Thursday, December 5, 2013

MINTA DIAJARIN BACA PIKIRAN ORANG?

anneahira
Pagi ini, baru-baru saja, saya di-sms sama sepupu yang ada di Malang. 

"Mbak, sampeyan kan psikolog, bisa baca karakter orang, kan?" 

Saya jawab, "Kenapa?"

"Aduh, gak jadi deh, ntar aja, belum siap."


Saya tertawa dalam hati karena lucu, "Membaca karakter seseorang itu gak bisa lewat sms. Tapi harus ketemu orangnya, ngobrol sama orangnya, lihat bagaimana perubahan sikap, perilaku, gaya bicara, kontak mata, dari tulisan tangan dan lainnya. Gak bisa instan dan statis, ntar jatuhnya jadi paranormal."


"Ajarin aku dong!"

Gubrak... Ajarin baca pikiran dan karakter orang, maksudnya? Are you kiding me? Bukannya gimana-gimana. Membaca karakter seseorang itu butuh proses dan butuh interaksi, paling nggak ngelihat atau ngeobservasi orangnya dari jauh.

Setelah diusut, rupanya sepupu saya punya masalah sama teman kerjanya. Dia kepo harus gimana, bahkan sampai minta diajarin baca pikiran temannya yang udah mengkambing-hitamkan dia. Lah,, ngapain sih harus baca pikiran orang dulu? Saya bilang saja, kalau ada masalah, ya diselesaikan masalahnya, bukan malah minta diajarin baca karakter orang.

Duh, kepo deh. Ini juga bukan satu dua kali saya ketemu orang seperti sepupu saya. Dulu, saat masa-masa awal kuliah, sering banget ditanyain dan dimintain tolong untuk bacain karakter si A, baca pikiran si B, bla bla bla.

Please ya, kawan. Kalau kalian datang ke psikolog atau konselor atau kalau mau curhat sama anak psikologi, mbok ya jangan gitu. Yang namanya curhat atau konseling, yaaa tentu saja yang diselesaikan itu adalah akar masalahnya, bukan minta diajarin gitu.

Lagian, bukannya kami nggak mau ngajarin orang lain teknik-teknik baca karakter orang. Belajar soal itu tuh gak semudah yang kalian kira. Untuk menginterpretasi dan memahami karakter seseorang, terlebih dahulu harus tahu apa itu kepribadian, apa itu sikap, apa itu perilaku dan segala "anak-anaknya". Kami belajar itu bukan semata-mata bukan untuk bisa membaca karakter siapapun yang kami temui dalam keseharian, melainkan sebagai bekal dalam menghadapi klien berbagai tipe.

Jadi, tolong, jangan pernah menganggap psikolog itu kerjaannya baca karakter orang mulu. Nggak... nggak gitu. Saya saja kalau konseling face to face sama orang, kadang suka kecolongan karena kebanyakan mereka akan faking good atau faking bad. Jadi, gak mutlak harus selalu benar dalam membaca karakter seseorang. Semua itu juga butuh tinjauan dari alat-alat tes psikologi sebagai pendukung, karena kita nggak bisa hanya melihat seseorang dari satu sudut pandang saja. Belajar tentang manusia itu gak mudah. Belajar tentang diri sendiri saja mungkin terkadang bisa menjadi sulit karena hidup ini adalah dinamika. Dan, sejujurnya, yang kami baca itu bukan semata karakternya, melainkan dinamika perilaku dan dinamika kepribadian yang membentuk karakter tersebut.

Kalau mau minta diajarin baca pikiran orang, mending ke mentalis aja. Mereka lebih jago tuh. 

So, once again, saya ingatkan, tolong jangan pernah memberi label bahwa psikolog itu adalah sang pembaca karakter yang ulung. Kalau mau tahu spesialisasi psikologi itu apa? Nah, psikolog itu spesialisasinya ada pada kemampuan kami mengelola dan menggunakan alat-alat tes psikologi sebagai penunjang dalam menghadapi dan membantu permasalahan klien.

Toh, sekarang, banyak para pakar komunikasi yang sama sekali gak ada basic psikologinya malah jauh lebih pandai membaca karakter orang. Entah itu karena mereka memang mempelajarinya secara mendalam atau punya six sense kah atau faktor lainnya. Dan sekarang pun sudah banyak buku-buku tentang membaca "orang" melalui bahasa tubuh yang beredar di pasaran. Yang jelas, seorang psikolog fokusnya bukan untuk membaca karakter seseorang, melainkan memahami seorang manusia secara utuh dengan segala komponennya.

4 comments:

  1. Hahaha salah satu hal yang buat aku tertarik banget psikolog, krn psikolog itu pandai membaca 'orang' :D tapi ternyata ga cm itu ya lebih kompleks lagi :)

    ReplyDelete
  2. mbak kalo di test psikologi saat masuk kerja itu bagaimana ya?

    kelihatannya mudah pertanyaannya, tapi ko g lulus hehe..

    ReplyDelete
  3. :) biasanya psikotest yg dipakai di dunia kerja cm sebagian aja yg sesuai standar tes psikologi, tp klo tes psikologi asli tdk diperdagangkan/digunakan scara bebas, cm bs dilakukan di lab resmi psikologi atau UPT BK. kmi lbih mmplajari tes psiko yg ada di lab tp mohon maaf gak bisa dibocorkan ke msyarakt luas

    ReplyDelete

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini. Bila ingin share tulisan ini, tolong sertakan link ya. Yuk sama-sama belajar untuk gak plagiasi.