Tuesday, March 5, 2013

NGAJAR ON TUESDAY AGAIN

Hari ini, sibuk sekali. Saking sibuknya jadi nggak bisa menyamar menjadi tukang ojek si wirausahawati: Mama yang tiap hari jemputin pulang dari dagang.

Tadi pagi ngajar, terus siangnya baca bukunya Dr. Ibrahim Elfiky buat referensi dan nambah pengetahuan untuk nulis, habis dhuhur ngantuk banget jadi ketiduran, sorenya habis ashar langsung tancap gas bikin RPP pertemuan tadi dan kemarinnya terus masukin nilai untuk dua pertemuan, yang satu pertemuan lagi besok (saking sumpeknya). Jadi, baru bisa ngupdate blog malam ini deh. Smile

 

--

Pengalaman hari ini, ada hal komedi (tanpa sengaja jadi hal lelucon) saat kelompok 2 BK presentasi. Hari ini karena kita dapat kelas beralas lantai karpet, jadi aku menyarankan untuk lesehan. Lho kok kuliah lesehan sih? Hehe, itu salah satu metode yang kupakai untuk meminimalisie ketegangan kelompok yang presentasi. Dengan duduk melantai setidaknya mereka bisa lebih relaks dan tenang.

 

yang lucunya itu adalah, salah satu anggota kelompok yang presentasi tadi itu susaaaaaaaaaah banget buat ngomong. Pas datang, dia agak telat, terus langsung lesehan di depan tapi malah mojok, nyempilin wajah dan rambut gondrongnya di samping meja. Kelihatan kalau dia nervous banget selain malu. Pas kuminta untuk agak majuan agar sejajar dengan lima temannya, dia majunya masih mepet ke samping meja dosen asli. Lha, aku gimana bisa lihat kalau dia yang giliran presentasi. Habis itu, giliran dia, dia lumayan maju (itu karena kusuruh agak majuan dikit lagi). Habis tuh, nggak lama pas sesi tanya jawab pertama with me as a lecturer, eeeh dia malah nyempil ke belakang anggota lainnya. Makin gak kelihatan deh. Yang kentara cuma rambut gondrongnya yang ikal, bergelombang dan kayak buah apel yang beraakar (jangan dibayangin ya gimana buah apel berakar itu).

 

Pas kutanya tentang pemahamannya dengan apa yang dia presentasikan, dia malah psikosomatis (ngacir keluar bentar), terus pas masuk, kutanyain dan kutagih lagi jawabannya (alasannya karena aku pengen dia ngomong soalnya di antara 6 orang itu cuma dia yang belum menjawab bahan diskusi dariku dan dari teman2 penanya). Pas ngomong, lamaaaaaa bangeeet nunggunya. Waktunya pun hampir habis. Aku rela ngulur, eh dia malah bertingkah aneh. Minta bantuan temennya, ngebisikin temannya dengan gaya khas sambil bersiut lirih dan dengan kerlingan mata. Semuanya pada ketawa pas dia coba jawab. Itupun cuma dua KATA.. YA DUA KATA. HAAA? CUMA DUA KATA????

Jawaban yang di luar dugaan, di luar pemahaman. Sungguh semakin menyala deh tawa teman-teman.

Aku jadi inget tulisan dari si dokter coklat—> dokter Bram, katanya kalau ada yang presentasi, jangan ditertawakan meski gak bisa. Sebenarnya itu sih memang refleks ya. Aku juga jadi ikut ketawa. Aku nggak ngetawain bahan materi dan jawaban yang disampaikan, melainkan gayanya waktu menjawab itu lho yang bikin semua pada tertawa. Soalnya, dia itu memang sudah unik dan lucu dari awalnya. Teman2 lain pun bilang seperti itu. Orangnya itu gak pernah marah tapi selalu gak sadar kalau dia itu mudah banget menjadi lelucon dengan gaya unik dan fisiknya apalagi rambutnya itu.

Open-mouthed smileada-ada saja.

Pas aku masukin nilai untuk matkul BK, aku jadi miris sendiri. Yang nggak aktif, patokan nilai minimalku adalah 50. Ya, angka 50 itu buat mereka yang gak menyimak tapi nggak berinisiatif buka mulut juga atau paling nggak ngangguk deh. Itu masih ada beberapa yang dapat segitu untuk segi afektifnya. Untuk yang paling tinggi aja itu 80. Itupun bakal dibagi tiga lagi dari nilai kognitif, afektif dan psikomotorik. Jadi, pas dirata-ratain, itu sekitar 60-70. –_- Sungguh sangat kurang EXCITED buatku.

Jadi, aku putuskanlah untuk menambah tugas saat UAS (tapi dikerjakan selama rentang waktu sebelum UAS). Tugas itu berbentuk tugas kreativitas yang terdiri dari dua pilihan: membuat video mini berisi materi atau scrapbook materi. Dan itu tuh wajib dibikin seapik, indah, kreatif, gokil dan bikin WOW.

Ekspektasiku terhadap tugas mereka tersebut cukup meyakinkan. Aku yakin dan harus yakin bahwa mereka bisa kreatif. Mereka harus bisa mendongkrak kekurangan nilai agar paling tidak di akhir semester aku bisa ngasih nilai min.B atau bila memungkinkan maks.A secara menyeluruh. Itu adalah targetku.

InsyaAllah, mereka mampu keluar dari kemalasan mereka. Aku yakin mereka bisa berkembang lebih cepat. Meski ini tampak mustahil dengan nilai awal yang cukup miris (masih ada yang dapat 50-60), namun aku tetap harus memupuk keyakinan terhadap mereka.

Mereka hanya tidak bisa melek karena mata mereka terganjal oleh sesuatu, mereka hanya belum ketemu “lampu” sehingga masih berada dalam ruang yang samar-samar. Tapi, bukankah seperti kata Ibu Kartini, habis gelap terbitlah terang??? Nah, jadi kudu yakin. Kudu yakin yakin yakin yakin yakin yakin daaaan yakin bahwa mereka bisa meningkat lebih dari kemarin. Aamiin.

Semoga minggu depan, aku bisa mengubah penaku untuk menuliskan nilai paling tidak yang 50 jadi 65 atau 70 dan yang 80 bisa jadi 90. Please ya Allah, bantu mereka, bukakan ilmu seluas mungkin, beri pemahaman, lapangkan dada dan otak mereka agar bisa memahami setiap apa yang kuajarkan dan mudahkan mereka untuk meniti kesuksesan di hari depan. Aamiin.

Selasa depan gak ngajar karena tanggal merah dan setelah itu kuis. Hahaha, mereka udah nggak sabar mau kuis. Mudah-mudahan deh mereka bisa jawab kuisnya nanti. Nggak gampang loh kuisnya tapi insyaAllah kalau ada yang berinisiatif mengerahkan seluruh hati dan pikiran untuk menganalisanya paling nggak mendekati “baik”, aku siap memberikan nilai yang “baik” pula. Kan harus objektif.

Perbedaan nilai itu bukan karena faktor apapun. Itu murni dari mereka sendiri. Memang ada sih yang agak pintar dan sangat aktif dan wajar kalau mereka dapat nilai lebih tapi bukan berarti yang rendah, tetep rendah bahkan makin rendah. Aku harap besok-besok mereka mampu mengatasinya dengan bijak dan bertanggung jawab.

No comments:

Post a Comment

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini.