Thursday, October 20, 2011

Experiences...^^

Guratan angin yang menggoyahkan dedaunan hijau, berdengung sembari membacakan syair-syair nadi kehidupan yang tiada pernah terhenti alurnya hingga cahaya putih menjemput di akhir baris. Heuw...tahun belum berganti namun semua hal yang tidak absolut di dunia ini berpindah dan bergilir mengikuti arus. Apa yang sudah kulakukan untuk hidupku hingga saat ini? Prestasi ? Ibarat masa sejarah, itu hanya booming ketika aku duduk di bangku SD hingga SMA and now ? heheheee...kayaknya belum ada lagi. Mencoba untuk menembus dunia pena tetapi sudah berkali-kali gagal. Bukan berarti patah arang dan pesimis untuk tidak lagi mengikuti berbagai kompetisi, akan tetapi kualihkan saja untuk yang lain. 

Dingin..Musim hujan pun menghampiri kota yang sudah hampir 3 tahun ini kutinggali demi mereguk setetes ilmu. Aku masih ingat ketika aku bertandang ke sebuah kajian keislaman dan keilmuan, pada waktu itu aku ditanya oleh pematerinya,"apa tujuan mbak kuliah ?" Spontan aku menjawab bahwa tujuanku kuliah untuk mencari ilmu, menambah pertemanan dan menggapai cita-citaku. OK FINE. Kemudian dengan santai pemateri yang juga merupakan kakak tingkat di fakultasku itu memberio tanggapan bahwa apabila masih ada di antara kita yang datang dan kuliah di sini dengan tujuan seperti itu (contohnya seperti jawaban yang kulontarkan) itu bukanlah jawaban yang terlalu dangkal. Aku menunduk sembari membaca buku yang kubawa di tanganku, berpura-pura tidak memperhatikan si pemateri. Jujur saja, aku tersinggung dengan sanggahannya di hadapan teman-teman (utamanya adik-adik tingkat) yang hadir pada waktu itu. Ya..sebenarnya tidak hanya aku yang dilontarkan pertanyaan itu melainkan kepada semua peserta yang hadir pada waktu itu yang jumlahnya masih bisa dihitung jari. Heumm..memang benar sih, kita kuliah dengan berorientasi ke nilai, titel atau hal-hal artifisial lainnya itu hanyalah tujuan yang "dangkal". Trus, jawaban yang benar apa donk?? Memang gak ada jawaban yang absolut dan pasti sih. Dengan santai, beliau hanya mengatakan,"Seharusnya kita itu mengatakan kita melakukan segala sesuatu dengan tujuan untuk menggapai ridha Allah." Titel, nilai, IPK dan lain-lain itu tidak ada artinya, toh itu semua tidak akan dibawa sampai mati kan?! Hmm..ya, ya.. Astaghfirulah..maafkan hamba yang sejenak melupakanMu ya Allah.

Hmm..ya itulah mungkin salah satu hal yang mengingatkanku kembali. Itu adalah teguran.

Oiya..gak apa-apa ya, kalo temanya bervariasi di tulisan kali ini sebab banyak hal yang ingin kubagi dan kuulas.
Hmm...minggu kemarin ketika mengikuti liqo'/khalaqoh. Hmm ngerti gak artinya? hehehe..aku juga gaptek kalo maslaah bahasa arab. Artinya mungkin berkumpul sembari berdiskusi/mengakji hal-hal yang berbau keislaman dan lain-lain. Masih nyambung dengan kata "RIDHA" tadi sih. Kata mbak yang ngasih taujih waktu itu, Ridha itu lebih tinggi tingkatannya di atas sabar. Ada sebuah hadits yang mengatakan bahwa orang yang ridha itu sudah pasti sabar tetapi orang yang sabar itu belum tentu ridha. Hmm..coba deh dicerna. Menurutku, itu benar. Ketika orang yang pada dasarnya memiliki watak sabar dalam segala hal namun, tidak akan ada orang yang tahu apakah di balik kesabarannya (misalnya ketika dia ditimpa musibah) dia bisa ridha (berlapang dada) menerima dengan ikhlas musibah tersebut. Bisa jadi, orang tersebut sabar tetapi di belakang, dia masih merengut dan menyesali apa yang terjadi padanya. Wallahu'alam bisshowab.

Eumm..dapat satu ilmu lagi. Hmm...^^

Uhuk..uhukk...ada lagi ni hal yang membuatku speechless tapi speechless yang berada di ambang kebimbangan. Nah, ini nih. Tepatnya hari minggu, 16 oktober 2011 kemarin, awalnya aku cukup antusias meluangkan waktu bersama tiga kawanku untuk mengunjungi bazar jilbab yang diselenggarakan di salah satu mall di kota ini. Setiba di sana, dengan mata terbelalak dan wajah yang "sumringah"nya tidak jelas dan tidak beraturan, kami berempat terkesima melihat penampilan salah satu aktris ternama yang kebetulan jadi tamu pada waktu itu. Namun, beberapa saat kemudian,kekagumanku terkacaukan oleh pamandangan sejumlah perempuan yang mengenakan hijab (jilbab) model masa kini yang sedang trend itu. Temanku yang satu sontak langsung mundur dari deretan para pengunjung sekaligus penonton pada waktu itu yang dominan cewek-cewek. Upss..staghfirullah. Aku tak ada maksud untuk melecehkan mereka melainkan aku sedikit kecewa. Why? aku mungkin telah mengalami degradasi pada semester lalu yang mana pada beberapa waktu aku mencoba untuk lebih memanjangkan jilbabku hingga terlihat seperti akhwat-akhwat yang selama ini selalu membuat hatiku bangga melihat mereka. Namun, karena satu hal yakni aku belum bisa memasuki tahap penerimaan diri jika saja aku ketahuan mengenakan jilbab yang lebih panjang dari sebelumnya. Ya, Rabb 3 F itu memang benar lambat laun akan mengikis moral dan kultur alamiah bangsa apabila tidak ada filter yang baik dan jelas. Hmm..3 F itu tau kan? Food, Fashion and Fun. Hmm karena hidup di zaman modern, bukan berarti aku benar-benar up to date ingin mengamati setiap perkembangan aspek-aspek kehidupan dan menjadi pengikut yang setia. Bukan. Bukan seperti itu yang kumau.
Hufft..dari topik bazar tadi akan kualihkan sebagai alat introspeksi. Tidak mudah menjadi seorang wanita shalehah itu. Berbagai rintangan sana sini mencoba merasuki seseorang, tidak pandang dia itu memiliki iman yang kuat atau lemah. Aku. Mendengar teman-teman KKN lalu sering memanggilku dengan sebutan "ustadzah" ya Rabb, telinga dan hati ini rasanya bagai diaduk dengan semen dan air. Hingga lama kelamaan menjadi beku. Rasanya sebutan itu kurang pantas untukku. Apa karena aku memikirkan aku mengalami degradasi tadi? Hmm..entahlah. tapi..hufft..yaa, mungkin aku harus melewati tahap demi tahap yang memang tidak mudah untuk kulalui. Dengan ini saya menyatakan bahwa saya ingiiiiinn sekali membenahi diri saya.


Tarik napas dalam-dalam....teringat lagi dengan seseorang yang belum lama kukenal, tiba-tiba dia memberiku nasehat agar belajar lebih banyak ke ustadzah. Hmm..lupakan sejenak bahwa aku agak membenci sikapnya yang kadang jahil. Heuw >,< ...!!!


Jiaaahh, kenapa aku jadi speechless beneran??? Jari jemari sok ngetik gini padahal ini pengen nyari luang untuk mikir..hehehee^^


Hmmmph...


What??? Masalah yang satu itu. Masalah status-status yang kutulis d FB yang up to date "menghapus jejakmu"....
heuw...jangan...jangan dibahas lagi. Koridornya berbeda..coz itu ada di bahasan ruang (Love in Quiet)
Hmmpphh tak ada hal yang perlu dibahas lagi tentang dia..Mungkin nanti atau mungkin tidak untuk selamanya.


Inilah beberapa pengalaman yang tidak terlupakan.


kamsahamnida....


^_^


Jumpa lagi di episode selanjutnya....



No comments:

Post a Comment

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini. Bila ingin share tulisan ini, tolong sertakan link ya. Yuk sama-sama belajar untuk gak plagiasi.