Friday, May 3, 2013

CATATAN HATI DOSEN JUNIOR (7)

5:35 PM 2 Comments
Siang tadi adalah jadwal mata kuliah Pengantar Psikologi. Ada yang beda dari kami. Hari ini, kami memulai kelas dengan metode circle. Metode circle itu adalah posisi duduk. Karena jumlah teman-teman mahasiswa memang cuman 11 orang jadi agar kedekatan emosional bisa semakin tercipta, maka kami semua duduk dengan jejeran kursi membentuk lingkaran kecil. Cukup dekat dan alhamdulillah, tadi rasa kantuk yang menyerang bisa terminimalisir dengan metode tersebut. Bagi keenam mahasiswa yang bertugas presentasi pun tetap duduk dalam lingkaran tersebut tanpa perlu pemisahan dengan mahasiswa audience dan pengajar (aku) ^_^ yang cantik ini, hehehe.

Kami pun berdiskusi terkait materi Psikologi Kognitif. Diskusi berjalan seru, hikmat, santai, dan sesekali diselipi oleh humor dari beberapa mahasiswi yang memang kocak.

Thursday, May 2, 2013

SAHABAT PEMBAWA KEBAHAGIAAN

10:28 AM 2 Comments

Habis tangis terbitlah bahagia. Inilah kalimat yang mewakili perjalananku ketika bertemu dengan seorang sahabat masa SMA. Namanya Sitti Nawira, tapi akrab disapa Wira. Wira, seorang gadis muslimah yang lebih muda setahun dariku. Dia berasal dari keluarga dengan pondasi agama yang cukup kuat dan kental. Kisah persahabatan kami berawal ketika duduk di bangku kelas X SMA.

SMA kelas X, aku belum berhijab apalagi punya niat berhijab. Memasuki kelas setelah diadakan rolling dari pihak sekolah membuatku merasa asing dan agak gentar. Gentar sebab wajah-wajah yang kutemui sungguh sangat cerdas. Ada beberapa siswa yang juga pernah kebetulan kukenal melalui berbagai perlombaan SAINS, olimpiade bahasa Inggris, lomba pidato dan ada pula satu teman SMP yang dulunya menjadi rivalku demi merebut kursi juara umum sekolah tiap semester.

Pagi itu, kami berebut tempat duduk. Sayangnya, aku tidak berhasil menemukan bangku di baris depan, hingga aku memilih untuk duduk di bangku barisan keempat, di belakang. Sepi, sendiri, sekalipun ada teman-teman yang kukenal namun mereka sudah menentukan teman duduk mereka masing-masing. Mereka cenderung memilih teman duduk yang dilansir memiliki kemampuan intelegensi yang juga sama tingginya. Ya, kelas X.6 memang menjadi surga siswa-siswi terbaik saat itu.

Saat ingin menaruh tas di bangku yang kupilih, sontak sebuah suara menyeru ke arahku. "Hei, kamu! Sini duduk sama aku saja!" Suara itu berasal dari seorang gadis berjilbab, berkulit putih, mata sipit dan gaya bicaranya yang terkesan cepat. Aku hanya merespon dengan anggukan dan mataku masih saja memandanginya dengan penuh kejanggalan. "Kok bisa ada anak asing yang sok akrab padahal teman yang kukenal saja tidak mau menawarkan diri untuk duduk denganku karena takut tersaingi," kecamuk batinku.

Akhirnya, aku pun menerima tawaran gadis tersebut kemudian duduk bersebelahan dengannya. Sejenak aku bersyukur karena telah diberi tempat duduk di bangku paling depan. Itu berarti aku bisa semakin bersemangat dalam belajar dan tak perlu lagi gentar terhadap beberapa teman yang mengganggapku rival mereka. 

Gadis itulah yang kusebut di awal tadi, Wira. Awal kenalan sungguh lucu. Dia menanyakan nick name lalu nama panjangku. Dia bahkan mengira bahwa aku ini non-muslim, karena mendengar nama "Paresma" dan entah dia bilang wajahku seperti wajah non-muslim (mungkin karena tidak pakai jilbab). Aku tertawa. Dia pun ikut tertawa. Yang tadinya, aku sangat kalem di depannya, mulai berubah cair dan rileks selama berbincang hangat bersamanya.

Wednesday, May 1, 2013

CATATAN HATI DOSEN JUNIOR (6)

12:50 PM 2 Comments
Sebelum tidur siang, aku mau cuap-cuap sedikit. Teringat dengan salah satu pakar di bidang kepenulisan yang sudah senior mengatakan bahwa materi itu hanyalah efek samping dari kerja keras kita. Dari kalimat ini, aku juga teringat dengan persoalan gaji pertamaku.

Gaji. Siapa sih yang nggak mau dikasih duit? Siapa sih yang nggak mau gajian setelah bersusah-payah bekerja? Masing-masing dari kita pasti punya profesi yang berbeda. Kalau toh profesi kita serupa, bisa jadi gajinya berbeda.

Di sini aku nggak mau pamer atau mengeluh. Hanya sekadar intermezzo, mengenang ihwal gaji pertamaku. Gaji pertamaku kuperoleh ketika masih mengajar di kajian Guidance Club STAIN pada akhir September 2012 hingga Januari  2013 lalu sebagai dosen motivator. Memperolehnya pun tidak mudah. Pihak kampus menetapkan bahwa setiap satu pertemuan akan diganjar sebesar lima puluh ribu rupiah. Jumlah tersebut bukan gaji yang sebenarnya, melainkan imbalan/hadiah karena sudah mau membantu teman-teman di STAIN aja.

KENALI PELANGGAN UTAMA ANDA

8:43 AM 0 Comments
Apa arti dari pelanggan? Pelanggan adalah individu atau konsumen yang membeli produk atau jasa yang dihasilkan oleh perusahaan atau suatu kegiatan perekonomian. Menurut Peter Ducker, tugas utama sebuah perusahaan adalah menciptakan pelanggan. 

Di Indonesia memiliki lebih kurang 220 juta penduduk dengan ratusan suku yang tersebar di berbagai pulau. Meskipun berbeda suku dan bahasa, tapi pasti ada di antara mereka yang memiliki kesamaan karakter yang dapat dijadikan sebagai patokan bagi para marketer untuk mengatur strategi marketing yang jitu. Di sinilah tugas sebagai seorang marketer untuk cermat dan cerdas dalam menganalisa dan memahami karakter para konsumen, khususnya yang menjadi pelanggan utamanya.

Kenapa harus karakter? Sebab, memahami karakteristik pelanggan utama adalah salah satu syarat kesuksesan sebuah bisnis. Demikian yang dikatakan oleh Veronica Ratna Ningrum. Veronica adalah seorang WomanMarketer yang telah sukses menangani berbagai program marketing bagi sejumlah lembaga perbankan, baik bank nasional maupun bank asing.

RENCANA IDE DRAFT NOVEL KEDUA

7:30 AM 0 Comments
InsyaAllah, sebentar lagi bakal nulis draft novel kedua. Masih bertemakan tentang cinta *lagi pengen fokus ke genre romance aja dulu. Inspirasinya diperoleh dari mana? Dari mana ya? Yang pasti datangnya spontan, pas mau tidur malam, bulan lalu.

Terpikir untuk menulis kisah tentang hubungan antara si suami dan istri. Suami berwatak posesif dan pencemburu berat dan istrinya yang rada tomboi tapi bisa belajar sabar untuk menghadapi semua sikap si suami. Nanti yang jadi konfliknya, muncul sahabat kecil si istri (sahabat pria). Sahabat tersebut ternyata adalah rival sang suami di perusahaan dan pastinya bermuka dua *manis dan baik di depan tapi amat buruk di belakang. Itu lantaran, si sahabat mulai jatuh cinta (lagi) pada wanita yg ternyata istri dari rivalnya sendiri. Segala cara dia kerahkan untuk merebut cinta wanita itu sekalipun tau kalau dia udah bersuami.