Wednesday, April 17, 2013

BERKARYA SOLO DENGAN TERAPAN ILMU DARI BE A WRITER INDONESIA

Dunia kepenulisan adalah passion yang telah Allah tunjukkan sejak kelas 5 SD. Pertama kali aku belajar menulis sejak mengikuti serangkaian lomba pidato. Lomba tersebut mengharuskanku untuk menulis sendiri naskah pidato yang akan kusampaikan ke khalayak ramai. Awalnya, aku menulis dengan apa adanya sembari mempelajari berbagai teknik penulisan naskah pidato. Aku tidak menyangka, naskah pidato yang kutulis bisa membawaku ke gerbang kejuaraan secara berturut-turut. 

Mulai saat itu, aku semakin menyenangi dunia literasi. Beranjak ke SMP, kegemaranku dalam menulis diari, puisi dan cerpen semakin membara. Saat itu aku bisa menghasilkan puluhan puisi dan cerpen dalam satu binder penuh. Teman-teman kelas sangat antusias dan sering meminjam binder koleksi tulisanku itu setiap hari. Namun, suatu ketika, binder itu diculik oleh sekawanan siswa "nakal" dari sekolah tetangga dan yang tersisa hanyalah bindernya saja. Itu adalah hal terburuk yang pernah kualami.  Namun, semangatku tidak runtuh. Aku mencoba sekali lagi, menulis lagi.

Setelah melewati masa skripsi, aku baru kembali membuat blog. Terbesit suara hati untuk kembali aktif dalam dunia literasi. Pertama kali, aku bergabung dalam grup literasi online "The Miracle of Writing". Bertemu dengan salah satu koordinatornya yaitu Mbak Putri, membuatku kembali bersemangat untuk mengikuti agenda-agenda yang ada dalam grup tersebut. Tidak hanya itu, aku juga mulai mengenal grup lainnya. Dari sinilah, aku mulai rutin mengikuti berbagai lomba kepenulisan yang diadakan oleh berbagai penerbit Indie online yang tersebar di Facebook. Alhamdulillah, dari belasan lomba kepenulisan (antologi) yang kuikuti, sekitar 90% lolos, dan tak dinyana, aku pun bisa lolos dalam antologi mayor yang diadakan oleh salah satu anggota grup agensi mayor.


Setelah itu, entah mengapa aku merasa jenuh. Kembali kucari sumber masalahnya. Tersadar, sudah lama tidak blog walking. Rasanya, otakku kekurangan asupan. Aku masih sangat bodoh. Masih harus mempelajari banyak hal yang berkaitan dengan dunia literasi. Apalagi, saat itu, aku sangat ingin menulis buku solo. Sekian lama melakukan blog walking, kutemukan sebuah grup kepenulisan yang ternyata memberikan manfaat luar biasa. Blog Be A Writer Indonesia namanya. Setelah beberapa waktu mengamati dan mengunjungi laman BAW tersebut, aku baru sadar, rupanya ada salah satu anggotanya yang kukenal. Bunda Leyla Imtichanah. Bunda yang sangat hebar, yang baru beberapa bulan ini juga sangat sering kukunjungi blog pribadinya, menyerap berbagai ilmu dari tulisan dan artikel-artikel dari blognya.

Kembali tentang blog Be A Writer. Aku sangat senang mengunjungi lamannya. Backgroundnya yang nyentrik dan sarat akan "literasi" ditambah berbagai artikel menarik di dalamnya. Satu per satu artikel mulai kubaca dan kutelusuri. Di blog ini, aku sangat tertarik membaca artikel tentang motivasi menulis. Sejumlah artikelnya benar-benar memotivasi. Aku bisa belajar banyak hal dasar kepenulisan dan membaca banyak hal menarik dan menggairahkan yang ditulis oleh para penulis hebat seperti Bunda Afifah Afra, Bunda Leyla Hana dan lainnya. Mereka memang sangat menginspirasi.

Salah satu artikel yang menarik perhatianku adalah yang berjudul "Peran Penulis" yang ditulis oleh Bunda Afifah Afra. Ketiga peran (sebagai penulis, editor maupun pembaaca) tersebut semakin menyadarkanku. Apalagi, aku baru saja mencoba menyelesaikan draft novel soloku. Sebagai penulis, sekalipun aku masih terbilang pemula sebab belum pernah sekalipun menerbitkan buku solo, tetapi juga harus tegas dengan apa yang sedang ditulis. Awalnya, aku tidak tega bila harus bersifat kejam pada draft-ku sendiri. Namun, lama-kelamaan, aku kembali menyerap artikel yang telah kubaca itu. Akhirnya, pikiran dan hatiku mulai terbuka. Sebagai penulis, aku harus bisa tegas, memilah-milih mana yang layak untuk kutulis, mana yang sekiranya logis untuk ditulis dan mana yang sebaiknya atau seharusnya dimusnahkan dari draft tersebut. Alhamdulillah, dengan bekal ilmu yang kuperoleh dari artikel-artikel Motivasi Menulis itu, aku jadi semangat, yakin dan mampu menulis draft novel dengan baik dan logis. Yang awalnya aku hanya mementingkan egoku pada ending ceritanya, maka saat ini, aku telah merampungkan draft novel tersebut. 

Selain itu, aku memilih ending cerita yang sekiranya sangat mungkin diharapkan bagi para pembaca. Hal tersebut dimaksudkan, bila saja draft novel tersebut berhasil terbit, setidaknya aku sudah bisa menyenangkan para pembaca dengan alur yang logis dan yang telah kurangkai dengan segenap hati. Sebagaimana yang tertulis di peran pembaca, kita juga perlu menelaah kembali apakah tulisan kita sudah nyaman saat dibaca dan apakah pembaca akan memahami tulisan kita. Dengan ilmu ini, aku pun memberanikan diri untuk mengirimkan softfile draft novel ke sejumlah teman penulis Indie maupun ke sahabat-sahabatku yang bukan penulis. Hal tersebut bertujuan untuk mengetahui reaksi pembaca mengenai keseluruhan novelku. Alhamdulillah, berkat ilmu tersebut, aku bisa memperoleh masukan dari sahabat dan teman pembaca yang membuatku semakin "melek" dan "detil" akan tulisanku sendiri. Berbagai kesalahan, mulai dari yang terkecil hingga yang terbesar pun telah kuselesaikan dan kubenahi berkat bantuan teman-teman pembaca dan juga karena ilmu dari artikel di blog Be A Writer tadi. Alhamdulillah, mereka pun paham dan sangat menikmati draft novelku. Bahkan, ada dari mereka yang mengatakan sangat nanggung jika tidak menyelesaikan proses pembacaan dan penelaahan draft novel tersebut. Ada pula respon yang mengatakan bahwa mereka sangat menikmati kisah novel tersebut.

Overall, aku ingin mengucapkan terima kasih yang sebesar-besarnya pada Be A Awriter Indonesia. Meskipun baru beberapa bulan saja mengenal blog dan komunitas hebat ini, guratan bahagia sekaligus bangga tetap terpatri di hatiku untuk BAW Indonesia. ^__^ Ke depannya, aku berharap bisa meraup lebih banyak ilmu dari blog BAW. Dengan ilmu-ilmu kepenulisan itu, aku akan mencoba menulis draft novel lagi. Hati ini berharap, semoga ilmu-ilmu dari BAW yang telah kuterapkan ketika menulis draft novel pertama bisa membuat novel tersebut lolos di penerbit tujuanku. Bukan hanya novel pertama, melainkan juga novel dan buku-buku solo lainnya nanti. Tidak ada salahnya untuk optimis.

Akhir kata, aku ingin bilang bahwa, aku bersyukur karena masih menganggap diriku "lapar, haus dan bodoh" akan ilmu. Dengan begitu, aku akan semakin banyak mencari bahan pembelajaran untuk lebih mengasah kemampuan menulisku.

Semangat untuk Blog Be A Writer Indonesia. Teruslah menyebarkan ilmu-ilmu yang positif dan membahana! Teruslah menebar inspirasi kepada siapapun tanpa kenal lelah. Semoga ilmu-ilmu yang kuperoleh dari BAW juga bisa semakin melebarkan jalanku untuk menghasilkan karya-karya solo yang cemerlang, seperti yang telah dibuktikan oleh sejumlah penulis hebat yang tergabung di Be A Writer Indonesia. Aaamiiin.... aaamiiin... ya rabbal'alamin... ^___^

*Tulisan ini diikutsertakan dalam GIVEAWAY Blog Be A Writer Indonesia, Intip di sini: http://bawindonesia.blogspot.com/2013/03/give-away-baw-20-maret-20-april-2013.html

4 comments:

  1. keren tulisannya, semoga novelnya lekas selesai :)
    jalan2 ke blogku jug mba :)
    http://nahlatulazhar-penuliscinta.blogspot.com/2013/03/be-writer-semuanya-ada-di-sini.html

    ReplyDelete
    Replies
    1. udah selesai mbak novelnya tgl nunggu diterima or nggaknya d penerbit, okeeeh lgsung ke TKP :D makasih yaa udah mau BW ke sini

      Delete
  2. Terima kasih atas tulisan GA BAW, Yanuar.. suksess selalu :D

    ReplyDelete
    Replies
    1. terima kasih juga untuk BAW dan semuuuuaaa ilmu-ilmu yg terukir di blog BAW, ^___^ sukses juga untuk BAW :)

      Delete

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini.