Sunday, December 17, 2017

KANGEN

Kadang, aku kangen kamu.
Aku tidak perlu menjadi siapa-siapa yang bukan diriku, tidak perlu berpura-pura terlihat lebih pintar seperti Emma Watson ketika ada di sampingmu.

Kadang, aku kangen kamu.
Sekilas, kamu kadang kurang memperhatikan saat aku mengatakan satu atau dua hal saat kamu menelepon.
Tapi, di lain kesempatan, dugaanku keliru.
Rupanya kamu juga sering sekadar memberi feedback atau bertanya ulang mengenai hal yang tadinya menurutku tak kamu hiraukan.

Kadang, aku kangen kamu.
Kangen meluangkan waktu bersama, apalagi saat hujan turun, semakin deras, tak juga reda.
Entah kamu berpura-pura menahan agar aku tak menyudahi pertemuan kita atau memang kamu sengaja menahan karena ingin kita menyisihkan waktu lebih lama.

Fase kadang aku kangen kamu kini berganti dengan frekuensi sering.

Sering, aku kangen kamu.
Menggambar absurd bin alay yang mana seolah gambar itu merefleksikan tentang kita
Mengirimimu kartun-kartun lucu
Mengganggu kala kamu sedang sibuk.
Menggerutu bila kamu makin tak kunjung menoleh ke arahku.
Sering, aku menggunakan cara komunikasi yang kurang baik, semakin sibuk, semakin kusesaki dengan sejumlah pesan singkat.
Maafkan aku ya
Aku hanya ingin menunjukkan bahwa kangen itu sungguh tak kubuat-buat

Tapi yang membuatku makin cinta karena selepas kusampaikan rasa rindu, teleponmu berdering nyaring.
Yang membuatku terheran,
kala kamu bilang kamu jahat.
Jahat karena memangkas menit telekomunikasi antara kita.
Belum juga rinduku benar-benar terobati, kamu sudah menutup telepon.
Ah, itu bukan jahat.
Hanya saja aku memahami bahwa duniamu bukan hanya tentangku
Ada keluarga, teman, pekerjaan, pikiran-pikiran tentang impian, dan lainnya yang membutuhkan eksistensialismemu.

Melihatmu bertumbuh
Semoga selalu ke arah yang lebih baik
Ku pun ingin bertumbuh
Kadang, kamu memarahiku
Tidak jarang pula nasehatmu memenuhi dinding telinga dan hatiku
Nasehat agar aku terus berprogres
Agar tak gampang menyerah, walau kutahu di sana kamu kadang merasa lelah dengan kesibukanmu
Agar aku bisa menambah keterampilanku, hingga bisa memberdayakan sesuatu
Sering aku kangen kamu
Terlebih saat kutersadar, satu tahun telah berlalu dan kita belum kunjung bertemu melepas rindu

Sering aku kangen kamu
Tidak jarang rasa bosan itu datang
Bosan karena rutinitas masing-masing

Sering aku kangen kamu
Menggebu dan makin mendesak saat kamu mulai menghilang
Menghilang untuk sekadar menetralkan pikiran akibat tekanan yang kamu hadapi di sana
Berapa banyak teori yang sudah kubaca
Bahwa saat seseorang sedang memilih untuk sendiri maka berikanlah ia waktu untuk sendiri, menghibur dan melipur laranya sebelum bersua lagi
Aku tak butuh teori

Sering pun aku kangen kamu
Kangen saat kamu marah besar
Membentak
Salah paham
Malas
Dan sejenisnya
Namun, yang membuatku makin cinta
itu tak berlangsung lama
Kamu pun lekas pulih dan kembali normal

Sering aku kangen kamu
Cepatlah kemari

Thursday, December 7, 2017

IT IS OKAY NOT TO BE OK

Sumber: Pixabay


Emang sih udah banyak teori dan penelitiannya kalo Positive emotion menjadi salah satu faktor yang bisa mempengaruhi atau meningkatkan kesejahteraan hidup seseorang. Ya memang kita selama ini udah terdoktrin dengan kalimat, "Don't worry, just be happy." Tapi kan gak setiap hari dan setiap saat orang itu punya emosi positif, gak setiap hari kita itu hanya dicekoki oleh situasi atau peristiwa yang membuat hati berbunga-bunga. Pasti ada juga kan peristiwa atau situasi dimana mau gak mau emang kita harus ngerasain bad mood, sedih, sebel, marah, jijik, atau kecewa. Emosi negatif yang kayak gini amat sangat adaptif dan occasional yang kita kadang gak bisa kontrol kapan datang dan perginya, tapi emang harus dihadapi.

Friday, November 24, 2017

UNEMPLOYED: MELAMAR GURU BK



Jumat yang lalu saya coba berkelana untuk masukin lamaran lagi. Saat itu target saya adalah sekolahan. Saya ceritain sample aja ya. Salah satu sekolah yang saya tuju adalah sekolahan swasta di kota Malang. Sekolahnya sih bagus dan tampaknya high class. Saya pikir wah kalo high class berarti sistemnya juga bagus dan mungkin aja lagi ngebutuhin psikolog prefer than just as Guru BK. Cuman.. tujuan saya ke sana emang masukin lamaran sebagai guru BK soalnya lagi pas banget gitu mereka open recruitment beberapa posisi. 

Paginya, saya menelepon salah seorang sahabat yang letak rumahnya gak jauh dari sekolah itu. Pas udah dapat ancer-ancer alamatnya langsunglah saya cuuus ke situ. Sesampainya di sana, saya diarahkan oleh seorang security ke ruang yang lebih mirip TU (Tata Usaha).