Sunday, July 28, 2013

PENTINGNYA KECERDASAN SPIRITUAL

8:25 AM 0 Comments
Pagi ini baca buku dari Ustadzah Afifah Afra lagi yang berjudul "And The Star Is Me". Saya tertarik lagi dengan lembaran yang berisi kalimat berikut

Kecerdasan emosi yang berbasis pada otak, hanya akan membantu seseorang sukses di dnia, tetapi tidak di akhirat.

Friday, July 26, 2013

TOLONG JANGAN MEROKOK DI PEKARANGAN MASJID!

10:27 AM 0 Comments
by cigarretsreporter.com
Saya tidak habis pikir, kenapa sih masih adaaa aja orang merokok di bulan puasa begini. Sudah beberapa hari tarwih di masjid kompleks dan tiap jeda khutbah, pasti saya selalu mengendus aroma tajam rokok dari beranda masjid. Kenapakah? Pelampiasan gitu ya? Apa gak ada tempat lain selain masjid? Kalau mau merokok ya jangan di teras masjid dong, mending di hutan aja sono. Benar-benar sangat mengganggu ketentraman lahir dan batin saya yang benci rokok.

Thursday, July 25, 2013

HARGA DAGING TINGGI, I DON'T CARE!!

11:09 AM 0 Comments
(Maaf, biasanya saya suka pajang gambar, tapi karena temanya daging, maaaaf sekali, tak ada maksud melecehkan daging, tapi saya tidak suka, terima kasih :))

Dari tempo.co.id, saya membaca bahwa harga sapi saat ini turun hingga satu juta rupiah per ekornya. Sementara itu, harga dagingnya justru masih melonjak tinggi dikarenakan harga sapi-sapi itu sebenarnya masih fluktuatif, belum stabil sepenuhnya. Hal ini juga sempat memicu amarah di benak Presiden SBY beberapa pekan lalu.

Di lain hal, beberapa bulan belakangan marak terbongkar kasus impor daging yang melibatkan Fathanah dan "wanita-wanita cantik" yang menerima uang cucinya. Heuu, saya memang tidak begitu tahu banyak apalagi berminat dengan dunia perpolitikan. Namun, kalau nonton berita seringkali melihat tayangan yang ituuuu lagi... ituu saja... maka telinga saya mulai "panas".

Wednesday, July 24, 2013

POTRET ORANG PINGGIRAN DI TRANS 7

7:59 PM 7 Comments
Tadi, saya sempat menyimak tayangan Orang Pinggiran di Trans 7. Dari sekian episode yang sering saya lihat, baru hari ini saya betul-betul memerhatikan tayangannya. Hal itu dikarenakan potret orang pinggiran yang diangkat tadi mempunyai seorang anak yang mengalami gangguan mental.

Nenek Entas, panggilannya, adalah seorang penjual daun pisang dan pemulung sayuran di kebun orang. Usianya sudah sangat renta namun masih rajin bekerja. Suaminya telah meninggal dan dia memiliki dua orang anak yang juga bernasib serupa dengannya. Salah satu anaknya, Parman, berusia 60 tahun. Kata Nek Entas, sejak kecil Parman mengalami gangguan mental namun dia sendiri tidak tahu apa jenis gangguan tersebut. Meski begitu, Parman telah menikah dan mempunyai anak. Parahnya, Parman kurang mampu untuk bekerja secara mandiri dan tidak pernah mau bicara sehingga hingga saat ini beliau masih tinggal dan merepotkan Nek Entas, sementara isterinya justru tinggal di kampung sebelah dan tidak bekerja. Biasanya, dia hanya membantu Nek Entas untuk memulung (memanen) sayuran milik warga yang meminta tolong pada Nek Entas.