Thursday, September 20, 2012

Meniti Kesuksesan Bersama Mereka


Hari ini dapet pesan singkat dadakan dari sebuah instansi untuk undangan seleksi kerja dari lowongan yang dimasukkan akhir bulan lalu bahwa seleksi dilaksanakan besok pagi di Jawa Tengah. Walhasil, saya akhirnya didiskualifikasi karena masalah waktu dan jarak yang terlampau jauh, yang tidak nutut untuk membawa saya ke tempat tersebut.

Sedih, iya tetapi aku merasa bersyukur di sela-sela itu sebelumnya saya udah mendapatkan peluang besar di tempat tinggal saya untuk sebuah visi yang lebih mulia dibandingkan seleksi kerja tersebut. Sangat bersyukur karena Allah telah menjawab doa-doa saya di tengah penantian demi mendapatkan sebuah pekerjaan.

Mungkin inilah jalan yang Allah tunjukkan. Beberapa hari yang lalu, saya dikontak oleh seorang dosen yang juga merupakan kakak dari adik tingkat yang masih kuliah di UMM juga. Rupanya mereka sejak bulan ramadhan lalu sedang gencar mencari lulusan psikologi yang akan ditempatkan mengajar di salah satu fakultas yang juga terdapat beberapa mata kuliah psikologi tambahan di dalamnya. Walhasil, karena kami belum dipertemukan dalam jangka waktu dua bulan yang lalu tersebut, mereka akhirnya mengambil dosen luar biasa dari Makassar, namun itu pun masih sangat minim. Rupanya dosen LB tersebut hanya punya waktu pertemuan kelas sebanyak 6 kali pertemuan dalam satu semester disebabkan beliau juga adalah praktisi di Makassar sehingga kinerjanya dirasakan kurang maksimal. Hasil yang kurang maksimal tersebut menyebabkan para mahasiswa yang identik dengan sebutan "mahasiswa buangan" tersebut semakin tidak keruan. Mereka sama sekali tidak mendapatkan apa-apa dari apa yang selama ini diajarkan kepada mereka akibat keterbatasan SDM di lembaga tersebut. Ditambah lagi dengan berbagai permasalahan yang sangat complicated dari tiap-tiap mahasiswa/i nya baik masalah personal hingga masalah keluarga yang berkaitan dengan pola asuh bahkan ada pula mereka yang disia-siakan oleh orang tua mereka sehingga memilih untuk membiayai kuliah mereka sendiri dengan cara bekerja di sela-sela waktu kosong saat kuliah bahkan itupun sempat membuat mereka bolos karena harus mencari uang demi bertahan hidup. Mendengar keluhan dari kisah-kisah memilukan para dosen dan mahasiswa/i tersebut, saya baru menyadari mungkin inilah jalan yang harus saya tempuh. Saya yakin Allah mengutus saya untuk berada di sekeliling mereka akan ada banyak pelajaran hidup yang bisa saya peroleh dari mereka.

Dan saya juga mengerti sekarang, untuk sukses pun tidak selamanya harus berada di antara gedung mewah, orang-orang berdasi dan berjas mahal, justru berada di antara mereka yang dianggap kecil, kita juga bisa menjadi sukses dan besar, tidak hanya untuk diri sendiri melainkan juga membantu mereka yang dianggap kecil menjadi pribadi yang akan BESAR pada masanya masing-masing. Amiin, insyaAllah. Apapun yang akan dijalani ke depan semoga bisa tetap istiqomah dan bisa memberikan segala daya upaya yang maksimal sehingga hasilnya pun juga bisa maksimal.

Yap tetap optimis, ALLAH selalu ada untuk kita yang juga selalu ada untuk-NYA..Sabar untuk menanti kesuksesan yang besar dengan melakukan hal-hal kecil tapi memberikan pengaruh yang besar.

GANBAREEE CHINGU !!!!!

No comments:

Post a Comment

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini.