Sunday, August 11, 2013

EXVIGROFACTONE, SAHABAT SEJATI

Saya sudah pernah posting tentang sahabat sejati yang mana artikelnya saya ikutkan GA dan menang juara II. Pagi ini saya teringat lagi akan moment reuni Exvigrofactone (alumni IA 1 SMANSA) yang diadakan semalam.

Hehe... kemarin sore saya ada di down floor terus, nonton TV alias Masterchef session 3 soalnya TV yang di up floor dimatiin adek yang lagi pake colokannya buat nyalain mesin cuci dari sore. Alhasil, hape saya tinggal di kamar. Pas mau salat Magrib, baru nyadar ada missed call berlimpah ruah nongol di hape. Bang Edy, Nawira (my best friend and my soulmate) dan dari Sidiq. Eh, tidak tahunya, malam habis Magrib, mereka nongol silaturahmi ke rumah. Saya pikir, itu cuma missed call biasa jadi gak saya tanggapi. Maaf ya teman-teman.... ^^
Yang datang banyak juga. Rumah yang tadinya sepi, semalam jadi ramai seperti... pasar kali ya. Ada Bang Edy, Irsan, Sidiq, Nawira, Ima, Yusi (my neighbor and classmate), Jala-Rumi dan Fadly. Reuni makin ramai saja, sampai saya dibilang grogi pas ngejatuhin teh gelas yang saya bawa buat tambahan pas Jala-Rumi dan Fadly datang haha.

Dari reuni ini, kami saling bertukar kabar dan informasi. Ada si Sidiq yang ternyata diterima kerja di BRI Parepare (akhirnya...), ada yang hari Minggu ini sudah harus pada balik karena skripsian dan kerja untuk senin besok, dan ada juga teman-teman yang baru tahu kalau saya kerja jadi dosen di STAIN sini, huhu.

Usai saya dan Nawira salat Isya, kami pun capcus ke rumah Sidiq. Kata temen sih syukuran, hahaha... padahal kita cuma mau mampir nyicipin kue-kuenya plus silaturahmi. Tidak tahunya nyampe sana, ada tiga teman kami lagi yang datang. Si Wahyu (si ustaz hehe) dan Nining (teman kerja di STAIN juga) dan Mustika (si imut). Adaaa saja yang dibicarakan. Apalagi si soulmateku, Nawira, nyerocos saja sama anak-anak. Kami pun jadi ikut tertawa.

Inilah kami, alumni Exvigrofactone. Sebelumnya, kenapa Exvigrofactone? Ini sebenarnya nama gugusan bintang yang kemudian dimodifikasi menjadi nama kelas kami yaitu kelas Exact 1 Smansa. Dibandingkan dengan kelas lain, kelas kami adalah yang tersolid. Setiap tahun pasti  reuni-an. Kadang sampe gontok-gontokan ide tentang usulan jadwal reuni apalagi bagi yang masih kuliah maupun bagi sudah kerja dan bentrok dengan jadwal padat. 

Inilah kami. Persahabatan yang senantiasa terbungkus dalam jargon kelas kami "Solidarity Forever". Sejauh apapun kami terpisah, selalu bisa saling terhubung. Kadang ada di antara kami yang banyak pulsa lantas menelepon duluan atau say hello di grup FB kami. Jadi, tidak ada satu pun acara, informasi atau lainnya yang tidak kami lewatkan semenjak kami lulus SMA.

Saya pribadi teramat beryukur diberi teman-teman yang baik, shalih/shalihah seperti mereka, yang peduli satu sama lain. Meski kami berbeda suku (ada yang Jawa seperti saya dan ada yang Bugis, Mandar, Dayak dan lainnya), namun kami tetap terpaut hati satu sama lain. 

Saya pun bersyukur dipertemukan dengan teman kelas plus teman sebangku sekaligus soulmate seperti Nawira. Kebetulan, saya punya cerita unik tadi malam. Ketika usai salat Isya berjamaah sama Wira (panggilannya), dia meminta bedak saya. Lalu, ketika dilihatnya deretan bedak-bedak saya, eh... ternyata bukan hanya hati kami yang selama ini saling kompak dan terpaut, melainkan juga kesamaan dari alat-alat make up kami, hehe. Bedak kita sama (dia dan saya pakai Marcks dan Wardah), pembersih pun sama (sama-sama pakai Sariayu series), sama-sama berhenti pakai Pond's karena tidak sesuai dengan kulit kami berdua yang cenderung kering jika memakai itu apalagi untuk cuaca ekstrim di Parepare maupun untuk cuaca dingin di Malang. Bahkan celak kita pun sama bentuk dan merk-nya, Lyra. Satu lagi, kami juga ternyata pakai handbody lotion dengan merk sama, Vaseline. Bedanya, dia pakai yang Pink kalau saya pakai yang Green Aloevera. Cuma sudah habis jadi untuk sementara saya pakai Marina Natural Avocado (soalnya Vaseline itu mahaaal... mau beli, harus mikir dulu, itupun saya beli Vaseline botol besar dulu di Malang pas promo di Hypermart). 

Sungguh aneh, bisa kompak begitu. Tapi, walau banyak kesamaan dengan Nawira, tentu perbedaannya pun banyak. Dari sudut pandang, pemilihan pakaian, kepribadian dan nasib (katanya Nawira, tentu nasib kita berbeda antara satu manusia dengan lainnya), Wira yang teramat ceweret sementara saya sedikit pendiam, Wira yang cara berpikirnya kadang instan hehe... saya kadang susah ditebak. Wira yang kadang sembrono, saya justru sensitif kalo sudah menangkap hal detil. Semua itu menjadi warna dalam persahabatan kita. Bukan hanya dengan Wira saja, melainkan juga dengan teman-teman lainnya. Kami pun tidak jarang punya kesamaan yang menyolok dengan teman-teman kelas kami yang laki-laki.

Semangat persaudaraan itu selalu terasa dan terpatri dalam hati-hati kami. Mau jauh atau dekat, kami tetap tidak lepas dari kontak. Semoga jargon kami "Solidarity Forever" bisa benar-benar terwujud sampai akhir hayat. Bangga rasanya punya teman-teman yang hebat bin kocak seperti mereka, yang tak kenal SARA dalam bergaul namun masih sering mengingatkan dalam soal beribadah. Alhamdulillah.... :D

No comments:

Post a Comment

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini.