2018-10-07

APA RENCANA SELANJUTNYA

Image by Paresma

Terhitung sejak Februari lalu saya bekerja di kampus sebagai tutor dan sejak April dikontrak oleh Universitas Muhammadiyah Malang sebagai karyawan dengan perjanjian khusus (Instruktur).

Kerjanya gimana tuh? Kayaknya saya udah cerita deh di postingan sebelum-sebelumnya. Monggo dibaca aja (wkkk ketahuan deh kalau malas mengulas lagi).


Ini sudah Oktober dan gak terasa sih udah delapan bulan saya kerja di kampus. Betah gak? Kalau soal iklim kerja, saya juga nggak bisa bicara banyak karena pasti akan sangat subjektif. Yang pasti, nyaman-nyaman aja sih cuman ya itu ribetnya di manajemen waktu, manajemen kelas kalau pas asistensi apalagi kalau andai dapat kelas dengan jadwal asistensi sama alias tabrakan. Nah, pusing dah tu kan.

Kenapa sih gak lamar jadi dosen aja? Pertanyaan ini kerap saya peroleh dari orang lain maupun teman dan keluarga. Tahun lalu sampai tahun ini total sudah lima kali saya pernah mencoba melamar di posisi dosen termasuk di kampus sendiri. Tapi entah saya juga gak paham, hasilnya semua nihil a.k.a. ditolak gaes wkwkk. Gak paham juga dengan beberapa lamaran yang saya masukkan memang penilaiannya ada yang kurang fair menurut saya.

Tempo hari, Kepala Lab memanggil saya ke ruangan beliau. Saya pikir ada mandat tugas baru lagi dari beliau seperti mencari jurnal atau ditugaskan untuk lainnya. Eh ternyata beliau mengajak saya berbicara seputar "salah satu rencana hidup saya yaitu di sub bagian karir atau pekerjaan". Saya juga heran kenapa beliau tiba-tiba menanyakan mau ke mana kah saya setelah kontrak selesai, apakah saya perlu memperpanjang kontrak dan hanya menjadi instrktur? Kenapa gak lamar jadi dosen saja di kampus sendiri dan kampus lainnya? Dan orientasi karir mau ke arah mana?

Berentetan pertanyaan yang jatuhnya jadi obrolan semacam curhat ke Kepala Lab yang juga dulu beliau adalah dosen pembimbing tesis saya, menurut saya, mungkin beliau paham bahwa saya gak seharusnya stagnan di situ-situ aja. Apalagi dengan pendidikan sudah strata-dua mengapa hanya bekerja sebagai instruktur dan gak mencoba di tingkatan yang lebih tinggi. Jujur, saya pun masih bingung dan berharap semoga kegalauan memikirkan rencana selanjutnya ini bisa segera mendapatkan secercah jawaban tiga bulan sebelum kontrak berakhir April nanti.

Saya juga pengen bisa menabung lebih banyak. Salah satu teman kerja saya pun tahu bahwa saya akhir-akhir ini cukup menghemat dan sebagian besar uang gaji saya terhitung gajian kedua hingga keempat masih cukup banyak. Saya hanya memakai uang hasil ceperan dari tugas-tugas lain di kampus untuk biaya beli bensin, jajan (sesekali aja) dan beli keperluan pribadi (sabun dll). Saya sampai segitu ketatnya menabung karena gak ingin kejadian di masa lalu terulang dimana ketika saya dulu mendapatkan royalti berlimpah, semua habis gak bersisa untuk saya pakai sebagai sangu kuliah sehari-hari, makan, hang out dan lainnya. Penyesalan itulah yang membuat saya agak irit dan nyaris mikir berulang kali untuk mengeluarkan uang demi hal yang bersifat konsumtif.

Saya paham betul bahwa maksud Kepala Lab menanyakan hal itu sebagai tanda kepeduliannya pada saya. Saya seharusnya bisa lebih dari itu. Saya juga sebenarnya pengeeen banget bisa ikut seminar untuk meningkatkan kompetensi di bidang HR atau di bidang klinis dan lainnya. Hanya saja gaji yang saya terima tidak sebanding dengan biaya seminar fantastis yang musti dibayarkan. Jadi, ya... saya mengurungkan diri terus setiap kesempatan seminar itu ada. Saya juga gak mau merepotkan orangtua dengan minta lagi ke mereka.

Semoga saya bisa segera mendapatkan "insight" untuk segera move forward. Saya ingin mengembangkan diri lebih tinggi lagi, bisa menambah networking lebih luas lagi dan punya skill serta kompetensi yang memadai. Please God, help me now





2 comments:

  1. i feel you mbaaaak. This is so relatable to my current condition.
    Uncertainty future (pengangguran padahal post graduate) dan masih jomblo juga.
    Sudah kemana2 selalu gagal di tes kesehatan. Bingung mau ngapain/mesti gimana T-T

    ReplyDelete
  2. Huhuhu Hai salam kenal. Semuanya mmg serba tidak pasti ya.. Tp semoga stlh ini kita bs segera dpt rejeki begitu jg dgn kamu tetap usaha smoga rejeki kerjaan dan jodohmu jg akan segera dtg hehe amin.

    ReplyDelete

Makasih banget ya udah mau baca-baca di blog ini. Jangan sungkan untuk tinggalin komentar. Senang bila mau diskusi bareng di sini. Bila ingin share tulisan ini, tolong sertakan link ya. Yuk sama-sama belajar untuk gak plagiasi.