Thursday, November 15, 2012

MUSLIM JUGA TAHUN BARU-AN


Siapa bilang kalau tahun baruan hanya diperingati pada 31 DESEMBER hingga larut malam ?

Siapa bilang kalau muslim tidak punya "tahun baru" di kalendernya ?

Di kalender Hijriah, ada hari yang disebut 1 MUHARRAM. Ya, dan kebetulan hari ini bertepatan dengan TAHUN BARU HIJRIAH (15 November 2012).

                                                                            ***


Dulu sih waktu SD-SMP, saya kurang paham dengan tahun baru HIJRIAH itu sendiri.

Aku pikir itu adalah hari yang tidak terlalu penting bila dibandingkan dengan perayaan Id Fitri dan Id Adha. Selain itu juga karena biasanya di hari itu sering diadakan acara--kalo di sini (Parepare) biasanya orang-orang pada bikin semacam syukuran yang identik dengan membawa sokko'(makanan yang terbuat dari ketan hitam ataupun ketan putih yang dikasih pewarna kunyit hingga kuning plus tambahan telur rebus, sama seperti saat perayaan Maulid Nabi SAW).

Namun, sekarang acara itu sudah jarang dilakukan dan lebih dkhususkan pada perayaan MILAD Nabi SAW saja.

Walhasil, aku kebingungan. Mengapa tahun baru Islam tidak seramai tahun baru Masehi ?

Saat kuliah dan setelahnya, aku baru sedikit lebih mudeng mengapa tahun baru Masehi itu dirayakan besar-besaran sementara tahun baru Hijriah dirayakan dengan penuh ketenangan, hikmat dan damai.

Oooh TERNYATA...

Tahun baru Masehi itu adalah bentuk propaganda dari perayaan menanti turunnya dewa Matahari oleh suku....(apa yaa, lupa, ada kok pernah kuposting di blog ini sebelumnya). Dan, itu kurang lebih mengacu pada paham non-muslim terkait perayaan hari natal dan hubungannya dengan tanggal 31 Desember dan 1 Januari.

Pantas saja tahun baru Masehi dirayakan penuh "sesak", "ramai" hingga jalan raya pun ikut penuh dengan lautan manusia sembari menggotong terompet dan petasan.

Lama-kelamaan aku jadi menaruh perhatian pada tahun Hijriah.

Oooh, jadi seperti itulah kita--orang muslim merayakannya.

1 Muharram adalah identik dengan kisah perjalanan HIJRAH Nabi Muhammad SAW dari Mekkah menuju Madinah yang terjadi sekitar tahun 622 M.

Hijriah itu sendiri berasal dari kata HIJRAH yang artinya perpindahan/berpindah. Hijrah itu pun ada dua macam yaitu HIJRAH MAKANI (berpindah dari tempat yang buruk/kurang baik ke tempat yang lebih baik) dan HIJRAH MAKNAWI (berpindah dari nilai hidup yang kurang baik menuju nilai yang lebih baik, berpindah dari kemungkaran/kebathilan menuju kepada kebenaran).

Peristiwa hijrah Nabi SAW beserta sahabatnya itupun (sebagaimana yang pernah kubaca) menyimpan makna yang sangat mendalam dan patut untuk dikenang juga diteladani oleh seluruh ummat muslim. Hal itu biasanya disebut sebagai proses TRANSFORMASI SPIRITUAL yang mana saat itu Rasulullah SAW beserta sahabat dengan gigih berjuang dan berkorban demi memusnahkan kemungkaran dan kebathilan yang merajalela.

SUBHANALLAH, iya yaa, dari dulu udah belajar tentang ini di mata pelajaran agama, kenapa mudeng dan perhatiannya baru pada saat kuliah dan sekarang ? Hmm.

                                                                                 ***

Jadi untuk mengenang perjuangan hijrah Nabi SAW tersebut tidaklah pantas dilakukan dengan cara meniup terompet dari tengah malam atau menyalakan petasan/kembang api hingga menghabiskan uang jutaan rupiah sebagaimana yang biasa kita jumpai saat 31 Desember. Hasilnya, orang-orang yang merayakan seperti itu, DIJAMIN 5000% DIA AKAN TERTIDUR DI PAGI HARINYA SAMPAI SORE gara-gara begadang (ini observasi dari lingkungan sekitar).

Sebaliknya, pantas saja 1 Muharram dirayakan dengan hikmat dan khusyuk seperti berlomba-lomba meningkatkan kualitas dan memperbanyak ibadah serta muhasabah diri.

Mungkin akan sama seperti kebanyakan orang yang berkata bahwa kalau tahun baru adalah awal membuka lembaran hidup yang baru. Ya, begitu juga dengan tahun baru hijriah. Mengevaluasi diri, kebaikan apakah yang telah dilakukan di tahun sebelumnya ? Apa saja kontribusi kita untuk kemajuan peradaban Islam ? Berapa banyak dosa yang pernah kita lakukan dan kemudian seberapa teguh kita untuk bangkit membersihkan jiwa dan raga dari dosa-dosa tersebut ? Bagaimana cara kita untuk semakin menambah kebaikan-kebaikan agar dirasakan oleh banyak orang, bermanfaat bagi saudara/i kita di luar sana ? dan lain sebagainya.

Aku, kamu, kita dan mereka sepatutnya menentukan sikap yang terbaik terhadap hal semacam ini. Sikap dan tindakan kita itulah yang akan menuntun kita ke depan.

                                                                               ***

Dan, semoga di tahun baru ini akan ada peningkatan kualitas dari diri kita masing-masing yaaak.

Ini nih ada doa yang dikirimkan dari seorang saudari yang juga kawan kami di ROHIS, simak yaaa :D,
"allahummaj'al awwala haadzihis sanati shalaahan, wa awsathaha suruuran, wa akhiraha najaahan (Ya Allah, jadikan awal tahun ini kebaikan, pertengahannya kegembiraan dan akhirnya kesuksesan)"

Gimana doanya?? mantap kaaan :D !!

SEMANGAT, YUUK MARI BERJUANG LAGI DEMI MEWUJUDKAN CITA-CITA KITA (TIDAK HANYA DUNIAWI SAJA MELAINKAN JUGA AKHIRAT) AMIIIN iNSYAAllah.....

                                                                          ***

--Parepare, 15 November 2012--
--Di tengah terik pagi kota bahari--

NB: -_- harusnya hari ini aku diundang jadi pembicara panel dengan seorang Guru Besar tapi nggak ada konfirmasi lagi, ya sudahlah kembali ke rutinitas mengejar deadline lomba dan menulis saja :) :D

No comments:

Post a Comment

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini.