Saturday, August 11, 2012

Kebahagiaan dan Keindahan Sejati??


Anehnya, zaman sekarang masih banyak dari mereka yang mapan secara finansial dan mempunyai kedudukan tinggi di mata masyarakat namun dari segi performance penampilan, utamanya wanita justru mengalami kemunduran.

Aneh, seharusnya semakin mapan secara finansial, maka sudah seharusnya pula semakin mampu berpenampilan dengan baik dan "tertutup".

Namun kenyataannya, masih banyak dari mereka yang mengenakan pakaian yang cenderung "kekurangan kain dengan harga selangit".

Bagi mereka, kelas sosial yang tinggi juga harus ditunjang oleh penampilan yang mewah.

Bagi mereka yang borjuis, penampilan mewah itu adalah puncak dari sebuah keindahan.

Kekayaan yang mereka punya lebih banyak disisihkan untuk memamerkan kekayaan itu sendiri.

Koleksi baju mahal, tas ber-dollar, mobil mewah, rumah pencakar langit, intan berlian. Bagi mereka, semuanya itu adalah sumber kebahagiaan.

Tidak peduli orang lain akan timbulnya kecemburuan sosial.

Tidak peduli akan keamanan diri sendiri.

Tidak peduli mereka yang "di bawah"

Tidak peduli TUHAN lihat atau tidak apalagi untuk setuju

Sayangnya, hanya segelintir saja dari mereka yang kaya secara finansial mampu memanfaatkan kekayaannya di jalan yang justru lebih banyak mendatangkan keberkahan dan perlindungan bagi diri mereka, mampu mensucikan diri mereka untuk saling berbagi di kala ada ataupun tidak ada yang dimiliki.

Lalu, di manakah makna keindahan sejati itu saat ini?

Lantas, di manakah makna kebahagiaan yang sebenar-benarnya?

Kekayaan duniawi itu hanya teman sementara bahkan itupun merupakan sumber ujian.

Kelas sosial yang tinggi itu hanya predikat sementara 

Sejatinya, semua manusia sama di mata TUHAN hanya yang membedakan itu adalah derajat KEIMANAN dan KETAQWAAN masing-masing.

Saat ini, tindakan korupsi itu juga dianggap sebagai "penyakit borjuis", 

koruptor masih dengan bangga tersenyum menutupi kesalahannya di hadapan tanah air dan layar kaca seolah tegar

tapi TIDAK di mata TUHAN.

Sayangnya, mereka sebenarnya KURANG atau mungkin TIDAK BAHAGIA

oleh karena itu, mereka ditelan sendiri oleh harta mereka

bagaikan Fir'aun yang mati tertelan gundukan hartanya.

Kebahagiaan dan keindahan itu bukanlah pada harta/kekayaan

Keindahan dan kebahagiaan itu TIDAK HARUS MAHAL

Sudahkah kamu menemukan kebahagiaan dan keindahan sejatimu?

Semoga kita bukanlah penerus Fir'aun

Naudzubillahi min dzalik.

No comments:

Post a Comment

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini. Bila ingin share tulisan ini, tolong sertakan link ya. Yuk sama-sama belajar untuk gak plagiasi.