Tuesday, May 13, 2014

TENTANG NOVEL SAYA (YANG MAU TERBIT)

Novel ini (judulnya Candy Rendy), saya meminjam beberapa karakter orang yang saya kenal dan latar tempat yang juga akrab dengan diri saya. Tapi, semua kisah di dalamnya tidak seratus persen "nyata". Hanya ada sekelumit saja yang nyata, selebihnya, konflik dan lain sebagainya hanya ilusi belaka.

Saya mendadak ingin membahas beberapa sisi dari novel sendiri. Saya tahu, ini masih tahap belajar. Entah nanti respon pembaca bagaimana, tapi saya sudah siap bila ada yang mengkritik. Namanya juga masih debut jadi saya yang harus berlapang dada.


Saya... entah memulainya dari mana. Tapi, jujur saja, saya menulisnya di kala sedang move on habis-habisan. Mungkin novel itu lebih pantas dikatakan sebagai hasil dari "terapi jiwa" yang saya lakukan. Ada kalanya rasa sakit yang tertanggung selama menulis. Apalagi, setiap menulis draft buku, saya selalu pakai alarm konsistensi "menulis setiap hari". Jadi, bisa dibayangkan bagaimana perasaan saya harus berhadapan dengan tokoh-tokoh itu.

Saya belum tahu bagaimana penilaian pembaca mengenai konflik yang saya hadirkan. Mungkin kelak ada yang akan berkata, "Terlalu flat. Kurang nendang." atau apalah. Sungguh awalnya saya tak berpikir untuk membangun sebuah konflik yang membahana. Saya hanya menulis dengan cara yang sederhana, dengan ketulusan dan kejujuran hati. Dan, saat menawarkannya ke penerbit pun, saya tidak pernah berharap lebih akan diterima. Malah santai dan pasrah saja, mau diterima atau ditolak, toh saya masih harus belajar lebih tekun lagi. 

Bukannya mau menyambung-nyambungkan dengan tragedi yang saya alami tempo hari. Namun, dengan adanya kabar penerimaan naskah itu, saya merasa Allah tengah membukakan petunjuk-Nya untuk kisah asli di dunia nyata (bukan pada kisah real dalam novel tersebut). Atau, Allah justru akan memberikan ujian terbaru-Nya untuk saya. Entahlah, tapi saya menunggunya terbit dulu. Setelah itu, saya siap apapun petunjuk yang akan saya peroleh lagi. Biarkanlah semua berjalan alami sebagaimana mestinya.

Sebagian besar tokoh di dalamnya, ada beberapa yang saya rindukan. Itu karena mereka sahabat saya dan kami saling berjauhan. Dan beberapa lainnya bukan dirindukan tapi justru menyentak hati saya lagi.

Saya tahu dulu adalah episode-episode melelahkan. Hampir mirip dengan yang ada dalam novel, saya tertatih mencari jalan untuk bisa keluar dari jeratan kisah itu. Heuum.. saya ini sebenarnya susah mau ngungkapinnya tapi silakan nanti dibaca sajalah ya novelnya hehe.

--
Teruntuk tokoh-tokoh dalam novel Candy Rendy:

  • Untuk tokoh Mas Angga: Maafkan saya ya Mas bila dulu pernah mendadak berbuat "onar" dengan apa yang pernah saya ungkapkan. Kamu pernah bilang, saya tak perlu dan memang tak harus meminta maaf. Tapi, saya tetap harus minta maaf karena tanpa sengaja berada di antara kamu dan orang yang kamu cintai. Ya, saya mengerti bahwa orang yang kamu cintai adalah sahabat saya. Entah perasaanmu padanya masih sama hingga sekarang, yang pasti aku sangat berterima kasih padamu. Saya berterima kasih karena dengan tragedi itu, kita tidak lagi saling bersinggungan seperti dulu. Saya sudah cukup tenang karena berhasil menjauhkan diri darimu. Terima kasih, Mas. Terima kasih, kawan (ya, kalimat inilah yang seharusnya saya ucapkan).
  • Untuk tokoh Rendy: Apa kabar, Ren? Lama sekali tak pernah berjumpa. Semoga co-ass mu sukses dan bisa menjadi dokter hebat. Ren, entah kamu tahu atau tidak, tapi saya juga bingung mendefinisikannya bagaimana. Pertemuan kita yang selalu tak terduga ditambah terakhir kalinya nama kita tertaut dalam kelompok KKN dan daftar wisudawan yang sama, saya jadi paham bahwa itu semua adalah ujian dari-Nya. Rendy, terima kasih atas sikap cuekmu. Jujur, dulu saya tidak pernah punya alasan mengapa saya menyukaimu. Tapi, sekarang saya sadar bahwa dulu saya tidak benar-benar menyukaimu. Menyukaimu hanya membuatku seperti seorang bertopeng, bukan menjadi diri saya sebenarnya. Saya juga sadar, kau bukanlah pria yang akan kucintai dalam hidup, untuk sementara pun untuk selamanya. Bukan! Jadi, kau tenang saja. Tetaplah cuek pada saya atau sekaligus saja berpura-pura tidak mengenal saya lagi di kemudian hari. Namun, lebih baiknya semoga kita tak akan bertemu lagi ya. Sudah cukup, sudah sangat cukup saya lelah mendefinisikan semua teka-teki yang kau bawa. Semoga hasil pembelajaran saya tentangmu dulu telah diluluskan oleh Allah. Dengan begitu artinya kita tak akan bertemu lagi dalam bingkai "masalah".
  • Untuk tokoh Mas Bram: Terima kasih ya, Mas. Saya tidak punya banyak kata yang tepat untuk diungkapkan. Dalam novel, kita pura-pura mengenal, tapi sesungguhnya tidaklah seperti itu. Terlalu rumit untuk saya jelaskan bagaimana situasi saat ini. Anggap saja Mas tidak pernah tahu nama saya dan hal lainnya tentang saya meski sifatnya permukaan sekalipun. Saya tidak cukup mampu mengutarakannya tapi mudah-mudahan tak akan ada yang salah paham. Mengenai ending novel tersebut, itu hanyalah fiktif alias imajinasi belaka. Saya pun tak berani memantiknya ke kehidupan nyata. Jodoh itu misteri. Tidak semudah merangkai akhir kisah novel. Jodoh itu terlalu rumit untuk dilukiskan bagaimana alurnya karena  tak ada yang dapat memastikan kapan dan bagaimana datangnya.
Sudahlah. Biarkan semua situasi ini move on sebagaimana mestinya. Biarlah Allah saja yang melukiskan awal dan ending kisah dalam kehidupan nyatanya.

5 comments:

  1. alhamdulillah, penerbit mana.... wah seru nih...

    ReplyDelete
  2. klo dibilang novel Islam sih nggak juga ukh, tp dalam dialognya menyertakan bbrp unsur islami dan para tokohnya mayoritas muslim cuma mungkin lebih cocok dibilang novel romance inspiratif kali ya

    di penerbit sheila fiksi ukh, imprintnya penerbit andi

    ReplyDelete
  3. salam kenal mbak....saya penggemar bukunya mbak paresma ,, yg catatan kriuk itu...ehehhehehe.....awal taunya sih dr blog dokter sebelah. gegara sering baca komennnya mbak.....heheheh.....btw novel ini dah keluar ta mbak?

    ReplyDelete

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini. Bila ingin share tulisan ini, tolong sertakan link ya. Yuk sama-sama belajar untuk gak plagiasi.