Wednesday, May 8, 2013

SAHABAT BUKAN TONG SAMPAH

4:56 PM 4 Comments
Bagi sebagian orang, sahabat itu adalah tong sampahnya. Yang namanya tong sampah pasti dapat menjadi tempat pembuangan terakhir atas segala apapun yang ia rasakan dan ia alami.

Tapi, pernahkah kamu berpikir? Sahabat itu tidak pantas untuk dijuluki sebagai tong sampah. Ia hanya manusia biasa. Ketika kamu mengeluh, sedih, gusar, rapuh, kamu memang bisa menjadikannya sandaran terakhir saat yang lain menjauh. Namun, tidak pernahkah kamu berpikir bahwa sahabat itu juga butuh senyumanmu, butuh keceriaanmu, butuh kabar bahagia darimu.

Jika ia terus-menerus kau gelontorkan kesedihan, kerapuhan, kegusaran, kemarahan atas apa yang kamu alami, ingatlah, ia juga manusia. Ia bukan malaikat, bukan pula Tuhan. Ia manusia biasa yang juga membutuhkan sapaan hangat dan kebahagiaan dari orang-orang terdekatnya.

Jangan pernah menganggap sahabat adalah ia yang paling ampuh untuk menjadi pemecah masalahmu. Sebab, ia pun sama denganmu. Sama-sama manusia. Ia memang peka terhadap keadaanmu, tapi bukan berarti kamu bisa sesuka hati berkeluh kesah padanya. Ia tentu saja akan jenuh dengan sikapmu yang terus-menerus seperti itu.

Jadi, pahamilah sahabatmu. Jika pun kamu nyaman curhat padanya, jangan sekali-kali kamu menumpahkan semua hal negatif yang kamu pendam. Rajinlah menyapanya dengan kabar bahagia dan buatlah ia tersenyum sebagaimana ia selalu memberikan berbagai upaya agar kamu tersenyum. Berikan ia semangat seperti ia yang senantiasa rela menyuntikkan semangat kala kamu gundah gulana.

MENGHAYATI CINTA DAN KEBAHAGIAAN MELALUI MEDITASI

8:50 AM 0 Comments
Rinai hujan menyeringai dari balik jendela. Banyak orang yang berkata bahwa hujan itu adalah anugerah Tuhan yang sangat romantis. Tapi, bagiku, hujan itu selain romantis, juga menjadi bentuk cinta Sang Pencipta bagi seluruh alam semesta. Berbicara mengenai cinta, tak akan habis dan tak lekang oleh waktu. Kita bisa dilahirkan ke bumi ini, bisa bernapas hari ini, itu semua karena cinta. Cinta pun sejatinya senantiasa disandingkan dengan kebahagiaan. Seseorang yang merasakan cinta dalam hatinya, baik itu karena memandang atau mendengar sesuatu, pasti akan cenderung merasakan sensasi kebahagiaan yang menggelora dan menggebu-gebu. Cinta juga merupakan suatu hal yang sangat sulit diterjemahkan sebab energi dan pengaruh yang dihasilkan olehnya sungguh tak terhitung dan tak terbilang, seperti cinta ibu kepada anaknya. Sungguh dahsyat nikmat cinta yang dianugerahkan pada tiap insan dan siapapun pasti tidak akan mampu mengelak atau menolak bila membahasnya. 

Cinta dan kebahagiaan. Siapa pun pasti merindukan saat-saat dicintai dan berbahagia dalam kehidupan ini. Namun, sangat disayangkan, semakin banyak orang yang kesulitan merasakan keberadaan cinta dan kebahagiaan tersebut dalam hidup mereka. Tuntutan hidup yang tinggi, kesibukan yang seolah tanpa jeda, jalanan macet, keluarga, dan lingkungan yang tidak mendukung. Semua itu membuat pikiran dan hati menjadi pengap dan pepat, tak ubahnya seperti rumah tanpa jendela.