang merayu apalagi menggodamu. Tanpa merayumu, aku pun tahu kamu juga menginginkanku. Bukankah pernyataan ini benar adanya? Tentu saja. Kamu pasti mengangguk sekarang.

Bagiku, kamu sudah lebih dari segalanya. Layak untuk dicintai, disayangi, dicium dan dipeluk. Sepanjang hidup bersamamu, bukankah aku telah memberikan keempat hal itu padamu? Kamu juga tidak pernah menolaknya. Justru, kamu membalasnya lebih dari itu.

Sayang, sejak pertama bertemu, mata ini langsung tertuju padamu. Bukankah cinta juga terjadi dari energi yang tersalurkan melalui sebuah pandangan? Dari pandangan pertama saja, aku sudah jatuh hati. Apalagi ketika hati mantap memilihmu untuk menemani hidupku.

QUOTES: CINTA DAN JODOH



"Tuhan mungkin sedang menguji kita dengan menghadirkan seseorang yang tidak tepat. Mungkin saja dia memang jalan hidayahmu tapi belum tentu dia akan menjadi pendamping hidup dunia akhiratmu."

"Cinta itu ada dua: mengambil kesempatan sbg bukti keberanian atau melepaskan sbg wujud pengorbanan."

"Jodoh itu seperti sepatu, nggak mungkin sebelah kirinya sepatu balet tp kanannya boots. Nggak bakal ketuker."

Saturday, January 24, 2015

SURAT UNTUK KAYLILA

FROM GOOGLE


Pagi ini temanya nulis fiksi berbentuk surat

-----
To: Kaylila

Assalamu'alaikum Kaylila
Apa kabar? Semoga kamu dalam keadaan sehat. Maaf bila aku sudah lancang mengirimkan surat ini padamu. Sebelum kamu marah, mohon bacalah ini sampai habis. Eum, tidak. Mungkin, surat ini tak akan pernah sampai kepadamu. Tapi, izinkan aku tetap menulisnya untukmu. 

Friday, January 23, 2015

KAMU

Aku ingat jelas ketika kamu menangis di hari penyatuan cinta kita. Diam-diam, kelenjar mataku menitikkan airnya usai mengucapkan ijab qabul. Bahagia luar biasa, itu yang kurasa ketika berhasil duduk sebagai pendamping hidupmu. Kulihat semburat cerah di wajahmu. Kamu mengangsurkan dahi untuk kucium lembut saat kita duduk berdua di pelaminan. Kamu tersenyum. Walaupun tak secantik putri Indonesia, bagiku kamu tetap istri tercantik di hatiku. Saat kubisikkan kata-kata lembut, kamu merajuk. "Gombal," itu katamu sambil menjawil pipiku.

Sebulan setelah menikah, kita menjalani hubungan jarak jauh. Tidak lama, hanya dua bulan. Ah, itu juga terasa lama bagiku. Setiap hari di sela bimbingan skripsi, kamu selalu menyempatkan waktu untuk meneleponku. Kadang pula aku lebih dulu menyapamu via BBM. Hari demi hari, kucoba berpuasa demi menahan rindu tak terbendung ini. Aku rindu memelukmu, mencium keningmu, menjawil pipi putihmu dan mengganggumu ketika sedang mencuci piring.

Sunday, January 18, 2015

CURHAT ANAK MAPRO PSIKOLOGI: QUALITY TIME

Libur belum tiba
Libur belum tiba
(Nggak) hore
(Nggak) hore....

Seluruh mahasiswa strata satu udah pada libur. Kampus putih jadi sepi, hanya ada kerumunan dosen, para staf dan pegawai. Satu golongan lagi yang belum libur: mahasiswa magister profesi. Saya nggak tahu pasti magister jurusan lain libur apa nggak, tapi untuk magister psikologi bilangnya "nggak libur".

Sebagian besar teman-teman yang berasal dari luar Jawa ataupun luar Malang, pada sebel karena udah homesick. Alhamdulillah, saya nggak ngerasain hal yang sama karena udah pindah dan menetap di Malang. Kalau dulu waktu S1, saya juga jarang pulang (pas masih tinggal di Parepare). Homesick itu pasti, tapi tiap libur kadang ortu yang jengukin ke sini sekaligus mereka pulang kampung. Kalau nggak gitu, saya yang berlibur ke Madiun (di daerah perbatasan Madiun sama Magetan sih sebenarnya), ke rumah Mbah (ortu Mama). Yaah..kebayang lah yaa gimana rasanya merindukan kampung halaman. Meskipun saya sendiri nggak bener-bener native from Parepare, sekarang kerinduan di dada ini makin membuncah. Ya iyalah rindu, orang saya lahir di sana.

Thursday, January 15, 2015

HINDARI MENGATUR BERLEBIHAN & MEMBENTAK ANAK

by catatanistri.com
Sekedar intermezzo mengenai gambar di atas, saya peroleh ketika membaca status teman Facebook. Saya sedih melihat ekspresi anak yang menggemaskan itu.
------
Selama praktikum ini, ada banyak sekali kasus-kasus yang bertebaran. Walaupun mayoritas kasusnya masih dalam ranah "problem psikologis" dan nyaris nggak ada yang nemu kasus "disorder", tapi bila diinterpretasikan ke masa depan, problem-problem psikologis yang ada sekarang ini lama-kelamaan akan menjadi gunung es di kemudian hari.

Tuesday, January 6, 2015

BERKAH DARI BELAJAR DAGANG

Alhamdulillah.. Belum lama ini, sekitar Agustus 2014 lalu mulai mencoba untuk berbisnis kecil-kecilan. Yaaah, meski masih tergolong reseller dan marketer tapi karena kedua job ini menyenangkan dan it's about syar'i fashion jadinya happy aja ngejalaninnya.

Dengan ngebuka nama olshop Griya Qafisha, saya jadi belajar banyak hal. Pas awal-awal jualan, saya sempat pesimis karena nggak pernah mengampu pelajaran bisnis dan sama sekali nggak punya skill handal dalam berbisnis. Tapi, karena niatnya emang pengen belajar biar kelak ada pegangan, akhirnya sedikit demi sedikit jadi banyak hal yang saya tahu.