Tuesday, March 26, 2013

CARA MENGHINDARI NYONTEK SAAT UJIAN

3:37 PM 2 Comments

Hayo, siapa yang merasa pernah "cheating" alias nyontek??
Di saat besoknya ujian tapi kita tidak belajar sama sekali dan tidak ada persiapan apapun, menyontek adalah satu-satunya "jalan" ketika tidak mampu menjawab soal-soal ujian.

Menyontek itu adalah "gangguan" yang menular. Seseorang yang menyontek ketika ujian, dia kecenderungan mengalami "gangguan" self-concept. Dalam ada tiga komponen dalam self-concept seorang cheater yang "terganggu". Apa sajakah itu? Berikut penjabarannya menurut analisaku:
  1. Self-knowledge: seorang penyontek bisa jadi mengalami distorsi dalam hal pengetahuan terhadap diri sendiri. Maksudnya, orang tersebut tidak sepenuhnya mampu mengetahui apa saja kebutuhan dirinya, apa yang sebaiknya perlu dan penting untuk dilakukan dan dia tidak tahu mengapa dia melakukan perbuatan tersebut. Seorang cheater hanya tahu bahwa dirinya sedang terdesak/terjebak oleh situasi sulit sedang dia sendiri tidak mampu memikirkan langkah yang tepat untuk mengatasi situasi sulit itu.
  2. Self-acceptance: seorang penyontek memiliki kecenderungan kurang menerima diri sendiri. Ketidakmampuan menerima diri sendiri, kegagalan terhadap keyakinan akan kemampuan diri sendiri, merupakan hal yang paling sering dialami oleh para cheaters. Ketika ujian, seorang cheater akan merasakan banyak sekali "keterbatasan". Dia merasa putus asa, merasa tidak mampu menjawab pertanyaan, merasa tidak yakin bila dia jawab sendiri takut akan berakibat kesalahan. Apabila perasaan dan pikiran/persepsi semacam ini terus dipupuk dalam diri seseorang, maka orang tersebut bisa saja menjadi seseorang yang kurang atau bahkan tidak dapat dipercaya oleh orang lain. Bila dia tidak dapat mempercayai kemampuannya sendiri, tidak dapat menerima diri apa adanya dan tidak berusaha menyadari keterbatasannya, lama-kelamaan orang tersebut juga tidak akan mungkin bisa dipercayai oleh orang lain. Dia akan sering meminta bantuan orang lain/dependent. Dia tidak akan bisa mandiri.
  3. Self-esteem: masalah yang satu ini juga sering dialami oleh cheaters. Mereka menganggap lebih baik menggadaikan "harga diri" dengan menyontek saat ujian daripada melihat kertas jawabannya kosong. Bahkan, terkadang, seorang cheaters yang getol bin doyan nyontek saat ujian, dia pasti akan melakukan berbagai teknik agar bisa menjawab pertanyaan tanpa perlu susah payah berpikir dan belajar. Hal seperti ini tentunya sangat mengenaskan. Seorang penyontek mengalami kecenderungan ketidakmampuan dalam menghargai diri sendiri. Bila sudah tidak mampu menghargai diri secara baik dan benar, tidak mampu lagi menaati norma dan peraturan yang berlaku maka sudah pasti dia pun akan menyulitkan/membebani orang lain. Seorang yang "dicontek" pasti akan merasa risih terhadap penyontek. Bila pun yang dicontek tidak masalah, bukan berarti si penyontek selamat. Si penyontek justru terancam "kronis". Maksudnya, yang dicontek bisa saja memberikan label negatif terhadap si penyontek. Reputasi/nama baik pun sudah pasti rusak. Bahkan pada beberapa kasus, seorang yang dicontek bisa saja sengaja menjebak si penyontek ulung untuk dipermalukan dan memberikan jawaban/informasi yang salah kepada si penyontek. Ini juga tentunya tidak baik dan akan menimbulkan permusuhan.