Saturday, July 6, 2013

MY DREAMS CAME TRUE

Hidup saya seperti tengah berada di belantara mimpi. Sebagian besar mimpi yang pernah datang dalam tidur saya, hampir seluruhnya kenyataan. In my entire life, I never expected that all my dreams comes true.

Sulit dipercaya??? Saya pun merasakan demikian. Tapi itulah kenyataannya. Apa saja mimpi saya yang kenyataan itu? Banyak. Yang paling berkesan dan membekas ada beberapa, antara lain:

  1. Saat SD saya pernah bermimpi melihat dengan detil rincian nilai rapor juga ranking saya. And, came true... Besoknya ketika terima rapor, mata saya terbelalak, melihat rincian nilai semua matpel yang tidak ada bedanya dengan apa yang saya mimpikan. Hahaha... konyol... sulit dipercaya. Apalagi, saya bukanlah seorang indigo. Namun, Allah menjadikannya nyata. Alhamdulillah juga sih, mimpi baik saya hampir semua kenyataan, seperti mimpi bahagia saat terima rapor ini. Kesulitan dalam mempertahankan peringkat pertama pun berbuah manis, I got it!! 
  2. Saya pernah bermimpi akan bertemu dan jatuh cinta pada seorang dengan inisial R, dia punya kembaran tapi bukan saudara kembar. It also came true on my life. Saya melukiskan wajah dan inisial itu ke dalam buku harian saya. Entah energi LOA apa yang bisa menariknya dari sudut mimpi sampai hadir di belantara bumi. Meski wajah yang di mimpi itu tidak terlihat jelas tapi saya masih sulit percaya. Seseorang berinisial R dengan hanya beda satu huruf di namanya hadir, dan saya punya seorang teman satu jurusan yang mirip dengan wajah dia. Oh my gosh! Are you really? Yes, of course! Dia ada dan nyata. Kembaran yang saya maksud bukan saudara juga nyata. Benar-benar sulit dipercaya. Parahnya... dulu saya sempat jatuh cinta padanya. But, now, sudah tidak lagi dan tidak terjadi apa-apa memang.
  3. Saya pernah mimpi mempunyai pengagum rahasia yang menyebalkan. Itu juga kenyataan. Di bangku kuliah semester empat hingga lima, ada seorang kakak tingkat beda jurusan yang menemukan saya di sekelilingnya, tapi saya tak pernah berhasil melihat batang hidungnya. Di mana pun saya berada, dia seperti detektif yang selalu bisa menebak kehadiran saya. Anehnya lagi, dia mengirimkan sms dan bilang bahwa dia menyukai saya, tepat saat dia melihat saya di kampus. Sialnya, saya tidak bisa menemukan keberadaannya. Dia mengejar saya dan gara-gara dia, salah satu teman kelas saya sering ngegojlokin saya untuk bertatap muka dengannya. Hahaha... mau bertemu sapa saja sulitnya bukan main. Selalu tidak bisa. Dia bahkan pernah menemukan FB saya dan pernah mengirimkan pesan bahwa dia ingin meminta saya menjadi pacarnya. Tentu saya menolak. Saya cukup gerah memikirkannya waktu itu. Apalagi, dia bukan orang yang mudah menyerah. Terus mengejar saya, meminta jawaban. Bahkan saat entah ke berapa kalinya saya menolak dia, dia sampai bilang suatu hari ingin menjadikan saya isterinya. Crazy! Bagi saya, dia seperti seorang yang terserang virus love obsession, erotomania!! Sampai saya menjauh dan menghindar beberapa titik daerah yang mana dia selalu menemukan saya di situ.... sampai saya pun tidak membalas lagi pesan-pesan singkatnya... sampai saya berkali-kali menolaknya.... sampai akhirnya dia menyerah dan PDKT dengan MABA yang sefakultas dengannya. Hahaha... he just said...., semoga suatu saat kamu menemukan suami idamanmu, meski itu bukan aku.... Oh, he was very upset! Namun, sampai sekarang, dia memang tidak segila dulu mengagumi saya, tapi dia masih kadang ngirimin saya sms ucapan di hari-hari raya. Silaturahmi kita masih terjalin. Seperti mimpi buruk rasanya, tapi itulah kenyataannya!
  4. Mimpi ini seperti mimpi ABG. Ditolong oleh seorang pangeran berhati lembut dan berparas menawan. Yaaa kenyataan lagi. Gosh!!!! Makin sulit dimengerti. Begini ceritanya, malam itu saya dan seorang teman hendak pergi kajian ke masjid kota yang lumayan jauh dari kos. Di tengah jalan, kebetulan saya yang menyetir motor saya sendiri. Eh, tiba-tiba motor tidak bisa saya kendalikan sampai akhirnya terjerumus ke lubang kecil dan dangkal di sekitar lampu merah Dinoyo. Motor jatuh ke sebelah kanan, teman saya spontan loncat dan baik-baik saja lalu saya justru ketindihan motor, paha saya sudah saya duga pasti biru-biru. Saat saya terjatuh, bapak-bapak yang ada di sekitar ruko situ, turut membantu. Belum juga saya berdiri karena saya mencoba mengangkat motor itu sendiri. Berat! Dan... tiba-tiba di belakang punggung saya ada satu motor mengerem mendadak, ban depannya hampir menabrak punggung saya. Pemilik motor itu turun dan membantu mengangkat motor saya. Saat saya dibantu oleh teman saya berdiri, pria itu nongol di depan muka saya juga. Matanya cerah, berkacamata, hidungnya mancung, kulitnya putih dan senyumnya menawan. Saat itu dia bertanya apakah saya baik-baik saja, lalu membantu meminggirkan motor saya. Teman saya sampai terpukau melihatnya (baru kali itu saya lihat teman saya yang serohis sama saya bisa terpukau juga dengan laki-laki asing) hehe... Saya justru memandangnya dengan muka miris karena kesakitan di bagian paha. Kemudian, dia pamit pada kami berdua, berlalu sambil menitip salam dan senyum lalu menutup mukanya dengan masker dan motornya pun berlalu. Sayang, saya tidak mengingat platnya. Kalau saja saya ingat, mungkin suatu hari saya sudah membalas kebaikannya. Setelah itu, perjalanan langsung saya lanjutkan dengan saya yang nyetir (ngotot) soalnya waktu udah nggak keburu karena kajiannya bentar lagi habis. Pas pulang, teman saya yang gantian menyetir dan di kos teman saya, kami sempat berbincang mengenai pangeran berhati lembut dan berparas menawan serta bersahaja itu. Saya baru sadar, dia memang seorang malaikat yang sudah menolong kami. Padahal kalau dipikir-pikir, kan jarang sekali ada pengendara lain yang mau peduli saat ada pengendara lain yang terluka di tengah jalan, sekalipun motor Mas itu hampir menubruk saya, bisa saja kan dia marah, emosi lalu berlalu begitu saja. Tapi, dia berbeda... Heumm... kalau ketemu lagi, mungkin saya akan membalas kebaikannya, paling tidak mengucapkan terima kasih dengan wajah tulus, tidak seperti malam itu... wajah saya merengut kesakitan.
Mungkin... itu segelintir dari mimpi-mimpi yang bisa saya ceritakan. Aneh, konyol, sulit dipercaya. Seperti kejatuhan durian gitu nah, hehehe... Tapi, bersyukur sekali karena mimpi yang baik tentu datangnya dari Allah.

Kira-kira mimpi apa lagi yaaa yang akan kenyataan??? Hihihi.... ^_^


No comments:

Post a Comment

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini.